Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN DOPAN TA2O5 PADA BAHAN PIEZOELEKTRIK RAMAH LINGKUNGAN (K0,5NA0,5)0,96LI0,04NO3 DENGAN MENGGUNAKAN SINTESIS METODE MOLTEN SALT -, Awaluddin; Mahyudin, Alimin; Ahda, Syahfandi
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan bahan dopan Ta2O5 pada bahan piezoelektrik ramah lingkungan (K0,5Na0,5)0,96Li0,04NbO3(KNLN)dengan metode sintesis  molten salt.  Dalam penelitian ini  dilakukan variasi persentase mol bahan dopan Ta2O5  sebesar 3%, 7%, 10% dan 12%. Sintesis dilakukan dengan parameter penggerusan selama 4 jam, kalsinasi pada suhu 2500C selama 1 jam, dan sintering pada suhu 9200C selama 4 jam. Berdasarkan analisis XRD dapat diidentifikasi bahwa struktur bahan piezoelektrik KNLNT (KNLN + dopan) pada penambahan 3% dan 7% cenderung ortorhombik, sedangkan pada penambahan 10% dan 12% cenderung tetragonal. Pada penambahan 7% mol Ta2O5 terjadinya penurunan nilai c/a yang tajam. Hal ini menunjukkan bahwa pada rentang komposisi inilah daerah motphotropic phase boundary berada.  Hasil SEM menunjukkan pada penambahan dopan 3% ukuran partikel adalah 0,0884-0,7869 ?m dan penambahan dopan 12% terjadi lonjakan tajam ukuran partikel yaitu sebesar 0,1563-1,5793 ?m.AbstractResearch on the effect of the addition of dopant materials Ta2O5 on environmentally friendly piezoelectric materials (K0,5Na0,5)0,96Li0,04NbO3(KNLN) with molten salt synthesis method has been conducted. In this study, the mole percentage dopant materials varied by 3%, 7%, 10% and 12%. Synthesis was conducted with parameters: grinding for 4 hours, temperature calcination at 2500Cfor 1 hour, and sintering at a temperature of 9200C for 4 hours. Based on XRD analysis, it can be identified that the structure of the piezoelectric material KNLNT (KNLN + dopant) on the addition of 3% and 7% tend orthorhombic, while the addition of 10% and 12% tend to tetragonal. In addition of 7 % mol of Ta2O5, the c/a value decrese sharply. This value indicates that motphotropic phase boundary is located in this composition range. The SEM results show that at addition of 3% dopants the particle size is from 0.0884 to 0.7869 ?m and at addition of 12% dopant the particle size increase sharply that  to 0.15623 until 1.5793 ?m. 
Pengaruh Persentase Serat Sabut Kelapa dan Foam Agent Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Fatmi, Riefli; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.4.324-330.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh persentase serat sabut kelapa dan foam agent terhadap sifat fisik dan mekanik papan beton. Variasi persentase serat 0%, 0,3%, 0,6%, 0,9% dan 1,2% menggunakan metode penyusunan serat secara acak. Sifat fisik dan mekanik yang diujikan meliputi densitas, daya serap air, porositas , kuat tekan dan kuat lentur. Penambahan serat sabut kelapa dan foam agent dapat membuat  papan beton menjadi lebih ringan dibandingkan dengan papan GRC yang beredar di pasaran.  Dari hasil pengujian didapatkan nilai densitas yang terendah diperoleh pada persentase serat sabut kelapa 0,9 %. Penambahan 0,9% serat sabut kelapa dan 0,6% foam agent  merupakan persentase optimum dalam pembuatan  papan beton.  Nilai densitas papan beton sudah memenuhi standar SNI 03-2105-2006 dan  nilai kuat tekan serta kuat lentur sudah memenuhi standar SNI 03-3449-2002.Kata kunci:  foam agent, kuat lentur, kuat tekan, serat sabut kelapa
