Articles

Found 39 Documents
Search

APLIKASI FROZEN FOOD TECHNOLOGY UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KERUGIAN PRODUK PADA KELOMPOK PEREMPUAN BUTA AKSARA ALFABETDESA NOGOSARI KECAMATAN ROWOKANGKUNG KABUPATEN LUMAJANG JAWA TIMUR Sasongko, Pramono; Yuniningsih, Susy; Yasak, Ellen Meianzi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.668 KB) | DOI: 10.33366/japi.v1i1.455

Abstract

Kelompok Perempuan Buta Aksara Alfabet ?Kartini? dan ?Anggrek? di Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang Jawa Timur hanya dapat menulis dan membaca huruf Pegon (huruf arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa). Hal ini menyebabkan mereka mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya mereka memproduksi kue Risoles dan Lumpia. Akan tetapi kue yang dijual mengandung kadar air dan minyak yang cukup tinggi maka memiliki sifat yang mudah rusak (perishable).Sifat yang mudah rusak ini berpotensi menyebabkan tingginya tingkat kerugian yang dialami.Oleh karena itu aplikasi teknologi untuk memperpanjang masa simpan produk agar menurunkan resiko kerugian bagi produsen sangat perlu untuk diterapkan dan dikembangkan.Teknologi pembekuan makanan (Frozen Food Technology) merupakan salah satu teknologiuntuk memperpanjang umur simpan atau mengawetkan produk makanan dengan menurunkan temperaturnya hingga mencapai titik beku air (0oC). Proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada mitradilakukan dengan pola pelatihan serta pendampingan kepada kedua mitra dengan tujuan mengolah hasil produksi kue Lumpia dan Risoles menjadi makanan beku setengah jadi, perbaikan mutu makanan, serta pengembangan kemasan produk serta pengembangan sistem manajemen penjualan. Produk lumpia dan risoles beku kelompok mitra telah berhasil diproduksi menggantikan produk lama mereka. Produk tersebut selain dijual siap makan juga telah ditawarkan dalam kemasan plastik yang foodgrade dilengkapi dengan label yang baru dan menarik. Efisiensi produksi juga tercapai dilihat dari makin berkurangnya jumlah produk yang rusak dan dibuang karena tidak laku, walaupun belum menunjukkan hasil yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan para anggota kelompok.
PENINGKATAN PENDAPATAN ANGGOTA PKK MELALUI USAHA PEMBUATAN YOGHURT DI DESA WISATA MULYOREJO KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Tantalu, Lorine; Sasongko, Pramono; Rozana, Rozana
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.781 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i1.595

Abstract

Desa Mulyorejo merupakan salah satu penghasil susu terbesar di area Kabupaten Malang. Komoditas tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang mendasari desa tersebut dinobatkan menjadi Desa Wisata. Selama ini, susu pasca panen diperjual belikan melalui koperasi untuk diteruskan ke Industri Pengolah Susu. Dampaknya adalah ketika beberapa susu tidak layak jual, susu tersebut akan dikembalikan kepada pihak koperasi dan disebut susu afkir. Tidak jarang susu afkir tersebut langsung dibuang karena masyarakat belum mengetahui proses pengolahan dan penyimpanan susu afkir dan kelayakan susu afkir tersebut. pelatihan kali ini bertujuan untuk mengenalkan, memberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai pengolahan susu sederhana siap konsumsi utamanya pada anggota PKK. Harapannya adalah dapat menjadi lapangan kerja baru yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pengolahan susu segar maupun susu afkir, adanya diversifikasi produk susu dan menghasilkan produk andalan yang dapat menarik wisatawan domestic maupun mancanegara melalui produk olahan susu siap konsumsi baik susu maupun yoghurt aneka rasa.
Detoxification of Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) by Mucor sp. Fermentation Sasongko, Pramono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 10, No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dioscorea hispida Dennst. or gadung-yam is one of the tuber crops in Indonesia. Nevertheless, people are still unaware to consume gadung-yam and its derivative product, because of toxic compounds such as alkaloid and cyanide. Therefore, it is necessary to have a detoxification process to decrease the concentration of cyanide to have safe product of gadung-yam such as gadung flour. A detoxification can be carried out by a fermentation method, which accelerates the breakdown of cyanides. The fermentation will produce more volatile HCN in gadung flour which evaporate in drying process. The fermentation in this research used Mucor sp. The objective of this research was to obtain the optimum concentration of Mucor sp. and the the fermentation time to produce less cyanide gadung flour. The experimental design of the research was Factorial Randomized Block Design with two factors. The first factor was the concentration of mold with four levels, i.e. 0%, 5%, 10%, and 15%. The second factor was the fermentation time with 3 levels i.e. 24, 48 and 72 jam. The data was analyzed using anova followed by LSD or DMRT test with  = 0.05.The results showed that there was significant interaction between the mold concentration and the fermentation time on starch, reducing sugar, total sugar, and fiber content.  However, there was no significant interaction between treatments on moisture and cyanide content. The best treatment was the combination of 5% mold and 72 hours fermentation.  The characteristic of this gadung-flour were 4.01% of moisture content, 21.74 ppm of cyanide content; 46.66% of starch content; 3.6% of fiber content; 17.00% of total sugar content; 9.52% reducing sugar content; L* colour of 60.97; a* of 13.27; b* of 18.45;  3.27% of higroscopicity, and starch gelatinization temperature of 83ºC.Keywords: gadung, detoxification, yams flour, fermentation, Mucor sp.
UJI EFEKTIVITAS KONSENTRASI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN BIOAKTIF PADA PEs MBUATAN KERTAS DAUR ULANG Nadzifun, Muhammad Khoirun; Musholaeni, Wahyu; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.872 KB)

