Articles

Found 31 Documents
Search

POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN MENGGUNAKAN METODE SURLPUS PRODUKSI DIPERAIRAN KABUPATEN BANGKA TENGAH (POTENTIAL AND LEVEL UTILIZATION OF FISH RESOURCES USE THE PRODUCTION SURPLUS METHOD IN THE WATERS OF CENTER BANGKA REGENCY) Kurniawan, Kurniawan; Sebayang, Monischa br; Utami, Eva
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.723 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.2.129-133

Abstract

Informasi tentang pendugaan potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan mutlak diperlukan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan berkelanjutan di Kabupeten Bangka Tengah. Penelitian ini  bertujuan untuk menganalisis potensi lestari, upaya optimum dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan.  Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2018. Data primer diambil menggunakan metode kuesioner dengan mengambil jumlah responden sebanyak 98 orang dengan menggunakan rumus slovin. Data sekunder diambil dari Dinas Perikanan Bangka Tengah dan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis kuantitatif dengan pendekatan model surplus produksi dengan metode Schaefer. Hasil penelitian menunjukan nilai MSY ikan pelagis kecil  sebesar 6.798,2 ton/tahun,  pelagis  besar (5.682,34 ton/tahun) dan  dan demersal (7.296,288 ton/tahun). Nila upaya penangkapan ikan pelagis kecil sebesar 135.738  trip/tahun, pelagis besar (141.895 trip/tahun), demersal (49.720)  trip/tahun. Rata- rata tingkat pemanfaatan tahun 2012-2016, ikan pelagis kecil sebesar 89,561 %, ikan pelagis besar sebesar 63,469 % dan ikan demersal sebesar 102,417%. Data tersebut menunjukan berarti tingkat pemanfaatan sumberdaya sudah pada titik optimal. Information on estimating the potential and level of utilization of fish resources is absolutely necessary in the management of sustainable fisheries resources in Central Bangka Regency. This study aims to analyze the sustainable potential, optimum effort and level of utilization of fish resources. The study was conducted in August to December 2018. Primary data were taken using a questionnaire method with 98 respondents obtained using the Slovin formula. Secondary data were taken from the Central Bangka Fisheries Service and the Bangka Belitung Islands Province Fisheries Marine Service. The research method used is descriptive method with quantitative analysis through a surplus production model approach with the Schaefer method. The results showed the MSY value of small pelagic fish of 6,798.2 tons / year, large pelagic fish (5,682.34 tons / year) and demersal (7,296,288 tons / year). The value of small pelagic fishing effort is 135,738 trip / year, large pelagic (141,895 trip / year), demersal (49,720) trip / year. The average level of utilization in 2012-2016, small pelagic fish was 89.561%, large pelagic fish was 63.469% and demersal fish was 102.417%. The data shows the level of utilization of small and demersal pelagic fish is at an optimal point, while large pelagic fish are still below the optimal point.
KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA LAMUN CYMODOCEA SERRULATA DI DAERAH PENAMBANGAN TIMAH KABUPATEN BANGKA SELATAN Bidayani, Endang; Rosalina, Dwi; Utami, Eva
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.586 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4486