Pengaruh Persentase Serat Sabut Pinang terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Resin Epoksi Winda, Ira Febri; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.1.50-55.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh persentase serat sabut pinang dan resin epoksi terhadap sifat fisik dan mekanik papan beton. Papan beton dibuat dengan variasi sampel serat sabut pinang yaitu 0%; 0,2%; 0,4%; 0,6%; 0,8% terhadap volume cetakan. Sifat fisik dan mekanik yang diuji meliputi densitas, porositas, daya serap air dan kuat tekan  dengan sampel berukuran 5 x 5 x 1 cm, sedangkan kuat lentur dengan sampel berukuran 20 x 5 x 1 cm. Kuat tekan dan kuat lentur diuji menggunakan universal testing machine (UTM) sedangkan densitas, porositas dan daya serap air dikarakterisasi menggunakan neraca digital.  Nilai kuat tekan dan kuat lentur paling tinggi didapat pada persentase serat 0,6%. Densitas yang paling rendah terdapat pada persentase serat 0,8%, sedangkan daya serap air paling tinggi terdapat pada persentase serat 0,8%. Berdasarkan hasil penelitian kuat tekan sudah mendekati standar SNI-03-3449-2002, kuat lentur sudah memenuhi standar SNI 03-3449-2002, densitas sudah memenuhi standar ISO 8335-1987, sedangkan daya serap air dan porositas belum memenuhi standar SNI 03-2105-2006.Kata kunci : papan beton, resin epoksi, kuat tekan, kuat lentur, densitas dan daya serap air.
PENGARUH KOMPOSISI POLIPROPILENA DENGAN PATI TALAS TERHADAP SIFAT MEKANIK POLYMER BLEND BERPENGUAT SERAT PINANG Dhia, Husna; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.38-44.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh komposisi polipropilena dengan pati talas terhadap sifat mekanik polymer blend berpenguat serat pinang. Variasi komposisi polipropilena dengan pati talas yang digunakan adalah 4,5:0,5; 4,0:1,0; dan 3,5:1,5, dengan fraksi volume serat yaitu 5%. Panjang serat pinang yang digunakan 3 mm. Sifat mekanik yang diujikan meliputi kuat tarik, regangan, modulus elastisitas, kuat impak, dan uji biodegradabel. Sifat fisika yang diuji yaitu morfologi permukaan dengan menggunakan SEM. Penelitian ini menggunakan metode hand lay-up, yaitu dengan mecampurkan antara polipropilena, pati talas dan serat pinang secara manual. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nilai kuat tarik tertinggi pada komposisi polipropilena dengan pati talas 4,0:1,0 yaitu 14,00 MPa. Nilai regangan tertinggi ditemukan pada komposisi polipropilena dengan pati talas 3,5:1,5 yaitu 1,27 %. Nilai kuat impak tertinggi pada polipropilena dengan pati talas 4,5:0,5 yaitu 0,048 J/mm2. Nilai modulus elastisitas tertinggi ditemukan pada komposisi polipropilena dengan pati talas 4,0:1,0 yaitu 1312,5 MPa. Nilai uji biodegradabel rata-rata yaitu 0,03574% per hari. Terbentuknya void dan distribusi pati talas serta serat pinang dapat dilihat pada uji SEM. Distribusi pati talas dan serat pinang yang tidak merata karena metode pencampuran yang digunakan kurang sempurna. Namun semua hasil kuat impak telah memenuhi standar dashboard mobil dengan jenis bahan ABS High Impact. The research on the effect of the composition of polypropylene with taro starch on mechanical properties polymer blend with nut fiber reinforcement has been conducted. The variation of polypropylene and taro starch composition used is 4.5: 0.5; 4.0: 1,0; and 3.5: 1.5, with a fiber volume fraction of 5% and a fiber length of 3 mm. Mechanical properties tested include tensile strength, strain, modulus of elasticity, impact strength, and biodegradable test. Physical properties tested were surface morphology using SEM. This research uses a method hand lay-up, it mixes between the polypropylene, taro starch and areca nut fiber manually. Based on the test results obtained the highest tensile strength value in the composition of polypropylene with taro starch 4.0: 1.0 which is 14.00 MPa. The highest strain value was found in the composition of polypropylene with taro starch 3.5: 1.5 which is 1.27%. The highest impact strength value in comparison polypropylene with starch taro 4.5: 0.5 ie 0.048 J / mm2.The highest elastic modulus value was found in the composition of polypropylene with taro starch 4.0: 1.0 which is 1312.5 MPa. The average biodegradable test value is 0.03574% per day. The formation of voids and distribution of taro starch and areca fiber can be seen in the SEM test.
