Jono Wardoyo
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Trees Configuration Model for Hot Humid Tropic Urban Parks Wardoyo, Jono; Budihardjo, Eko; Prianto, Eddy; Nur, Muh
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.244 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2011.009.02.2

Abstract

Main climatic thermal problems in urban park in hot humid tropic area are how to minimize high solar radiation and to optimize the wind. Trees have potentials in ameliorating urban park microclimate. Trees configuration is one of determining factors to get benefit of vegetation potential in hot humid urban park.Microclimate simulation of 3 (three) different tree configurations in selected urban park model is carried out with three-dimensional numerical model, ENVI-Met V.3.1 which simulates the microclimatic changes within urban environments in a high spatial and temporal resolution. The simulation results show that an east – west orientation tree line configuration model has a higher temperature reduction compared with the base case model.Keywords: Urban park, hot humid tropic, tree configuration model
FASAD HEMAT ENERGI SEBAGAI EFISIENSI ENERGI DI GEDUNG KANTOR GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR Rakhmadana, Sayoganata Nur Alam; Wardoyo, Jono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKonsep Kaltim Green 2018 merupakan upaya penghematan energi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur guna mewujudkan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sebagai orientasi pembangunan, gedung Kantor Gubernur Kalimantan Timur perlu memperhatikan penerapan hemat energi. Fasad hemat energi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi konsumsi energi pada suatu bangunan. Tingkat penghematan energi fasad bangunan dapat ditentukan melalui analisis pada nilai Overall Thermal Transfer Valure (OTTV). Fasad bangunan memiliki nilai OTTV sebesar 45,68 W/m2. Nilai OTTV tersebut melebihi batas nilai maksimum yang dikeluarkan oleh SNI 6389:2011 yang memiliki nilai sebesar 35 W/m2 sehingga fasad bangunan dianggap tidak memenuhi kriteria fasad yang hemat energi. Untuk meningkatkan tingkat penghematan energi dari fasad dilakukan modifikasi pada peneduh atau shading device (SCek), material transparan atau kaca (SCk) dan dimensi bukaan atau Window to Wall Ratio (WWR). Nilai OTTV setelah dilakukan modifikasi dimensi bukaan adalah 32,56 W/m2. Rekomendasi merupakan modifikasi pada dimensi bukaan (WWR) karena memiliki daya untuk mengurangi konsumsi energi yang lebih unggul. Modifikasi terpilih tidak mengubah karakter arsitektur eksisting.Kata kunci: Fasad, Arsitektur Hemat Energi, OTTV, Karakter Arsitektur ABSTRACTKaltim Green 2018 is an energy saving effort by the East Kalimantan Government in order to realize sustainable natural resources. As a development orientation, the East Kalimantan Governor's Office building needs to pay attention to the application of energy efficieny. Energy-efficient facade is an effort to reduce energy consumption in a building. The level of energy saving on a building's facade can be determined through analysis on the Overall Thermal Transfer Value (OTTV). The building facade has an OTTV value of 45.68 W/m2. The exsisting?s OTTV value exceeds the maximum value limit issued by SNI 6389: 2011 which has a value of 35 W/m2, so that the building facade is considered not energy-efficient enough. To increase the energy saving level of the facade, modifications are shading device (SCek), transparent or glass material (SCk), and the opening dimension or Window to Wall Ratio (WWR). The OTTV value after the opening dimension modification is 32.56 W / m2. The recommendation is a modification to the opening dimension (WWR) because it is the most energy-efficient compared to other modifications. The selected modification does not change the character of the existing architecture.Keywords: Façade, Energy-Efficient Architecture, OTTV, Characteristic of Architecture
Rekayasa Fasade Sebagai Pendekatan Hemat Energi Pada Hotel Innside Yogyakarta Amelia, Nadia; Wardoyo, Jono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu prioritas utama dari pelayanan Hotel Innside. Kenyamanan termal dapat dicapai dengan bantuan penghawaan buatan (AC). Namun, dengan iklim tropis suhu ruangan dapat naik terutama pada siang hari, menyebabkan konsumsi energi untuk AC menjadi boros. Maka dari itu perlu diambil tindakan untuk menghemat total pengeluaran energi hotel. Orientasi bangunan serta desain fasade dipercaya dapat mempengaruhi termal ruangan. Oleh karena itu dibuat rekomendasi desain fasade dengan tujuan untuk menurunkan suhu ruang. Dari hasil rekomendasi, terpilih rekomendasi ketiga sebagai desain yang berhasil paling banyak menurunkan suhu ruang yang berdampak pada penghematan energi. Adapun penurunan konsumsi energi berhasil sebesar 412,60 Wh untuk suite room; 102,46 Wh untuk north room dan 85,49 Wh untuk south room.
