Articles

Implementasi Security Pada Load Balancing Layanan Web Multidomain Dengan SSL Amiruddin, Muhammad Rouvan; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Arwani, Issa
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.21 KB)

Abstract

Load balancing adalah mekanisme pembagian beban traffic ke-beberapa server secara seimbang. Penumpukan beban traffic yang berlebih pada server akan membuat kinerja sistem menurun. Untuk mengimplementasikan sistem yang optimal dan aman dengan banyaknya traffic yang masuk, maka perlu diterapkan mekanisme load balancing. Dengan mengimplementasikan mekanisme load balancing menggunakan HAProxy akan membuat traffic dalam suatu jaringan berjalan optimal, karena beban traffic akan didistribusikan pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang. Melalui implementasi sistem ini kinerja server menjadi lebih optimal dengan tidak adanya pembebanan berlebih pada salah satu server.Agar menghasilkan pertukaran data yang aman antara klien dan server perlu menerapkan protocol SSL.Dengan mengimplementasikan protocol SSL pada sistem ini, pertukaran data antara klien dan server menjadi aman karena sudah ter-enkripsi. Pada sistem ini, jumlah klien sangat berpengaruh terhadap kinerja respons server. Semakin banyak jumlah klien maka respons server terhadap klien akan semakin lama sedangkan pada throughput mendapatkan hasil semakin menurun dan jika sistem menerima request lebih dari 500 klien maka didapatkan error request sebesar 10,4%.
Implementasi Deteksi Dan Koreksi Error Pada Komunikasi Serial Arduino Berbasis UART Dengan Metode Hamming Code Andana, Anggi Fajar; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Maulana, Rizal
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 11 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.294 KB)

Abstract

Kemunculan error disebabkan oleh banyak faktor antara lain adanya noise pada media transmisi data, lamanya penggunaan perangkat, atau kualitas perangkat keras tersebut. Salah satu konsep yang disebut dengan Information Redudancy merupakan konsep yang menyisipkan informasi tambahan pada proses encode data sebelum data tersebut dikirimkan. Information Redudancy dapat diterapkan pada proses error control coding, yaitu teknik yang membuat proses encode dapat menghitung bit kontrol tambahan dari informasi yang dikirim, serta untuk mengirimkan bit kontrol tersebut beserta informasinya. Pada penelitian ini menggunakan metode Hamming Code yang diterapkan pada Arduino dan komunikasi UART. Metode Hamming Code adalah metode yang menambahan beberapa parity bit tambahan pada bit data dengan menggunakan logika XOR. Parity bit tambahan yang dihasilkan dari proses logika XOR didapatkan dari jumlah data yang dimasukkan dalam prosesnya. Berdasarkan hasil pengujian, metode Hamming Code dapat melakukan proses encode dan decode data, serta dapat melakukan deteksi dan koreksi error pada data yang mengalami error dalam proses pengujian. Rata-rata delay yang didapatkan berjumlah 102,7ms untuk data 5 bit dan 109,5ms untuk data 4 bit pada proses encode. Serta 17,5 ms untuk data 10 bit dan 100,1ms untuk data 11 bit pada prose decode. Faktor pengambilan data suhu serta jumlah bit yang dilakukan proses encode dan decode sangat mempengaruhi proses encode dan decode menggunakan metode Hamming Code.
Sistem Monitoring Volume Dan Gas Sampah Menggunakan Metode Real Time Operating System (RTOS) Raharjo, Tugar Aris Andika Prastiyo; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 11 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.067 KB)

