Articles

Found 9 Documents
Search

REKAYASA M-MARKET (MOBILE MARKET) UNTUK KELOMPOK USAHA PEMUDA BINAAN DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA PROPINSI JAWA TENGAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK UMKM Susanto, Ajib; Wijanarto, Wijanarto; Utomo, Ibnu; Imam, Imam; Erwin, Erwin
Techno.Com Vol 14, No 1 (2015): Februari 2015 (Hal. 1-78)
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/tc.v14i1.701

Abstract

Kelompok usaha pemuda binaan Dinpora Jateng terdiri dari beberapa klaster, tiap klaster terdiri dari 20-24 kelompok usaha, selama ini proses penjualan dilakukan dengan menunggu pembeli datang, 10% menggunakan fasilitas online sehingga belum maksimal dalam melayani pelanggan, sedangkan potensi penetrasi pengguna smartphone di Indonesia adalah 14% dan terus naik. Tujuan M-Market ini adalah  membangun aplikasi M-Market berbasis android untuk melayani pelanggan/calon pelanggan pengguna smartphone sebagai upaya peningkatan penjualan produk UMKM hasil kelompok usaha binaan pemuda Dinpora Jateng. Metode pengembangan sistem digunakan metode Agile XP(Extreme Programming) dengan fase yaitu explorasi, perencanaan, publikasi, produksi, perawatan dan akhir hidup sistem. Aplikasi  ini menampilkan data toko, produk, proses penjualan barang sampai proses pembayaran dan biaya pengiriman. Kata kunci : M-Market, smartphone, android, kelompok usaha pemuda
PENGOLAHAN CITRA PENGUKURAN DISPLACEMENT DENGAN METODE DIGITAL SPECKLE INTERFEROMETRY PADA PLAT PERSEGI Marlang, Hidayat; Imam, Imam
DINAMIKA – Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : HALUOLEO UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamatan perilaku deformasi material telah banyak dilakukan dengan menggunakan sensor strain-gauge atau Extensometer. Pengamatan secara konvensional ini mempunyai keterbatasan, yaitu hanya dapat mengukur pada titik tertentu saja. Untuk itu dalam penelitian ini digunakan metode optik yang sedang berkembang, salah satunya metode Digital Speckle Interferometry (DSI), yang mampu memberikan gambaran secara lengkap perubahan dalam domain waktu dan ruang.  Pada penelitian ini digunakan sebuah plat baja yang berbentuk bujur sangkar yang diberi beban tegak lurus bidang obyek, dengan memberikan displacement awal pada pusat plat. Displacement awal ini digunakan sebagai referensi untuk mengamati distribusi displacement disekitar pusat plat, dengan metode out-off plane displacement dengan bantuan software (Matlab 7). Sebagai pembanding pada penelitian ini dilakukan simulasi berbasis finite element dengan menggunakan software Ansys.
ALIENATION IN MURAKAMI’S BLIND WILLOW, SLEEPING WOMAN Imam, Imam
Passage Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Passage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores alienation in Haruki Murakami?s Blind Willow, Sleeping Woman. It studies the aspects of alienation in three selected short stories from Blind Willow, Sleeping Woman: ?A Folklore for My Generation: A Pre-History of Late-Stage Capitalism,? ?Tony Takitani,? and ?Firefly,? and how these aspects manifest in the lives of the people in the selected stories. To achieve the objectives, the study was conducted under postmodernist approach and employs Seeman?s theory on alienation known as Seeman?s Aspects of Alienation (1959) as the theoretical framework of the study. The findings divulge that there are four alienation aspects palpable in the selected short stories: powerlessness, meaninglessness, normlessness, and social isolation. They also disclose that the alienation aspects found manifest through four key points i.e. the unknown origins of alienation, the problem of choices overload, the fragmentation of life aspects, and disconnected relational self. Viewed from postmodern perspective, Murakami?s Blind Willow, Sleeping Woman can be interpreted as a representation of contemporary Japan as it portrays contemporary alienation issues, which are the effects of the breaking down of the Japanese traditional norms establishment, the grand narrative, in at least two occasions in Japanese history, Japan?s involvement and defeat in World War II and the student movement in the sixties.Keywords: Alienation, Postmodernism, Blind Willow Sleeping Woman
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 01 SELAKAU Imam, Imam; Mirza, Ade; Nursangaji, Asep
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2018): Januari (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui katagori kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII SMP Negeri  01 Selakau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian studi survey. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 01 Selakau dengan subjek sebanyak 33 siswa. Berdasarkan hasil analisis terhadap data tes kemampuan penalaran matematis dan wawancara diperoleh bahwa dari 33 siswa, 10 siswa tergolong dalam kategori kemampuan penalaran matematis bawah, 16 siswa tergolong dalam kategori kemampuan penalaran matematis tengah, dan 7 siswa tergolong dalam kategori kemampuan penalaran  matematis atas. Siswa yang tergolong dalam kategori kemampuan penalaran matematis atas sudah mampu menguasai indikator dari penalaran deduktif antara lain yaitu kemempuan dalam melakukan perhitungan matematis berdasarkan rumus tertentu; kemampuan membuktikan kebenaran dari pernyataan yang diberikan; dan penalaran induktif antara lain yaitu kemampuan siswa dalam mengajukan dugaan; kemampuan menarik kesimpulan dari pernyataan yang bersifat khusus. Sedangkan siswa kategori kemampuan penalaran matematis tengah hanya mampu menguasai indikator penalaran induktif saja dan siswa dalam kategori kemampuan penalaran matematis bawah mengalami banyak kesulitan untuk setiap indikator. Kata Kunci: Penalaran Matematis, Kemampuan Penalaran Matematis    Abstract : The aims of this research is to know the category of mathematical reasoning ability of grade VIII SMP Negeri 01 Selakau by using descriptive method within survey studies. This research was conducted  at SMP Negeri 01 Selakau with  33 students as subject. The results of mathematical reasoning ability tests and interview analyzed showed 10 students classified in low category, 16  students classified in medium category, and 7 students classified in top category.  Students in the top category of mathematical reasoning ability are mastering  the from of deductive reasoning such as students who able to do calculations based on a specific formula; students who able to prove the truth of statement; and inductive reasoning such as students who able to present the assumption; students who able to draw conclusion from specifik statement. The ability of students in medium can only be able to master the indicators of inductive reasoning  and low catagories had many difficulties in every indicator.Keywords: Mathematical Reasoning, The Ability of Mathematical Reasoning
REFORMASI DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) Imam, Imam
EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : e-Journal STAI Muhammadiyah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education reform in Indonesia initiated the decentralization of education. Decentralization of education is meant kewengan central government and provincial government allowed only limited autonomy organizing activities specified in government regulations. While the local government authority covering the planning, implementation, monitoring, control and evaluation. Form of education decentralization is local autonomy which gave birth to school-based management. There are some who carried out the order of SBM reforms such as planning and evaluation of programs and curriculum management. In an effort optimasilsi implementation of MBS is the first regulation kewenagan clear between central and local government, and education units. To-two Need for Reform MBS according to the characteristics of Indonesia All three Application MBS in total. All four should be the training of MBS to the organizers of education and socialization model of MBS to Stakeholders
Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas I Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai Pada Pembalajaran Bahasa Indonesia Imam, Imam
PEDAGOGIA Vol 3, No 2 (2014): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi riil pendidikan yang ada di daerah, masih banyak menemukan guru berada dalam situasi yang kurang menguntungkan untuk melaksanakan tugas dengan professional.Banyak guru yang ditempatkan di dalam ruang yang penuh sesak dengan anak didik dengan perlengkapan yang kurang memadai, para guru diharapkan mampu melaksanakan tugas mulia untuk mendidik generasi penerus anak bangsa.Hal demikian sebagaimana dialami pula oleh peneliti selaku guru di SDN Pinggir Papas 1, dimana SDN Pinggir Papas 1 juga terletak di daerah pinggiran dengan penduduk yang kurang berpendidikan.Siswa kelas 1A sebagian besar tidak mempunyai latar pendidikan dari TK, mereka memulai segalanya (mengenal huruf dan angka) dari kelas 1.Kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas 1A juga sangat kurang, mereka terbiasa menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Untuk itu peneliti selaku guru kelas 1A, merasa kesulitan di dalam membelajarkan bahasa Indonesia kepada siswa. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang rendah di segala aspek keterampilan bahasa, yaitu pada aspek membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Setiap diadakan penilaian terhadap salah satu aspek keterampilan bahasa yang diajarkan, misalnya keterampilan menyimak, nilai hasil belajar siswa selalu di bawah KKM yang telah ditentukan yaitu 65, hanya ada beberapa siswa yang mampu memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditentukan.Sebagai alternatif pemecahan masalah maka peneliti sebagai guru kelas 1 berupaya melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas 1A Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai pada Pembelajaran Bahasa Indonesia”.Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus dengan menggunakan metode observasi dan tes serta data catatan lapangan selama proses pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyimak siswa kelas 1A dapat ditingkatkan melalui penerapan metode permainan pesan berantai pada pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu membedakan bunyi bahasa di SDN Pinggir Papas 1 Sumenep. Peningkatan kemampuan menyimak tersebut ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah mengikuti tes dari guru dengan ketuntasan belajar mencapai 100% dan memperoleh nilai rata-rata sebesar 83,25.
Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas I Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai Pada Pembalajaran Bahasa Indonesia Imam, Imam
PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan Vol 3, No 2 (2014): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i2.62

