Ranni Rahmayanthi Zulkifli
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA DENGAN KONSELING KELOMPOK Noviani, Putri; Yusmansyah, Yusmansyah; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.007 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the increased in student discipline by used group counseling services. The method used in this study was a quasi-experimental one group pretest-posttest design. Subjects of this study were six students who had low learning discipline. Data collection techniques in this study were using observation and interviews. These results indicated an increased in student discipline by using group counseling services, it is proofed from the results of the pretest and posttest were obtained and analyzed using the Wilcoxon test with a significance level of 0.5, the results obtained Zoutput = -2.207 and Ztabel = 0, Zoutput ≤ Ztabel, then Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this study is that an increasing in learning discipline after attending group counseling services in class X SMA Negeri 1 Kalirejo the Academic Year 2012/2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kedisiplinan belajar siswa dengan menggunakan layanan konseling kelompok.Metode yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperimen dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini sebanyak enam orang siswa yang memiliki kedisiplinan belajar rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan terjadi peningkatan kedisiplinan belajar siswa dengan menggunakan layanan konseling kelompok, hal ini terbukti dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh dan dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,5, diperoleh hasil Zhitung = -2,207 dan Ztabel = 0. Karena Zhitung ≤ Ztabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan kedisiplinan belajar setelah mengikuti layanan konseling kelompok pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kalirejo Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata kunci : bimbingan konseling, kedisiplinan belajar siswa, konseling kelompok.
PENGGUNAAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI PADA SISWA KELAS XI SMK Roza, Emilia; Rosra, Muswardi; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.399 KB)

Abstract

The objective of this research was to determine the use of group counseling to improve self concept in students. This study was pre-experimental research, with one-group pretest-posttest design. The subject in this research were 9 students. Data collection technique used scale. The data analysis using the Wilcoxon test, from pretest and posttest it was obtained that zratio = -2.666 ztable = 1.645 then Ho is rejected and Ha accepted, which means that the students self concept could be increased through group counseling service.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan konseling kelompok untuk meningkatkan konsep diri pada siswa. Penelitian ini bersifat pre eksperimental dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 9 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh zhitung = 2,666 ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya konsep diri dapat ditingkatkan melalui layanan konseling kelompok pada siswa.Kata kunci : bimbingan konseling, konseling kelompok, konsep diri
UPAYA PENINGKATAN SELF-DISCLOSURE DENGAN MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA Sari, Nita Purnama; Giyono, Giyono; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.668 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the improvement of self-disclosure by using group guidance for students. The method used in this research was quasi experiment with one group pretest-posttest design. Subjects in this research were six students, who had low self-disclosure. Data collection techniques use self-disclosure scale. The analysis showed that z output z table (0,031 0), then Ho was rejected and Ha was accepted, meaning that there are the improvement of self-disclosure by using group guidance for students, it is showed from the result of data analysis by using sign test. The conclusion of this research is self-disclosure could be improved by using group guidance for students. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan self-disclosure dengan menggunakan bimbingan kelompok pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini sebanyak enam siswa yang memiliki self-disclosure rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala self-discclosure. Hasil analisis menunjukkan bahwa z hitung z tabel (0,031 0) maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat peningkatan self-disclosure dengan menggunakan bimbingan kelompok pada siswa, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data dengan menggunakan sign test. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah self-disclosure dapat ditingkatkan dengan menggunakan bimbingan kelompok pada siswa.  Kata kunci : bimbingan kelompok, quasi experiment, self-disclosure.
HUBUNGAN KONSEP DIRI POSITIF DENGAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA FKIP UNILA LUAR LAMPUNG Astuti, Aslama Puji; Rosra, Muswardi; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.416 KB)

