Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU APUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN CAIRAN LIMBAH LOGAM BERAT Wibowo, Aditiya Yolanda; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan pengujian konduktivitas dan kandungan logam air limbah dengan  media serap batu apung. Ukuran partikel batu apung divariasikan yaitu 2 mesh, 4 mesh, 10 mesh dan 20 mesh. Penyaringan sampel air limbah dilakukan dengan 2 metode penyaringan yaitu penyaringan berdasarkan tinggi media serap batu apung 15 cm dan penyaringan berdasarkan massa media serap air limbah yaitu 250 g. Berdasarkan pengujian konduktivitas menggunakan konduktivitimeter dihasilkan konduktivitas terendah dari media serap batu apung dengan tinggi 15 cm sebesar 86,23 µS pada variasi ukuran partikel batu apung 2 mesh, sedangkan konduktivitas terendah dari media serap batu apung dengan massa 250 g sebesar 78,86 µS pada variasi ukuran partikel batu apung 2 mesh dan konduktivitas sampel air limbah murni 41,8 µS. Hasil pengujian kandungan logam menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) dengan larutan standar Fe, Pb, Cu, Cr, dan Al  menunjukkan logam Fe merupakan logam dengan konsentrasi tertinggi yaitu 14,455 mg/L pada sampel air limbah murni dan logam Fe mengalami penurunan terbesar menjadi 3,727 mg/L dengan variasi ukuran partikel batu apung 20 mesh.
Penentuan Zona Caprock di Sekitar Gunung Talang Menggunakan Metode Resistivitas Konfigurasi Wenner Syafitri, Syafitri; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.3.253-259.2018

Abstract

Penentuan zona caprock di daerah Solok telah dilakukan menggunakan metode resistivitas konfigurasi Wenner. Pengukuran dilakukan di 3 titik yang berada di daerah Cupak, Bukit Gadang dan Bukit Sundi. Terdapat tiga lintasan pengukuran dengan panjang lintasan 1050 m. Pengolahan data dilakukan menggunakan software IPI2WIN untuk mendapatkan pemodelan 1D resistivitas batuan terhadap kedalaman. Hasil pengolahan data menunjukkan pada lintasan 1 terdapat 3 lapisan batuan. Lapisan konduktif ditandai dengan nilai resistivitas <20 ?m yang terdapat pada kedalaman di bawah 109 m. Lapisan ini diinterpretasikan sebagai batuan lempung dan berfungsi sebagai caprock (batuan penudung) Gunung Talang. Lintasan 2 menunjukkan adanya 4 lapisan batuan, dengan tidak ditemukan keberadaan zona caprock, tapi pada hasil pemodelan terdapat penurunan nilai resistivitas mulai dari kedalaman 78,7 m. Pada lintasan 3 menunjukkan 4 lapisan batuan dan pada lintasan ini juga tidak teridentifikasi zona caprock panas bumi.Kata kunci: caprock, gunung talang, konfigurasi wenner, metode resistivitas
Studi Petrografi Batuan Beku dan Sinter Silika di Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan Putri, Sauri Aulia; Putra, Ardian; Abdurrachman, Mirzam
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.4.320-327.2018

