Oliver Samuel Simanjuntak
Program Studi Teknik Informatika UPN ”Veteran” Yogyakarta

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

IDENTIFIKASI UCAPAN WARNA MENGGUNAKAN LPC (LINIER PREDICTIVE CODE ) DAN KELOMPOK PEMILIHAN BOBOT Heriyanto, Heriyanto; Simanjuntak, Oliver Samuel
Telematika Vol 14, No 1 (2017): Edisi April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/telematika.v14i01.1968

Abstract

Pelajaran mengenal warna dapat dilakukan dengan melihat gambar dan mengucapkan dengan suara. Pengenalan dengan deteksi suara untuk mengenal warna-warna bagi anak-anak sangat diperlukan baik dengan media suara maupun gambar. Pada anak-anak belajar mengenal warna dapat dilakukan dengan menggunakan pengenalan ucapakan warna. Pada saat belajar mengenal warna dengan ucapan  maka dilakukan deteksi suara atau ucapan warna menggunakan LPC. Salah satu metode untuk mengenal ucapakan dengan LPC (Linier Predictive Code) dapat meningkatkan akurasi 60%. Ekstraksi ciri selain menggunakan metode Linear Predictive Coding (LPC) berdasarkan Aibinu dkk. (2011) dengan LPC diantara 40%-60%. Penelitian ini menggunakan LPC yang menghasilkan kooefisien cepstral yang kemudian dilakukan seleksi fiture. Kombinasi seleksi fiture yang diambil diantaranya dengan 1. Mengelompokan nilai data 2. Melakukan pemilihan bobot. Hasil akurasi uji coba dilakukan dengan ucapan 1..10 warna dilakukan terhadap laki-laki dan perempuan sebanyak 10 orang mendapatkan nilai prosentase 95%
PENGEMBANGAN LONGEST PATH ALGORITHM (LPA) DALAM RANGKA PENCARIAN LINTASAN TERPANJANG PADA GRAF BERSAMBUNG BERARAH BERUNTAI Simanjuntak, Oliver Samuel
Telematika Vol 8, No 2 (2012): Edisi Januari 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/telematika.v8i2.449

Abstract

The longest distance in a graph that has a number of vertices, arcs and small strands easily done manually. However, if the graph has a number of vertices, arcs and strands of many, the determination of the distance and the longest path will be difficult. Research has developed Longest Path Algorithm (LPA) in order to search for the longest distance and trajectory continued trending stranded on a graph. LPA enables application development and search distance of the longest path in the graph continued trending quickly and accurately. LPA in the development of a solution to help solve the problem of finding the longest path in a directed graph stranded concatenated.
PENGEMBANGAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU MASYARAKAT INFORMASI Simanjuntak, Oliver Samuel
Telematika Vol 8, No 1 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/telematika.v8i1.438

Abstract

Development of the Technology Acceptance Model (TAM) describes that there are dominant factors affecting the integration of information and communication technology (ICT) in society. This paper described the development of TAM in the context of the implementation of community development towards an information society. Implementation of empowerment facilitators conducted with the community. Implementation of empowerment aims to build positive perceptions of the benefits and convenience of ICT in society. Perceptions will positively affect the willingness of communities to utilize ICT. Furthermore, the willingness to utilize ICTs will influence the awareness and public demand for information as a source of strength. Communities that utilize ICT in order to satisfy the high demand for information is called information society.
IMPLEMENTASI NEAR FIELD COMMUNICATION (NFC) UNTUK INFORMASI KOLEKSI MUSEUM Simanjuntak, Oliver Samuel; Himawan, Hidayatulah; Husaini, Muhammad Ali
Telematika Vol 15, No 1 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/telematika.v15i1.3066