Abstract

Sampah merupakan benda-benda yang tidak dipergunakan lagi yang biasanya bersifat kotor dan memiliki bau tidak sedap. Tumpukan sampah pada tempat sampah menghasilkan gas-gas yang dapat mengganggu kesehatan, seperti gas metana (CH4), ammonia (NH3), dan hidrogen sulfida (H2S). Jika konsentrasi gas metana terlalu tinggi, maka akan menyebabkan sesak nafas dan kebakaran. Selain itu, volume sampah juga perlu diperhatikan karena jika sampah sudah melebih volume tempat sampah, maka akan menimbulkan kondisi lingkungan yang tidak nyaman. Penelitian ini akan merancang sebuah sistem teknologi yang dapat membantu pemilik tempat sampah mengetahui kondisi tempat sampahnya secara realtime dan kontinyu. Sistem tersebut mengamati volume sampah dan gas-gas yang dihasilkan oleh sensor NH3, CH4, H2S dan infrared E18-D80NK, dengan menggunakan Real Time Operating System (RTOS). RTOS digunakan sebagai salah satu tugas pembacaan sensor dan pengiriman yang ditangani oleh mikrokontroller secara realtime. Dari hasil 10x pengujian yang dilakukan pada sampah busuk diketahui pembacaan sensor MQ-135 memiliki rata-rata kadar gas amonia yakni 35.71 PPM, MQ-4 memiliki kadar gas metan 293.5 PPM , TGS2602 memiliki kadar 9.738 PPM gas hidrogen sufida dan sensor Infrared E18-DN80NK dapat mendeteksi ketinggian sampah dengan keluaran above threshold (sampah melebihi batas sensor) dan below threshold ketika sampah belum melampaui babatas sensor. Jadi kadar gas yang dihasilkan oleh sampah adalah gas metana.
Implementasi Server Failover Pada Software Defined Network Gita, Dea Asmara; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Yahya, Widhi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.264 KB)

Abstract

Arsitektur Client-Server adalah sebuah arsitektur pada jaringan komputer yang melibatkan pertukaran data antar dua perangkat yaitu client dan server. Peranan server pada arsitektur Client-Server sangatlah penting, karena jika server mengalami down maka client tidak dapat mengakses layanan yang disediakan oleh server. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan sebuah sistem yang memiliki sifat high availability. Beberapa sistem high availability yang pernah diterapkan menggunakan model master dan slave. Pada penelitian ini arsitektur Client-Server yang bersifat high availability diwujudkan dengan menggunakan teknologi Software Defined Network. Software Defined Network adalah sebuah arsitektur jaringan yang memisahkan antara control plane dan data planefast. Diharapkan pada Software Defined Network memiliki controller yang menyediakan informasi terkait kondisi jaringan, sehingga proses failover nantinya akan semakin cepat. Hal ini ditunjukkan pada hasil pengujian yang mana didapat hasil nilai rata-rata waktu downtime sebesar 0,826 detik, nilai rata-rata failback time sebesar 0,865 detik, serta nilai rata-rata packet loss pada saat proses failover terjadi sebesar 5,6%.
Rancang Bangun Pengenalan Modul Sensor dengan Konfigurasi Otomatis Berbasis Komunikasi I2C Kusna, Nicho Ferdiansyah; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Syauqy, Dahnial
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 10 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.198 KB)

Abstract

Wireless Sensor Network merupakan salah satu dari sekian banyak teknologi yang saat ini digunakan di berbagai bidang. Namun pada kenyataannya untuk dapat membuat suatu sistem WSN dapat bekerja membutuhkan banyak waktu, pengalaman dan juga pengetahuan yang memadai. Hal tersebut dikarenaka sulitnya mengkonfigurasi suatu node agar dapat bekerja dengan baik. Agar sensor node dapat digunakan sendiri proses yang harus dilalui cukup rumit, mulai dari penyusunan rangkaian, pengkabelan, pemrograman dan lain-lain. Salah satu solusi dari masalah tersebut yaitu dengan cara menerapkan sistem Modular WSN dimana bagian dari node dipisahkan menjadi modul tertentu berdasarkan jenis dan kegunaannya, jenis modul dibagi menjadi modul core (perangkat pengendali), modul komunikasi dan modul sensor. Pada modul yang ada diterapkan sistem Plug and Play agar tiap modul dapat langsung digunakan tanpa harus melalui proses konfigurasi apapun. Pada penilitian yang ini hanya berfokus pada modul sensor dimana nantinya modul sensor terdiri dari beberapa jenis sensor yang berbeda. Modul sensor yang telah diterapkan sistem PnP dapat langsung digunakan ketika dihubungkan pada perangkat pengendali. Proses pendeteksian dan proses identifikasi dilakukan dengan memanfaatkan komunikasi serial I2C (Inter Integrated Circuit). Dari hasil beberapa pengujian yang dilakukan diketahui bahwa proses pendeteksian, pengiriman data dan juga pemilihan modul aktif berhasil dilakukan tanpa mengalami kendala apapun.
Web Server Embedded System Muttaqin, Adharul; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Arwani, Issa
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.838 KB)

