Articles

Uptake Radiofarmaka Tc99m MDP pada Daerah Panggul dan Kepala dalam Menentukan Metastasis Tulang Pasien Kanker Prostat Indriani, Widia; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.1.24-28.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai uptake radiofarmaka Tc99m MDP pada daerah panggul dan kepala dalam menentukan metastasis tulang pasien kanker prostat. Sampel terdiri dari 20 orang pasien kanker prostat yang melakukan pemeriksaan sidik tulang menggunakan kamera gamma dan radiofarmaka Tc99m MDP secara in vivo. Citra sidik tulang diolah menggunakan teknik ROI dan Statistika 10. Hasil prosentase uptake diperoleh bahwa semua pasien memiliki metastasis pada daerah panggul, dan 3 orang pasien tidak memiliki metastasis pada daerah kepala. Prosentase uptake tertinggi pada daerah panggul 11,26% dan kepala 4,37%. Kata kunci: radiofarmaka Tc99m MDP, kanker prostat, uptake.
Analisis Nilai Noise dari Citra Pesawat CT-Scan pada Beberapa Rekonstruksi Kernel dengan Variasi Slice Thickness Almuslimiati, Almuslimiati; Milvita, Dian; Prasetio, Heru
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.1.57-63.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis nilai noise dari citra pesawat CT-Scan pada beberaparekonstruksi kernel dengan variasi slice thickness. Penelitian dilakukan dengan menggunakan fantom sebagai bahan pengganti pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan rekonstruksi kernel terhadap nilai noise. Nilai noise ysng didapatkan dibandingkan dengan batas toleransi yang diizinkan oleh BAPETEN. Slice thickness terbaik akan ditentukan dari masing-masing rekonstruksi yang digunakan. Penelitian dilakukan pada arus 250 mAs dan tegangan 120 kV dengan menggunakan rekonstruksi kernel standar, lung, soft, edge, bone dan chest serta variasi slice thickness dari 1 mm ? 10 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan rekonstruksi kernel yang digunakan memberikan pengaruh berupa peningkatan nilai noise. Nilai noise yang didapatkan masih dalam batas toleransi yang diizinkan oleh BAPETEN. Slice thickness yang paling baik adalah dengan ketebalan 6 mm, karena pada ketebalan ini dihasilkan nilai noise yang paling sedikit. Penggunaan slice thickness yang tidak terlalu tebal akan membuat citra menghasilkan detail-detail gambar yang tinggi dan sebaliknya, untuk itu perlu adanya optimasi penggunaan slice thickness agar bagian tubuh yang menjadi objek pemeriksaan dapat didiagnosis dengan baik.Kata kunci : fantom, noise, rekonstruksi kernel, slice thickness
Analisis Radiofarmaka Tc99m MDP pada Pasien Kanker Payudara di Daerah Tulang Lutut dan Panggul Fenta, Ira; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.132-138.2017

Abstract

Telah dilakukan analisis radiofarmaka Tc99m MDP pada 25 orang pasien kanker payudara yang melakukan bone scan di daerah tulang lutut dan panggul menggunakan kamera gamma. Data diolah menggunakan teknik ROI dan Statistika 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tulang yang tidak terdapat metastasis: akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 0,301 mCi, pada lutut kiri 0,297 mCi, pada panggul anterior 2,118 mCi, dan pada panggul posterior 1,914 mCi; bioditribusi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 11,130 MBq, pada lutut kiri 10,974 MBq, pada panggul anterior 78,365 MBq, dan pada panggul posterior 70,815 MBq; presentase uptake radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 2,005 %, pada lutut kiri 1,977 %, pada panggul anterior 14,120 %, dan pada panggul posterior 12,759 %. Untuk tulang yang terdapat metastasis akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 0,283 mCi, pada lutut kiri 0,303 mCi, pada panggul anterior 1,666 mCi, dan pada panggul posterior 1,665 mCi; bioditribusi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 11,472 MBq, pada lutut kiri 11,210 MBq, pada panggul anterior 61,639 MBq, dan pada panggul posterior 83,746 MBq; presentase uptake radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 1,887 %, pada lutut kiri 2,020 %, pada panggul anterior 11,106 %, dan pada panggul posterior 11,102 %. Nilai akumulasi, biodistribusi, dan presentase uptake tertinggi terdapat pada panggul anterior. Secara umum nilai-nilai ketiga parameter lebih tinggi pada pasien yang didiagnosis suspect atau menderita metastasis daripada yang tidak terdapat metastasis.Kata kunci :akumulasi, biodistribusi, kanker payudara,radiofarmaka Tc99m MDP,uptake.
ANALISIS DOSIS RADIASI TERHADAP RADIOTERAPIS MENGGUNAKAN POCKET DOSEMETER, TLD BADGE DAN TLD-100 DI INSTALASI RADIOTERAPI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG STUDI KASUS (MEI – OKTOBER) 2014 Utari, Milda; Milvita, Dian; Nuraeni, Nunung; Yuliati, Helfi
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 4: Oktober 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.3.4.262-268.2014

