Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan

PENDIDIKAN BERBASIS ADIL GENDER (MEMBONGKAR AKAR PERMASALAHAN DAN PENGARUSUTAMAAN GENDER SEBAGAI SEBUAH SOLUSI) MARDIA, MARDIA
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 7 No 2 (2014): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.177 KB) | DOI: 10.35905/almaiyyah.v7i2.241

Abstract

Responsive gender education is a foundation of women?s empowerment. It is conducted not to create a higher statue for women. In the contrary, it is held to improve the independency, power and participation of women in order to avoid discrimination often happened to them. Therefore, a co-operative work by government, the private (non- government) institutions, independent institutions, and stakeholders of gender issue is expected to produce better public adjustments of gender. The gender mainstream will not only encourage to a stabilized and adjusted gender, but also will hold the government accountability of public to be in increase.
AURAT DAN PAKAIAN PEREMPUAN Mukhtar S., Muhammad; Mardia, Mardia
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 2 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.195 KB) | DOI: 10.35905/al-maiyyah.v12i2.690

Abstract

Isu aurat dan pakaian adalah masalah kontekstual-historis. Ini berarti bahwa batas aurat dan bagaimana tatacara berpakaian adalah masalah budaya lokal. Perkembangan budaya juga mempengaruhi konsepsi nilai dalam tindakan dan pola interaksi masing-masing anggota masyarakat. Berbagai masalah justru bermunculan di masyarakat yang memunculkan opini pro dan kontra terkait dengan masalah alat aurat dan pakaian wanita, khususnya masalah pembatasan aurat pada wanita dan hukum untuk menutupnya, kriteria pakaian atau pakaian yang digunakan untuk menutupinya. Terkait dengan aurat dan pakaian perempuan terdapat beberapa ketentuan, yaitu, pertama, seorang perempuan tidak boleh menampakkan auratnya (aurat besar) kecuali di hadapan suaminya; kedua,batasan minimal pakaian perempuan yang berlaku secara umum adalah menutup aurat bagian atas (al-juyub al-?ulwiyyah), yaitu daerah payudara dan bawah ketiak, dan menutup aurat bagian bawah (al-juyub as-sufliyah), bentuk berpakaian semacam ini bukan yang harus diperlakukan dalam melakukan interaksi sosial dalam masyarakat, tetapi dituntut untuk berpakaian sopan sesuai dengan etika, moral, dan adat masyarakat setempat; ketiga, Alqur?an dan sunnah secara pasti melarang segala aktivitas baik pasif maupun aktif yang dilakukan seseorang bila diduga dapat menimbulkan ransangan birahi kepada lawan jenisnya. Keempat, QS. An-Nur ayat 31 dan QS. Al-Ahzab ayat 59 merupakan tuntunan etika dan moral dalam berpakaian bagi perempuan agar mereka terhindar dari gangguan sosial ketika mereka keluar rumah untuk memenuhi kebutuhannya.