Articles

Found 9 Documents
Search

DINAMISASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA PADA ZAKAT PRODUKTIF DAN WAKAF PRODUKTIF: SEBUAH STUDI PERBANDINGAN Muslihun, Muslihun
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.487 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v8i2.408

Abstract

Perbandingan zakat produktif dan wakaf produktif dapat dilihat dari lima hal, yakni dasar hukum, orang yang mengeluarkannya, jenisa hartanya, pengelolaannya, dan orang yang berhak menerimanya. Beberapa hal ini menunjukkan adanya persamaan di antara keduanya, yakni  sama-sama merupakan filantropi Islam yang memiliki visi pemerataan harta. Walaupun demikian, terdapat perbedaan dalam hal: pertama, zakat bersifat wajib, sedangkan wakaf sunnah; kedua, harta zakat dapat didistribusikan secara langsung, sementara pada wakaf, yang dapat didistribusikan adalah hasilnya dan tidak boleh bendanya karena harus ditahan kelestariannya. Zakat produktif dan wakaf produktif dianggap sebagai bagian dari perubahan hukum Islam di Indonesia karena keduanya merupakan filantropi Islam yang senantiasa berkembang. Pergeseran zakat dan wakaf yang tadinya cendrung konsumtif menuju pola produktif merupakan buah dari perubahan sosial yang dipengaruhi oleh beberapa faktor: (1) perkembangan pembangunan fisik, (2) perubahan budaya, (3) pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi baru, (4) adanya gerakan-gerakan sosial, dan (5) perubahan ide, nilai-nilai, dan pandangan hidup. Model perubahan sosial yang diharapkan adalah perubahan pemahaman zakat dan wakaf yang sebelumnya hanya konsumtif menjadi produktif. Dengan pengembangan zakat produktif diharapkan benda zakat mengalami peningkatan nilai. Sedangkan dengan pengembangan wakaf produktif diharapkan selain mempertahankan bendanya (daw?m al-?ain) juga mempertahankan manfaat wakaf itu sendiri (daw?m al-intif?? bi al-?ain).
MANAJEMEN SOSIALISASI ZAKAT PROFESI DALAM MENARIK SIMPATI WAJIB ZAKAT PADA BAZNAS KOTA MATARAM DAN BAZNAS NTB Muslihun, Muslihun
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 10, No 1 (2014): (Januari)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses about: (1) the importance of socialization of professional zakat among the Muslim in Mataram, (2) effective strategy and tricks applied by Baznas City of Mataram and Baznas NTB in order to gain the interest of the muzakki (zakat submitters) in the city of Mataram. Based on the data resources, this research is field research, while observed from the nature of the data; this research is qualitative research with documentation study technique and interview in gathering the data. The gathered data are then analyzed and processed in order to generate conclusion. The findings of this research are: first, profession zakat is necessary to be socialized to Muslim people in Mataram because there are a lot of Muslims in Mataram who have less understanding upon the nature of professional zakat. Moreover, there are some of them who regard professional zakat is not obligatory alms upon them. Second, effective tips and tricks in order to obtain the interest of Muzakki candidate, i.e. (a) coming to the muzakki then give them some explanations about the nature of professional zakat, (b) circulating pamphlets and brochures that explain about professional zakat, (c) conducting dialogue program about professional zakat in TV and radio, (d) publishing all the activities of BAZNAS NTB and BAZNAS city of Mataram in particular through newspapers.
استفادة الأحكام الشرعية من وجه دلالة القرآن الكريم في ضوء الموافقات الشاطبية Muslihun, Muslihun
STUDI ARAB Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.337 KB)

Abstract

This article explains the reading of meaning of the Qur’an with al-Syatibi theory in the book entitled “al-muwaqat”. This article employs hermeneutical approach to understand the narrative studies of the text by Emilio Betti. He gives some hermeneutical principles, namely: 1. Reproductive interpretation which exists in performing the text. 2. Explicative interpretation supposed that we intend to attain a reproductive interpretation, which is the important one, since it makes the text present and live. Before obtaining the purpose (maqasid syariah) of islamic law, Syathibi wrote semantics to be a way to view maqasid syariah because both the text and the purpose cannot be separated from interpretation theory. Therefore, this thesis aims to explore how al-Syatibi reveals a whole meaning of the Qur’an.
الدولة المثالية في المجتمع الإسلامي: مناقشات وردود Muslihun, Muslihun
STUDI ARAB Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.475 KB)

