Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Fakultas Pertanian

APLIKASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TEMULAWAK ., Fazlini; Lestari, Sri Umi; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.108 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pemberian dosis biochar sekam padi dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman temulawak. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gading Kulon Kecamatan Dau, Malang Jawa Timur, dan berlangsung mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dimana faktor pertama adalah Biochar Sekam Padi: B0, B1, B2, B3 dan faktor kedua Pupuk Kandang Ayam: P0, P1, P2, P3. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa biochar sekam padi tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan tanpa pupuk kandang ayam (P0) merupakan perlakuan yang memperoleh hasil terbaik dibandingkan perlakuan P1, P2, P3. Interaksi perlakuan tidak menunjukkan hasil yang nyata terhadap semua parameter pengamatan.
SELEKSI KLON-KLON UBIJALAR DENGAN KANDUNGAN BETAKAROTEN DAN KANDUNGAN PATI TINGGI Nasdeko, Gandha; Lestari, Sri Umi; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to evaluate the beta-carotene content, starch content and % of dried tuber ingredients in several new sweet potato clones. The clones consisted of five new clones and compared to three control cultivars. A randomized block design with three replications was used in this study, carried out in an experimental unit measuring 3 m x 0.6 m in single row. Each experimental unit was planted with 25 cm long cassava cuttings, spacing in 25 cm in a row. Phonska fertilizer with a dose of 300 kg/ha is given twice, first at 7 days after planting (dap) as many as 1/3 parts and the rest given at plant age 45 days. Plants were harvested at 4 months of growh duration and were observed based on component parameters of yield, Harvest Index, total carotene and starch content. The results showed that the performance of total carotene in the five clones evaluated ranged from 0.50 - 75.26 µg/g, the starch content ranged from 9.66 - 18.52% based on fresh weight, and the dry matter content of the storage root ranged from 23.17% - 34.06%. Two new sweet potato clones (Beta 2-♀-12 and Beta 2-♂-22) had total carotene levels exceeding their control cultivars, respectively 52.83 and 75.26 µg/g; the starch content is 18.30% and 10.57% based on the wet weight of the tuber. The starch content was positively correlated (r = 0.875) with the dry matter of tuber (% dry matter); on the contrary the level of total carotene to starch content and % dry matter in all the clones had a negative correlation of -0.614 and -0565 respectively. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kandungan betakaroten, kadar pati dan % bahan kering umbi pada beberapa klon ubijalar baru. Klon yang dievaluasi terdiri lima klon baru dan dibandingkan dengan tiga kultivar kontrol. Rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan digunakan dalam penelitian ini, dikerjakan pada unit percobaan berukuran 3 m x 0.6 m secara single row. Setiap unit percobaan ditanami stek ubijalar berukuran panjang + 25 cm, jarak tanam dalam baris 25 cm. Pupuk dasar Phonska dengan dosis pupuk 300 kg/ha diberikan dua kali, pertama pada umur 7 hari setelah tanam (hst) sebanyak 1/3 bagian dan sisanya diberikan pada umur tanaman 45 hst. Tanaman dipanen pada umur 4 bulan dan diamati berdasarkan parameter komponen hasil, Indeks Panen, kadar total karoten dan kadar pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan kadar total karoten pada lima klon yang dievaluasi berkisar antara 0.50 – 75.26 µg/g, kadar patinya berkisar antara 9.66 – 18.52 % berdasar bobot basah umbi, dan kadar bahan kering umbinya berkisar antara 23.17 % – 34.06 %. Dua klon ubijalar baru (Beta 2-♀-12 dan Beta 2-♂-22) memiliki kadar total karoten melebihi kultivar kontrolnya, masing-masing sebesar 52.83 dan 75.26 µg/g; kadar patinya sebesar 18.30 % dan 10.57 % berdasar bobot basah umbinya. Kadar pati berkorelasi positif dengan kadar bahan kering umbi (% BK umbi) dengan nilai korelasi r = 0.875; sebaliknya kadar kadar total karoten terhadap kadar pati dan % BK umbi pada semua klon yang dievaluasi memiliki korelasi negatif masing-masing sebesar ─ 0.614 dan ─ 0565.
