Indra Laksmana
Agricultural Machine and Equipment Department, Agricultural Polytechnic of Payakumbuh, Tanjung Pati, 50 Kota,26271, Indonesia

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN KELAYAKAN FINANSIAL INDUSTRI MINYAK SERAI WANGI Ernita, Yuni; Novita, Sri Aulia; Jamaluddin, Jamaluddin; Laksmana, Indra; Rildiwan, Rildiwan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.79

Abstract

Kelompok Tani Minyak Serai Wangi Berkat Yakin merupakan kelompok tani penggerak diDesa Balai Batu Sandaran yang mengelola industri penyulingan minyak serai wangi. Pengolahan serai wangi harus memperhatikan aspek efisiensi dan efektifitas agar mampu memberikan keuntungan yang maksimal dan meningkatkan nilai tambah pada serai wangi. Tujuan penelitian adalah menentukan nilai tambah dan kelayakan finansial usaha minyak serai wangi pada Industri Minyak Serai Wangi Berkat Yakin Desa Balai Batu Sandaran. Analisis data dilakukan dengan Metode Hayami dan parameter kuantitatif dalam analisis kelayakan finansial ditunjukkan oleh indikator seperti: Benefit Cost Ratio (B/C),Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV) dan Payback Periods (PBP). Hasil analisis nilai tambah yang diperoleh dari hasil pengolahan serai wangi dengan bahan baku 25.000kg menjadi minyak serai wangi sebanyak 400 kg adalah Rp.3.080/kg. Sedangkan rasio nilai tambah produk minyak serai wangi adalah sebesar 84%, artinya 84% dari nilai output (produk minyak serai wangi) merupakan nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan serai wangi menjadi minyak serai wangi. Hasil perhitungan analisis kelayakan finansial industri minyak serai wangi didapatkan NPV Rp. 1.635.698.925,-  IRR 37,60%,B/C Ratio 1,45, dan PBP adalah 3 tahun 6,5 bulan. Ditinjau dari aspek ekonomi, usaha produksi minyak serai wangi dapat dikatakan layak dan menguntungkan.
Genetic Programming for Medicinal Plant Family Identification System Laksmana, Indra; Herdiyeni, Yeni; Zuhud, Ervizal A.M.
Journal of ICT Research and Applications Vol 7, No 3 (2013)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.415 KB) | DOI: 10.5614/itbj.ict.res.appl.2013.7.3.4

Abstract

Information about medicinal plants that is available in text documents is generally quite easy to access, however, one needs some efforts to use it. This research was aimed at utilizing crucial information taken from a text document to identify the family of several species of medicinal plants using a heuristic approach, i.e. genetic programming. Each of the species has its unique features. The genetic program puts the characteristics or special features of each family into a tree form. There are a number of processes involved in the investigated method, i.e. data acquisition, booleanization, grouping of training and test data, evaluation, and analysis. The genetic program uses a training process to select the best individual, initializes a generate-rule process to create several individuals and then executes a fitness evaluation. The next procedure is a genetic operation process, which consists of tournament selection to choose the best individual based on a fitness value, the crossover operation and the mutation operation. These operations have the purpose of complementing the individual. The best individual acquired is the expected solution, which is a rule for classifying medicinal plants. This process produced three rules, one for each plant family, displaying a feature structure that distinguishes each of the families from each other. The genetic program then used these rules to identify the medicinal plants, achieving an average accuracy of 86.47%.
APLIKASI DAN UJI KINERJA DISKSAW CHOPPER UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Hasman, Elvin; Jamaluddin, Jamaluddin; Herdian, Fithra; Laksmana, Indra; Mulyadi, Rodesri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.34-38.2015