Abstract

Roti merupakan produk olahan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak yang tinggi. sehingga dapat digunakan sebagi sumber energy bagi kehidupan mikroorganisme yaitu jamur pembusuk Rhizopus sp sehingga roti tidak dapat bertahaan lebih lama sehingga dalam penelitian ini untuk memperpanjang umur simpan roti digunakanlah pengemas bioaktif dari limbah kertas bekas dan asap cair tempurung kelapa. Pengemas aktif merupakan pengemas yang mempunyai senyawa indikator eksternal dan internal pada bahan yang dikemas dan bahan pengemasnya (Darmadji, 2002). Asap cair merupakan suatu campuran larutan dan disperse koloid dari uap asap kayu yang di peroleh dari hasil pirolisa denagn suhu 4000 C ( Febriani RA, (2006). Kandungan asap cair tempurung kelapa yaitu: Phenol, 2-ethylphenol, 3-Methylphenol, 2,6-Dimethylphenol, 2,4-Dimethylphenol, dan 3-hylphenol dan asam asam organik lemah 2,3-dihydroxy-benzoic acid, 3-methoxybenzoic acid methyl ester, dan 4-Hydroxy-benzoic acid methyl ester (Davidson et al. 2005). Hasi penelitian menunjukkan bahwa roti tawar yang dikemasan tidak menggunkan senyawa aktif asap cair tempurung kelapa ditumbuhi jamur rata-rata pada hari ke 12 dengan jumlah koloni 2,13x105 CFU /ml. sedangkan pada konsentrasi penambahan asap cair 0,2% ditumbuhi jamur rata-rata pada hari ke 16 dengan jumlah koloni yang tumbuh pada uji TPC sebanyak 1.9x105CFU/ml. pada perlakuan 0,4%-1,0% tidak menunjukkan beda nyata namun pada perlakuan 1,0% sudah dapat memperpanjang umr simpan roti tawar selama 18 hari,dengan jumlah koloni jamur sebanyak 1,70x105CFU/ml.
PEMANFAATAN LIMBAH ARANG HASIL SAMPING PEMBUATAN ASAP CAIR DARI CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BRIKET ARANG UTILIZATION OF WASTE CHARCOAL SIDE OF MAKING LIQUID SMOKE FROM SHELL OIL PALM AS BRIQUETTE CHARCOAL Tama, Yulius Koni; Ahmadi, KGS; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.051 KB)