APLIKASI BIOCHAR DAN PEMUPUKAN KALIUM TERHADAP HASIL TANAMAN UBIJALAR VARIETAS ANTIN 2 PADA LAHAN TERDEGRADASI Legi, Vinsensius; Lestari, Sri Umi; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of biochar and potassium fertilizer on the increase in sweet potato yield of Antin 2 variety which was carried out in the Research Station of Brawijaya University, Jatikerto Village, Kromengan District, Malang Regency in March – July 2017.This study used a Randomized Block Design (RBD), which consists of two factors. The first factor is the application of biochar doses, namely: B0 (without biochar), B1 (with biochar at a dose of 2.5 tons / ha), B2 (with biochar at a dose of 5 tons / ha), and B3 (with biochar at a dose of 7.5 tons/ ha); The second factor is the dose of KCl, namely K0 (without KCl fertilization), K1 (KCl fertilization with a dose of 50 kg KCl / ha), K2 (KCl fertilization with a dose of 100 kg KCl / ha), and K3 (KCl fertilization with a dose of 150 kg KCl / ha).The variables observed included: the storage root numbers, fresh weight of storage root, fresh vines weight, % storage root dry matters, % dry matters of vines, storage root dry weight, vines dry weight, biomass dry weight, harves index (%), estimation of storage root yield (t/ha), and estimation of vines yield (t/ha). The results showed that giving a dose of biochar affect the storage root numbers, % storage root dry matters, storage root dry weight, and harves index (%), but did not affect the fresh weight of storage root, fres vines weight, estimation of storage root yield, and estimation of vines yield. Potassium gave effect to the storage root numbers, fresh weight of storage root, % storage root dry matters, storage root dry weight, and estimation of storage root yield, but did not affect the fresh vines weight, % dry matters of vines, harves index (%), and estimation of vines yield. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian biochar dan pupuk kalium terhadap peningkatan hasil ubijalar Varietas Antin 2yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Agroteknopark Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada Bulan Maret – Juli 2017.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian dosis biochar, yaitu: B0 (tanpa pemberian biochar), B1 (pemberian biochar dengan dosis 2,5 ton/ha), B2 (pemberian biochar dengan dosis 5 ton/ha), dan B3 (pemberian biochar dengan dosis 7,5 ton/ha); Faktor kedua adalah pemberian dosis KCl, yaitu K0 (tanpa pemupukan KCl), K1 (pemupukan KCl dengan dosis 50 kg KCl/ha), K2 (pemupukan KCl dengan dosis 100 kg KCl/ha), dan K3 (pemupukan KCl dengan dosis 150 kg KCl/ha).Variabel yang diamati meliputi : jumlah umbi/gulud, bobot segar umbi (kg/gulud), bobot segar brangkasan (kg/plot), % bobot kering umbi, % bobot kering brangkasan, bobot kering umbi (kg/gulud), bobot kering brangkasan (kg/gulud), bobot kering biomassa (kg/gulud), Indeks Panen (%), estimasi hasil umbi (t/ha), dan estimasi hasil brangkasan (t/ha).Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian dosis biochar berpengaruh terhadap jumlah umbi, % bobot kering umbi, bobot kering umbi, dan indeks panen (%), namun tidak berpengaruh terhadap bobot segar umbi, bobot segar brangkasan, estimasi hasil umbi, dan estimasi hasil brangkasan. Pemberian kalium berpengaruh terhadap jumlah umbi, bobot segar umbi, % bobot kering umbi, bobot kering umbi, dan estimasi hasil umbi, namun tidak berpengaruh terhadap bobot segar brangkasan, % bobot kering brangkasan, indeks panen (%), dan estimasi hasil brangkasan.