Abstract

This article aims to explain about ideality state in Islamic discourse on the history muslim society. Drawing on empirical cases from Arabic kingdom and a comparative literature of medina constitution, this article reveals a dilemma within our life in nation-state system,and the other hand, Islamic state arising, appearing and developing with a revitalization doctrine back to al-Quran and Sunnah nabawiah. Firstly, Islam is a religion not determine of Islamic state during of Muhammad PBUH. life. Secondly, the concept of Islam for civil society is justice, humanity, and liberty. So, if  not contradictory with this three spirit then the government or nation called by muslim society.
Epistemologi Ibn Tufail Dalam Kitab Hay Ibn Yaqzan Muslihun, Muslihun
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 1 No 1 (2016): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Ibnu Tufail adalah salah satu filsuf dari Andalusia. Sebagaimana rekan-rekannya, dia merupakan pemikir ensiklopedis, dia adalah seorang dokter, matematikawan, astronom,filsuf. Ia menulis roman kemudian berhak untuk memiliki titel Hay Ibn Yaqzan. Dalam hal ininanti, Ibnu Tufail membahas masalah di epistemologi dengan emagination dari dua orang,Absal dan Salman. Di salah satu pulau penulis menyatakan masyarakat manusia dengan hukumdan kebiasaan tersebut; di pulau lain hidup menyendiri. Bagaimana dapat dari merekamemberikan argumen oleh berbagai pemikiran dan dengan sudut pandang yang beragam.
Pesantren Sebagai Identitas Islam Nusantara Muslihun, Muslihun
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 1 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Pesantren merupakan asrama tradisional dimana siswanya tinggal bersama dan belajar di bawahbimbingan kiai secara langsung. Tidak jarang Islamolog selalu memperhatikan perkembagan pendidikanPesantren dari masa ke masa. Salah satunya Zamakhsyari Dhofier, ia melakukan penelitian cukup seriustentang pesantren, karyanya berjudul Tradisi Pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk melakukankoreksi atas warna kajian keislaman di Nusantara. Dalam penelitian pesantren, ia menggunakanetnografi untuk memahami kebudayaan Islam di Nusantara. Objek penelitian berpusat pada duapesantren: Tebuireng dan Tegalsari. Dua pesantren ini merupakan representasi pesantren yang ada diNusantara. Penemuan Zamakhsyari Dhofier dalam pendidikan pesantren ada dua tipe: integrasi klasikdan sekolah modern. Tradisi lembaga pendidik pesantren yang berlangsung lama di bumi Nusantara inimenjadi identitas tersendiri dari masyarakat Islam di negara lain.
جدل الدين والتدين والسياسة في الفتاوى الدينية muslihun, muslihun
Dirosatuna: Journal of Islamic Studies Vol 1 No 2 (2018): Islamic Thought and Civil Society
Publisher : Institute of Research and Community Service, Institute of Pesantren Kiyai Haji Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

هذه الورقة تتمحور في مظاهر الإسلام المرتبطة بثلاثة الأشياء: الوحي والتجربة الدينية والسلطة السياسية، قد اختزل عالم البشرية عن قدسية الوحي بعد مرور الزمن حتى أصبحت تسييس الدين أو تديين السياسة، أما التدين هو تجربة البشرية لفهم الدين  التي تتعلق بإطار السياسة والثقافة تولد منها المذاهب أو التيارات أو الجمعيات كلها كحالة واقعية تاريخية بحدود الأمكنة والأزمنة والأشخاص والأحوال. وكذلك منزلة مجلس العلماء الأندونيسي أحد أبناء جدلية التدين والسياسة كسائر انتاج البشرية لقراءة الدين وتأويله التي تؤدي إلى النقد والنقاش والتفكيك على قرار الفتاوى المنبثقة من هذا المجلس. استخدم الباحث نظرية التفكيك ( Deconstruction ) لتحليل الخطاب الديني بأندونيسيا، نظرا بذلك خلال التاريخ أن مجلس العلماء الأندونيسي مشتبك مع دائرة السياسية المهيمنة على الخطابات الأخرى. والغاية من ذلك كلها للتفريق بين استنباط الفتوى الدينية وسيطرة السياسية لفهم الدين.
DESAIN RISET MAQHASID SYARI’AH: UPAYA PEMBARUAN DALAM PENELITIAN Muslihun, Muslihun
Al-A'raf : Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Dakwah, IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajpif.v16i1.1567

Abstract

This study tries to describe the important position of maqhasid shari'ahas an alternative method in the scientific research design. Especially in the field of ijtihad maqhasidi, both using qualitative, quantitative, and mixed approaches. Based on the text analysis method, the results of the study show that the sharia maqhasidno longer only deals with the realm of the Qur'an and Sunnah texts, but can be used as a basis for contextual research in general. The work system of Islamic maqhasidresearch design is measured by the maintenance of the benefit of humans and their environment without the limit of space and time. So that, science can be directly proportional to the interests of humanity and the universe. As the universal vision of Islam, as a religion rahmatan lil 'alamiin. The research methods that usually well-known are only qualitative, quantitative, and mixed method, then the maqhasid shariamethod can be used as an alternative method, so that Islamic law can be always contextual. In other words, this method can be as s 'new' scientific research design model.
Hubungan Negara dan Masyarakat dalam Perspektif Maqasid Al-Shari?Ah Tahir Ibn ?Ashur Muslihun, Muslihun; Na`imah, Farida Ulvi
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 3 No 1 (2019): AnCoMS 2019
Publisher : KOPERTAIS4 Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.036 KB)

Abstract

This study discusses the relationship between the state and society in the review of maqasid al-shari?ah construction of T{ahir Ibn ?Ashur. The method used in this study uses qualitative through content analysis by T{ahir Ibn ?Ashur. The data finding obtained from the relationship between state and society in the perspective of maqasid al-shari?ah are two inseparable entities. The relationship between the two is an interesting theme discussed in the study of the state system. T{ahir Ibn ?Ashur offers a conception of the basic values of building a society and the structure of religious state. The religious state can be achieved if each individual community holds fast to the Islamic religion because the basis of this religion besides teaching theological values also instills an ethic of social interaction simultaneously. As for the state?s position in the of T{ahir Ibn ?Ashur belongs to the social category governed by the Islamic community