Abstract

Penelitian sumber energi terbarukan menjadi penting saat ini karena bahan bakar minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang selama ini merupakan sumber utama energi jumlahnya semakin menipis. Cangkang kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi sumber energi terbarukan sebagai bahan baku pembuatan briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi perekat dan ukuran butiran arang yang paling baik untuk pembuatan briket arang, sifat dari briket arang yang dibuat dari cangkang kelapa sawit dan mengetahui kelayakan usaha dari pembuatan briket arang dari cangkang kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara 2 faktorial, yaitu Faktor I : Perbandingan perlakuan arang, Faktor II : Konsentrasi Perekat (K). Karakteristik briket arang dari cangkang kelapa sawit yang terbaik adalah dengan nilai kalor sebesar 7,41kalor/gram, kadar air sebesar 2,63%, dan waktu nyala selama 7,41 menit
EKSPERIMEN DAN MODEL EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DENGAN BAHAN CYMBOPOGON SP. MENGGUNAKAN HIDROSTEAM DISTILLATION Sasongko, Pramono
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This work has as objective to modeled time extraction and yield of the citronella oil extraction processes from stems by hydrosteam distillation. The process variables evaluated in this study were extraction time, and material weight. The yield is calculated from the relation between mass essential oil obtained and the raw material mass used in the extraction and the quantitative and qualitative analyses of the oils were performed by capillary GC/MS. The experimental condition for the maximum yield, 0.36 %, is the following one: extraction time, 4 h, natural plant. The modeling of these results is proposed from the description of the mass transfer from a single plate particle. Yield curves for all studied conditions were fairly well fitted using one adjustable parameter of the model and the experimental monitoring of oil composition as function of extraction time was realized in laboratory steam distillation apparatus and compared with industrial scale results.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN NATA DE COCO MENGGUNAKAN SUMBER NITROGEN UREA Taus, Dominika Sone; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata is one functional food product which similar with a floating gel obtained from Acetobacter xylinum fermentation. The study aimed to determine the feasibility study of nata produce from various urea nitrogen sources. Urea is one of the sources of inorganic nitrogen with a nitrogen content reaching 46,50%. The Nata de coco production with the addition of 2 grams of urea nitrogen, 40 grams of sugar, 500 ml of coconut water, and 20 ml of acetic acid is feasible to work with Rp 3,559.68 / 200 ml of HPP. The selling price per cup is Rp 4,093.63 / 200 ml. The net profit per day obtained was Rp. 29,901.2 and BEP per year was Rp. 31,212,580.71 and RCR was 1.15. Nata adalah salah satu produk makanan fungsional yang mempunyai kemiripan seperti gel yang terapung di atas permukaan yang diperoleh dari hasil fermentasi dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan Untuk mendapatkan perlakuan terbaik dalam pembuatan nata de coco. Untuk mengetahui analisa usaha pembuatan nata dengan penambahan sumber nitrogen urea. Urea merupakan salah satu sumber nitrogen anorganik dengan kandungan nitrogen mencapai 46,50%. Produksi Nata de coco dengan penambahan sumber nitrogen urea 2 gr, gula 40 gr, air kelapa 500 ml, dan asam asetat 20 ml layak di usahakan dengan HPP Rp 3.559,68/200 ml. Harga jual per cup adalah Rp 4.093,63/200 ml. Keuntungan bersih perhari yang diperoleh adalah Rp 29.901,2 dan BEP per tahun adalah Rp 31.212.580,71 dan RCR sebesar 1,15.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG GEMBILI SERTA PROPORSI MARGARIN DAN BLONDO DALAM PEMBUATAN CAKE SERTA ANALISA USAHANYA Anin, Vitry Agrida; Sasongko, Pramono; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cake was made from a dough mixed from of flour, sugar, eggs, salt, and fat which is. The aim of the study was to determine of wheat flour and lesser yam flour with the proportion of blondo and margarine in making cakes and it feasibility study. This experiment was conducted using a randomized block design (RBD) with 2 factors. Factor (1) proportion of wheat flour and gembili flour with 3 levels of treatment, factor (2) proportion of blondo and margarine with 4 levels of treatment and repeated 2 times to obtain 24 samples. The results showed that the best treatment in the proportion of flour and gembili flour (75%: 25%) and the proportion of blondo and margarine (40%: 60%) with parameters of ash content of 6.18%, protein 7.95%, water 21.19 %, texture 3.06%, color 4.3 (like), aroma 3.93 (neutral), and flavor 4.13 (like). Cake adalah terbuat dari adonan yang merupakan campuran dari tepung, gula, telur, garam, dan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi tepung terigu dan tepung gembili dengan proporsi blondo dan margarine dalam pembuatan cake serta analisa usahanya. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor (1) proporsi tepung terigu dan tepung gembili dengan 3 taraf perlakuan, faktor (2) proporsi blondo dan margarine dengan 4 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali sehingga memperoleh 24 sampel. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa perlakuan terbaik pada proporsi tepung terigu dan tepung gembili (75% : 25%) serta proporsi blondo dan margarine (40% : 60%) dengan parameter kadar abu 6,18%, protein 7,95%, air 21,19%, tekstur 3,06%, warna 4,3 (suka), aroma 3,93 (netral), dan rasa 4,13 (suka).