KOMPOSISI MEDIA DAN PEMBERIAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAKCOY (BRASSICA CHINENSIS L.) Hadim, Tomas Didimus; Lestari, Sri Umi; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakcoy (Brassica chinensis L.) is a plant which rich in vitamins and minerals. The study aimed to evaluate the application of husk charcoal as a mixture of growing media and N fertilizer for the growth of Sawi Pakcoy. The study was conducted in Tlogomas, Lowokwaru Distict, Malang Regency, from April to May 2018. A randomized block design with three replications was used for this research with two factors. The first factor is the composition of the media, consisting of A0 = soil 5 kg + Bokashi 5 kg; A1 = 4.5kg + Bokashi soil 4.5kg + 1kg husk charcoal; A2 = 4kg + Bokashi 4kg + 2kg husk charcoal. The second factor is the usage of Urea, consisting of three levels, namely N0 = without Urea (0 kg / ha), N1 = Urea 50 kg/ha, and N2 = Urea 100 kg Urea / ha. For the calculation of fertilizer given according to the treatment based on the population of mustard plants as much as 250 000 plants / ha, which is calculated based on the spacing of 20 cm × 20 cm. The application of urea is carried out three times, each with 1/3 parts at the age of the plant 7 days after planting (dap), 14 dap, and 21 dap. Parameters observed included plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight of plants, and dry weight of plants. There it no effect of the interaction between the composition of the media and the administration of urea on all parameters observed in the growth of pakcoy mustard plants, the administration of urea significantly affected the parameters of plant height, leaf number, leaf area, plant fresh weight, and dry weight of pakcoy. Sawi Pakcoy (Brassica chinensis L.) adalah sayuran yang kaya vitamin dan mineral. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pemberian arang sekam sebagai campuran Media tumbuh dan pemberian pupuk N bagi pertumbuhan tanaman Sawi Pakcoy. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kabupaten Malang, pada bulan April sampai dengan Mei 2018. Rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan digunakan untuk penelitian dengan dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi media, terdiri dari A0 = tanah 5 kg + bokashi 5kg; A1 = tanah 4.5kg + bokashi 4.5kg + arang sekam 1kg; A2 = tanah 4kg + bokashi 4kg + arang sekam 2kg. Faktor kedua adalah pemberian Urea, terdiri dari tiga taraf, yakni N0 = tanpa pemberian Urea (0 kg/ha), N1 = Pemberian Urea 50 kg Urea/ha, dan N2 = pemberian Urea 100 kg Urea/ha. Untuk penghitungan pupuk yang diberikan sesuai perlakuan didasarkan pada populasi tanaman sawi sebanyak 250 tanaman/ha, yang dihitung berdasarkan jarak tanam 20 cm × 20 cm. Pemberian Urea dilakukan tiga kali, masing-masing sebanyak 1/3 bagian pada umur tanaman 7 hari setelah tanam(hst), 14 hst, dan 21 hst. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara komposisi media dan pemberian urea terhadap semua parameter yang di amati pada pertumbuhan tanaman sawi pakcoy, pemberian pupuk urea berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman sawi pakcoy.