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang analisis dosis radiasi terhadap radioterapis menggunakan pocket dosemeter,        Thermoluminisence Dosemeter (TLD) badge, dan Thermoluminisence Dosemeter-100                     (TLD-100) telah dilakukan di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dosis radiasi, menganalisis dosis radiasi berdasarkan NBD yang ditetapkan Peraturan BAPETEN Nomor 3 Tahun 2013, dan memperkirakan efek radiasi terhadap radioterapis.  Pengambilan data dilakukan pada tiga orang radioterapis dengan 4 titik pengukuran.  Pocket dosemeter diproyeksikan pada organ gonad, TLD badge pada organ dada, dan TLD-100 pada keempat titik pengukuran yang meliputi organ mata, thyroid, dada dan gonad.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis radiasi rata-rata yang diterima radioterapis menggunakan pocket dosemeter adalah sebesar 0,005 mSv per hari, dan menggunakan TLD badge sebesar 0,014 mSv per hari.  Pada TLD-100, interval dosis radiasi terhadap radioterapis berkisar antara 0,000004 mSv sampai 0,00095 mSv per hari.  Dosis radiasi tersebut masih berada di bawah NBD yang ditetapkan Peraturan BAPETEN Nomor 3 Tahun 2013, yaitu 20 mSv per tahun.  Berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan, dapat diperkirakan akan terjadinya efek stokastik pada radioterapis.Kata kunci : pocket dosemeter, TLD badge, TLD-100, NBD, efek stokastikABSTRACTThe research about radiation dose analysis of radiotherapist using pocket dosemeter, Thermoluminisence Dosemeter (TLD) badge and Thermoluminisence Dosemeter-100 (TLD-100) has been done in Radiotherapy Installation of Dr. M. Djamil Padang Public Hospital.  This research purpose to measure the radiation dose, to analyze the radiation dose based on BAPETEN rules number 3 on 2013, and to estimate the radiation effect on the radiotherapist.  The data have been taken from three radiotherapists on 4 points measurement.  Pocket dosemeter projected on gonad organ, TLD badge on chest organ, and TLD-100 on four points measurement covering the eyes, thyroid, chest and gonad organ.  The result of this research showed that the average radiation dose received by the radiotherapist using pocket dosimeter is 0,005 mSv per day, and TLD badge is 0,014 mSv per day.  In TLD-100, the radiotherapist?s radiation dose interval are from 0,000004 mSv to 0,00095 mSv per day.  The radiation dose is less than the NBD of BAPETEN rules number 3 on 2013, namely 20 mSv per year.  Based on measurements that have been done, it can be expected the occurrence of stochastic effects on the radiotherapist.Keywords : pocket dosemeter, TLD badge, TLD-100, NBD, stochastic effect
PEMETAAN LAJU DOSIS RADIASI MENGGUNAKAN TLD-100 DENGAN SUMBER RADIASI COBALT-60 DI INSTALASI RADIOTERAPI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Arifin, Suryawati; Milvita, Dian; Nuraeni, Nunung; Yuliati, Helfi
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang pemetaan laju dosis radiasi menggunakan Thermoluminisence Dosemeter-100 (TLD-100) dengan sumber radiasi Cobalt-60 telah dilakukan di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis laju dosis radiasi dan memperkirakan efek dosis radiasi. Pengambilan data dilakukan pada 14 titik pengukuran. TLD-100 dipasang di dalam dan luar ruang penyinaran serta di ruang kerja instalasi radioterapi selama 1 bulan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa laju dosis radiasi di instalasi radioterapi berkisar antara 0,21 ? 1.839,26 mSv per tahun.Laju dosis radiasi di luar ruang penyinaran berkisar antara 0,21 ? 1,20 mSv per tahun. Laju dosis radiasi ini masih berada di bawah batas ambang efek deterministik. Efek radiasi yang diterima pekerja dan masyarakat adalah efek stokastik.Kata kunci : radioterapi, TLD-100, efek stokastik AbstractThe mapping of radiation dose rates using thermoluminescence dosimetre-100 (TLD-100) with Cobalt-60 radiation sources has been done at the Radiotherapy Installation Dr. M. Djamil Hospital Padang. This research purpose is to measure and analyze the radiation dose rate and to estimate the radiation dose effect. The data collected at 14 measuring points. TLD-100 were placed inside and outside the radiation room as well as at the radiotherapy installation workroom during  1 month. The results showed the radiation dose rate ranged from 0.21 to 1839.26 mSv per year. The radiation dose rate outside the radiation room ranged from 0.21 to 1.20 mSv per year. This radiation dose rate remained under the threshold dose of deterministic effects. The radiation effects accepted by workers and the public are stochastic effects. Keywords : radiotherapy, TLD-100,stochastic effects
Uji Kesesuaian Pesawat CT – Scan 64 Slice Merek Philips di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas Padang Menggunakan Detektor Unfors Raysafe X2 Khairunnisak, Khairunnisak; Milvita, Dian; Sandy, Kri Yudi Pati
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.4.355-361.2017