Abstract

This study aimed to determine the correlation between positive self-concept with self-adjustment in college students of Teacher Training and Education Faculty, University of Lampung in 2014 academic year whose coming from outside of Lampung province. The population were 59 college students of FKIP University of Lampung in 2014 academic year whose coming from outside of Lampung province. The instrument used was the scale of positive self-concept and self-adjustment. So all data obtained was analyzed using statistic Correlation Product Moment Pearson. The result of this study showed that there is positive correlation between variables, which means the higher positive self-concept, the higher self-adjustment on a college students, with the rxy = 0.669 and r2 = 44.76%.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan konsep diri positif dengan penyesuaian diri pada mahasiswa FKIP Universitas Lampung angkatan 2014 dari luar Propinsi Lampung. Populasi penelitian yaitu 59 mahasiswa FKIP Universitas Lampung angkatan 2014 dari luar Propinsi Lampung. Instrumen penelitian menggunakan skala konsep diri positif dan penyesuaian diri. Teknik analisis data menggunakan statistik korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri positif dan penyesuaian diri memiliki korelasi yang kuat, artinya terdapat hubungan positif antar kedua variabel, sehingga semakin tinggi konsep diri positif maka semakin tinggi penyesuaian diri pada mahasiswa baru, dengan nilai rxy = 0,669 dan r2 = 44,76%.Kata kunci : bimbingan dan konseling, jenis kelamin, konsep diri positif, penyesuaian diri
PENGGUNAAN TEKNIK MODELING DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN BELAJAR PADA SISWA Sylviana, Natalia Devi; Rosra, Muswardi; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.595 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the use of modeling techniques in group counseling which can improve study habits. The problem in this research is the students who have low learning habits. This study is a quasi-experimental design with types One-group pretest-posttest design. Research subjects were 11 students who have poor study habits. Data collection technique used scale study habits. The results showed that 36.81% increase learning habits that Zcount Ztable (-2,938 11), then Ha received means then use of modeling techniques in group counseling can improve study habits with a significance level of 5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan teknik modeling dalam konseling kelompok dapat meningkatkan kebiasaan belajar. Masalah dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang rendah. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental design dengan jenis One-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 11 siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kebiasaan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan belajar meningkat 36,81% bahwa Zhitung Ztabel (-2,938 11) maka Ha diterima artinya penggunaan teknik modeling dalam konseling kelompok dapat meningkatkan kebiasaan belajar yang baik dengan taraf signifikansi 5%.Kata kunci: kebiasaan belajar, konseling kelompok, teknik modeling
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI DI SEKOLAH MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA Yolanda, Tio; Dahlan, Syarifuddin; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.324 KB)