PENGGUNAAN BEBERAPA TANAMAN LIAR UNTUK MENGENDALIKAN TANAH TERCEMAR KADMIUM (Cd) Tolok, Adelbertus B; Hamzah, Amir; Lestari, Sri Umi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa potensi tanaman liar yang tumbuh di sekitar lahan pertanian sebagai agen fitoremedisi serta mengestimasi berapa besar kemampuan tanaman liar tersebut dalam menyerap logam berat Cd. Penelitian ini dilaksanakan di desaSumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu, pada ketinggian 1500 mdpl, Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 seri, yaitu seri pertama meliputi : (1) pengambilan sampel dan analisis logam berat, sedangkan seri kedua (2) percobaan pot. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap factor tunggal. Sebanyak 5 jenis tanaman yang ditanam sebagai perlakuan yaitu K1 : lulangan, K2 : wedusan, K3: patikan, K4 : akar wangi, K5 : kirinyu, dan diulang sebanyak 3 kali. Pelaksanaan Penelitian meliputi : (1) pengambilan contoh tanah dilakukan secara acak pada pada 3 plot di masing-masing lokasi yang berbeda, (2) Penanaman tanaman remediator dilakukan dengan menggunakan polybag ukuran 10 kg. Media tanah yang digunakan diambil dari lokasi penelitian setempat yang telah tercemar. Parameter pengamatan meliputi.Tinggi tanaman, Jumlah daun, Panjang akar (cm), dan reduksi logam berat. Hasil analisis tenah menunjukan bahwa kandungan total C-organik (1,73%), N-total (0,13%), P (0,64 mg kg?¹), K (0,1 me/100g) dan KTK (6 me/100g), sedangkan logam berat Cd yang diperoleh adalah 2, 26 mg kg-1. Hasil menunjukan bahwa tanah dilokasi penelitian menunjukan kandungan hara yang sangat rendah, sedangkan logam berat Cd cukup tinggi. Kelima jenis tanaman yang ditanam sebagai agen fitoremediasi memiliki kemampaun tumbuh dan memiliki potensi sebagai agen fitoremediasi. Reduksi logam yang diperoleh adalah akar wangi (71,2%), lulangan (58,8%), wedusan (52,2%), patikan (51,2) dan kirinyu (22,1%)
RESPON TIGA VARIETAS UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) TERHADAP PEMUPUKAN KALIUM Petrus, Santo; Lestari, Sri Umi; Indawan, Edyson
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to evaluate influence dosage of potassium fertilizer on increasing the size and yield of sweet potato variety. Treatment arranged by Strip plot design consist of two factors. First factor consist of three variety of sweet potato (Sari, Jago, and Boko). and the second factor is dosage of potassium fertilizer (K0: 0 kg KCl. ha-1, K1: 133 kg KCl. ha-1, K2:333 kg KCl. ha-1, and K3: 533 kg KCl. ha-1). Size of the plot are 1,5 m x 5 m consist of 5 rows, planted with a spacing of 25 cm in rows. The plants are harvested at 4 months after planting, based on several parameters,ie the number of storage root, fresh storage rroot weight, fresh weight of stover, percentages of storage root dry matter and stover dry matter, dry weight of storage root and stover, dry weight of biomass, and harvest index, number of large storage root, number of medium storage root, number of small storage root, large storage root weight, medium storage root weight, small storage root weight, ratio of large, medium, and small storage root weight to storage root total, and size of storage root (g/storage root). The result showed that distribute potassium fertilizer does not influence the parameter of root weight, storage root dry weight precentage, stover dry weight precentage, dry weight of storage root, harvest index, number of large storage root, large storage root weight, medium storage root weight, and ratio of small storage root weight. There was different at number of storage root, stover weight, dry weight of stover and the biomass. There is interaction between varieties with dosage of potassium fertilizer on storage root size parameters, namely Sari with dosage 333 kg KCl ha-1 gives the highest storage root size of 138.86 g/storage root. In Jago clone the highest storage root size of 198.46 g/storage root with potassium dosage 0 kg KCl. ha-1. While at variety of Boko, the highest storage root size is found in potassium dosage 133 kg KCl. ha-1 produce storage root size 166.92 g/storage root. