Articles

Found 11 Documents
Search

PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) DARI BENIH LAMA YANG DIINDUKSI KUAT MEDAN MAGNET 0,1 MT, 0,2 MT, DAN 0,3 MT Novitasari, Vina; Agustrina, Rochmah; Irawan, Bambang; Yulianty, Yulianty
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 15, No 2 (2019): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v15i2.3816

Abstract

ABSTRACTTomatoes (Lycopersicum esculentum Mill.) horticultural which are very good for consumption as well as industrial materials.  However, the cultivation of tomatoes still faces many obstacles, one of them is the seed.  The quality of old seeds decreases with age of seeds, so that it will affect a crop production.  This study aims to determine whether the magnetic field strength can improve tomato plant vigor.  The study was conducted using a completely randomized design (CRD) of one factor, the induction of a magnetic field consisting of 3 levels, namely 0.1 mT (M0.1), 0.2 mT (M0.2), 0.3 mT (M0,3) for 7 minutes 48 seconds. This study uses two controls;  positive control the new seed (Sn) and negative control was the old seed (So) from not being given a magnetic field treatment each experiment unit is repeated 5 times.  The parameters measured were plant height, chlorophyll content, and carbohydrate content.  The data obtained were analyzed.  If there was a difference between treatments, it was continued with the smallest difference between treatments using the Tukey's test at the 5% level.  The results of the analysis prove that the magnetic field induction of the old seed can increase seed vigor, causing plant height, chlorophyll and carbohydrate content to be the same as plants from new seeds.    Keywords: tomatoes, old seeds, strong magnetic field  
Control Evaluation Information System Savings Sutedjo, Eddy; Yulianty, Yulianty; Kurniawan, Iwan
CommIT (Communication and Information Technology) Journal Vol 5, No 1 (2011): CommIT Vol. 5 No. 1 Tahun 2011
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/commit.v5i1.550

Abstract

The purpose of this research is to evaluate the control of information system savings in the banking and to identify the weaknesses and problem happened in those saving systems. Research method used are book studies by collecting data and information needed and field studies by interview, observation, questioner, and checklist using COBIT method as a standard to assess the information system control of the company. The expected result about the evaluation result that show in the problem happened and recommendation given as the evaluation report and to give a view about the control done by the company. Conclusion took from this research that this banking company has met standards although some weaknesses still exists in the system.Index Terms - Control Information System, Savings
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (MUS MUSCULUS L.) Sari, Laila Novita; Kanedi, Mohammad; Yulianty, Yulianty; Ernawiati, Eti
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 10, No 2 (2019): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v10i2.4511

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui ekstak etanol daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus L.) dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 10%, 15%, 20%, 25%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 6 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Terdiri dari K+ dengan povidone iodine, K- dengan Aquades, P1 dengan ekstrak etanol daun kenikir 10%, P2 15%, P3 20% dan P4 25%. Pemberian perlakuan dilakukan pada pagi dan sore hari selama 14 hari. Hasil analisis yang digunakan yaitu uji homogenitas, ANOVA dan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kenikir dapat mempercepat penyembuhan pada luka sayat yang dapat dilihat dari gambaran hasil pengamatan histopatologi kulit mencit.
Morphology of Colletotrichum Species Pathogenic to Pepper (Capsicum spp.) Fruits from Lampung Yulianty, Yulianty; Ellyzarti, Ellyzarti; Lande, Martha L.
Proceeding International Conference on Global Resource Conservation Vol 4, No 1: Proceeding of 4th ICGRC 2013
Publisher : Proceeding International Conference on Global Resource Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.209 KB)