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan mesin disksaw chopper (pencacah pisau piringan) untuk mencacah sampah organik. Mesin ini menghasilkan bahan cacahan yang akan dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Keberadaan mesin ini dapat memanfaatkan limbah sampah organik yang menumpuk di sekitar areal pertanian  menjadi pupuk organik  agar  masalah kekurangan ketersediaan pupuk bagi petani dapat teratasi. Pembuatan pupuk organik merupakan pekerjaan yang berat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memproduksinya  sampai pupuk siap untuk digunakan jika dikerjakan secara manual. Untuk itu diupayakan membuat   mesin pencacah bahan baku  pupuk organik dengan pisau tipe piringan. Diharapkan mesin ini  berkapasitas tinggi, efisien dan  sesuai kebutuhan. Kegiatan  ini menggunakan pendekatan fungsional dan struktural untuk menentukan penggunaan komponen mesin yang tepat. Hasil evaluasi kinerja mesin didapat bahwa kapasitas mesin  sebesar 626,4 kg/jam pada Rpm mesin 198,2. Hasil analisa ekonomis didapat biaya pokok (BP)  Rp. 35,34/kg, BEP  4013,067 kg dan  BC ratio 1,414 dan  NPV 28.474.600. Untuk bahan dekomposer digunakan mikro organisme lokal produk dari kelompok tani  yang menjadi mitra kegiatan  ini. Keberhasilan kegiatan  ini juga akan memacu perkembangan industri pupuk organik dan industri alsitan di Sumbar serta dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat seperti tumbuhnya bengkel alsitan baru dan  jadi pengusaha pupuk organik.Kata Kunci : Pencacah, pisau piringan, pupuk, sampah organik.
Rancang Bangun Pendeteksi Curah Hujan Menggunakan Tipping Bucket Rain Sensor dan Arduino Uno Syahbeni, Muhammad; Budiman, Arif; Syelly, Rosda; Laksmana, Indra; Hendra
Agroteknika Vol 1 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/agtk.v1i2.22

Abstract

Curah hujan merupakan salah satu parameter hujan yang dapat diukur. Dimana curah hujan menyatakan seberapa besar tinggi air yang ditimbulkan oleh hujan di suatu daerah. Alat untuk megukur jumlah curah hujan yang turun kepermukaan tanah per satuan luas, disebut Penakar Curah Hujan. Curah hujan 1 (satu) milimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi 1 (satu) milimeter atau tertampung air sebanyak 1 (satu) liter atau 1000 ml. Penakar hujan Tipping Bucket, nilai curah hujannya tiap bucket berjungkit tidak sama, serta luas permukaan corongnya beragam, misalnya ada yang 0.1 mm, 0.2 mm, 0.5 mm dan lain-lain. Dalam perancangan alat ini resolusi Tipping Bucket yang digunakan ialah 0.2 mm, dan juga memakai Modul Sensor Reed Switch. Reed Switch akan bekerja ketika magnet yang di tempel pada bagian tengah Tipping Bucket mendekati sensor Reed Switch, yang dimana Tipping Bucket akan bergerak disaat curah hujan masuk ke dalam corong dan akan ditampung pada Tipping Bucket yang membuat Tipping Bucket akan berjungkit. Kemudian Reed Switch akan mendeteksi magnet yang ada pada Tipping Bucket. Mikrokontroler berfungsi untuk membaca data dari Modul Sensor Reed Switch yang tiap kali ada sentuhan dari magnet.
Development of Coconut Dehusker Machine for Small Scale Industry Herdian, Fithra; Novita, Sri Aulia; Laksmana, Indra; Nurtam, Mohammad Riza; Rildiwan, Rildiwan; Zulnadi, Zulnadi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i2.125

Abstract

West Sumatra-Indonesia has potential to plant coconut due to the coastal location, sunshine level with average temperature 27oC. Coconut is a very productive plant.  Coconut dehusking is one of the process that takes a lot of time and energy. Most of the farmer still using human manual labour with the help of tools made of iron or wooden crowbar that is mounted standing vertically with the blade facing upward about 80 cm from the ground. To increase the number of coconut products, it is designed the coconut dehusker machine. The main component of the machine were two rollers that rotate each other in opposite directions with each roller embedded iron-shaped nails that work to tear the coconut husk. Each roller has a different rotational speed. This machine has dimensions of 98 cm x 51 cm x 95 cm. Roller length is 50 cm and diameter 4 inches. The power source of the machine is a 2 HP electric motor, the speed was reduced by using 2 speeds reducer with the ratio of 1:20 and 1:30 respectively. From the performance test of this machine can dehusk 100 coconuts per hour.  The operational basic cost of the machine equal to Rp 129.89 per coconut (about 1 cent) and Break Event Point is 12.387 coconut per year from the result of the performance test. From the economic analysis machine can be concluded that the use of this machine is better when compared to human labour which has limitation to duration and capacity.