Pengaruh Desain Batu Kerawang pada Selubung Bangunan terhadap Suhu Ruang Dalam Masjid Al-Irsyad Satya Kab. Bandung Nugroho, Ageng; Wardoyo, Jono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prioritas utama agar mencapai kekhusyukan dalam sholat pada masjid adalah kenyamanan termal. Masjid Al-Irsyad seharusnya tidak memiliki kendala dalam permasalahan suhu pada ruang dalamnya, namun pada penerapannya ternyata masih terasa cukup panas dan melewati indeks temperatur efektif menurut SNI 03-6572-2001 di beberapa titiknya pada siang hari. Maka dari itu, rekomendasi desain batu kerawang sebagai penghawaan silang diperlukan untuk menurunkan suhu agar dapat mencapai kondisi kenyamanan suhu yang baik didalam ruang utama area sholat. Metode yang dipakai dalam rekomendasi desain yaitu dengan simulasi melalui aplikasi Ecotect Analysis dan WinAir 4. Berdasarkan beberapa hasil rekomendasi, terpilih rekomendasi ketiga sebagai desain yang paling banyak menurunkan suhu ruang dalam hingga berada dalam batas nyaman tanpa merubah filosofi desainfasad.Kata kunci: Kenyamanan termal, batu kerawang, ventilasi silang.
Konstruksi Hijau Pada Proyek Perpustakaan Modern Universitas Tanjungpura Kota Pontianak Kalimantan Barat Prayogo, Sugiharto; Wardoyo, Jono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi Hijau bertujuan mengurangi dampak negatif pada lingkungan yang ditimbulkan dari pelaksanaan konstuksi. PT Pembangunan Perumahan adalah pelopor pelaksanaan konstruksi hijau di Indonesia. Acuan pelaksanaan kontruksi hijau yang digunakan adalah Green Construction Target. Proyek Perpustakaan Modern Universitas Tanjungpura Kota Pontianak Kalimantan Barat adalah proyek yang mengimplementasikan konstruksi hijau dalam pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil penilaian dan capaian keseluruhan konstruksi hijau dan indikator pekerjaan arsitektur pada Proyek Perpustakaan Modern Universitas Tanjungpura Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan acuan Model Assessment Green Constructuction (MAGC). Hasil implementasi konstruksi hijau yang didapatkan adalah NGCEksisting 15,81 (72,1%) dari NGCMaksimum 21,92 (100%). NGCEksisting sudah memenuhi NGCTerbaik 15,47 (70,57%). Indikator pekerjaan arsitektur pada MAGC memberikan kontribusi sebanyak 70 indikator (49,2%) dari total 142 indikator. NGCEksisting mendapat peningkatan setelah dilakukan rekomendasi pada indikator pekerjaan arsitektur yang belum diimplementasikan menjadi 18,72 (85,4%). Peningkatan hasil capaian konstruksi yang terjadi sebesar 2,91 (13,2%) dari nilai eksisting.Kata kunci: konstruksi hijau, model assessment green construction, pendekatan pekerjaan arsitektur, proyek perpustakaan
Evaluasi Green Building Pada Perumahan Kelas Menengah Atas Tirtasani Royal Resort Malang wijaya, octavenna maudy; Wardoyo, Jono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena sick building syndrome yang merupakan salah satu dampak dari adanya pemanasan global mengakibatkan munculnya berbagai tanggapan masyarakat. Salah satunya adalah menghadirkan konsep green building yang merupakan upaya mendirikan suatu bangunan yang ramah lingkungan baik pada pra pelaksanaan bangunan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan bangunan itu sendiri. Konsep green building tidak terbatas pada bangunan-bangunan besar melainkan juga bangunan skala mikro seperti rumah tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsep green building pada perumahan tipe kelas menengah atas dan menggunakan sistem rating GBCI untuk mempermudah evaluasi. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa ketiga sampel yang didapat dengan metode purposive sampling telah memenuhi aspek green building pada rating GBCI sebanyak 42 (SILVER) poin dari total 77 poin maksimal.