Analisis Pengaruh Persentase Volume Serat Eceng Gondok dan Serat Pinang Terhadap Sifat Mekanik dan Biodegradasi Komposit Hibrid Matrik Epoksi Putri, Lovely Dwina; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.3.288-294.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh persentase volume serat eceng gondok dan serat pinang terhadap sifat mekanik dan biodegradasi komposit hibrid matrik epoksi. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian meliputi uji kuat tarik, regangan, modulus elastisitas, kuat impak, dan uji biodegradasi. Serat pinang dan serat eceng gondok yang digunakan memiliki panjang 3 mm dengan variasi persentase volume 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Dari hasil pengujian didapatkan nilai kuat tarik terbesar pada volume serat 10% yaitu 27,27 MPa. Nilai kuat tarik komposit mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya volume serat. Modulus elastisitas tertinggi pada volume serat 0% sebesar 343,1 MPa. Nilai kuat impak tertinggi pada volume serat 40% sebesar 0,0161 J/mm2. Nilai kuat impak komposit dipengaruhi oleh volume serat yang diberikan, nilai kuat impak meningkat seiring dengan bertambahnya volume serat. Nilai biodegradasi tertinggi pada volume serat 40% sebesar 0,0102%. Nilai biodegradasi komposit sangat dipengaruhi oleh volume serat yang diberikan, semakin banyak serat yang digunakan maka semakin besar nilai biodegradasi yang diperoleh.Kata kunci: serat pinang, serat eceng gondok, epoksi, komposit hibrid, biodegradasi.
ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI SERAT PINANG DAN SERAT ECENG GONDOK TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT HIBRID POLIPROPILENA DENGAN PATI TALAS Yoniza, Yuliana; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.24-30.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh komposisi serat pinang dan eceng gondok terhadap sifat mekanik komposit hibrid polipropilena dengan pati talas. Komposisi serat pinang dan eceng gondok divariasikan dengan perbandingan persen volume yaitu 1,25%: 3,75%, 2,5%: 2,5%, 3,75%: 1,25% dengan panjang serat 3 mm. Sifat mekanik yang diujikan meliputi kuat tarik, regangan, modulus elastisitas, kuat impak dan uji biodegradabel. Sifat fisika yang diuji yaitu morfologi permukaan dengan menggunakan SEM. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nilai kuat tarik tertinggipada perbandingan 1,25%: 3,75% yaitu 14,33 MPa. Nilai kuat impak tertinggi ditemukan pada sampel dengan perbandingan 2,5%: 2,5% yaitu 0,041 J/mm2. Nilai regangan tertinggi didapatkan pada perbandingan 3,75%: 1,25% sebesar 1,27%. Pada uji biodegradabel didapatkan hasil sebesar 0,021%/hari. Pada penelitian ini masih terdapat rongga dan juga pati talas dan polipropilenanya tidak tercampur sempurna karena masih ditemukan gumpalan-gumpalan pati talas. Hal ini didapatkan dari hasil analisis morfologi struktur patahan uji tarik menggunakan SEM. A Research on the effect of areca nut and water hyacinth composition on the mechanical properties of polypropylene hybrid composites with taro starch has been conducted. The composition of areca nut and water hyacinth fiber is varied with a volume percent ratio of 1.25%: 3.75%, 2.5%: 2.5%, 3.75%: 1.25% with a fiber length of 3 mm. Mechanical properties tested include tensile strength, stretch, modulus of elasticity, impact strength and biodegradable test. Physical properties tested were surface morphology using SEM. Based on the test results obtained the highest value of tensile strength at a ratio of 1.25%: 3.75% ie 14.33 MPa. The highest impact strength value was found in samples with a ratio of 2.5%: 2.5% ie 0.041 J/mm2.  The highest strain value obtained at a ratio of 3.75%: 1.25% of 1.27%. In the biodegradable test results obtained by 0.021%/days. In this researchthere were still voids, taro starch and polypropylene in the samples was not completely mixed because there were still lumps of taro starch. This was obtained from the morphological analysis of the tensile test fault structure using SEM. The impact strength value of this research meets the car dashboard standards.