Abstract

AbstractPeople's interest to make the museum as a tourist destination is very low. Therefore, innovations are needed to attract the public interest, and in this case innovation is done in the utilization of NFC technology on android. Currently NFC technology is growing rapidly and has been exploited in various applications, so the utilization of this technology is expected to eliminate the impression of outdated and less attractive to the museum. This application will be divided into two, ie mobile apps for visitors developed using Android Studio software and web applications developed using SublimeText. Mobile apps created to display information from objects in the museum in the form of text, images, video, and audio, by scanning the NFC tag which then the scan results will direct the application to retrieve data from web applications that serve as a server for database management . This mobile app can also display 360o rooms from every room in the museum. Based on the results of the implementation that has been tested, this application was able to convey information in text, image, sound, or video format by doing a scan on the NFC tag. From user random application feasibility test. Keywords: Android, NFC, Biology Museum, Multimedia Information, Mobile Application AbstrakMinat masyarakat untuk menjadikan museum sebagai tujuan wisata sangatlah rendah. Oleh karena itu diperlukan inovasi untuk menarik minat masyarakat, dan dalam hal ini inovasi dilakukan dalam pemanfaatan teknologi NFC pada android. Saat ini teknologi NFC sedang berkembang pesat dan sudah dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi, sehingga pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menghilangkan kesan ketinggalan jaman dan kurang menarik pada museum. Aplikasi ini akan dibagi menjadi dua, yaitu aplikasi mobile untuk pengunjung yang dikembangkan menggunakan software Android Studio dan aplikasi web yang dikembangkan menggunakan SublimeText. Aplikasi mobile yang dibuat dapat menampilkan informasi dari benda di museum dalam bentuk text, gambar, video, dan audio, dengan cara melakukan scanning pada NFC tag yang kemudian hasil scan tersebut akan mengarahkan aplikasi untuk mengambil data dari aplikasi web yang berfungsi sebagai server untuk manajemen database. Aplikasi mobile ini juga dapat menampilkan ruangan 360o  dari setiap ruangan yang ada di museum. Berdasarkan hasil implementasi yang telah diuji, aplikasi ini ternyata mampu menyampaikan informasi dalam format teks, gambar, suara, maupun video dengan melakukan scan pada NFC tag. Dari uji kelayakan aplikasi oleh pengguna secara acak.   Kata Kunci : Android, NFC, Museum Biologi, Informasi Multimedia, Aplikasi Mobile
PENGEMBANGAN SHORTEST PATH ALGORITHM (SPA) DALAM RANGKA PENCARIAN LINTASAN TERPENDEK PADA GRAF BERSAMBUNG BERARAH BERUNTAI Simanjuntak, Oliver Samuel
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara manual, pencarian jarak dan lintasan terpendek pada graf yang memiliki jumlah verteks, arc dan untai yang sedikit mudah dilakukan. Namun bila graf tersebut memiliki verteks, arc dan untai yang besar, pencarian jarak dan lintasan terpendek akan menjadi sukar. Penelitian berhasil mengembangkan Shortest Path Algorithm (SPA) dalam rangka pencarian jarak dan lintasan terpendek pada graf bersambung berarah beruntai. Aplikasi pengembangan SPA memampukan pencarian jarak dan lintasan terpendek pada graf bersambung berarah secara cepat dan tepat. Pengembangan SPA menjadi solusi dalam membantu memecahkan masalah pencarian lintasan terpendek pada sebuah graf bersambung berarah beruntai.
