Meri Yulvianti
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PERBANDINGAN CAMPURAN PELARUT N-HEKSANA- ETANOL TERHADAP KANDUNGAN SITRONELAL HASIL EKSTRAKSI SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) Yulvianti, Meri; Sari, Rosianah Meida; Amaliah, Efa Rujatul
JURNAL INTEGRASI PROSES Volume 5, Nomor 1, Desember 2014
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.049 KB)

Abstract

Sitronelal adalah cairan tak berwarna, dengan bau menyegarkan dan mempunyai sifat racun dehidrasi (desiccant). Racun tersebut merupakan racun kontak yang dapat mengakibatkan kematian karena kehilangan cairan terus- menerus. Serangga yang terkena racun ini akan mati karena kekurangan cairan. Kualitas minyak sereh wangi ditentukan oleh komponen utama di dalamnya yaitu kandungan sitronelal. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan volume campuran pelarut n-heksana-etanol yang terbaik terhadap kandungan   sitronelal   dalam   minyak   serai   wangi.   Metode  penelitian   yang digunakan terdiri dari dua tahap, tahap pertama yaitu dengan mengekstraksi serai wangi (batang, daun) sebanyak 10 gram, dengan menggunakan campuran pelarut n-heksana-etanol (1:1, 1:4, 2:3, 3:2, 4:1) selama 4 jam pada suhu 78-80oC, dari proses ekstraksi dihasilkan minyak serai yang masih bercampur dengan pelarut. Tahap selanjutnya yaitu tahap pemurnian dengan proses destilasi untuk memisahkan  minyak  serai  dari  campuran  pelarut,  proses  destilasi  dilakukan selama 2 jam pada suhu 78-80oC, dari tahap ini akan dihasilkan ekstrak minyak serai. Selanjutnya minyak serai yang dihasilkan dianalisa dengan menggunakan GC-MS untuk mengetahui kadar sitronelal yang dihasilkan dari setiap perbandingan. Dari hasil penelitian dan analisa yang didapatkan kadar sitronelal terbesar yaitu 27,3% pada perbandingan volume pelarut 3:2 untuk bagian batang dan 10,9% pada perbandingan volume pelarut 4:1 untuk bagian daun. 
PEMANFAATAN AMPAS KELAPA SEBAGAI BAHAN BAKU TEPUNG KELAPA TINGGI SERAT DENGAN METODE FREEZE DRYING Yulvianti, Meri; Ernayati, Widya; Tarsono, Tarsono; Alfian R., M.
JURNAL INTEGRASI PROSES Volume 5, Nomor 2, Juni 2015
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.492 KB)

Abstract

Industri pengolahan kelapa menghasilkan produk samping berupa ampas kelapa. Selama ini ampas kelapa hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan harga produk yang sangat rendah. Ampas kelapa dapat diolah menjadi tepung ampas kelapa yang kaya akan serat dan relatif lebih rendah lemak. Kandungan protein, lemak, dan serat pada ampas kelapa ini merupakan salah satu kandungan yang sangat dibutuhkan untuk proses fisiologis dalam tubuh manusia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan waktu pengeringan terbaik dalam pembuatan tepung  ampas  kelapa  dengan metode pengeringan  freeze  drying.  Prinsip  freeze  dryer adalah pengeringan dengan proses sublimasi untuk menjaga stabilitas rasa, warna, aroma dan struktur. Pengeringan ampas kelapa dengan freeze dryer dilakukan dengan beberapa variasi waktu pengeringan, yaitu 18 jam,  22 jam, 24 jam, 42 jam, 46 jam, dan 48 jam. Penentuan mutu ampas kelapa berdasarkan kandungan gizi yang terdapat di dalam produk, melalui analisa dengan metode Kjeldahl, Soxhletasi, dan pengeringan dengan oven untuk menentukan kandungan nilai gizi dengan beberapa parameter yaitu kadar air, kadar serat, kadar lemak, dan kadar protein. Berdasarkan hasil analisa, metode terbaik pengeringan freeze drying dilakukan selama 18 jam hingga 24 jam sehingga diperoleh kadar air 0,33%, kadar serat 37,1%, kadar lemak 12,0% dan kadar protein 4,12%. 
Optimaslisasi Kinerja Zeolit Alam Bayah Sebagai Katalis Untuk Pembuatan Triacetin Sebagai Aditif Premium Yulvianti, Meri; Nuryoto, .; Sobari, Muhammad Iqbal; Rijal, Sahrul
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pengembangan energi alternatif sangat banyak dilakukan untuk mengatasi permasalahan energi, salah satunya adalah pembuatan biodiesel yang memiliki produk samping berupa gliserol. Seiring berkembangnya produksi biodiesel maka gliserol yang dihasilkan pun akan mengalami peningkatan. Pengolahan gliserol menjadi aditif berupa triacetin dapat menjadi alternatif dalam mengatasi melimpahnya gliserol dan dapat menjadi terobosan baru untuk menaikan angka oktan premium dan angka setana pada minyak diesel. Penggunaan katalisator padat berupa zeolit alam Bayah dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap katalisator impor dan menggali potensi alam yang belum termanfaatkan secara maksimal. Tujuan penlitian ini menentukan kondisi optimal zeolit dalam pembuatan triacetin dengan melakukan variasi pengadukan, suasana kondisi reaksi dan persen berat zeolit. Dan untuk diharapkan dapat menghasilkan teknologi baru yang sederhana, ekonomis dan ramah lingkungan serta dapat memberikan manfaat berupa pemecahan masalah produk samping dari proses pembuatan biodiesel sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari produksi biodiesel tersebut. Penelitian ini dilakukan pada reactor batch. Kondisi optimal yang dicapai dalam pembuatan triacetin ini adalah pada kecepatan 600 rpm, perbandingan massa katalis 3% dan rasio perbandingan mol reaktan 1:3 mol gliserol : mol asam asetat, dengan konversi sebesar 89,90 %.
KINETIKA RELEASE MIKROKAPSUL OLEORESIN JAHE MERAH Jayanudin, Jayanudin; Rochmadi, R; Yulvianti, Meri; Imanudin, Ahmad; Rina Sari, Tri
Reaktor Volume 16 No.3 September 2016
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.468 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.16.3.128--140