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemberian dosis pupuk kalium terhadap peningkatan ukuran dan hasil varietas ubi jalar. Rancangan percobaan strip plot yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama tanaman ubi jalar yang terdiri dari tiga varietas (Sari, Jago dan Boko). Faktor kedua adalah dosis pupuk kalium terdiri dari 4 level dosis (K0: 0 kg KCl/ha, K1: 133 kg KCl/ha, K2:333 kg KCl/ha, dan K3: 533 kg KCl/ha). Ukuran petak percobaan 1,5 m x 5 m terdiri dari 5 gulud, masing-masing ditanami stek dengan jarak tanam dalam baris 25 cm. Tanaman di panen saat berumur 120 HST berdasarkan parameter pengamatan jumlah umbi, bobot segar umbi, bobot segar brangkasan, bobot kering umbi, bobot kering brangkasan, bobot kering biomass, persentase bobot kering umbi, persentase bobot kering brangkasan, indeks panen, jumlah umbi besar, jumlah umbi sedang, jumlah umbi kecil, bobot umbi besar, bobot umbi sedang, bobot umbi kecil, ratio bobot umbi sedang/total umbi, ratio bobot umbi kecil/total umbi, dan ukuran umbi (g/umbi). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kalium tidak mempengaruhi parameter bobot umbi, persentasi bobot kering umbi, persentasi bobot kering brangkasan, berat kering umbi, indeks panen, jumlah umbi besar, bobot umbi besar, bobot umbi sedang, dan ratio bobot umbi kecil. Berbeda nyata pada jumlah umbi, bobot brangkasan, berat kering brangkasan dan biomass. Terdapat interaksi antara varietas dengan pemberian kalium pada parameter ukuran umbi yaitu klon sari dengan dosis kalium 333 kg KCl/ha memberikan ukuran umbi tertinggi sebesar 138.86 g/umbi. Pada klon jago ukuran umbi tertinggi sebesar 198.46 g/umbi dicapai tanpa pemberian dosis kalium 0 kg KCl/ha. Pada klon boko ukuran umbi tertinggi terdapat pada dosis kalium 133 kg KCl/ha menghasilkan ukuran umbi sebesar 166.92 g/umbi.
DESKRIPSI DAN IDENTIFIKASI UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) PADA KLON KETURUNAN BIS OP-61 DAN 73-6/2 Maulana, Eka; Lestari, Sri Umi; Fikrinda, Wahyu
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Examination of Novelty, Distinctness, Uniformity and Stability is an examination of the plant varieties that would be applied to get the right of Plant Variety Protection (PVT). Examination of the varieties that need to be done include the trait of novelty, distinctness, uniformity and stability; using methods which have been determined in accordance General Guidelines For The Conduct Of Novelty, Distinctness, Uniformity And Stability. Examinaniton carried out on six clones of BIS OP-61 off spring and six clones of 73-6/2 off spring. This trial carried out at the Reseach Station of Brawijaya University, in Jatikerto Village, Kromengan District, Malang City, during from March until August 2016. The result of test showed that from six clone BIS OP-61 and six clone 73-6/2 have a common chracters As: vine, leaf and storage root. The result of agronomy characters on fresh weight tuber on six clon BIS OP-61 ranges 0,92 kg/plant until 1,82 kg/plant, while on six clon 73-6/2 ongenotype 73-6/2 OP-12 yaitu 0,89 kg/plant. Pests attack and uret the most on clone off spring BIS OP-61 on genotype BIS OP-61 OP-6, BIS OP-61 OP-9 and BIS OP-61 OP-17. Uji BUSS merupakan pemeriksaan terhadap varietas tanaman yang dimohonkan untuk mendapatkan hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), pemeriksaan terhadap varietas yang perlu dilakukan mencakup sifat kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan; menggunakan metode yang telah ditentukan sesuai Panduan Pelaksanaan Uji BUSS. Pengujian BUSS dilakukan terhadap enam klon keturunan BIS OP-61 dan enam klon keturunan 73-6/2. Kegiatan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan, Kab. Malang, berlangsung sejak bulan Maret sampai dengan Agustus 2016. Hasil pengujian menunjukkandari enam genotipe BIS OP-61 dan enam genotipe 73-6/2 terdapat keragaman karakter morfologi pada batang, daun dan umbi. Hasil dari karakter agronomi pada bobot segar umbi terhadap enam klon BIS OP-61 berkisar antara 0,92 kg/tanaman sampai 1,82 kg/tanaman, sedangkan pada enam klon 73-6/2 pada genotipe 73-6/2 OP-12 yaitu 0,89 kg/tanaman. Serangan hama lanas dan uret terbanyak terdapat pada klon keturunan BIS OP-61 yaitu pada genotipe BIS OP-61OP-6, BIS OP-61 OP-9 dan BIS OP-61 OP-17.