Pengaruh Void Terhadap Suhu Udara Pada Bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Rawa Bebek di Jakarta Timur Budirahayu, Cynthya Dyah; Wardoyo, Jono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah susun merupakan alternatif yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kurangnya lahan pemukiman akibat dari pertumbuhan penduduk yang makin meningkat di Ibukota DKI Jakarta. Pembangunan rumah susun sendiri selama ini hanya difokuskan pada penataan massa, sehingga kondisi termal dirumah susun sendiri kurang menjadi perhatian pemerintah. Hal tersebut berpengaruh pada perletakan ruang sebagai sirkulasi udara vertikal pada rumah susun, rumah susun sendiri menggunakan void tangga ataupun lift sebagai tempat sirkulasi udara vertikal pada tiap lantainya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan metode eksperimental dengan simulasi untuk mengevaluasi pengaruh vodi terhadap suhu udara pada ruang hunian pada rumah susun tersebut, simulasi tersebut dilakukan menggunakan software Ecotect Analysis dan Autodesk Flow Design. Berdasarkan hasil dari pengukuran suhu eksisting dari lima lantai hunian pada rumah susun, suhu udara yang palin rendah terdapat pada hunian yang berada didekat lokasi void. Sedangkan suhu udara yang paling tinggi terdapat pada unit hunian yang letaknya jauh dari lokasi void. Dari dua rekomendasi desain yang telah disimulasikan dengan software Ecotect Analysis, penambahan jumlah void dengan dimensi ruang yang lebih besar pada bangunan rumah susun mampu menurunkan suhu udara sebesar 3°C.   Kata kunci: Suhu udara, void, rumah susun
PENGARUH VEGETASI DAN MATERIAL TERHADAP LINGKUNGAN TERMAL RUANG LUAR DI KAWASAN EDUCATION PARK (STUDI KASUS EDUCATION PARK TANAH BUMBU KOTA BATULICIN) Prasananda, Niko Kales; Wardoyo, Jono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Pada studi ini kualitas lingkungan ruang luar pada Tanah Bumbu Education Park merupakan kebutuhan dasar guna menunjang aktivitas masyarakat.  Taman edukasi ini berfungsi sebagai tempat mengedukasi masyarakat dan juga sebagai ruang terbuka untuk masyarakat. Dalam melakukan aktivitas khususnya aktivitas pada area fungsional, tentunya ada beberapa faktor?faktor pendukung untuk mencapai kenyamanan sangat dibutuhkan. Penelitian dengan judul ?Pengaruh pohon dan material pekerasan terhadap lingkungan termal ruang luar di kawasan Education Park ini dilaksanakan untuk menilai pengaruh vegetasi dan material terhadap lingkungan termal di ruang luar Education Park. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif evaluatif. Pada bentuk tajuk sendiri pada semua zona sudah memiliki bentuk tajuk yang baik di mana bentuk tajuk yang baik yaitu bentuk tajuk bulat dan tajuk bulat terbuka. Sedangkan untuk lebar tajuk, lebar tajuk yang baik dari penelitian ini yaitu ada pada lebar tajuk 4 ? 5 meter. Pada tingkat kerimbunan sendiri kerimbunan yang baik yaitu apabila pohon tersebut memiliki kerimbunan yang sangat rimbun. Material yang baik yaitu material yang tidak mengkilat dan juga yang memiliki tingkat pemantulan radiasi yang sedikit sehingga membuat suhu udara pun akan menurun. Kata kunci: Lingkungan Termal, Suhu dan  kelembapan, vegetasi dan material
Trees Configuration Effect on Wind as Thermal ENvironment Elemen in Anun-Alun Merdeka Kota Malang Juwita, Ratna Arianda; Wardoyo, Jono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thermal environment in green open spaces in tropics is influenced by several factors. Trees configuration are one of the factors. Trees play a role in conditioning thermal comfort through filtrating, directing, blocking, deflecting and causing turbulence to occur in local microclimate. This study examines the speed and flow of wind caused by tree configuration in Alun-Alun Merdeka Kota Malang as one of the microclimate controllers and recharge areas, using field measurements and descriptive evaluative methods and wind tunnel simulations using Autodesk Flow Design software. The results indicate that in the morning the speed and flow of wind at all measuring points have the interval between0.6-1.4 m/s and are considered into comfortable wind speed category, but in the afternoon wind speed interval is 0.73-2,07 m/s, there were 11 measuring points with rather uncomfortable wind speeds and 4 measuring points with comfortable wind speeds. The best tree configuration pattern in Merdeka Square in Malang is a cluster and linear configuration pattern with a medium tree arrangement that has rounded shaped crown that does not hinder windflow from the south and south southeast, but also can create turbulence in windshield area. Addition and rearrangement of configuration patterns need to be done to recreate comfortable wind speeds based on the activities that occur.