Abstract

Abstrak Embedded sistem saat ini menjadi perhatian khusus pada teknologi komputer, beberapa sistem operasi linux dan web server yang beraneka ragam juga sudah dipersiapkan untuk mendukung sistem embedded, salah satu aplikasi yang dapat digunakan dalam operasi pada sistem embedded adalah web server. Pemilihan web server pada lingkungan embedded saat ini masih jarang dilakukan, oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan menitik beratkan pada dua buah aplikasi web server yang tergolong memiliki fitur utama yang menawarkan “keringanan” pada konsumsi CPU maupun memori seperti Light HTTPD dan Tiny HTTPD. Dengan menggunakan parameter thread (users), ramp-up periods, dan loop count pada stress test embedded system, penelitian ini menawarkan solusi web server manakah diantara Light HTTPD dan Tiny HTTPD yang memiliki kecocokan fitur dalam penggunaan embedded sistem menggunakan beagleboard ditinjau dari konsumsi CPU dan memori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal konsumsi CPU pada beagleboard embedded system lebih disarankan penggunaan Light HTTPD dibandingkan dengan tiny HTTPD dikarenakan terdapat perbedaan CPU load yang sangat signifikan antar kedua layanan web tersebut Kata kunci: embedded system, web server Abstract Embedded systems are currently of particular concern in computer technology, some of the linux operating system and web server variegated also prepared to support the embedded system, one of the applications that can be used in embedded systems are operating on the web server. Selection of embedded web server on the environment is still rarely done, therefore this study was conducted with a focus on two web application servers belonging to the main features that offer a "lightness" to the CPU and memory consumption as Light HTTPD and Tiny HTTPD. By using the parameters of the thread (users), ramp-up periods, and loop count on a stress test embedded systems, this study offers a solution of web server which between the Light HTTPD and Tiny HTTPD which has compatibility features in the use of embedded systems using beagleboard terms of CPU consumption and memory. Results showed that in terms of CPU consumption on embedded systems beagleboard more advisable use Light HTTPD than tiny HTTPD because there are differences very significant CPU load between both the web service. Keywords: embedded system, web server
Implementasi Kura Framework pada Purwarupa Rumah Cerdas Iqbal, Muhammad; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Priyambadha, Bayu
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.589 KB)

Abstract

Salah satu tantangan ketika mengimplementasikan sebuah sistem rumah cerdas adalah interoperability dengan keberagaman perangkat dan teknologi yang berpotensi digunakan dalam sebuah sistem rumah cerdas (Lakomiak, 2017). Tantangan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan IoT gateway pada sebuah sistem rumah cerdas. Iot gateway bertugas untuk menjembatani antara perangkat-perangkat endpoint seperti sensor dan aktuator dengan broker agar perangkat-perangkat tersebut dapat mengirimkan informasi ke broker dan dapat terkontrol oleh client dari jarak jauh. Dari permasalahan tersebut, Eclipse mengembangkan sebuah IoT framework yang bernama Kura. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan Kura pada purwarupa sistem rumah cerdas dan menguji performa yang diberikan. Untuk mengetahui kinerja dari purwarupa sistem rumah cerdas yang dibangun dilakukan pengujian validitas sistem dan perhitungan response time sistem. Dari hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan bahwa dalam siklus otomasi publishing data dari perangkat client ke perangkat cerdas sampai data kembalian ditampilkan pada perangkat client dalam waktu 1 detik, sistem berhasil melakukan tugas dan menampilkan kembalian ke client sesuai dengan data yang di publish oleh client. Dengan rata-rata response time yang didapat yaitu 990,8 ms yang masih termasuk kurang dari 1 detik, kinerja purwarupa sistem rumah cerdas menggunakan framework Kura dapat dikategorikan baik dan masih daat diterima oleh client (Neil, 2009).
Implementasi Wireless Sensor Network Mengunakan Babel Routing Protokol Khulafa, Muhammad Rosyid; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Setyawan, Gembong Edhi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.805 KB)