Abstract

Kabupaten Bangka Selatan merupakan kawasan pesisir dimana memiliki aktivitas pesisir yang banyak seperti aktivitas penambangan timah, pelabuhan/dermaga kapal dan transportasi kapal serta pemukiman penduduk. Hal ini dapat memberikan masukan bahan pencemar ke perairan. Lamun Cymodocea serrulata merupakan tumbuhan berbunga yang hidup di laut yang memiliki penyebaran yang luas di Perairan Kabupaten Bangka Selatan. Lamun dapat dijadikan sebagai bioindikator pencemaran perairan karena lamun berada di kolom perairan dan bagian-bagian tubuh lamun berinteraksi secara langsung dengan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 di Pesisir Kabupaten Bangka Selatan. Pengambilan dilakukan pada 3 kawasan di Kabupaten Bangka Selatan yaitu Perairan Tukak, Tanjung Kerasak dan Tanjung Kemirai. Tujuan penelitian tahun pertama ini yaitu mendapatkan kandungan logam berat Pb pada air, sedimen dan lamun Cymodocea serrulata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat Pb pada akar lamun berkisar antara 0,34 ± 0,08 - 3,04 ± 0,11 ppm, rhizoma berkisar antara 0,11 ± 0,00 - 3,01 ± 0,08 ppm, dan daun berkisar antara 0,26 ± 0,03 - 0,94 ± 0,07 ppm. Pada bagian tubuh lamun penyerapan logam berat Pb tertinggi terdapat pada akar, kandungan ini telah melewati baku mutu untuk logam berat timbal yaitu 0,008 mg/L. Kandungan Pb di air berkisar antara 0,02 ± 0,01 - 0,07 ± 0,01 ppm dan sedimen berkisar antara 1,55 ± 0,10 - 19,58 ± 0,03 ppm. Kandungan logam berat Pb di air dan sedimen juga telah melewati baku mutu. Hasil analisis pada Lamun Cymodocea serrulata dapat digunakan sebagai bioindikator untuk menggambarkan kondisi perairan di Kabupaten Bangka Selatan yang tercemar oleh logam berat.KATA KUNCI: Bangka Selatan, Cymodocea serrulata, lamun, logam Berat, timbal.
PERBEDAAN KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN BERDASARKAN MUSIM DI SUNGAI PENYERANG KECAMATAN PUDING BESAR KABUPATEN BANGKA sari, Dewi Dewi; Utami, Eva; Syari, Indra Ambalika
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 13 No 2 (2019): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/akuatik.v13i2.1474

Abstract

Sungai Penyerang merupakan salah satu sungai yang berada di Desa Kayu Besi, Kabupaten Bangka. Perbedaan musim juga dapat menyebabkan perubahan kondisi lingkungan di ekosistem Sungai sehingga berdampak langsung pada penurunan keanekaragaman jenis ikan dan komposisi jenis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh musim terhadap keanekaragaman jenis ikan yang terdapat di Perairan Sungai Penyerang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari?Maret 2018. Penelitian ini dilaksanakan di 6 stasiun pengamatan, 2 di bagian hulu, 2 di bagian tengah dan 2 di bagian hilir. Alat tangkap yang digunakan untuk sampling ikan yaitu jaring tarik, gill net dan serok. Sampling ikan dilakukan pada pagi hari sampai sore hari dan dari sore hari sampai pagi hari. Hasil ikan yang tertangkap sebanyak 470 individu terdapat 8 famili, 11 genus, dan 5 Spesies. Indeks keanekaragaman ikan pada stasiun I=1,461, stasiun II=1,543, stasiun III=1,674, stasiun IV=1,803, stasiun V=1,566 dan stasiun VI =1,873, termasuk dalam kriteria yang tergolong sedang. Berdasarkan analisis uji One-Way Annova untuk perbedaan musim terhadap keanekaragaman jenis ikan didapatkan nilai p value> 0,05 adalah 0,631 yang berarti tidak berbeda nyata.
Efisiensi Dari Metode Transplantasi Rumput Laut Pada Kawasan Bekas Penambangan Timahdi Pantai Teluk Kabupaten Bangka ST., M.Si, Umroh; Utami, Eva
AQUATIC Vol 8, No 2 (2014):
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.685 KB)

Abstract

Waters of  Bangka Island condition increasingly polluted and marine ecosystems all the time more damage due to the impact of offshore tin mining. Offshore tin mining destruct marine ecosystem and always leaves the turbidity and high sedimentation rates in the ocean. Mining of floating cause the seabed sediments are mixed with sea water, as a result suspended matter content become higher and spreading by ocean waves into seagrass ecosystems. High sedimentation rate if it exceeds the threshold, in addition to inhibiting seagrass photosynthesis, can also cause death and loss of seagrass. Seagrass has several important functions in coastal and marine areas, such as spawning, protection and enlargement ground of marine life. Seagrass bed has a very important role, therefore the seagrass damage that occurs needs to be fixed, one of the method is seagrass transplantation as restoration efforts. The aim of research was to determined the efficiency of seagrass transplantation method in accordance with waters of Bangka Island,at  tin post mining in the sea post. Seagrass transplantation method used as experimental in this research is a method of burlap sacks and Sprig Anchor. The results showed that the method is more suited to waters of Bangka Island. It is because Bangka island waters classified as fast-flowing waters. The method of burlap sacks is a method that fill sacks with substrate, so could be used as retaining current.
Variabilitas Harian Komunitas Ikan Pada Ekosistem Lamun Di Perairan Pulau Ketawai Kabupaten Bangka Tengah Herlina, Herlina; adi, wahyu; utami, eva
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 12 No 1 (2018): Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.256 KB)