PENGGUNAAN BIOCHAR DAN PUPUK SUSULAN N, K PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Jimi, Nobertus; Lestari, Sri Umi; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to evaluate the effectof the use of biochar to increase productivity of maize, and efficiency of supplementary nitrogen fertilizer needs and potassium. The research was conducted in the village of Bawang village Tunggulwulung, Malang was implemented for 5 months from January to May 2015. The research method using a randomized block design (RAK) factorial design, consisting of two factors: Factor 1 Is a type of biochar BS : biochar rice husk 30 tons / ha, equivalent to 300 g / plant, BT : biochar young coconut shell 30 tons / ha, equivalent to 300 g / plant, wood biochar BK 15 ton / ha, equivalent to 150 g / plant. Factor 2 is the addition of supplementary fertilizer N and K, supplementary fertilizer given after 4 weeks old plants after planting (MST) that NK : Urea 100 kg / ha (2 g / plant) + KCl 67 kg / ha (1.3 g / plant ), N: Urea 300 kg / ha (4 g / plant), K: KCL 200 kg / ha (2,7g / plant). All treatments were given basic fertilizer urea and potassium as much as 100 kg urea / ha and 33 kg KCl / ha (1/3 dose of fertilizer recommendation for maize) for a total of fertilization as follows: NK: Urea 200 kg / ha and 100 kg KCl / ha, N: Urea 400 kg / ha and KCL 33 kg / ha, K: Urea 100 kg / ha and 233 kg KCl / ha. Of the two factors obtained 9 combined treatment, and each treatment was repeated 3 times to obtain 27 units of treatment and each treatment unit there are 8 samples of plants. The results showed that biochar affeced on plant height (32,78 cm) began 4 week after transplanting, and did not affected on component of corn yields. The maximum of corn yields were found in the treatment of N-fertilizer suplemen on dry seed weight of corn, amount 237,08 g / plant. Use of biochar rice husks, coconut shells and wood, decreases for potassium fertilizer but increases the need for nitrogen fertilizer. Penelitian betujuan untuk mengevaluasi penggunaan biochar terhadap peningkatan produktivitas tanaman jagung, serta efesiensi kebutuhan pupuk susulan nitrogen dan kalium.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bawang Kelurahan Tunggulwulung, Kabupaten Malang selama 5 bulan terhitung dari Januari - Mei 2015.Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor 1 Adalah Jenis biochar, BS : biochar sekam padi 30 ton/ha setara dengan 300 g/tanaman, BT : biochar tempurung kelapa muda 30 ton/ha setara dengan 300 g/tanaman, BK biochar kayu 15 ton/ha setara dengan 150 g/tanaman. Faktor 2 adalah penambahan pupuk susulan N dan K, pupuk susulan diberikan setelah tanaman berumur 4 minggu setelah tanam (MST) yaitu NK :Urea 100 kg/ha (2 g/tanaman) + KCl 67 kg/ha (1,3 g/tanaman), N : Urea 300 kg/ha (4 g/tanaman), K : KCL 200 kg/ha (2,7g/tanaman). Semua perlakuan diberi pupuk dasar Urea dan Kalium sebanyak 100 kg Urea/ha dan 33 kg KCL/ha (1/3 dosis rekomendasi pemupukan pada tanaman jagung) dengan total keseluruhan pemupukan sebagai berikut : NK : Urea 200 kg/ha dan KCL 100 kg/ha, N : Urea 400 kg/ha dan KCL 33 kg/ha, K : Urea 100 kg/ha dan KCL 233 kg/ha.Dari kedua faktor diperoleh 9 kombinasi perlakuan, dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit perlakuan dan tiap unit perlakuan terdapat 8 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukan biochar berpengaruh pada minggu ke 4 terlihat pada pertumbuhan tanaman jagung dengan tinggi tanaman 32,78 cm dan penggunaan jenis biochar tidak berpengaruh terhadap komponen hasil tanaman jagung. Hasil jagung terbaik terdapat pada perlakuan yang hanya menggunakan pupuk susulanN dengan berat kering pipilan jagung yaitu 237,08 g/tanaman.Peggunaan biochar sekam padi, tempurung kelapa dan kayu, menurunkan kebutuhan penggunaan pupuk kalium tetapi meningkatkan kebutuhan pupuk nitrogen.