Abstract

Colletotrichum is known  causing anthracnose diseases on many plants. The taxonomy of Collettorichum spp. have been largely concerned with classical descriptive criteria such as conidial shape and size, and presence, absence and morphology of setae.The samples of Colletotrichum were collected from infected pepper fruits from the traditional market in Lampung. The samples observed under microscope and identification of Colletotrichum using standart texts. Two species were found; 1. Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) Sacc. with four different conidial shapes,cylindrical with obtuse ends, cylindrical with a slightly tapered base and obtuse apex, slightly clavate, and cylindrical with obtuse ends with narrowing in the centre ; 2. Colletotrichum capsici (Syd.) Butler & Bisby with conidia falcate, fusiform, apices acute.Keyword : Anthracnose, Colletotrichum, Pepper
Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa yang Disebabkan oleh Jamur Colletotrichum sp.pada Cabai (Capsicum annuum L.) Yulianty, Yulianty; Lande, M L; Handayani, T T
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas tanaman yang sangat penting dan banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Namun produksi buah cabai menurun karena serangan penyakit yang disebabkan oleh jamurColletotrichum sp.. Salah satu cara untuk mengendalikan penyakit ini yaitu dengan menggunakan ekstrak daun tumbuhan seperti Carica papaya L. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh getah papaya yang berasal dari daun dalam mengendalikan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp.dan menentukan konsentrasi yang optimum dari daun papaya dalam menekan pertumbuhan dan perkembangan jamur Colletotrichum sp. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak daun pepaya : 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Selanjutnya dilakukan analisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun pepaya 5% mampu memperlambat munculnya gejala serta mampu menurunkan intensitas serangan dan susutnya bobot buah cabai. Kata Kunci – gejala – intensitas serangan –susut bobot buah
Efek Antimitosis Biomutagen dari Tanaman Kembang Sungsang (Gloriosa superba L.) pada Pembelahan Sel Ujung Akar Kecambah Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Ernawiati, Eti; Wahyuningsih, Sri; Yulianty, Yulianty
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 31, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2014.31.2.214

Abstract

Flame lily (Gloriosa superba L.)  is one of the plants containing colchicine, often used as antimitotic compound, in the whole organ. This study aims to gain the combination of extract source  and extract concentration of G. superba capable of inhibit mitosis in root tip cells of chili  sprouts.  The plant is extracted  using the extraction and dilution methods to determine the extract concentration of the treatment. The squash method is used to make a  mitosis preparation. The study is arranged in a factorial using Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 replications. The first factor is extract source:   roots, stems, and leaves. The second factor is the extract concentration: 0, 20.40, 60, and 80%.   The observation shows that the extract of leaf can inhibit mitosis more than exctract of bulbs and roots.  All of the concentration treatment from all extract sources tend to result in similar mitotic index, but significantly different from cells that are not given treatment. The combination of the source extract and concentration of the extract result in varied mitotic index, but  it is obvious that the leaf extract with a concentration of 80% gives the most inhibiting mitosis index: 1.298%.
Uji Potensi Bioherbisida Ekstrak Daun Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) Terhadap Pertumbuhan Gulma Maman Ungu (Cleome rutidosperma D.C.) Kurniawan, Agung; Yulianty, Yulianty; Nurcahyani, Endang
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 10, No 1 (2019): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v10i1.4232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak daun mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) terhadap pertumbuhan gulma maman ungu (Cleome rutidosperma D.C.). Penelitian menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60% dengan ulangan sebanyak 4 kali. Variabel dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, berat basah, jumlah helai daun, kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, dan kandungan klorofil total. Uji homogenitas dilakukan menggunakan uji Bartlett, selanjutnya dianalisis menggunakan metode statistik ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf nyata 5% (p < 0,05) jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun mahoni dengan konsentrasi 10% efektif untuk menghambat pertumbuhan tinggi dan jumlah helai daun, sedangkan konsentrasi 20% efektif untuk menghambat berat basah gulma maman ungu. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin efektif ekstrak daun mahoni untuk menghambat pertumbuhan gulma maman ungu. Ekstrak daun mahoni belum mempengaruhi kadar klorofil gulma maman ungu.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI TIGA JENIS REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM MILL.) Setiawan, Alfian Bagus; Yulianty, Yulianty; Nurcahyani, Endang; Lande, Martha Lulus
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 10, No 2 (2019): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v10i2.4591