Abstract

Telah dilakukan analisis petrografi terhadap batuan beku dan sinter silika di Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenampakan mikroskopik batuan meliputi struktur dan tekstur, komposisi mineral penyusun batuan, jenis, dan nama batuan.  Batuan diambil pada empat titik di Kecamatan Alam Pauh Duo, sedangkan sinter silika diambil di sekitar mata air panas Sapan Maluluang. Batuan dan sinter silika dipreparasi menjadi sayatan tipis. Analisis dilakukan menggunakan mikroskop polarisasi dan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil analisis menunjukkan bahwa batuan pada Kecamatan Alam Pauh Duo didominasi oleh batuan beku basalt. Batuan ini menunjukkan struktur masa batuan yang seragam. Batuan beku basalt ini disusun oleh mineral primer dan sekunder. Mineral primer berupa plagioklas, piroksen, dan hornblen. Mineral sekunder berupa klorit, kalsit, dan kuarsa. Mineral sekunder ini mengindikasikan bahwa temperatur reservoir panas bumi di Kecamatan Alam Pauh Duo berkisar antara 120ºC-320ºC. Nilai estimasi ini berada dalam kisaran nilai estimasi temperatur reservoir yang diperoleh oleh PT. Supreme Energy yaitu 210ºC - 320ºC.Kata kunci: batuan beku basalt, petrografi, temperatur reservoir
Perbandingan Karakteristik Batuan Beku Erupsi Gunung Gamalama dan Gunung Talang Andreas, Alexandros; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.4.293-298.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik batuan erupsi Gunung Gamalama dan Gunung Talang yang meliputi struktur dan komposisi kedua batuan vulkanik tersebut. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah XRD (X-Ray Diffractometer) dan XRF (X-Ray Fluorescence). Hasil uji XRD menunjukan batuan Gunung Gamalama didominasi oleh albit dan berlinit sedangkan batuan Gunung Talang didominasi oleh kristobalit dan alunit. Hasil uji XRF menunjukan bahwa batuan Gunung Gamalama mengandung 58,485% silika dan dikelompokan sebagai batuan beku andesit dan diorit. Batuan Gunung Talang mengandung 75,438% silika dan dikelompokan sebagai batuan beku riolit. Berdasarkan kandungan SiO2 dan K2O batuan Gunung Gamalama dikelompokan sebagai andesit basal (K-sedang) dengan kedalaman magma pembentuk batuannya sekitar 106 km dan batuan Gunung Talang dikelompokan sebagai riolit (K-rendah) dengan kedalaman magma pembentuk batuannya sekitar 54 km. Batuan Gunung Gamalama memiliki sifat magnetik yang lebih kuat dari batuan Gunung Talang karena mengandung hematit (Fe2O3) sebesar 5,546% dan besi (Fe) sebesar 9,952%. Perbedaan warna (cerat) batuan Gunung Gamalama dan Gunung Talang dipengaruhi oleh kandungan magnesium (Mg) dan besi (Fe). Tingginya kandungan magnesium (Mg) dan besi (Fe) menunjukan batuan Gunung Gamalama tersusun oleh mineral yang bersifat lebih basa dari batuan Gunung Talang. Secara umum, batuan Gunung Gamalama bertipe andesit basaltik, sedangkan batuan Gunung Talang bertipe riolitik.Kata kunci: Gunung Gamalama, GunungTalang, silika, kedalaman magma
Hubungan Karakteristik Sinter Silika dan Temperatur Permukaan Mata Air Panas Dona, Rezi Marva; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.3.199-204.2016

Abstract

Telah dilakukan analisis hubungan karakteristik sinter silika terhadap temperatur permukaan mata air panas yang ada di Kabupaten Solok. Karakteristik tersebut meliputi kandungan mineral silika yang ada di dalam sampel sinter silika dan nilai resistivitas listrik sinter silika. Sampel sinter silika diambil dari tiga lokasi mata air panas di Kabupaten Solok, yaitu Bawah Kubang (APBK), Garara (APGR) dan Bukik Gadang (APBG). Kandungan mineral silika yang ada di dalam sampel diketahui melalui metode XRF (X-Ray Fluoresence), sedangkan nilai resistivitas listrik sinter silika didapatkan menggunakan metode probe dua elektroda. Temperatur permukaan masing-masing lokasi mata air panas adalah sebesar 38°C (APBK), 51°C (APGR) dan 48°C (APBG).  Kandungan silika pada sampel sinter silika dari ketiga mata air panas tersebut adalah 35,76% (APBK), 54,28% (APGR) dan 44,56% (APBG). Resistivitas listrik rata-rata sinter silika pada setiap lokasi adalah 13,18 ?m (APBK), 9,79 ?m dan 12,49 ?m. Semakin tinggi temperatur permukaan mata air panas maka persentase endapan mineral silika pada lokasi tersebut juga semakin tinggi, sedangkan nilai resistivitas silika jenuh air berbanding terbalik terhadap temperatur permukaan mata air panas.Kata kunci:  mata air panas, probe dua elektroda, resistivitas, sinter silika
Analisis Konduktivitas Termal dan Porositas Sinter Silika Sumber Mata Air Panas di Sapan Maluluang, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan Endovani, Ridhovi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.1.65-72.2016