EFEKTIFITAS DOSIS PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill.) Oenunu, Marselus; Hapsari, Ricky Indri; Lestari, Sri Umi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to increase the productivity of soybean, is to aplical, fertilizers efficiently. The research objective was to evaluate the performance of the three varieties of soybean and compost, as well as determine the effectiveness of a dose of compost manure to the growth and production of variety of soybeans. The method used was a Randomized Block Design (RAK) factorial of two factors. The first factor is : variety Anjasmoro, Grobogan and Gema. Factor II : The dose of compost 0 tons/ha, 5 tons/ha, 7.5 tons/ha and 10 tons/ha, so there are 12 combinations of treatments with three replications. With planting one plant/polybag. Variable observations in plant height (cm), number of leaves (leaf), number of branches, number of pods, weight of pods (g), 100-seed weight (g), the weight of the seed yield (g), the estimated results (tons/ha) and number nodule (root). Was using Analysis of variance (ANOVA), when there is a real effect then continued with LSD (Least Significant Difference) at 5% level. The results, concluded that : Performance of varieties Anjasmoro, Grobogan and Gema, different parameters plant height, number of leaves, pods, weight of pod, weight of 100 seeds, as well as estimates of the (tons/ha), but not no difference in the number of branches and the number of root nodules owned. Compost can affect weight of 100 seeds (g) and in the number of nodules (nodule) at a dose of 5 tons/ha which is equivalent to 7.5 tons/ha and 10 tons/ha. The effectiveness of compost use dose 5 tons/ha were able to increase the seed yield soybeans dig 8% of the estimated results (tons/ha) which is equivalent to a dose of 7.5 tons/ha and 10 tons/ha. Usaha meningkatkan produktifitas kedelai ialah dengan penggunaan pupuk secara efisien, serta penggunaan varietas unggul yang mempunyai adaptasi luas dan potensi tinggi. Tujuan penelitian : untuk mengevaluasi keragaan ketiga varietas kedelai dan pemberian dosis pupuk kompos, serta mengetahui efektifitas dosis pupuk kompos kotoran sapi yang optimal terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah (RAK) faktorial. Faktor I yaitu : varietas Anjasmoro, Grobogan dan Gema. Faktor II yaitu : Dosis pupuk kompos 0 ton/ha, 5 ton/ha, 7,5 ton/ha dan 10 ton/ha, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 3 polybag, setiap polybag ditanami satu tanaman. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah cabang, jumlah polong, bobot polong (g), bobot 100 biji (g), bobot hasil biji (g), estimasi hasil (ton/ha) dan jumlah bintil akar (akar). Analisis data hasil penelitian diuji menggunakan Analisis of varians (Anova), apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf 5 %. Hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa : Keragaan ketiga varietas yang diuji yaitu varietas Anjasmoro, Grobogan dan Gema relatif berbeda pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, bobot polong, bobot 100 biji, maupun estimasi hasil (ton/ha), namun tidak ada perbedaan pada jumlah cabang dan jumlah bintil akar yang dimiliki. Pemberian pupuk kompos dapat mempengaruhi bobot 100 biji (g) serta mampu mendorong pertumbuhan jumlah bintil akar (bintil) pada dosis 5 ton/ha yang setara dengan 7,5 ton/ha dan 10 ton/ha, dan Efektivitas pemberian kompos dengan dosis 5 ton/ha mampu meningkatkan hasil biji kedelai sebesar 8% terhadap estimasi hasil (ton/ha) yang setara dengan pemberian dosis kompos 7,5 ton/ha dan 10 ton/ha.
