Articles

Found 18 Documents
Search

PENGUKURAN RISIKO KEAMANAN PANGAN PADA SISTEM RANTAI PASOK IKAN SEGAR Wahyuni, Hana Catur; Sumarmi, Wiwik
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 1, Januari 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.468 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.1.37-44

Abstract

AbstrakTerjadinya berbagai macam penyakit yang bersumber dari makanan menyebabkan masyarakat semakin  sadar akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang aman. Pengelolaan keamanan pangan harus dilakukan secara terintegrasi di sepanjang rantai pasok, agar tidak terjadi perubahan status pangan dari aman menjadi tidak aman. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi perubahan tersebut, maka perlu dilakukan analisa risiko keamanan pangan pada rantai pasok agar dapat dirumuskan langkah- langkah strategis untuk meminimalisir risiko yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) melakukan identifikasi kegiatan-kegiatan pada rantai pasok yang mengandung risiko terhadap keamanan pangan, (2)  melakukan pengukuran risiko keamanan pangan  yang terjadi pada rantai pasok pangan, (3) mengetahui kegiatan pada rantai pasok yang paling berisiko terhadap keamanan pangan. Obyek penelitian yang digunakan adalah rantai pasok ikan segar di wilayah Kab Sidoarjo. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode risk FMEA (Failure Mode Effect Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 kegiatan yang berisiko pada sistem keamanan pangan, yaitu: (1) pemberian makanan pada ikan; (2) pengelolan sistem kebersihan kolam/ tambak; (3) proses memanen ikan; (4) cara pemilahan ikan; (5) cara penyimpanan ikan; (6) cara pemasaran ikan; (7) jenis kendaran yng digunakan untuk pengiriman ikan; (8) cara penyimpanan saat pengiriman ikan; (9) cara memindahkan ikan; (10) cara penangganan ikan yang tidak terjual; (11) cara penangganan ikan tidak layak jual. Dari 11 kegiatan berisiko tersebut, skor resiko tertinggi terdapat pada cara penyimpanan ikan, cara pemasaran ikan, jenis kendaraan yang digunakan untuk pengiriman ikan dan cara pengemasan ikan pada saat distribusi.  AbstractThe occurrence of various diseases that are sourced from food cause the public increasingly aware of the importance of consuming safe foods. Food safety management must be integrated throughout the supply chain, in order to avoid the change of food status from safe to unsafe. Therefore, to anticipate the change, it is necessary to analyze food security risk in supply chain in order to formulate strategic steps to minimize the risk that happened. This research aims to (1) identify activities in supply chains that contain risks to food security, (2) measuring food safety risks that occur in the food supply chain, (3) to know the activities in the supply chain that are most at risk to food security. The research object used is fresh fish supply chain in Sidoarjo regency. Data processing is done by using risk method FMEA (Failure Mode Effect Analysis). The results show that there are 11 activities that are at risk to food safety system, namely: (1) feeding on fish; (2) management of pond cleanliness system; (3) the process of harvesting fish; (4) how to sort fish; (5) how to store fish; (6) how to fish marketing; (7) type of vehicle used for fish delivery; (8) how to store when shipping fish; (9) how to move fish; (10) unsubscriptions of unsold fish; (11) the way a fish subscription is not worth selling. Of the 11 risk activities, the highest risk score is in the way of fish storage, the way of fish marketing, the type of vehicle used for fish delivery and the way of fish packaging at the time of distribution. Keyword: Shain Supply; Safety Food; FMEA; Fish; Risk
PENILAIAN TEKNOLOGI MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN TEKNOMETRIK DI DEPARTEMEN PRODUKSI Cahyono, Didik Eko; Wahyuni, Hana Catur
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 14, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Company that will conduct business development needs identification of technology needed, so that development can be in accordance with company objectives. Therefore it is necessary to evaluate the existing technological sophistication.The purpose of this study was to determine the level of sophistication of the individual components of the technology (technoware, humanware, infoware, orgaware) and determine which technology components into a development priority. This study used Analytical Hierarchy Process (AHP) and technometric. Based on the results obtained after performing calculations with AHP and technometric, found that the level of technology component sophistication in the company according to technoware is 0.650, humanware is 0.557, infoware is 0.637, orgaware is 0.693 and the overall level of sophistication or Total Contribution Coefficient (TCC) is approximately 62%. At the current, level of technology at PT XYZ is semi-modern. While the most important technological components to be developed are technoware and lowest component technologies are humanware.
STRATEGI IMPLEMENTASI GREEN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT PADA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) Astuti, Mudji; Wahyuni, Hana Catur
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan Volume 12 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2018.v12.i02.p04