PEMODELAN PENINGKATAN KUALITAS SISTEM INFORMASI AKADEMIK DENGAN MENGGUNAKAN STANDAR ISO 9126 Simanjuntak, Oliver Samuel
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Akademik (SIA) dirancang sebagai layanan olah data kegiatan akademik di Perguruan Tinggi yang dapat dipergunakan dari, oleh dan untuk civitas akademika. Dengan penerapan layanan SIA, berbagai tugas dan pekerjaan civitas akademika yang dilakukan secara manual, sekarang bisa dikerjakan oleh komputer secara otomatis. Namun demikian, penerapan SIA di Perguruan Tinggi mengalami berbagai permasalahan. Permasalahan penerapan SIA adalah masih lemahnya kualitas SIA itu sendiri. Lemahnya kualitas SIA memberi dampak terhadap penurunan pemanfaatan SIA sebagai layanan olah data. Identifikasi dari permasalahan SIA adalah belum tersedianya cara yang tepat dalam peningkatan kualitas SIA. Penelitian ini membangun sebuah model peningkatan kualitas SIA dengan menggunakan standar kualitas. Model peningkatan kualitas SIA menyediakan basis yang sangat penting sebagai dasar peningkatan layanan olah data kegiatan akademik di Perguruan Tinggi berdasar standar kualitas. Standar kualitas merupakan kesepakatan berbagai pakar sebagai acuan kerja/pola kerja meningkatkan kualitas, salahsatunya adalah ISO 9126. Standar ISO 9126 dikembangkan dalam usaha identifikasi atribut-atribut kualitas SIA. Pelaksanaan atribut-atribut kualitas dipercaya sebagai solusi peningkatan kualitas SIA.
PEMODELAN PENGOPERASIAN MCAP DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU MASYARAKAT INFORMASI di DIY Simanjuntak, Oliver Samuel
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memperkecil kesenjangan digital di Propinsi DIY, peran agen pemberdayaan dituntut untuk dapat melakukan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat informasi. Pemerintah Propinsi DIY sebagai salah satu agen pemberdayaan membuat sebuah terobosan pemberdayaan melalui pengoperasian MCAP. Namun demikian, pelaksanaan pengoperasian MCAP di masyarakat mengalami berbagai permasalahan. Identifikasi permasalahan pengoperasian MCAP adalah belum tersedianya cara yang tepat dalam pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat informasi. Penelitian ini membangun sebuah model pengoperasian MCAP dalam rangka pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat informasi. Pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat informasi sebagai upaya agen pemberdayaan dalam rangka pemberian kesempatan, pemihakan dan penguatan pendayagunaan TIK bagi masyarakat, yaitu: 1) observasi lapangan dalam rangka pengukuran tingkat kemauan, kemampuan masyarakat dan kondisi lingkungan setempat terkait pendayagunaan TIK 2) diskusi bersama warga masyarakat dalam rangka pengumpulan kebutuhan, permasalahan dan potensi informasi di masyarakat 3) pelaksanaan pemberdayaan dalam rangka pembangunan persepsi positif terhadap kemudahan dan manfaat pendayagunaan TIK bagi masyarakat.
APLIKASI PRESENSI PENGENALAN WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HAAR CASCADE CLASSIFIER Septyanto, Moh. Wahyu; Sofyan, Herry; Jayadianti, Herlina; Simanjuntak, Oliver Samuel; Prasetyo, Dessyanto Boedi
Telematika Vol 16, No 2 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/telematika.v16i2.3182