SELEKSI INDIVIDU HASIL PERSILANGAN TERKONTROL TANAMAN UBIJALAR (Ipomoea batatas L. (Lam) Titof, Titof; Lestari, Sri Umi; Dwi Julianto, Reza Prakoso
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to evaluate and select genotypes of offspring from controlled crosses that have high yield potential with criteria of ? 0.5 kg / plant. The research was conducted in a research station of Brawijaya University, located in Jatikerto, Kromengan, Malang Regency. One hundred seventy-five genotypes of crosses grouped in 4 halfsib families were evaluated using augmented Randomized Block Design. The four families consisted of 77 genotypes of BIS OP-61 as female parent, 35 genotypes of BIS OP-61 as male parent, 35 genotypes of Papua Solossa as female parent and 28 genotype of Papuan Solossa as male parent. Each family is planted in one block as a test cultivar. In each block is also planted the parent clone as a control cultivar. Thus, this experiment is carried out using 4 blocks, each block as a replication. Storage root number, fresh storage root weight and fresh weight of vines per plant are determined. Based on a selection of storage root weight were found 69 genotypes with storage root yield ? 0.5 kg / plant (equivalent ? 20 t/ha), 36 genotypes ? 0.75 kg/plant (equivalent ? 30 t/ha ) and 14 genotypes ? 1 kg / plant (equivalent ? 40 t/ha) from all genotipes that evaluated. Based on the percentage of selected genotypes, there were differences in the ability of female parent (?) and male parent (?) to produce offspring. The offspring of BIS OP-61 as female parent (?) and male parent (?) produced storage root yield of 0.516 kg / plant and 0.512 kg / plant respectivelly, exceeded the halfsib family from Papua Solossa as a female parent (? ) or a male parent (?), which each produces of 0.446 kg / plant and 0.363 kg / plant. The halfsib family of BIS OP-61 and Papua Solossa are able to produce storage root weight and weight of vines higher than control cultivar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menyeleksi genotipe keturunan hasil persilangan terkontrol yang mempunyai potensi hasil tinggi dengan kriteria ? 0.5 kg/tanaman. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Seratus tujuh puluh lima genotipe keturunan hasil persilangan yang dikelompokkan dalam 4 famili halfsib dievaluasi menggunakan Rancangan Acak Kelompok augmented. Keempat famili tersebut terdiri dari 77 genotipe keturunan BIS OP-61 sebagai induk betina, 35 genotipe keturunan dari BIS OP-61 sebagai induk jantan, 35 genotipe keturunan Papua Solossa sebagai induk betina dan 28 genotipe keturunan Papua Solossa sebagai induk jantan. Masing-masing famili ditanam dalam satu blok sebagai tanaman uji. Dalam setiap blok juga ditanami klon induk sebagai tanaman kontrol. Dengan demikian percobaan ini dilaksanakan menggunakan 4 blok yang berlaku sekaligus sebagai ulangan. Parameter pengamatan meliputi jumlah umbi, bobot umbi segar dan bobot brangkasan per tanaman. Berdasarkan seleksi hasil umbi per tanaman, ditemukan 69 genotipe yang memiliki hasil umbi ? 0,5 kg/tanaman (setara ? 20 ton/ha), 36 genotipe dengan hasil umbi ? 0,75 kg/tanaman (setara ? 30 ton/ha) dan 14 genotipe dengan hasil umbi ? 1 kg/tanaman (setara ? 40 ton/ha) pada seluruh famili halfsib yang di evaluasi. Berdasarkan presentase jumlah genotipe yang terseleksi tersebut ditemukan adanya perbedaan kemampuan sebagai induk betina (?) dan induk jantan (?) dalam menghasilkan keturunan. Keturunan BIS OP-61 sebagai induk betina (?) dan induk jantan (?) masing-masing menghasilkan rerata bobot umbi sebesar 0,516 kg/tanaman dan 0,512 kg/tanaman, hasil tersebut melebihi rerata famili halfsib dari keturunan Papua Solossa sebagai induk betina (?) dan induk jantan (?) yang masing-masing sebesar 0,446 kg/tanaman dan 0,363 kg/tanaman. Famili halfsib BIS OP-61 dan Papua Solossa mampu menghasilkan bobot umbi dan bobot brangkasan yang melebihi kultivar kontrol.