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari pemberian pupuk organik cair rebung bambu terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersicum Mill.) dan mengetahui konsentrasi yang paling baik untuk pertumbuhannya. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2018 sampai bulan Februari 2018. Penelitian dilakukan di laboratorium lapang terpadu, Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan laboratorium botani Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 perlakuan. Rebung Bambu Betung (Dendrocalamus asper (Schult) Backer e.x Heyne), rebung Bambu Tali (Gigantochloa apus (Schulft.f.) Kurz.), dan rebung Bambu Kuning (Bambusa Vulgaris) dengan konsentrasi pupuk organik cair masing-masing jenis bambu terdiri dari 6 konsentrasi yaitu : kontrol (0%), 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, dilakukan ulangan sebanyak 2 kali. Analisis data menggunakan langkah-langkah yaitu uji homogenitas menggunakan uji levene dengan taraf 5% dan uji ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk organik cair rebung bambu betung dengan konsentrasi 10% (A1B2) perlakuan yang terbaik terhadap tinggi tanaman, panjang akar, berat kering, kandungan klorofil a dan kandungan klorofil b, namun tidak berpengaruh terhadap kandungan klorofil total tanaman tomat.
Chili Cultivation Technique Using Fermentation of Liquid Organic Fertilizer as Catfish Waste Utilization in Tasik Madu Village, Merbau Mataram Mahfut, Mahfut; Yulianty, Yulianty
Pelita Eksakta Vol 2 No 2 (2019): Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol2-iss2/71

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L.) adalah tanaman yang termasuk ke dalam familia Solanaceae. Selain budidaya lele, budidaya tanaman cabai juga menjadi program produk unggulan anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki II, Dusun Tasik Madu, Desa Talang Jawa, Kecamatan Merbau Mataram. Pemakaian pupuk oleh warga dalam budidaya tanaman cabai sebatas menggunakan pupuk kandang saat awal penanaman dan pupuk kimia sebagai tambahan. Informasi mengenai pembuatan pupuk organik cair hasil fermentasi menggunakan pemanfaatan limbah organik dari air kolam hasil budidaya lele konsumsi sangat bermanfaat untuk warga Kelompok Tani Sumber Rejeki II karena aplikasi pupuk cair organik tersebut sangat efektif dalam pertumbuhan tanaman cabai dan dapat menurunkan biaya produksi. Progam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) DIPA BLU Yunior Universitas Lampung tahun 2017 ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu; penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan melalui kerjasama mitra dengan salah satu warga, Ketua Sumber Mulya Farm, Bapak Muslim. Hasil yang diperoleh dalam penyuluhan sebagai kegiatan awal adalah terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai pembuatan pupuk organik cair hasil fermentasi limbah kolam lele. Hasil akhir program kegiatan PKM ini adalah aplikasi pemanfaatan limbah budidaya lele dalam pemeliharaan dan peningkatan produksi tanaman cabai.
PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) DARI BENIH LAMA YANG DIINDUKSI KUAT MEDAN MAGNET 0,1 MT, 0,2 MT, DAN 0,3 MT Novitasari, Vina; Agustrina, Rochmah; Irawan, Bambang; Yulianty, Yulianty
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 15, No 2 (2019): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v15i2.3816

Abstract

ABSTRACTTomatoes (Lycopersicum esculentum Mill.) horticultural which are very good for consumption as well as industrial materials.  However, the cultivation of tomatoes still faces many obstacles, one of them is the seed.  The quality of old seeds decreases with age of seeds, so that it will affect a crop production.  This study aims to determine whether the magnetic field strength can improve tomato plant vigor.  The study was conducted using a completely randomized design (CRD) of one factor, the induction of a magnetic field consisting of 3 levels, namely 0.1 mT (M0.1), 0.2 mT (M0.2), 0.3 mT (M0,3) for 7 minutes 48 seconds. This study uses two controls;  positive control the new seed (Sn) and negative control was the old seed (So) from not being given a magnetic field treatment each experiment unit is repeated 5 times.  The parameters measured were plant height, chlorophyll content, and carbohydrate content.  The data obtained were analyzed.  If there was a difference between treatments, it was continued with the smallest difference between treatments using the Tukey's test at the 5% level.  The results of the analysis prove that the magnetic field induction of the old seed can increase seed vigor, causing plant height, chlorophyll and carbohydrate content to be the same as plants from new seeds.    Keywords: tomatoes, old seeds, strong magnetic field