Abstract

Telah dilakukan pengujian terhadap sinter silika yang berasal dari daerah sumber mata air panas di Sapan Maluluang, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi reservoir panas bumi yang akan dimanfaatkan sebagai energi geotermal. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kandungan, uji konduktivitas termal dan uji porositas pada 6 sampel sinter silika di sekitar sumber mata air panas. Pengujian kandungan pada dua sampel di titik 2 dan titik 4 yang dilakukan dengan meggunakan X-Ray Fluoresence (XRF) dengan hasil kandungan SiO2 sebesar 87,42% dan 89,33 %. Hal ini mengindikasikan bahwa daerah sumber mata air panas Sapan Maluluang didominasi oleh silika dan memiliki suhu reservoir panas bumi sekitar 175ºC. Konduktivitas termal sinter silika diuji dengan mengalirkan panas pada sinter silika yang diapit oleh dua plat besi, kemudian dicatat perubahan suhunya tiap menit selama 30 menit. Hasil pengujian menunjukkan nilai sinter silika yang tinggi dengan rata-rata konduktivitas termalnya 1170,37 W/mºC. Berdasarkan uji porositas dihasilkan bahwa sinter silika memiliki porositas rata-rata 11,68 %. Berdasarkan Badan Standarisasi Nasional kondisi ini memenuhi syarat porositas batuan reservoir yang dapat digunakan sebagai sumber energi geotermal.Kata kunci: sinter silika, energi geotermal, konduktivitas termal, porositas
Sintesis Aluminium Matrix Composites (AMC) Berpenguat Sinter Silika dengan Metode Powder Metallurgy Rhomar, Zeflianto; Putra, Ardian; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.101-106.2017