Abstract

Telah dilakukan uji kesesuaian pesawat CT-Scan 64 slice merek Philips menggunakan detektor unfors raysafe X2 di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas.  Jenis pengujian yang dilakukan diantaranya, uji akurasi tegangan, uji liniearitas keluaran radiasi, uji indeks dosis CT (CTDI), uji posisi meja pemeriksaan dan uji kesesuaian laser penanda. Hasil yang didapatkan yaitu akurasi tegangan memiliki rata-rata % error sebesar 0,86%; liniearitas keluaran radiasi memiliki CL (Coefisient of Linearity) sebesar 0,010; indeks dosis CT (CTDI) dengan rata-rata CTDI100 sebesar 15,0536; ?z posisi meja pemeriksaan sebesar 0; uji laser penanda ?laser  ? tebal slice minimum yaitu 0,5 mm. Pesawat        CT?Scan 64 slice merek Philips dalam kondisi andal menurut Paraturan BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011.Kata kunci : pesawat CT-Scan, uji kesesuaian, unfors raysafe x2
ANALISIS DOSIS RADIASI PARU-PARU PASIEN KANKER PAYUDARA DENGAN TEKNIK THREE DIMENSIONAL CONFORMAL RADIATION THERAPY (3D-CRT) BERDASARKAN GRAFIK DOSE VOLUME HISTOGRAM (DVH) Febrietri, Ovia; Milvita, Dian; Diyona, Fiqi
Jurnal Fisika Unand Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.110-117.2020