Abstract

Abstract RELEASE KINETICS OF RED GINGER OLEORESIN MICROCAPSULES. Red ginger oleoresin microcapsule is used to protect the active component of medicine against the negative effect of the environment, thus the microcapsule can be applied in the pharmaceutical industries. Kinetic release is used to determine the rate of red ginger oleoresin microcapsule release in human body system. The models used for this purpose are zero order, first order, Higuchi, and Korsmeyer-Peppas. These models were completed by using graphical method to get the determination coefficient (R2). The aims of this research are to determine the effect of Tripolyphosphate (TPP) concentration towards microcapsule release, to determine the red ginger oleoresin microcapsule kinetic release, and to characterize the morphology and particle sizes of red ginger oleoresin microcapsule using the Scanning Electron Microscopy (SEM). The encapsulation method was started by emulsifying process of chitosan-alginate, with various ratios of Chitosan-Alginate such as 1:2, 1:1, 2:1, and 20 gram red ginger oleoresin, and also the addition of TPP, with various concentrations for as much as 3%, 4 %, and 5%, as the crosslinking agent. The emulsion was forwarded to the spray dryer machine to produce the red ginger oleoresin microcapsule. Then, the microcapsule was treated with the mixture of KH2PO4 and NaOH (pH 6.8) for 1 hour, and sample was taken for every 10 minutes for the dissolution test. The result showed that the increase of TPP concentration will reduce the release velocity of the active compound. Kinetic model with the highest value of R2 was the Korsmeyer-Peppas model. Keywords: alginate; encapsulation; release kinetics; chitosan red ginger oleoresin;   Abstrak Mikrokapsul digunakan untuk melindungi oleoresin jahe merah yang sensitif terhadap pengaruh lingkungan, sehingga dapat diaplikasikan dalam bidang farmasi. Kinetika release digunakan untuk menentukan kecepatan release mikrokapsul oleoresin jahe merah, model yang digunakan adalah model order nol, order satu, model Higuchi, dan Model Korsmeyer-Peppas. Penyelesaian model-model ini menggunakan metode grafis dengan menentukan koefisien determinasi (R2). Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh konsentrasi sodium tripolifosfat (TPP) dan rasio berat antara kitosan dan alginate sebagai penyalut terhadap kinetika release dan karakterisasi morfologi mikrokapsul oleoresin jahe merah.  Metode enkapsulasi dimulai dengan pembentukan emulsi dari penyalut kitosan-alginat dengan rasio 1:2; 1:1; 2:1 dan 20 gram oleoresin jahe merah, penambahan TPP 3%, 4% dan 5% untuk cross-link. Emulsi dialirkan ke spray dryer untuk menghasilkan mikrokapsul oleoresin jahe merah. Uji disolusi menggunakan medium basa dengan mencampurkan KH2PO4 dan NaOH (pH 6,8) sampel diambil tiap 10 menit selama 1 jam. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapat peningkatan konsentrasi TPP akan menurunkan kecepatan releasenya, model model kinetika dengan nilai R2 terbesar adalah model Korsmeyer-Peppas. Kata kunci: alginat; enkapsulasi; kinetika release; kitosan; oleoresin jahe merah