Abstract

Aluminium Matrix Composites (AMC) telah disintesis dari aluminium serbuk sebagai matriks dan sinter silika (berbentuk serbuk) sebagai pengisi yang berasal dari mata air panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat dengan menggunakan metode powder metallurgy. Sintesis dilakukan dengan cara mencampur aluminium dengan sinter silika, dilakukan  4 variasi massa, yaitu 80 g : 5 g ; 80 g 10 g ; 80 g : 15 g dan 80 g : 20 g dengan menggunakan media pelarut, yaitu metil alkohol. Campuran diaduk selama 210 menit dengan menggunakan hot plate magnetic stirrer, kemudian endapan yang tersisa dikeringkan dengan oven selama 60 menit  dengan temperatur 100oC. Endapan yang telah dikeringkan kemudian digerus sebanyak 0,5 g untuk masing-masing sampel dikompaksi sehingga berbentuk pelet. Pelet disintering dengan furnace selama 180 menit dengan temperatur 600oC. Pelet yang telah disintering diukur massa kering, diameter, tinggi dan massa basahnya setelah dicelupkan ke dalam air selama 12 menit kemudian dapat dihitung nilai densitas dan porositas setelah sintering dan porositasnya. Dari hasil perhitungan, densitas komposit setelah sintering cenderung memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan densitas komposit sebelum sintering. Berdasarkan perhitungan dan pengujian didapatkan persentase porositas dan kuat tekan, yaitu 40,72% dan 0,078 MPa untuk sampel 1, 39,12% dan 0,098 MPa untuk sampel 2, 39,51% dan 0,088 MPa untuk sampel 3 dan 44,45% dan 0,069 MPa untuk sampel 4. Berdasarkan hubungan kuat tekan dan porositas didapatkan hubungan ? = 0,8721e-5,757P  dimana 0,8721 MPa menyatakan kuat tekan komposit tanpa pori.        Kata kunci: AMC, densitas, pelet, porositas, powder metallurgy, sintering
Karakterisasi Sifat Magnetik Dan Sifat Listrik Endapan Sinter di Beberapa Sumber Mata Air Panas Sumatera Barat (Studi Kasus: Mata Air Panas Alam Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan, Sumani Kabupaten Solok dan Bonjol Kabupaten Pasaman Sumatera Barat) Salim, Afdal Fajri; Budiman, Arif; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.119-125.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sifat magnetik dan sifat listrik endapan sinter mata air panas dari mata air panas Sapan Malulung Kabupaten Solok Selatan, Sumani Kabupaten Solok dan Bonjol Kabupaten Pasaman.  Pengukuran resistivitas listrik dilakukan dengan metode dual probe electrode dan suseptibilitas magnetik dengan menggunakan metode anisotropy of magnetic susceptibility (AMS).  Nilai suseptibilitas magnetik yang didapatkan dari seluruh endapan sampel adalah 6 x 10-8 m3/kg ? 15 x 10-8 m3/kg.  Diperkirakan mineral magnetik yang berkontribusi di dalam nilai suseptibilitas magnetik adalah hematit. Rendahnya nilai suseptibilitas magnetik di dalam endapan sinter dikarenakan oleh jumlah mineral magnetik (hematit) yang terkandung di dalam endapan sinter. Nilai resistivitas listrik tidak jenuh air didapatkan pada kisaran 35,632 ?m dan 2509,569 ?m.  Besarnya rentang nilai resistivitas listrik yang didapatkan karena ketiadaan mineral konduktif di dalam endapan sinter. Nilai resistivitas listrik jenuh air didapatkan pada kisaran 6,829 ?m sampai 49,333 ?m.  Tingginya nilai resistivitas listrik ini dikarenakan terdapatnya material-material pengotor yang tidak berasal dari reservoir panas bumi. Nilai suseptibilitas magnetik endapan sampel pada ketiga lokasi meningkat terhadap penurunan temperatur permukaan atau bila menjauhi mata air panas, sedangkan resistivitas listrik memiliki bentuk perubahan yang acak terhadap penurunan temperatur.Kata kunci: endapan sinter mata air panas, resistivitas listrik, suseptibilitas magnetik, panas bumi
Pemanfaatan Batu Apung Sebagai Sumber Silika Dalam Pembuatan Zeolit Sintetis Mahaddilla, Febri Melta; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan sintesis hidrotermal zeolit dari batu apung dengan metoda pencampuran natrium silikat dan natrium aluminat. Natrium silikat dan natrium aluiminat dicampurkan dengan variasi rasio Si/Al (10:15 ml, 15:15 ml, 20:15 ml, 25:15 ml dan  30:15 ml). Natrium silikat diperoleh dengan pencampuran 10 g batu apung dan 40 g NaOH (natrium hidroksida) disertai pemanasan  pada suhu 350°C. Natrium aluminat diperoleh dengan pencampuran NaOH dan Al(OH)3. Hasil difraktometer sinar-X (XRD) pada zeolit dengan rasio 15:15 menunjukkan zeolit yang diperoleh adalah jenis zeolit A. Uji konduktivitas dengan menggunakan LCR-meter menghasilkan nilai konduktivitas yang tinggi untuk masing-masing sampel dengan rentang nilai  0,375 mS/m hingga 0,404 mS/m. Nilai konduktivitas yang besar ini dapat dimanfaatkan sebagai penukar ion dan penyaring molekul.
ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM, KONDUKTIVITAS, TDS DAN TSS Putra, Daud Satria; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.3.2.96-101.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi limbah effluent dan limbah olahan terhadap air hulu sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas air berdasarkan pengujian TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), konduktivitas, dan kandungan logam.  Variasi volume limbah effluent dan limbah olahan yaitu 20 mL. 40 mL, 60 mL, 80 mL, dan 100 mL terhadap 1000 mL air hulu sungai. Pada pengujian terhadap pencampuran volume limbah effluent 2 % terhadap volume air hulu menghasilkan nilai TSS dan TDS berturut-turut 5473 mg/L dan 16651 mg/L, konduktivitas 163,43 µS dan konsentrasi logam Al, Cu dan Fe berturut-turut 0,714 mg/L, 0,382 mg/L dan 0,682 mg/L, nilai dari semua parameter ini masih menjauhi baku mutu sehingga diperlukan pengolahan limbah effluent sebelum jadi air buangan. Berdasarkan nilai TSS dan TDS dari hasil pencampuran limbah olahan terhadap air hulu dan nilai air hilir, batas buangan limbah yang dihasilkan antara 4 % - 6 % limbah olahan terhadap air hulu sedangkan dari pengujian konduktivitas, batas buangan limbah yang dihasilkan lebih besar dari 10 % limbah olahan terhadap air hulu. Pada pengujian kandungan logam dibuktikan bahwa limbah cair kelapa sawit kandungan logam Al, Cu dan Fe. Konsentrasi logam Al limbah effluent sebesar 6,786 mg/L, konsentrasi logam Cu limbah effluent sebesar 4,823 mg/L, dan konsentrasi logam Fe limbah effluent sebesar 4,864 mg/L.Kata Kunci : kandungan logam, konduktivitas, limbah cair kelapa sawit, TDS, TSS AbstractThis study is concerning inthe enviromental effect of variation of pure waste and processed sewage to upstream water. The purpose of this study was to determine the water quality based on TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid), conductivity, and metal contents. Variations in the volume of waste pure and processed waste is 20 mL, 40 mL, 60 mL, 80 mL, and 100mL to 1000 mL of upstream water. Testing of mixing pure waste volume 2% of upstream water volume obtain result of TSS and TDS respectively 5473 mg/L, and 16651 mg/L, 163,43 µS conductivity, metal concentration of Al, Cu, and Fe respectively 0,714 mg/L, 0,382 mg/L and 0,682 mg/L, the value of all these parameters is still away from the quality standard so needs a treatment before it becomes waste water. Based on TSS and TDS values result by mixing of processed waste upstream water and downstream water, the result of waste disposal limits between 4% - 6% toward upper course,meanwhile at the conductivity test, the result of waste disposal limits was 10 % higher toward upper course. The concentration of Al pure waste 6,786 mg/L, the concentration of Cu pure waste of 4.823 mg/L, and the concentration of Fe pure waste of4.864mg/L.Keyword : conductivity, metal contents, palm oil liquid waste, TDS, TSS