Abstract

Salah satu perkembanan teknologi dibidang komunikasi nirkabel adalah Wireless. Yang dikembangkan saat ini menjadi Wireless Sensor Network(WSN). Sebuah teknologi yang terdiri dari node-node sebagaimana tersebar dalam ruang lingkup sistem menggunakan jaringan nirkabel. Salah satu pemanfaatan teknologi WSN adalah untuk penerapan aplikasi agar mengetahui suhu, cuaca, jarak pada lingkungan sekitarnya, kemudian dapat bertukar data melalui jaringan node node yang telah terhubung. Salah satunya jika terdapat kerusakan pada komunikasi tetap, WSN dapat diterapkan sebagai komunikasi sekunder atau planning lain, sebagai infrastruktur jaringan komunikasi yang diharapkan dapat digunakan pada saat infrastruktur telekomunikasi utama mengalami masalah yaitu menggunakan teknologi Mobile ad hoc network (Manet) yang diterapkan pada Wireless Sensor Network(WSN). Manet dalam hal lain dapat diartikan sebagai node yang terkumpul, lalu bergerak acak(dinamis), kemudian menghasilkan jaringan sementara dengan tidak mengandalkan struktur yang ada. Dengan memanfaatkan Beaglebone Black sebagai node Manet, WSN dapat diterapkan sebagai komunikasi antar node. Beagleboneblack adalah mini computer produk open source-hardware dengan dukungan linux Angstrom ARM, ditambah dengan banyaknya pin header ,pin digital, analog, pwm dan lain-lain akan sangat powerfull. Selain menggunakan OS bawaan, kita juga bisa menggunakan OS Linux Beaglebone board seperti Debian 8.6. Sensor dipasang pada masing masing node, sehingga Manet dapat dibangun sebagai jaringan mobile.
Implementasi Sistem Monitoring Kualitas Air Pada Budidaya Tambak Udang Dan Bandeng Machzar, Ahmad Fatchi; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Fitriyah, Hurriyatul
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 10 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.745 KB)

Abstract

Pada tahun 2006 terjadi bencana semburan lumpur lapindo, yang hingga saat ini masih menyemburkan lumpur dan dampaknya ada pada tambak disekitar lumpur dikarenakan lumpur tersebut dibuang ke sungai, air sungai merupakan sirkulasi air pada tambak, dengan demikian penulis membuat alat untuk memonitoring dan implementasi sistem otomasi real time pada budidaya tambak udang dan bandeng, menggunakan sensor pH, sensor suhu, dan sensor kekeruhan,  Perlunya bila menjaga kualitas air tambak baik maka ikan pun akan sehat, dengan begitu memberikan hasil baik pada konsumen dan petani tambak. Dengan cara memasukkan semua sensor, antara lain sensor pH, sensor kekeruhan dan sensor suhu, setelah itu diproses melalui mikrokontroller Arduino Nano dan ditampilkan nilai semua sensor tersebut pada Lcd yang berada di bodi sistem tersebut. Pemberi pakan otomatis menggunakan Motor DC, dengan menyetting dahulu waktu pada potensio, bertujuan untuk memberikan waktu aktif motor dan lama durasi motor akan berputar, dari inputan potensio menuju relay sebagai switch pemberi perintah penggerak dan berhenti motor. Hasil dari pengujian sistem ini menunjukkan bahwa sistem meberikan hasil nilai dari sensor, sensor pH memberikan hasil jika larutan asam dalam air semakin tinggi maka nilai sensor pH akan semakin menurun, setelah itu sensor kekeruhan memberikan hasil jika semakin keruh air nilai sensor kekeruhan akan semakin tinggi, dan terakhir Hasil nilai dari sensor suhu, semakin panas suhu air maka semakin meningkat pula nilai sensor suhu pada Lcd. Untuk sistem pemberi pakan otomatis Hasilnya sesui yaitu motor akan bergerak dan durasi lama putaran motor sesuai dari inputan motor yang diberikan pada potensio.
Implementasi Sistem Monitoring Daya Listrik Berbasis Web dan Protokol Komunikasi Websocket Ramadhan, Zakky; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Setyawan, Gembong Edhi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.764 KB)