Abstract

AbstractPresence using face already widely adopted as a way of monitoring employee attendance. Research on using facial Presence never been done before by applying algorithms and algorithms Eigenface linear discriminant analysis (LDA). However, previous research has found that there are still weaknesses in the algorithms used. The weakness is that the process of identifying which takes a long time because the process of calculating the value carried on the overall image or image and the distance of the face of the webcam can affect the process of identifying faces. In this study, the algorithm used is haar cascade classifier algorithm. Haar classifier cascade or known by other names haar-like features are the rectangular features (square function), which gives an indication of the specifics on a picture or image. Principle Haar-like features are recognizing objects based on simple values of the features but not the pixel values of the object image. This method has the advantage that the computation is very fast, because it depends on the number of pixels in a square instead of each pixel value of an image. Haar classifier cascade also still be able to identify faces even if the distance face with the webcam is considerably due to the value of the facial features can still be identified. Results from this study that the system can identify the face with a good degree of accuracy. Tests carried out to 13 employees Starcross Store with each employee doing 30 times the experiment presence. Attendance successful has the success rate is 87% and 13% of the total failure of the experiment 390 times. Some absences failed to happen because there are several factors that can affect attendance as high luminance, uplifted head position, and the use of attributes (hats, glasses, etc.).Keywords : Presence, face recognition, Haar cascade classifier algorithmPresensi menggunakan wajah sudah banyak diterapkan sebagai cara untuk pemantauan kehadiran pegawai. Penelitian tentang presensi menggunakan wajah pernah dilakukan sebelumnya dengan menerapkan algoritma eigenface dan algoritma linear discriminant analysis (LDA). Namun dari penelitian sebelumnya telah ditemukan kelemahan yaitu pada proses pengidentifikasian yang membutuhkan waktu cukup lama dikarenakan proses perhitungan nilai dilakukan pada keseluruhan citra atau image dan jauhnya jarak wajah dari webcam dapat mempengaruhi proses pengidentifikasian wajah tersebut. Pada penelitian ini algoritma yang digunakan adalah algoritma haar cascade classifier. Haar cascade classifier atau yang dikenal dengan nama lain haar-like features merupakan rectangular features (fungsi persegi), yang memberikan indikasi secara spesifik pada sebuah gambar atau image. Prinsip Haar-like features adalah mengenali obyek berdasarkan nilai sederhana dari fitur tetapi bukan merupakan nilai piksel dari image obyek tersebut. Metode ini memiliki kelebihan yaitu komputasinya sangat cepat, karena hanya bergantung pada jumlah piksel dalam persegi bukan setiap nilai piksel dari sebuah image. Haar cascade classifier juga masih dapat mengidentifikasi wajah walaupun jarak wajah dengan webcam terbilang jauh dikarenakan nilai fitur wajah masih dapat diidentifikasi. Hasil dari penelitian ini bahwa sistem dapat mengidentifikasi wajah dengan tingkat akurasi baik. Pengujian dilakukan kepada 13 karyawan Starcross Store dengan masing-masing karyawan melakukan 30 kali percobaan presensi. Absensi yang berhasil memiliki nilai keberhasilan 87% dan 13% gagal dari total percobaan 390 kali. Beberapa absensi yang gagal terjadi karena ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi absensi seperti pencahayaan yang tinggi, posisi kepala yang mendongkak dan penggunaan atribut (topi, kacamata, dsb).Kata Kunci : Presensi, Pengenalan Wajah, Algoritma Haar Cascade Classifier 
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN PADA E-COMMERCE INDUSTRI MAKANAN RINGAN KWT AN-NABA YOGYAKARTA Kodong, Frans Richard; Juwairiah, Juwairiah; Simanjuntak, Oliver Samuel
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha makanan ringan (snack) memiliki potensi cukup besar dalam meraup keuntungan, namun tidak sedikit pula pelaku usaha tersebut mengalami kerugian dikarenakan strategi pemasaran yang kurang tepat. Permasalahan yang banyak terjadi pada industri makanan ringan, khususnya di KWT (Kelompok Wanita Tani)  An Naba antara lain adalah faktor pangsa pasar atau kemampuan mengakses pasar yang lebih luas, keterbatasan informasi terkait dengan segmen pasar, kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku dan masalah promosi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, pada penelitian ini akan dibangun e-commerce dengan manajemen rantai pasokan (SCM, Supply Chain Management) yang merupakan sistem terintegrasi yang menangani hubungan stakeholders pada usaha makanan ringan. 
DIAGNOSA TINGKAT KESEHATAN PASIEN MENGGUNAKAN METODE DECISION TREE Himawan, Hidayatulah; Simanjuntak, Oliver Samuel; Triawan, Agus
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan kesehatan merupakan keinginan tiap orang untuk selalu memiliki tingkat dan kualitas kesehatan yang baik. Munculnya berbagai gejala penyakit yang menyebabkan seseorag menderita suatu penyakit dapat diketahui secara dini. Untuk itu perlu adaya suatu aplikasi pendukung secara online baik berupa web online ataupun aplikasi lainnya yang bisa digunakan secara cepat dan tepat untuk diketahui, sebelum penyakit tersebut ditangani oleh orang yang ahli dibidangnya (dokter). Aplikasi ini untuk mendiagnosa tingkat kesehatan seseorang khususnya yang aktif sebagai perokok. Aplikasi ini menggunakan metode decision tree dengan kombinasi algoritma C.45 yang menggambarkan tingkat kualitas kesehatan seseorang akibat bahaya merokok yang ditimbulkan. Sampling diambil pada 70 orang pasien dengan metode wawancara dan kuesioner yang memberikan efek dan dampak serta kebiasaan dari pasien tersebut.