Abstract

UMKM adalah unsur ekonomi yang penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat, dan merupakan salah satu jenis usaha yang mampu menyerap banyak tenaga kerja karena sifatnya yang padat karya. Tetapi, disisi lain tingkat kesadaran UMKM terhadap pengelolaan lingkungan perlu ditingkatnya. Hal tersebut yang melatar belakangi pentingnya implementasi green HRM pada UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas kriteria- kriteria green HRM pada UMKM dan perumusan langkah strategis dalam optimalisasi green HRM di UMKM. Metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner dengan skala perbandingan, interview dan observasi lapangan. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analytical hierarchy process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi green HRM pada UMKM dilakukan secara terorganisir mulai dari proses rekriutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan, performance evaluation, penghargaan, job diskripsi tenaga kerja dan pengelolaan tenaga kerja yang didasarkan pada konsep green. Diantara proses tersebut, proses pelatihan dan pengembangan mempunyai bobot tertinggi yang menunjukkan sebagai proses terpenting dalam implementasi green HRM di UMKM.
Implementasi Metode Objective Matrix (OMAX) Untuk Pengukuran Produktivitas Pada PT.ABC Wahyuni, Hana Catur; Setiawan, Setiawan
PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering) Vol 1, No 1 (2017): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/prozima.v1i1.702

Abstract

Productivity is an indicator of a companys development. Therefore, every company must perform the measurement of productivity in one cycle consisting of: productivity measurement, productivity evaluation, planning productivity and productivity improvement. PT ABC is a company engaged in export-oriented shoe industry. The purpose of this study was to determine the level of productivity in PT ABC for injection area so that corrective measures can be formulated. Productivity measurement method used is the objective matrix (OMAX). The measurement results showed that the total value of productivity in the area of injection machine is 355. Keywords: productivity measurement, productivity evaluation, productivity planning dan productivity improvement
Pengukuran Produktivitas Kerja Karyawan pada Bagian Produksi dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) Dan Root Cause Analyze (RCA) Bahrudin, Mohammad; Wahyuni, Hana Catur
PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering) Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/prozima.v1i2.1299

Abstract

CV.  X adalah suatu perusahaan yang bergerak pada bidang makanan yang memproduksi baso ayam dan siomay ayam. Proses produksi sangat berpengaruh pada pencapaian target produksi.Karena  proses produksi sangat erat hubungannya dengan produktivitas kerja maka peneliti ingin mengukur tingkat produktivitas pada perusahaan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui indeks produktivitas serta mengetahui penyebab menurunnya tingkat produktivitas perusahaan menggunakan metode OMAX dan RCA Hasil dari penelitian  pada metode OMAX adalah tingkat poduktivitas yang rendah terdapat pada rasio 6 dan 7 yaitu rasio produk baik yang dihasilkan dan rasio total pekerja yang masing – masing mempunyai nilai 30.Selain itu tingkat produktivitas yang paling tinggi adalah rasio 2 yaitu rasio bahan baku yang digunakan dalam menghasilkan produk yang bernilai 60. Sementara pada metode RCA dapat dikethui penyebab terjadinya penurunan produktivitas adalah karena beberapa factor seperti factor manusia, mesin serta metode.
PENILAIAN TEKNOLOGI MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN TEKNOMETRIK DI DEPARTEMEN PRODUKSI Cahyono, Didik Eko; Wahyuni, Hana Catur
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 14, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v14i2.705

