G Ciptadi
Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

MODEL REKORDING DATA PERFORMANS SAPI POTONG LOKAL DI INDONESIA Hakim, L; Ciptadi, G; Nurgiartiningsih, V. M. A
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.648 KB)

Abstract

ABSTRAK Kontribusi ternak lokal dalam memenuhi kebutuhan pangan protein hewani bagi masyarakat Indonesia masih patut diperhitungkan, walau ditenggarai ada penurunan populasinya. Adanya tingkat pemotongan ternak produktif yang tidak seimbang dengan tingkat reproduksinya, ditambah dengan masih berlangsungnya kebijakan impor sapi potong maupun dagingnya, menyebabkan terancamnya ternak sapi lokal menuju kepunahan. Upaya yang harus dilakukan adalah mengembangkan populasinya dengan memperbaiki performans produksi dan reproduksinya. Namun perlu diingat bahwa dalam program perbaikan mutu genetik ternak, program rekording yang dilakukan secara tertib, benar, akurat, dan berkesinambungan, harus mendapat prioritas utama. Untuk memudahkan rekapitulasi dan analisis data, diperlukan software rekording, yang tentunya harus sederhana dan mudah diterapkan di lapang. Dalam Program Rusnas Sapi, telah dirancang software rekording sapi potong (SRS Versi.1.1.) yang dapat digunakan untuk rekapitulasi dan pengolahan data performans produksi dan reproduksinya. Dalam implementasinya di lapang, software tersebut masih terus dikembangkan dan di update sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Bersamaan dengan perancangan software rekording sapi, juga telah dipersiapkan disain website sapi potong lokal Indonesia, dimana beberapa tahapan inventarisasi data telah dilakukan. Dengan demikian diharapkan akan terdapat wadah komunikasi bagi para peternak dan terakumulasinya data-base sapi potong lokal di Indonesia. Kata kunci: Rekording, performans, sapi potong lokal, software.   DATABASE RECORDING MODELS OF INDONESIAN  LOCAL BEEF CATTLE PERFORMANCE ABSTRACT The contribution of livestock to meet local needs in food of animal protein for the people of Indonesia should still be calculated, despite the decline in population there. The existence of cutting the level of productive livestock that is not balanced with the reproduction level, and the remains of the policy of import of beef and beef cattle, causing threathened Threatened cattle to the local extinction. Efforts must be done is to develop the population by improving performance production and reproduction. However, keep in mind that the program in the genetic improvement of livestock quality, the program rekording conducted in an orderly, correct, accurate, and sustainable, must get top priority. To facilitate the summary and analysis of the data, the software needed rekording, which of course must be simple and easily applied in the field. Rusnas Cattle in the program, the software has been designed rekording beef cattle (SRS Versi.1.1.) That can be used for reconciliations and data processing performance and production reproduksinya. In the implementation in the field, the software is developed and updated in accordance with the needs of users. Along with the design of the software rekording cows, has also prepared design the website of local beef cattle Indonesia, where several phases of the inventory data has been done. Thus, it is expected there will be for container communications breeders and data-base accumulation of local beef cattle in Indonesia.   Keywords: Recording, performance, local beef cattle, the software
REVIEW FISIBILITAS KULTUR ANTHRAL FOLIKEL SEBAGAI SUMBER SEL OOSIT IN VITRO KAMBING DARI PRODUK SAMPING RUMAH POTONG HEWAN Ciptadi, G; Siswanto, Budi; Rahayu, Sri; Fadli, M. Z.Fadli; Humaidah, N
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.47 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ketersediaan sumber sel gamet betina (oosit) immature kambing yang diperoleh dari rumah potong hewan yang dapat dimanfaatkan untuk in vitro maturasi (IVM). Isolasi oosit immature menggunakan  preanthral folikel untuk selanjutnya dilakukan kultur in vitro folikel dan kemudian  dievaluasi perolehan ovari, folikel dan perkembangan oosit in vitro.. . Metode Penelitian adalah percobaan laboratorium. Materi yang digunakan adalah folikel yang diisolasi dari ovarium yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Kambing. Perlakuan adalah P0: kultur folikel kambing pra pubertas medium TCM199 tanpa +FSH,  P1: kultur folikel kambing pra pubertas , medium TCM 199  +  FSH. P2: folikel  kambing  dewasa , TCM 199 tanpa  suplementasi FSH.dan P3: folikel  kambing  dewasa , TCM 199 + suplementasi FSH.      Variabel yang diamati adalah; (1) perolehan jumlah ovarium/hari,   (2)  jumlah folikel terisolasi/ovarium dan % kebergasilan oosit yang  mature. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa  rata-rata perolehan rataan per ovary pada pra pubertas adalah  4.32 + 0.54  sedangkan pada  kelompok kambing dewasa adalah 5.19 + 1.99. Nilai perolehan folikel masing-masing kelompok umur adalah pra pubertas 21.00 + 7.14 sedangkan dewasa kelamin adalah 42.29 + 5.77. Kesimpulan  sistem kultur  folikel invitro  merupakan system yang sangat rumit, dengan problem paling besar adalah masalah kontaminasi sel, mengingat waktu kultur yang sangat lama. Disarankan  perlu dilakukan penelitian-penelitian pendahuluan untuk optimasi sistem kultur dan masih diperlukan pencarian medium dan suplmenantasi hormonal yang lebih sesuai untuk kultur folikel ternak kambing lokal. Kata-kata Kunci:  Oosit, Maturasi in vitro (IVM), Preanthral folikel, kambing.        THE FEASIBILITY OF PREANTHRAL FOLICLE CULTURE SYSTEM AS AN ALTERNATIVE SOURCE OF GOAT OOCYTES MATURED IN VITRO   ABSTRACT The culture system of anthral follicles  may provides the means not only of how producing a number of competence oocytes but also of investigating the physiology of follicular development and ovulation. Different culture systems have been developed. The cultured of  isolated  anthral follicle may produce many fertile oocytes in the possible high numbers . The aim of this research is to study  and develop a reliable follicle culture system of goat. In vitro folikel culture  system   was using in this research. Research was focused in anthral follicle on oocyte  potential and producing using in vitro system of goat folicle ovary isolated from local slaughtered house. The mammalian ovary contains a huge number of small follicle of various sizes. The research was conducted using experimental methods with 3 kind of treatment : P1. In vitro culture (IVC)  system using pre pubertal goat folicle with FSH supplementation in culture medium P2.  (IVC system using pre pubertal goat, F3. IVG system using pre sex matures goat  with FSH supplementation in culture medium and P4 , IVG system using matured goat. The result showed that different age of goat (pre puberty and sex matured goat resulted in different potential of  follicle isolated. for each ovary  (4.32 vs. 5.19).  with Total Follicle isolated from each  group of ages were 21.00 + 7.14 and 42.29 + 5.77.  IVG. The main problem of IVG system is contamination during isolation and culture cells  It was concluded that IVG culture system was very complex method and result in low potential of oocyte resources .Key words: Oocyte, In vitro Maturation, anthral follicle, Goat.