Abstract

Telah dilakukan analisis dosis radiasi pada paru-paru enam orang pasien kanker payudara yang mendapat terapi radiasi sinar-X 6 MV dengan teknik penyinaran Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT). Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi asas optimasi dan limitasi dalam proteksi radiasi dengan mengevaluasi dosis radiasi yang diterima target kanker berdasarkan ICRU Report 62, dan dosis yang diterima paru-paru pasien kanker payudara berdasarkan QUANTEC, serta mengetahui efek yang ditimbulkan pasca terapi. Pengambilan data dilakukan pada hasil kurva Dose Volume Histogram (DVH) yang didapatkan dari perencanaan penyinaran oleh dokter dan fisikawan medis di Rumah Sakit Universitas Andalas. Hasil penelitian yang didapatkan pengobatan pasien memenuhi asas optimasi karena mendapatkan dosis radiasi yang maksimal pada daerah target kanker. Nilai dosis radiasi yang diterima paru-paru pada tiga orang pasien tidak memenuhi asas limitasi karena melebihi aturan yang ditetapkan oleh QUANTEC, dan salah satu dari pasien mengalami pneumonitis. Hasil evaluasi dosis radiasi pada Planning Target Volume (PTV) dan paru-paru yaitu dosis radiasi yang diterima paru-paru pasien melebihi aturan QUANTEC dan menjadi salah satu risiko terjadinya pneumonitis. Radiation doses in the lungs of six breast cancer patients who received 6-MV X-ray radiation therapy with the Three Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) radiation technique has been analysed. This study aims to fulfill the principles of optimization and limitation in radiation protection by evaluating the radiation dose received by the cancer target based on ICRU Report 62, and the dose received by the breast cancer patient's lungs based on QUANTEC, as well as knowing the effects caused post-therapy. Data collection was performed on the results of the Dose Volume Histogram (DVH) curve obtained from radiation planning by doctors and medical physicists at Andalas University Hospital. The results of the study found that the treatment of patients fulfills the principle of optimization because they get the maximum radiation dose in the cancer target area. The value of the radiation dose received by the lungs in three patients did not meet the limitation principle because it exceeded the rules set by QUANTEC, and one of the patients had pneumonitis. The results of the radiation doses on the Planning Target Volume (PTV) and lungs, is the radiation dose received by the patient's lungs exceeds the QUANTEC rule and increases the risks of pneumonitis.
Analisis Hasil Pengukuran Tissue Maximum Ratio (TMR) terhadap Variasi Kedalaman Target dan Luas Lapangan Penyinaran Menggunakan Pesawat LINAC Tipe Clinac-CX Alvionita, Vinny; Milvita, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.97-101.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman target dan luas lapangan penyinaran terhadap penerimaan dosis radiasi pada fantom menggunakan pesawat terapi Linear Accelerator (LINAC) tipe Clinac CX. Penelitian dilakukan dengan variasi kedalaman (0-30) cm dengan interval 1 cm dan 18 variasi luas lapangan penyinaran dimulai dari (5x5) cm2 hingga (39x39) cm2 dengan interval 2 cm. Variasi kedalaman dan luas lapangan dilakukan untuk mendapatkan nilai Tissue Maximum Ratio (TMR). TMR merupakan rasio dosis radiasi di kedalaman tertentu terhadap dosis radiasi di kedalaman maksimum. Pada penelitian ini digunakan berkas energi foton sebesar 6 MV dan 10 MV, dengan teknik penyinaran Source Surface Distance (SSD). Penelitian ini dilakukan di dalam fantom air sebagai pengganti pasien menggunakan detektor ionisasi chamber. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa semakin besar kedalaman target maka semakin besar pula nilai TMR yang diterima fantom hingga mencapai kedalaman maksimum (zmaks). Setelah melewati kedalaman maksimum (zmaks) nilai TMR yang didapatkan cenderung menurun. Selanjutnya semakin bertambah luas lapangan penyinaran maka semakin bertambah nilai TMR yang didapatkan. Nilai zmaks yang didapatkan untuk berkas foton berenergi 6 MV berkisar (1,35 ? 1,75) cm, dan untuk berkas foton berenergi 10 MV berkisar (2,25-2,55) cm. Nilai zmaks ini berada dalam batas yang ditetapkan oleh Internasional Atomic Energy Agency (IAEA) yaitu 1,5 cm untuk energi 6 MV dan 2,5 cm untuk energi 10 MV. Kata kunci: fantom air, LINAC, Source Surface Distance (SSD), Tissue Maximum Ratio (TMR).
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN PLANAR (STATIK) MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI MEDIUM ENERGY RADIUM-226 (RA226) Septiani, Resky Maulanda; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.3.2.109-114.2014