Analisis Sifat Fisis dan Ketahanan Atas Natrium Sulfat Paving Block dengan Variasi Serbuk Cangkang Langkitang (Faunus ater) dan Penambahan Serat Ijuk (Arrenge pinnata) Dewi, Mutia Sukma; mahyudin, alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.4.339-345.2018

Abstract

Telah dilakukan analisis sifat fisis dan ketahanan terhadap natrium sulfat paving block dengan variasi serbuk cangkang langkitang dan penambahan serat ijuk. Persentase serbuk cangkang langkitang  yang digunakan dalam agregat halus yaitu 0%,10%, dan 20%. Persentase serat  yang digunakan sebagai bahan tambahan sebesar  0%, 1%, 3%, dan 4% dengan penyusunan serat secara acak (randomly oriented). Pengujian yang dilakukan yaitu uji sifat fisis berupa kuat tekan, kuat lentur, daya serap air dan pengujian ketahanan terhadap natrium sulfat. Pengujian dilakukan setelah paving  block berumur  28 hari. Kuat tekan dan kuat lentur diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM) PP 24-1283. Kuat tekan tertinggi sebesar 18,500 kN diperoleh pada paving block dengan persentase serbuk cangkang langkitang 20% dan serat ijuk 10%. Kuat lentur tertinggi diperoleh pada sampel dengan persentase serbuk cangkang langkitang 10% dan ijuk 1% dan 3% dan serbuk cangkang 20% serat ijuk 4%. Daya serap air rerata terendah sebesar 0,0033% dengan persentase serbuk cangkang langkitang 0% dan serat ijuk 3%. Kehilangan massa terbesar paving block setelah direndam menggunakan natrium sulfat terjadi pada persentase serbuk cangkang langkitang 20%. Penggunaan serbuk cangkang langkitang sebagai agregat pengganti pasir menyebabkan penurunan kuat tekan paving block,  namun ketika serbuk cangkang langkitang digunakan sebagai agregat tambahan mampu meningkatkan kuat tekan paving block. Berdasarkan kuat tekannya rata-rata paving block yang  dibuat memenuhi standar mutu C hingga mutu B SNI 3-0691-1996.Kata kunci: paving block, cangkang langkitang, serat ijuk, kuat tekan, kuat lentur, uji natrium sulfat, daya serap.