Abstract

Penggunaan dan biaya energi listrik yang setiap tahunnya semakin meningkat mendorong masyarakat untuk mengontrol penggunaan energi listrik. Salah satu langkah awal yang dilakukan dalam rangka mengontrol penggunaan energi listrik adalah dengan melakukan monitoring terhadap perangkat elektronik yang digunakan. Pada penelitian ini, dikembangkan sebuah sistem monitoring daya listrik yang dipasang pada terminal listrik di sebuah ruangan dengan menggunakan sensor arus current transformer (CT) sensor YHDC SCT-013-000 dan mikrokontroler NodeMCU. Nantinya, perangkat listrik yang terhubung pada terminal listrik tersebut akan dipantau penggunaan daya listriknya. Data monitoring daya listrik dari perangkat monitoring akan dikirimkan dengan menggunakan protokol komunikasi Websocket yang selanjutnya akan disimpan pada database server. Sedangkan untuk data monitoring daya listrik ditampilkan pada antarmuka web. Dengan begitu, diharapkan pengguna dapat melakukan monitoring daya listrik pada ruangan dengan lebih mudah dan akurat. Hal ini berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, didapat akurasi pengukuran arus listrik hingga 97,14%, akurasi tegangan listrik hingga 99%, dan akurasi perhitungan daya listrik mencapai 98%. Untuk performa penerimaan data monitoring daya listrik yang didapat membutuhkan waktu rata-rata sebesar 160,8 milidetik. Sedangkan untuk web monitoring daya listrik yang dibangun mampu menampilkan penggunaan daya listrik hingga estimasi biaya penggunaan listrik pada setiap perangkat monitoring.
Co-Authors Achmad Basuki Adharul Muttaqin Adhitya Bhawiyuga, Adhitya Adi Pratama, Adi Afandi, Yasin Rizqi Agung Prasetio, Agung Ahmad Faris Adhnaufal, Ahmad Faris Akbar Pandu Segara, Akbar Pandu Akhmadi, Faisal Al Ghozaly, Imam Syafi'i Andana, Anggi Fajar Anshori, M. Sandy Ardi, Bramantyo Ari Kusyanti Arifin, Muhamad Nur Ariyan Jazmi, Ariyan Arnandha Hadi Pranata, Arnandha Hadi Bagus Prasetyo Bahtiar, Puguh Barlian Henryranu Prasetio Bayu Priyambadha Cahyadi, Moch Rizki Dahnial Syauqi, Dahnial Dahnial Syauqy, Dahnial Dewantara, Wisnu Fajar Edita Rosana Widasari, Edita Rosana Eko Sakti Pramukantoro, Eko Sakti Era Imanningtyas, Era Fathoni, Elsandio Bramudya Putra Florensius Tri Putra Simamora, Florensius Tri Putra Gembong Edhi Setyawan Geraldo, Aditya Gita, Dea Asmara Gumelar, Agung Widya Hadi, Muhamad Irfanul Handono, Maystia Tri Handono, Maystya Tri Harfad, Aria Tanzila Harry Mulya, Harry Hasugian, Yandra Charlos Henryranu, Barlian Hermawan, Lulus Bagos Hery Julianto Situmorang, Hery Julianto Hidayat, Rafi Fajar Hurriyatul Fitriyah, Hurriyatul I Wayan Boby Astagina Naghi, I Wayan Boby Astagina Ibad, Ahmad Mustafidul Ichsan, Mochamad Hannats Hanafi Issa Arwani Kasyful Amron Khulafa, Muhammad Rosyid Kripsita, Maulita Intan Kristinawati, Yohana Kusna, Nicho Ferdiansyah Machzar, Ahmad Fatchi Mahendra Data Makkah, Vatikan Aulia Marzuqi, Ahmad Fikri Mochammad Hannats Hanafi Ichsan, Mochammad Hannats Hanafi Mohammad Fauzin Amin, Mohammad Fauzin Muhammad Iqbal Muhammad Rouvan Amiruddin, Muhammad Rouvan Mukmin Mukmin Munir, Muhammad Misbahul Muzaki, Muhammad Rifqi Ni'am, M. Sifa'un Novaldi, Reynald Nugraha, Reza Ridlo Pamungkas, Hedy Pangestu, Arie Prayogo Permana, Arief Indra Rivaldy Prahardis, Renal Prasetyo, Rachmat Eko Prastise Titahningsih, Prastise Putra, Mohammad Kholili Adi Raharjo, Tugar Aris Andika Prastiyo Rakhmadhany Primananda, Rakhmadhany Ramadhan, Zakky Reza, Muhammad Irfan Riski Julianto, Riski Rivaldi Wibowo, Rivaldi Rizal Maulana, Rizal Rizki, Andi Mohammad Rizky Putra Pratama, Rizky Putra Rochim, Wifki Atour Sabilillah, Muhammad Santoso, Prasetyo Rizqi Septiansyah, Rizki Septiawan, Idang Wahyuddin Siahaan, Bunga Boru Hasian Siregar, Romario Sofi Hanifah, Sofi Suprayogi, Dwi Aris Syarif Hidayatullah Timur, Budiman Eka Atmaja Trisnawan, Primantara Hari Wadiansyah, Zhafran Wahyunanto, Ridzhal Hachim Wawan Darmawan Widhi Yahya Widyatmoko, Andreas Wijaya Kurniawan Woggiasworo, Muhammad Wingga Yudhaprakosa, Pinandhita Zonnete Bryllian Dheo, Zonnete Bryllian Zulfy, Ikhwan