Triyanti Nurul Hidayati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

VERBA TRILITERAL BAHASA ARAB: TINJAUAN DARI PREPEKTIF MORFOLOGI DERIVASI DAN INFLEKSI Ridwan, Muhammad; Hidayati, Triyanti Nurul
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 1 (2015): Volume 15, Nomor 1, April 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v15i1.803

Abstract

                      AbstractAs aglutination language arabic verb is polymorphemic word. Among the Arabic verbs are verbs called basic triliteral verbs. In addition to the root morpheme, three are other morphemes contained in the basic triliteral verbs. This study is to reveal the number and shape of morphemes contained basic triliteral verb. Methode of data collection to gather basic triliteral verb conjugation and listening means. The analys method used is distributional method that realized with the technique opposition, the immediate constituen. The conclution of this research the basic triliteral verbs commpossed by the root morpheme, transffix, affixperson, number, and gender.Keywords: Aglutination, basic triliteral verbs, morpheme, affix.    AbstrakSebagai bahasa bertipe aglutinatif, verba dalam bahasa Arab memiliki bentuk-bentuk inflektif dan derivatif karena verba bahasa Arab merupakan kata polimorfermik. Di antara verba-verba bahasa Arab terdapat verba yang disebut verba dasar triliteral. Selain morfem akar, terdapat morfem-morfem lain yang terdapat pada verba dasar triliteral. Makalah ini mengungkap paradigma persona, jumlah, dan gender pada verba dasar trilateral. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyimak konjugasi verba dasar triliteral. Metode analisis yang digunakan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan oposisi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah verba dasar triliteral tersusun atas morfem akar, transfiks, dan afiks persona, jumlah dan jenis.Kata-kata kunci: Aglutinatif, verba dasar triliteral, morfem, afiks.
Upaya Rekonstruksi Naskah Kuno Lombok Koleksi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Ediyono, Suryo; Hidayati, Triyanti Nurul; Ridwan, Muhammad
Manuskripta Vol 9 No 1 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.035 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i1.136

Abstract

This paper discusses efforts to save ancient manuscripts in Lombok, Nusa Tenggara Barat. The object of this research is the manuscripts of Lombok from the collection of the West Nusa Tenggara State Museum which was found, inventoried, and described in Central Lombok Regency, NTB. This research uses a descriptive-qualitative approach. The large number of manuscripts found in Lombok indicates that the written tradition has developed well since the Sasak people were familiar with writing. Some of the writings (scripts) used in the manuscripts in Lombok are the Jejawen, Arabic, Balinese and Buginese characters. Regarding the documentation of local Lombok scripts, the implementation of digitizing scripts in the field experienced a lot of delays due to several factors, the most inhibiting of them was the digitalization process which was quite complicated, besides the constraints on the internet and media networks after the earthquake in Lombok. --- Tulisan ini mendiskusikan tentang upaya-upaya penyelamatan naskah kuno di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Adapun objek penelitian ini adalah naskah klasik Lombok koleksi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat yang berhasil ditemukan, diinventarisir, dan dideskripsikan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, Banyaknya naskah yang ditemukan di Lombok dalam jumlah besar mengindikasikan bahwa tradisi tulis telah berkembang dengan baik sejak masyarakat Sasak mengenal tulisan. Beberapa tulisan (aksara) yang digunakan dalam naskah-naskah di Lombok adalah aksara Jejawen, Arab, Bali, dan Bugis. Terkait pendokumentasian naskah-naskah lokal Lombok, pelaksanaan digitalisasi naskah di lapangan cukup banyak mengalami keterlambatan yang dikarenakan beberapa faktor, yang paling menghambat diantaranya adalah proses digitalisasi yang cukup rumit, disamping kendala pada jaringan internet dan media pasca kejadian gempa bumi di tanah Lombok.