Abstract

The aim of this study was to know whether self adjustment of students can be increased by using group counseling with sociosdrama techniques.The method used in this research was quasi experimental one group pretest-posttest design, and stastiscally analyzed by non-parametric T- test.The subjects of this study were 30 students, who had low self adjustment in school. The results in research showed that self adjustment of students increased significantly after being given group counseling sociodramas techniques. It was shown from the pretest and posstest results which obtained t output= 15,87 and t table 0,5=2,042. Because t output ≤ t table, then Ho was ignored and Ha was accepted.It meant that there was significant increases betweenself adjustment of students before and after being given grouf counseling of sociodramas techniques. The conclusion was that self adjustment of students could be increased by using group counseling techniques sociosdrama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyesuaian diri siswa dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama.Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen one group pretest-posttest, dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji t.Sampel penelitian ini tiga puluh  orang siswa kelas VII E.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penyesuaian diri siswa mengalami peningkatansignifikan setelah pemberianbimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama.Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleht hitung = 15,87 dan t tabel = 2,042. Karena t hitung ≥ t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara penyesuaian diri siswa sebelum dan setelah diberikan bimbingan kelompok teknik sosiodrama.Kesimpulan, penyesuaian diri siswa dapatditingkatkan melalui bimbingan kelompok teknik sosiodrama. Kata kunci: bimbingan dan konseling, penyesuaian diri, sosiodrama.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN MENGGUNAKAN ASSERTIVE TRAINING Indriyani, Nuraini; Latif, Syaifuddin; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.099 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know whether there is an improvement on students social interaction by using assertive training. The method used in this research is an experimental method with one group pretest-posttest design. Subjects of this study are 8 students. Data collection techniques in this study used observation. The result of analysis showed that Zoutput Ztable (2,536 4) which means that Ho is rejected and Ha is accepted. The conclusion is that there is an increase in the ability of social interaction after being given an assertive training in class XI IPS in high school Muhammadiyah 2 Bandar Lampung in 2013-2014.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan interaksi sosial siswa melalui assertive training. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis desain One Group Pretest-Postest. Subjek penelitian ini sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Zhitung Ztabel (2,536 4) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan adalah terdapat peningkatan kemampuan interaksi sosial setelah diberi assertive training pada siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013-2014.Kata kunci : assertive training, bimbingan dan konseling, interaksi sosial siswa
PENINGKATAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING PADA SISWA Sari, Yuli Novita; Yusmansyah, Yusmansyah; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.828 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the increase in interpersonal communication by assertive training techniques. Research method was using quasi experiment by pretest-posttest control group design, it was analyzed by using independent test sample t-test. The subject of research was 24 students of class VIII who had low interpersonal communication which consisting of experiment group and control group. Data collection technique used observation. Result of the research showed there was an increase in students interpersonal communication, based on the result of the data analysis, the gain score of 2 research groups were obtained t value=16.23 and t table 0.05 with df22=2.074 because t value t table, then H0 were rejected and Ha accepted, it means that there is a significant increase in interpersonal communication after giving assertive training.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan komunikasi interpersonal dengan teknik assertive training. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Dianalisis dengan menggunakan uji independent sample t-test. Subyek penelitian 24 siswa kelas VIII yang memiliki komunikasi interpersonal rendah yang terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan komunikasi interpersonal siswa, berdasarkan hasil analisis data gain score 2 kelompok penelitian diperoleh t hitung = 16,23 dan t tabel 0,05 dengan df 22= 2,074 Karena t hitung t tabel,maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat terdapat peningkatan signifikan komunikasi interpersonal setelah pemberian assertive training.Kata kunci : assertive training, bimbingan konseling, komunikasi interpersonal
PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK Oktaviyani, Nelly; Yusmansyah, Yusmansyah; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.657 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determined the increasing students' social interaction with peers through group counseling services. The method was used in this study is quasi-experimental with one-group pretest-posttest design. Subjects of this study were six students class VIII who have the low of social interaction with peers. Data collection techniques in this study used sociometry and observation social interaction of students with peers. Results of this study indicate that there was an increase in students' social interaction with peers through group counseling services. This is indicated by an increase in students' social interactions with peers in six eighth grade students. The conclusion of this study is that there was an increase in students' social interaction with peers through group counseling services.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperimen dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak enam siswa kelas VIII yang memiliki interaksi sosial rendah dengan teman sebaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Sosiometri dan Observasi interaksi sosial siswa dengan teman sebaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  terdapat peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya pada enam siswa kelas VIII. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan interaksi sosial siswa dengan teman sebaya melalui layanan konseling kelompok. Kata kunci : bimbingan dan konseling, interaksi sosial, konseling kelompok.
MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN BERLALU LINTAS DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK Damayanti, Christina; Giyono, Giyono; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.254 KB)

Abstract

The aim of this research was to determine that traffic discipline behavior can be increased by using group counseling. Problem of this research was student’s low traffic discipline behavior. Method used quasi-experimental one-group pretest-posttest design. Subject were six students of grade XI who have low traffic discipline behavior. Data collecting techniques used traffic discipline behavior’s questionnaire. The result showed that  traffic discipline behavior can be increased by using group counseling, it is proved from the result of data analysis by using Wilcoxon test, based on the result of pre-test and post-test it showed Zoutput Ztable (-2,207 0), thereby, Ha was accepted, it means traffic discipline behavior can be increased by using group counseling. Conclusion for this research was traffic discipline behavior can be increased by using group counseling for the students of grade XI in SMA Bina Mulya Bandar Lampung Academic Year of 2012/2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui apakah perilaku disiplin berlalu lintas dapat ditingkatkan menggunakan konseling kelompok. Masalah dalam penelitian ini adalah perilaku disiplin berlalu lintas siswa rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini sebanyak enam siswa kelas XI yang memiliki perilaku berlalu lintas rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan angket perilaku disiplin berlalu lintas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perilaku disiplin berlalu lintas siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan konseling kelompok, ditunjukkan dari hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh z output z tabel (-2,207 0), maka Ha diterima, yang artinya perilaku disiplin berlalu lintas siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan konseling kelompok. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perilaku disiplin berlalu lintas dapat ditingkatkan dengan menggunakan konseling kelompok pada siswa kelas XI SMA Bina Mulya Kota Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata kunci: berlalu lintas, disiplin siswa, konseling kelompok