Production of Progenies by Different Growth Hormone Genotypes (GH-MspI) of Their Parents Using PCR-RFLP in Ongole-crossbred Cattle Paputungan, U; Hakim, L; Ciptadi, G; Lapian, HFN
ANIMAL PRODUCTION Vol 15, No 1 (2013): January
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The objective of this study was to identify different growth hormone (GH) genotypes using MspI enzyme-restriction in parental cows and bulls mated by artificial insemination influencing body weight and average daily gain of their progenies. Total of 74 blood samples of Ongole-crossbred cows and their female progenies and 2 blood samples of bulls of Ongole breed were used in this study. Blood samples were screened for the presence of GH gene using PCR-RFLP method involving Msp1enzyme-restriction on 1.2 % agarose gel. To eliminate different age effects of the progenies, body weight data were adjusted for the 50 and 345days old of ages for the first and second weighing, respectively. Data were analyzed using statistical program in Excel XP. The results showed that various genetic factors of growth hormone Msp1 restricted enzyme had significant influence on growth performance and average daily gain of Ongole-crossbred progenies during 50 to 345 days of age. The heterozygous genotypes of the growth hormone Msp1+/- restricted enzyme excelled over their homozygous genotypes in respects of body weight gain. Therefore, the Msp1+/+, Msp1+/- and Msp1-/- genotypes can be used as the candidate genes in Ongole crossbred cattle to improve their body weight.Keywords: Ongole-crossbred cattle, body weight gain, growth hormone, Msp1 gene. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi genotipe hormon pertumbuhan yang berbeda (GH) menggunakan pembatasan enzim MspI pada sapi induk dan pejantan yang dikawinkan melalui inseminasi buatan yang mempengaruhi bobot badan dan rata-rata pertambahan bobot badan harian keturunannya. Total 74 sampel darah sapi betina persilangan Ongole dan keturunan betinanya serta 2 sampel darah sapi pejantan bangsa Ongole digunakan dalam penelitian ini. Sampel darah diperiksa untuk kehadiran gen GH menggunakan metode PCR-RFLP yang melibatkan pembatasan enzim Msp1 pada gel agarosa 1,2 %. Untuk menghilangkan efek umur yang berbeda dari keturunan, data bobot badan disesuaikan ke arah 50 dan 345 hari untuk masing-masing penimbangan pertama dan kedua. Data dianalisis dengan menggunakan program statistik pada Excel XP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor genetik hormon pertumbuhan enzim terbatas Msp1 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pertumbuhan dan rata-rata pertambahan bobot badan harian keturunan persilangan Ongole pada umur 50-345 hari. Genotipe heterozigot dari hormon pertumbuhan enzim terbatas Msp1 + / - mengungguli genotipe homozigot mereka dalam hal penambahan bobot badan tubuh. Oleh karena itu, genotipe Msp1 + / + , Msp1 + / - dan Msp1 - / - dapat digunakan sebagai gen bakal pada sapi persilangan Ongole untuk meningkatkan bobot badan mereka. Kata kunci: Sapi persilangan Ongole, pertambahan bobot badan, hormon pertumbuhan, gen Msp1.U Paputungan et al./Animal Production 15(1):53-61, January 2013
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN HORMON GONADOTHROPIN PADA MEDIUM MATURASI mSOF TERHADAP TINGKAT MATURASI OOSIT Ciptadi, G; Susilawati, T; Siswanto, B; Karima, Helli N.
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.095 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas supplementasi hormon gonadotrophin pada medium kultur maturasi sel terhadap tingkat pematangan oosit kambing secara in vitro. Materi yang digunakan adalah oosit kambing immature, FBS (GIBCO), NaCL Fisiologis 0,9%, mSOF, FSH, LH, hCG,PMSG (Intervet) Streptomicyn, Penicillin (Meiji),. Oosit kambing diperoleh dengan aspirasi ovarium kambing dari RPH Sukun – Malang. Ovarium dibawa dalam termos suhu 38 0C, diaspirasi folikel berdiameter 2 – 6 mm. Evaluasi didasarkan expansi cumullus oophorus dan keberadaan first polar body. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan dilanjutkan dengan uji BNT, pada masing-masing perlakuan penambahan hormon .Hasil menunjukkan bahwa tingkat maturasi oosit kambing berdasarkan pengamatan ekspansi cumullus oophorus adalah 54% (FSH + LH) dan 44% (PMSG + hCG). Tidak ada pengaruh penambahan hormon yang berbeda terhadap tingkat maturasi. Tingkat maturasi berdasarkan first polar body adalah 64,5% (FSH + LH) dan 68 % (PMSG + hCG). Hasil analisa statistika tidak menunjukkan pengaruh penambahan hormon yang berbeda. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan hormon FSH + LH dan  PMSG + hCG tidak berbeda nyata. Disarankan menambahkan hormon PMSG + hCG untuk maturasi in vitro pada medium mSOF karena harga hormon tersebut lebih murah dan perlu dilakukan mengenai ukuran penambahan dosis hormon yang sesuai. Kata Kunci: medium m SOF, IVM, Gonadotrophin, Oosit, Kambing   THE EFFICIENCY OF GONADOTROPHINB SUPPLEMENTATION OF MSOF MEDIUM ON THE MATURATION RATE OF IMMATURE OOCYTE IN VITRO.   Abstract The aims of the research is to stydy effectifity of gonadothrophin supplementation on maturation rate of immmature oocyte of goat in vitro. Immature oocyte was isolated from 2-6 mm diameter of folicles. Medium stock was suplemented with different treatment of Gonadotrophin : mSOF, FSH, LH, hCG (Intervet), PMSG (Intervet) Streptomicyn (Meiji), Penicillin (Meiji), Maturation rate was evaluated base on the cumulus oocyte  expantion and fisrt polar body extruction.  Result showed that there are no significant effect of hormomal suplementation on mSOF medium, wich  cumulus expantion of  54% (FSH + LH) dan 44% (PMSG + hCG). Meanwhilebase on extruction of first polar body was 64,5% (FSH + LH) dan 68 % (PMSG + hCG). It was conluded that hormonal treatment resulted in not diffetent effect to maturation rate . Suggested to, for practical purposes, using   PMSG + hCG  for IVM for the reason of in expensive and feasibility of hormone.   Key words: medium m SOF, IVM, Gonadotrophin, Oosit, Goat
NATURAL INCRESAE SAPI BALI DI WILAYAH INSTALASI POPULASI DASAR PROPINSI BALI Budiarto, A.; Hakim, L; Suyadi, Suyadi; Nurgiartiningsih, V. M. Ani; Ciptadi, G
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.955 KB)