Abstract

Company that will conduct business development needs identification of technology needed, so that development can be in accordance with company objectives. Therefore it is necessary to evaluate the existing technological sophistication.The purpose of this study was to determine the level of sophistication of the individual components of the technology (technoware, humanware, infoware, orgaware) and determine which technology components into a development priority. This study used Analytical Hierarchy Process (AHP) and technometric. Based on the results obtained after performing calculations with AHP and technometric, found that the level of technology component sophistication in the company according to technoware is 0.650, humanware is 0.557, infoware is 0.637, orgaware is 0.693 and the overall level of sophistication or Total Contribution Coefficient (TCC) is approximately 62%. At the current, level of technology at PT XYZ is semi-modern. While the most important technological components to be developed are technoware and lowest component technologies are humanware.
ANALISA PENGARUH PENGENDALIAN KINERJA PROYEK TERHADAP MUTU PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN UJI STATISTIKA Rochman, Fatchur; Wahyuni, Hana Catur
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.065 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.01-06

Abstract

Dalam proyek konstruksi perencanaan dan pengendalian merupakan fungsi yang paling pokok dalam mewujudkan keberhasilan suatu kegiatan di proyek konstruksi. Keberhasilan suatu proyek tidak lepas dengan serangkaian aktivitas yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Pengendalian, pengawasan serta pengukuran kinerja perlu dilakukan karena untuk mengetahui apakah dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat penyimpangan dengan apa yang sudah ditetapkan. Maka dalam hal ini perlu dilakukan analisa untuk mengetahui indikator pengaruh pengendalian kinerja proyek (Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Biaya, dan Waktu) terhadap Mutu proyek konstruksi menggunakan uji statistika.Hasil penelitian menunjukkan secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (X1), variabel Biaya (X2), dan variabel Waktu (X3) secara simultan terhadap Mutu (Y1) ditunjukkan nilai Fhitung sebesar (25.755) lebih besar dari Ftabel (2.71) dengan tingkat signifikasi sebesar 0.000 yang lebih kecil dari sig. (?) sebesar 0.05.Untuk secara parsial variabel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (X1) menunjukkan nilai thitung sebesar 3.672 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.000 lebih besar dari ttabel 1.98667 dan prosentase sebesar (37%), variabel Biaya (X2) menunjukkan nilai thitung sebesar 1.705 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.092 lebih kecil dari ttabel 1.98667 dan prosentase sebesar (17%), dan variabel Waktu (X3) menunjukkan nilai thitung sebesar 1.705 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.334 lebih kecil dari ttabel 1.98667 dan prosentase sebesar (17%). AbstractIn the construction project planning and controlling is the most basic function in realizing the success of an activity in construction project. A success a project cannot be separated by a series of activities which is included the stages of planning, implementation and controlling. Controlling, monitoring and performance measurement needs to be done as to determine whether there are deviation in the work implementation of what has been set. Then, in this case needs to be analyzed to know the effect of controlling project performance indicators (Occupational Safety and Health, Cost and Time) toward the quality of construction project.The result of the research shows there is simultaneously a positive and significant influence between the variables of Occupational Safety and Health (X1), a Cost variable (X2) and a Time variable (X3) simultaneously toward Quality (Y1) is showed the value Fcount (25.755) is larger than Ftable (2.71) with significance level of 0.000 is smaller than sig. (?) of 0.05.For the partial variable of Occupational Safety and Health (X1) indicates tcount amounted to 3.672 with significance level amount of 0.000 is larger than ttable 1.98667 and a percentage of (37%), a cost variable (X2) indicates tcount amounted to 1.705 with significance level amount of 0.092 is smaller than ttable 1.98667 and a percentage of (17%), and a time variable (X3) is showed value of tcount amounted to 1.705 with significance level amount of 0.334 is smaller than ttable 1.98667 and a percentage amount of (17%).
IbM PENGEMBANGAN USAHA KRIPIK PISANG DALAM MENDUKUNG TERWUJUDNYA SIDOARJO SEBAGAI KOTA UKM DI INDONESIA Wahyuni, Hana Catur; Chyana, Athika Sidhi; Mulyono, Mulyono
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 2 No 1 (2018): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.165 KB)