Abstract

Fishes used seagrass ecosystem as nursery, spawning, feeding ground, daily ruaya and food for hebivorous fish. This research aims to describe the daily variability of fish communities in seagrass ecosystems, analyze seagrass communities and analyze seagrass associations with seagrass fish. The research was conducted in March 2017 in the waters of Ketawai Island, Central Bangka Regency. Line transect methode was used for seagrass data retrieval and swept area method for fish data capture.It was found that total number of individual fish as much as 244 ind/6.000m², consisting of 17 species during the day and 13 species at night. The highest abundance of daytime fish species Gerres filamentosus 68ind / 6.000m² and Hypoatherina barnesi 81ind/6.000m² at night. Diversity index is 1,917 at daytime and 1,074 at night. The uniformity indes is 0,677 at daytime and 0,419 at night. The dominance index is 0,258 at daytime and 0,583 at night. Spesies density, species frequency, species closure, Important Value Index of seagrass were dominated  by  three  species  of  seagrass is  Cymodocea rotundata, Thalassia  hemprichii and  Enhalus  acoroides. Correspondence Analysis between the density of seagrass and the abundance of fish in the afternoon forming 2 groups and at night forming 3 groups of seagrass and fish associations. The Atherinidae fish family prefers the Thalassia hemprichii seagrass species.
PENGARUH AKTIVITAS TAMBANG APUNG TERHADAP KEANEKARAGAMAN IKAN DI PERAIRAN SUNGAI PAKIL, BANGKA ZULFIKRI, AHMAD; UMROH, UMROH; UTAMI, EVA
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 1 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.594 KB)

Abstract

Tin mining in River Pakil used by floating mining. Mining activities would negatively effect to water quality and threaten biodiversity of fish resources. This study aims to know fish diversity in River Pakil and to analyze fish diversity differences between River Pakil and River Pembalu.. The experiment was conducted in January until February 2016 in Pakil and Pembalu river. This study using purposive sampling method with a set of three stations represent the (upstream, midstream and downstream). Fishing gear used for sampling fish are gill nets, traps and scoop. Results showed 378 individuals and 6 species 9 families of fish found in Pakil River, While results obtained 1590 individuals and 8 species 15 families of fish found in Pembalu River. Fish Diversity in Pembalu River are between 0,179 – 2,015 but fish diversity in Pakil River are between 0,232 – 1,672. River that has mining activities influenced have less species of fish than natural river.
KEANEKARAGAMAN IKAN KARANG DI PERAIRAN REBO SUNGAILIAT, BANGKA Apriza, Sastra; Adi, Wahyu; Utami, Eva
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 1 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.898 KB)

Abstract

Reef fish are organisms that live in reef area. Their life depend on coral reef condition the purpose of the research are to know diversity and abundance of reef fish, to know coral lifeform percentage, to describe the association of coral reef fish and to know chemical. The research was done in June 2015. The method used is Belt Transect. Data analysis includes diversity index, uniformity, dominance, species composition, species abundance, relative density, frequency of attendance, lifeform percentage and association of reef fish with coral reef. Diversity index of Karang Rulak is 2,329 and Karang Kering is 1,711. Uniformity index of Karang Rulak is 0,908 and Karang Kering 0,879. Dominance index of Karang Rulak 0,113 and Karang Kering is 0,209. Reef fish that found in Karang Rulak are 13 species and Karang Kering are 7 species. The highest of Reef fish abundance in Karang Rulak is Cephalopholis boenak that 55 individual/300m2 and the lowest is Acanturidae that 2 individual/300m2. The highest of Reef fish abundance in Karang Kering is Pentapodus sp that 45 individual/300m2 and the lowest is Abudefduf sexfasciatus that 4 individual/300m2. The cover lifeform percentage in Karang Rulak is 69,91% and Karang Kering is 24,57%.
PENGARUH BUANGAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI MABAT KABUPATEN BANGKA ZAHARA, SITI; UMROH, UMROH; UTAMI, EVA
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 1 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.69 KB)