Abstract

Kemampuan daya reproduksi sapi Bali yang dikenal tinggi tidak akan mampumeningkatkan populasi dan calon bibit sapi Bali, apabila dalam populasi tersebut tidakdiketahui kelompok umurnya. Jumlah ternak usia produktif sangat penting dalam menyusunprogram breeding di wilayah populasi dasar. Penelitian ini dilakukan secara survey di empatwilayah populasi dasar di daerah pulau Bali pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini untukmengetahui nilai natural increase dan Out put sapi Bali. Varibel yang diperlukan adalahstruktur populasi, lama pemeliharaan, persentase kebutuhan dan sisa ternak muda. Diharapkandengan nilai out put dapat menentukan jumlah sapi Bali yang dapat keluar dari wilayah sumberbibit dan dapat digunakan untuk menyusun program breeding. Dari penelitian ini diperolehhasil : 61,39% betina dan 2,49% jantan yang terdistribusi dalam 6 kelompok umur; NI 27,40%;kebutuhan ternak muda 11,48% dan ketersediaan 26,77% sehingga masih ada sisa 15,29%;serta out put 22,08%. Populasi sapi Bali di Wilayah Instalasi populasi dasar akan tetap konstanapabila pengeluaran bibit sapi Bali tidak melebihi 22,08% dan wilayah tersebut mempunyaipotensi sebagai sumber bibit dengan net replacement rate yang tinggi.Kata kunci : Sapi Bali ; Instalasi Populasi dasar, NI; out put