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG UBI JALAR KUNING (Ipomea batatas L) DENGAN PENAMBAHAN BLONDO SEBAGAI SUBTITUSI MARGARIN PADA PEMBUATAN CAKE Timba, Margaretha Kahi; Sasongko, Pramono; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cake is a cake made from a mixture of flour, sugar, eggs, salt, aroma, and fat which is developed with or without the developers ingredients. This study aims to determine the proportion of wheat flour and yellow sweet potato flour as well as the proportion of blondo and margarine in cake making. The research design used was a factorial randomized block design with 2 replications. The first factor is the proportion of wheat flour and yellow sweet potato flour with 3 levels of treatment and the second factor is the proportion of blondo and margarine with 4 levels of treatment. The best treatment for making yellow sweet potato cakes the method of effectiveness in the treatment of 50% flour, 50% sweet potato, 40% blondo, and 60% margarine with a total yield (NH) 0.825. with the meter moisture content 4.35%, ash content 4.33%, protein content 17.51%, texture content 30.26%, taste 4.05 (likes), aroma 3.90 (neutral), color 3, 83 (likes). Cake adalah kue yang terbuat dari campuran adonan dari tepung, gula, telur, garam, aroma, dan lemak yang dikembangkan dengan atau tanpa bahan pengembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi tepung terigu dan tepung ubi jalar kuning serta proporsi blondo dan margarin pada pembuatan cake. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan 2 kali ulangan. Faktor pertama yaitu proporsi tepung terigu dan tepung ubi jalar kuning degan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu degan proporsi blondo dan margarin dengan 4 taraf perlakuan. Perlakuan terbaik pembuatan cake ubi jalar kuning diperoleh pada perlakuan yaitu tepung terigu 50%, ubi jalar 50%, blondo 40%, dan margarin 60% dengan total nilai hasil (NH) 0.825. dengan para meter kadar air 4,35%, kadar abu 4,33%, kadar protein 17,51%, kadar tekstur 30,26%, rasa 4,05(suka), aroma 3,90 (netral), warna 3,83 (suka).
NTRM (Non Tobacco Related Material) TEMBAKAU RAJANGAN MADURA YANG DIUSAHAKAN PETANI MITRA P.T. SADHANA ARIFNUSA DI KABUPATEN PAMEKASAN Hosaini, Moh; Tirtosastro, Samsuri; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cigarette smoke is currently the talk of the National and international community has a positive or negative value. One of the causes of the negative impact is the increase in non-tobacco (non-tobacco related material) which is another material other than tobacco which has a great opportunity to become a source of hazardous materials, in addition to disrupting the production and aesthetic processes. This study aims to determine the content of NTRM in tobacco prepared by farmers to be sold to the warehouse of tobacco purchases in P.T. Sadhana Arifnusa, Pamekasan Regency in 2017. Sampling in this study uses a non-probability sampling technique. Respondent farmers were selected who met the criteria for planting and processing their own tobacco leaves and then sold them to the warehouse. Farmers plant and process tobacco leaves themselves into madura chopped tobacco. Farmers selected were from Bulay Village (Galis District), Guluk-guluk Village (Guluk-guluk Sub-district), Kalompang Berek Village (Pakong District), Bicorong Village (Pakong District), each in Pamekasan District. The results of the research in the Four Villages show that there is a high NTRM content. Organic NTRM and Non-Synthetic NTRM are 0.39 grams, 1.89 grams, respectively. The highest NTRM is. Organic NTRM is higher in the Guluk-guluk Village of 0.83 grams, which is higher in the Bulay Village of 3.47 grams, which is in the form of stones. The high content of NTRM in Madura chopped tobacco requires attention in the development of partner farmers especially from the local government. Salah satu penyebab dampak negatif adalah meningkatnya NTRM (Non TobaccoRelated Material) yang merupakan bahan lain selain tembakau yang berpeluang besar ikut menjadi sumber bahan berbahaya, selain mengganggu proses produksi dan estetika. Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan NTRM pada tembakau yang disiapkan petani untuk dijual ke gudang pembelian tembakau di gudang P.T. Sadhana Arifnusa Kabupaten Pamekasan pada tahun 2017. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling technique. Petani responden dipilih yang memenuhi kriteria menanam dan mengolah daun tembakaunya sendiri kemudian akan dijual ke gudang. Petani menanam dan mengolah sendiri daun tembakau menjadi tembakau rajangan madura. Petani yang dipilih berasal dari Desa Bulay (Kecamatan Galis), Desa Guluk-Guluk (kecamatan Guluk-Guluk), Desa Kalompang Berek (Kecamatan Pakong), Desa Bicorong (Kecamatan Pakong), masing-masing di Kabupaten Pamekasan. Hasil penelitian di Empat Desa tersebut menunjukkan ada kandungan NTRM yang cukup tinggi. NTRM Organik dan NTRM Non Sintetik masing-masing 0,39 gram, 1,89 gram. NTRM paling tinggi adalah. NTRM Organik lebih tinggi di Desa Guluk-Guluk sebesar 0,83 gram, yang berupa batang tanaman, daun dan NTRM Non Sintetik lebih tinggi di Desa Bulay sebesar 3,47 gram, yang berupa batu. Tingginya kandungan NTRM tembakau rajangan madura, memerlukan perhatian dalam pembinaan kepada Petani Mitra khususnya dari Pemerintah Daerah.