Abstract

Desa Gelam terletak di Kec Candi, Kabupaten Sidoarjo, ± 5 km dari pusat kota Sidoarjo. Desa Gelam merupakan salah satu tujuan pemukiman bagi warga korban lumpur Sidoarjo. Sebagian besar warga desa Gelam bermata pencarian sebagai karyawan pabrik dan wirausaha. Bidang wirausaha yang paling banyak digeluti oleh warga desa Gelam adalah sektor makanan, salah satunya adalah pembuatan kripik pisang. Dalam perkembangannya terdapat permasalahan yang berkaitan dengan proses produksi, administrasi dan pemasaran. Ketiga faktor tersebut saat ini menghambat perkembangan usaha kripik pisang di desa Gelam, terutama dialami oleh mitra IbM, Target dan luaran yang diharapkan dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat adalah: tersedianya mesin potong pisang untuk proses produksi usaha kripik pisang di desa gelam, Kec Candi Kab Sidoarjo, tersedianya sistem administrasi sehingga dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan usaha kripik pisang. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka solusi yang ditawarkan melalui pelaksanaan IbM adalah: solusi untuk permasalahan proses produksi adalah melalui IbM akan dibuat suatu mesin potong pisang, solusi untuk permasalahan administrasi adalah melalui penyusunan administrasi keuangan yang baik dan benar, sehingga dapat digunakan untuk melihat perkembangan usaha dan akses dana ke perbankan, solusi untuk masalah pemasaran adalah melalui pembuatan label yang menarik konsumen.
MODEL ADOPSI TEKNOLOGI DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DI KABUPATEN SIDOARJO Wahyuni, Hana Catur; Hartati, Verani; Astuti, Mudji
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 14, No 2: Oktober 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.458 KB) | DOI: 10.12928/si.v14i2.4911

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran penting dalam menjaga stabilitas perekonomian.Selain itu, UKM merupakan sektor pekerjaan yang banyak membantu Pemerintah dalam mengurangimasalah pengangguran yang semakin meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model adopsiteknologi yang sesuai dengan UKM di wilayah Kab Sidoarjo. Pengambilan data dilakukan denganmenggunakan kuisioner, sedangkan teknik pengolahan data dilakukan dengan mengunakan metodeanalytical hierarchy proses (AHP ) dan metode teknometrik untuk mengetahui indeks TCC (TotalContribution Coeffisient). Obyek penelitian adalah 2 buah UKM Krupuk di wilayah Sidoarjo.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa komponen teknologi yang terpenting dan mempunyai kontribusi utamapada UKM adalah technoware. Sedangkan, nilai TCC untuk kedua UKM adalah 0,57 untuk UKM krupukAneka dan 0,69 untuk UKM krupuk Rejeni.Kata kunci : AHP, Teknometrik, UKM, TCC.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KEPENDUDUKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN KEPENDUDUKAN DI DESA GELAM, KAB SIDOARJO Wahyuni, Hana Catur; Astuti, Mudji
PEDULI Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : PEDULI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.236 KB)

Abstract

Quality of service is an important element to realize people's satisfaction. It is also a driving force for the community to meet its administrative completeness as a citizen. Therefore, this community service activity aims to improve the quality of service through the design of population information system. This activity was held in February to June 2018 in RW 5 Ddesa Gelam region, Kec Candi, Sidoarjo regency. The method of conducting the activity is done through observation, interview, data collection, verification, information system design and graphic flow graph document. The results of community service activities are evidenced through the availability of easy-to-use residence information system and the availability of graphic flow of documents, identity cards, KK, death certificate, marriage certificate, business certificate, domicile letter and birth certificate