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang uji perangkat kamera gamma telah dilakukan di bidang Teknik Nuklir Kedokteran (TNK) Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis perangkat kamera gamma dual head model pencitraan planar (statik) menggunakan sumber radiasi medium Energy Ra226. Data penelitian diperoleh dari hasil pencacahan Ra226 dengan aktivitas 0,08 mCi selama 5 menit pada jarak 5 cm, 10 cm, dan 15 cm. Penelitian ini menggunakan kamera gamma Dual Head Mediso S Series As-105061-S, kolimator MEGP, phantom linier dan phantom BAR. Data diolah menggunakan program Statistica 6.0. Hasil penelitian menunjukkan laju cacahan tanpa kolimator MEGP lebih besar dibandingkan menggunakan kolimator MEGP dan laju cacahan menggunakan phantom BAR lebih besar dibandingkan menggunakan phantom linier. Studi awal uji kamera gamma dual head menggunakan sumber radiasi medium energy Ra226, menunjukkan bahwa kamera gamma memberikan tanggapan yang baik dalam mencacah.Kata kunci: kamera gamma, Ra226, kolimator MEGP, phantom linier, phantom BAR, planar (statik).ABSTRACTPreliminary test of dual head gamma camera has performed at TNK PTKMR-BATAN, South Jakarta. The purpose of this study is examine and analyze the dual head gamma camera planar (static) imaging models using a medium energy radiation source Ra226.  The data were obtained from the enumeration of Ra226 with activity 0.08 mCi for 5 minutes at a distance of 5 cm, 10 cm, and 15 cm. This study uses a Dual Head Gamma Camera Mediso S Series As-105061-S, collimator MEGP, linear phantom and BAR phantom. The data were processed using Statistica 6.0 program. Results showed the total count without collimator MEGP greater than using the collimator MEGP and the total count using a linear phantom greater than using BAR phantom. Preliminary test of dual head gamma camera using a medium energy radiation source of Ra226, showed that the gamma camera is able to provide good response in enumerating.Keywords: gamma camera, Ra226, collimator MEGP, linear phantom,  BAR phantom, planar (static).
Analisis Sisa Radiofarmaka NaI-131 pada Pasien Pasca Terapi Kanker Tiroid Menggunakan Teknik Whole Body Scan Fauzana, Suci; Milvita, Dian; Nasir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.4.307-310.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis sisa radiofarmaka NaI-131 pada 15 orang pasien pasca terapi kanker  tiroid menggunakan teknik Whole Body Scan di Instalasi Kedokteran Nuklir Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Terapi kanker tiroid dilakukan dengan cara pemberian radiofarmaka NaI-131 dengan dosis (85-150) mCi secara oral pada pasien, selanjutnya dilakukan scan seluruh tubuh pada pasien selama ± 30"  menit menggunakan instrumentasi kamera gamma dual head skylight ADAC merek Philips dan dicacah menggunakan teknik ROI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keseluruhan pasien pasca terapi kanker tiroid rerata sisa radiofarmaka pada tubuh yaitu 4,742 mCi atau setara dengan 175,454 MBq. Nilai sisa radiofarmaka di dalam tubuh masih berada di bawah nilai yang ditetapkan oleh PERKA BAPETEN No 17 tahun 2012 yaitu 1100 MBq.Kata kunci: NaI-131, sisa radiofarmaka, Whole Body Scan.
Co-Authors Alimin Mahyudin Almuslimiati, Almuslimiati Alvionita, Vinny Andriani, Chintia Rahmi Arizola Septi Vandra Azyyati Bahirah, Azyyati Basa, Sri Mulyadi D.T. Chavied Varuna, Chavied Darlina Darlina Despriani, Yola Devi Yunita Dewi, Rahmawati Dian Fitriyani Dinda Dyesti Aprilyanti Dira Rizki Martem, Dira Rizki Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati, Dyah Fadhil Nazir, Fadhil Fadil Nasir, Fadil Fadil Nazir Fandi Aulia Ilham, Fandi Aulia Fauzana, Suci Febrietri, Ovia Fenta, Ira Fiqi Diyona, Fiqi Friska Wilfianda Putri, Friska Wilfianda Gemi, Nola Leona Hadi, Bagus Sidik Waskito Hajjatun Khairah, Hajjatun Harmayeni, Harmayeni Helfi Yanti, Helfi Helfi Yuliati Helfi Yuliati2, Helfi Helga Silvia Heru Prasetio Hidayat, Harli Handa Iin Kurnia Imam Wahyudi Indriani, Widia Ivone Chirsnia Kanie, Muhammad Al Jabbar Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kri Yudi Pati Sandy, Kri Yudi Pati Kusdiana Kusdiana, Kusdiana Mahmudi Rio Putra, Mahmudi Rio Merli Azizah, Merli Milda Utari, Milda Monaliza -, Monaliza Mustofa, Yahya Muthiah Hidayat Mutya Handayani, Mutya Nola Leona Gemi, Nola Nunung Nuraeni, Nunung Nurhayati Nurhayati Oktavia S, Amel Pardi Pardi, Pardi Pradana, Radhia Putri, Suriza Rahayu, Irma Dwi Rahmi Desi Martha Ramona, Fransischa Resky Maulanda Septiani, Resky Maulanda Rika Susanti Rima Ramadayani, Rima Silvia Eka Putri, Silvia Eka Sri Herlinda, Sri Sri Mulyadi Sumitra, Nanang Suryawati Arifin, Suryawati Suwarni - Suyati Suyati Vadila, Mona Vadila, Mona Wahyudi Wahyudi Yeni, Nisaul Chaira Yosi Sudarsi Asril, Yosi Sudarsi