Analisis Sifat Fisis dan Mekanik Papan Komposit Gipsum Serat Ijuk dengan Penambahan Boraks (Dinatrium Tetraborat Decahydrate) Trisna, Hilda; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 1, No 1: Oktober 2012
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.1.1.%p.2012

Abstract

Penelitian mengenai sifat fisis dan mekanik papan gipsum dengan penambahan serat ijuk (arrenge pinnata) dan boraks (dinatrium tetraborat decahydrate) telah dilakukan.  Metode penyusunan serat yang digunakan yaitu 1 lapis secara teratur yang diletakkan di antara matriks, dengan variasi persentase serat 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%, dan 2,5% terhadap massa tepung gipsum, sedangkan kadar boraks yang digunakan yaitu 0,5% terhadap massa total adonan.  Dari hasil pengujian diperoleh, nilai optimum daya serap air diperoleh pada papan dengan persentase serat 2,5% yaitu sebesar 24,32%, sedangkan nilai densitas optimum diperoleh pada papan dengan persentase serat 1,0% yaitu sebesar 1,4 g/cm3.  Kuat tekan optimum diperoleh pada papan dengan persentase serat 1,0%, yakni sebesar 133,95 kg/cm2, sedangkan nilai kuat lentur optimum terdapat pada papan dengan persentase serat 2,0% yaitu 45,38 kg/cm2.  Nilai daya serap air dan kuat tekan telah memenuhi standar mutu papan, sedangkan densitas dan kuat lentur belum memenuhi standar.
Pengaruh Persentase Serat Pinang terhadap Sifat Mekanik dan Biodegradabilitas Komposit Polipropilena dengan Penambahan Pati Pisang Artika, Mila Putri; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.2.158-163.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh persentase serat pinang terhadap sifat mekanik dan biodegradabilitas komposit polimer dengan penambahan pati pisang. Metode yang digunakan pada penelitian ini metode blend dan hand lay-up. Variasi Persentase serat 0%, 3%, 5%, 7%, dan 9%. Panjang serat yaitu 3,5 mm. Nilai kuat tarik tertinggi pada sampel dengan  persentase  serat 3 % yaitu 20,69 MPa. Modulus elastisitas tertinggi diperoleh pada persentase serat 5 % yaitu 489,93 MPa. Nilai regangan dan kuat impak tertinggi pada persentase serat 9% dan 7%  yaitu 5,6 % dan 0,072 J/mm2. Nilai biodegradabilitas rata-rata sebesar 0,0028%. Semakin banyak serat maka komposit makin mudah terbiodegradasi. Pada uji mekanik belum didapat persentase serat optimum karena setiap pengujian diperoleh nilai optimum berbeda. Pada uji spektrum FTIR diperoleh informasi terbentuknya ikatan baru. Dari penelitian diperoleh bahwa nilai fraksi volume kritis  terdapat pada persentase 5% dan 7%.Kata kunci: serat pinang, polipropilena, pati pisang, kuat tarik, kuat impak, biodegradasi.
Pengaruh Penambahan Sekam Padi dengan Tambahan Serat Pinang Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Ringan Anggraini, Ressi; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.1.34-40.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan sekam padi dengan tambahan serat pinang terhadap sifat fisik dan mekanik papan beton ringan. Penambahan sekam padi yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, 30% dan 40%. Pengujian sifat fisik dan mekanik yang diuji meliputi densitas, porositas, daya serap air dan kuat tekan dengan ukuran sampel 5 cm x 5 cm x 1 cm, sedangkan kuat lentur dengan ukuran sampel 20 cm x 5 cm x 1 cm. Nilai densitas minimum yaitu 1,48 g/cm3 terdapat pada penambahan sekam padi 40%. Daya serap air mengalami kenaikan dengan bertambahnya sekam padi pada persentase 40% yaitu 15,84%. Nilai porositas semakin naik seiring bertambahnya persentase sekam padi, dimana nilai maksimum terdapat pada persentase 40% yaitu 23,78%. Kuat tekan maksimum yaitu 56,33 kg/cm2 pada persentase sekam padi 10% dan hampir mendekati SNI 03-3449-2002, sedangkan untuk nilai kuat lentur maksimum yaitu 38,83 kg/cm2 pada persentase 10%. Hasil pengujian menyatakan papan beton ringan dengan variasi sekam padi telah memenuhi SNI 03-3449-2002 dengan nilai densitas <1,90 g/cm3.Kata kunci: papan beton, kuat tekan, kuat lentur, densitas, daya serap air dan porositas