Abstract

Mabat river is upstream watershed Baturusa which has a length of 15 km. Mabat river utilized for bathing, washing and fishing. Utilization Mabat River is no longer optimal due to the effect of effluent disposal plant oil palm. The purpose of this study was to analyze the quality of the Mabat river water of the effluent disposal plant oil palm. This study was conducted in February 2016 in Mabat river, Bangka District. Data retrieval consists of four stations. Station 1 on rivers that have not been exposed to effluent disposal palm. Stations 2, 3 and 4 on the river that has been exposed to effluent disposal palm. Methods of data analysis used the Pollutant Index method. The results obtained in the analysis of the sample is then compared with the first class water quality standards based on Government Regulation number 82 of 2001. Station 1, 2, 3 and 4 show the status of water in blackened mild conditions with the value of each 1,554; 1,802; 2,136 and 2,675.
ANALISIS KLOROFIL-a DI PERAIRAN KURAU KABUPATEN BANGKA TENGAH Analysis of Chlorophyll-a in the Kurau Sea of Bangka Tengah District Nurmala, Evi; Utami, Eva; Umroh, Umroh
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 1 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.598 KB)

Abstract

Perairan Kurau merupakan perairan yang memiliki potensi sumberdaya perairan yang besar, namun dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Penurunan hasil tangkapan ikan disebabkan oleh fitoplankton (klorofil-a) dan kualitas perairan yang tidak menentu. Klorofil-a adalah pigmen yang selalu ditemukan dalam fitoplankton serta organisme yang dapat melakukan proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi klorofil-a dan menganalisis hubungan klorofil-a dengan faktor fisika dan kimia di Perairan Kurau Kabupaten Bangka Tengah. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data parameter fisika kimia dilakukan secara langsung di lapangan, sedangkan klorofil-a, nitrat dan phospat dianalisis di laboratorium. Parameter lingkungan yang mempengaruhi klorofil-a yaitu suhu, kecerahan, kecepatan arus, potensial hidrogen (pH), oksigen terlarut (DO), salinitas, nitrat, dan phospat. Metode analisis data yang digunakan yaitu koefisien korelasi. Hasil pengukuran konsentrasi klorofil-a pada masing-masing stasiun yaitu stasiun I sebesar 0,026 µg/L, stasiun II sebesar 0,025 µg/L , stasiun III sebesar 0,027 µg/L dan stasiun IV sebesar 0,028 µg/L. Konsentrasi klorofil-a tertinggi terdapat pada stasiun IV sebanyak 0,028 µg/L dan hasil terendah pada staiun II sebanyak 0,025 µg/L. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa konsentrasi klorofil-a di perairan Kurau termasuk kedalam kriteria rendah, karena faktor fisika dan kimia yang mempengaruhinya. Hubungan parameter lingkungan dengan konsentrasi klorofil-a dilihat dari nilai koefisien determinasi (R2) dan nilai koefisien korelasi yaitu saling berkaitan atau berhubungan positif. Parameter lingkungan yang berkorelasi sangat kuat terhadap konsentrasi klorofil-a yaitu nitrat sebesar 0,965 dan phospat sebesar 0,999
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) BAGAN TANCAP MENGGUNAKAN LAMPU CELUP DALAM AIR DAN LAMPU DI ATAS PERMUKAAN AIR DI PERAIRAN REBO KABUPATEN BANGKA Natiqoh, Nanda Ulfa; Utami, Eva; Kurniawan, Kurniawan
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 2 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.332 KB)

Abstract

Ikan Teri (Stolephorus sp.) merupakan salah satu hasil perikanan tangkap yang menggunakan alat tangkapan Bagan Tancap yang biasa dilakukan oleh nelayan Desa Rebo di Perairan Rebo Kabupaten Bangka. Dimana Ikan Teri (Stolephorus sp.) merupakan salah satu ikan bernilai ekonomis berkisaran ±Rp 80.000. Nelayan di Perairan Rebo menggunakan Lampu di Atas Permukaan sebagai alat bantuan penangkapan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan jumlah hasil tangkapan bagan menggunakan Lampu Celup Dalam Air (Lacuda) dengan lampu di atas permukaan air dan mengetahui cara pengoprasian Lacuda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji coba penangkapan ikan atau eksperimental fishing dan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil tangkapan Ikan Teri (Stolephorus sp.) terbanyak pada perlakuaan Lacuda dengan hasil sebanyak 93,2 kg dan pada perlakuan Lampu di atas Permukaan sebanyak 55,95 kg. Pengoprasian Lacuda dimulai dari persiapan Lacuda, Penuruan Lacuda kedalam air ,menunggu Ikan Teri berkumpul di sekitar Lacuda dan Pengangkatan hasil tangkapan ikan Teri