Abstract

Kondisi riil pendidikan yang ada di daerah, masih banyak menemukan guru berada dalam situasi yang kurang menguntungkan untuk melaksanakan tugas dengan professional.Banyak guru yang ditempatkan di dalam ruang yang penuh sesak dengan anak didik dengan perlengkapan yang kurang memadai, para guru diharapkan mampu melaksanakan tugas mulia untuk mendidik generasi penerus anak bangsa.Hal demikian sebagaimana dialami pula oleh peneliti selaku guru di SDN Pinggir Papas 1, dimana SDN Pinggir Papas 1 juga terletak di daerah pinggiran dengan penduduk yang kurang berpendidikan.Siswa kelas 1A sebagian besar tidak mempunyai latar pendidikan dari TK, mereka memulai segalanya (mengenal huruf dan angka) dari kelas 1.Kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas 1A juga sangat kurang, mereka terbiasa menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Untuk itu peneliti selaku guru kelas 1A, merasa kesulitan di dalam membelajarkan bahasa Indonesia kepada siswa. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang rendah di segala aspek keterampilan bahasa, yaitu pada aspek membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Setiap diadakan penilaian terhadap salah satu aspek keterampilan bahasa yang diajarkan, misalnya keterampilan menyimak, nilai hasil belajar siswa selalu di bawah KKM yang telah ditentukan yaitu 65, hanya ada beberapa siswa yang mampu memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditentukan.Sebagai alternatif pemecahan masalah maka peneliti sebagai guru kelas 1 berupaya melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas 1A Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai pada Pembelajaran Bahasa Indonesia”.Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus dengan menggunakan metode observasi dan tes serta data catatan lapangan selama proses pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyimak siswa kelas 1A dapat ditingkatkan melalui penerapan metode permainan pesan berantai pada pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu membedakan bunyi bahasa di SDN Pinggir Papas 1 Sumenep. Peningkatan kemampuan menyimak tersebut ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah mengikuti tes dari guru dengan ketuntasan belajar mencapai 100% dan memperoleh nilai rata-rata sebesar 83,25.
REFORMASI DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) Imam, Imam
EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education reform in Indonesia initiated the decentralization of education. Decentralization of education is meant kewengan central government and provincial government allowed only limited autonomy organizing activities specified in government regulations. While the local government authority covering the planning, implementation, monitoring, control and evaluation. Form of education decentralization is local autonomy which gave birth to school-based management. There are some who carried out the order of SBM reforms such as planning and evaluation of programs and curriculum management. In an effort optimasilsi implementation of MBS is the first regulation kewenagan clear between central and local government, and education units. To-two Need for Reform MBS according to the characteristics of Indonesia All three Application MBS in total. All four should be the training of MBS to the organizers of education and socialization model of MBS to Stakeholders
EVALUASI CRUSHING PLANT DAN ALAT SUPPORT UNTUK PENGOPTIMALAN HASIL PRODUKSI DI PT BINUANG MITRA BERSAMA DESA PUALAM SARI, KECAMATAN BINUANG Imam, Imam; Triantoro, Agus; Riswan, Riswan; Sitio, Deddy J.
Jurnal Himasapta Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i02.942

Abstract

Target produksi crushing plant pada PT Binuang Mitra Bersama adalah 350 ton/jam. Namun target produktivitas yang ditargetkan sering tidak tercapai permasalahan yang dihadapi dalam suatu pengolahan batubara adalah adanya penundaan waktu baik yang dapat dihindari maupun tidak. Contoh seperti alat pengolahan batubara yang sedang breakdown, hopper penuh, sedang hujan, dan atau alat pengolahan batubara sedang maintenance. Terhadap keadaan ini tentunya diperlukan optimalisasi untuk mendapatkan waktu kerja yang produktif yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung kapasitas produktivitas masing ? masing komponen pada coal processing plant.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis factor-faktor pendukung produktivitas unit crushing plant seperti cycle time alat pengumpan, spesifikasi unit crusher dan belt conveyor, kondisi aktual lapangan  penyebab loss time seperti idle dan delay, serta breakdown time selama Bulan Februari Tahun 2016.Setelah dilakukan penelitian kegiatan crushing plant  untuk evaluasi pengoptimalan hasil produksi aktual unit crushing plant pada PT Binuang Mitra Bersama maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencapaian target produksi seperti produktivitas dari alat cycle time alat pengumpan, unit crusher , dan belt conveyor. Berdasarkan data aktual didapatkan perhitungan produktivitas crushing plant sebesar 326,33 ton/jam. Berdasarkan data aktual  produksi pada bulan Februari, belum tercapai sehingga perlu dilakukannya  evaluasi serta langkah optimasi agar target tercapai. Melalui simulasi penambahan dump truck dan penambahan kapasitas muatan material batubara terhadap dump truck maka  target produksi pada bulan Februari  akan terpenuhi sebesar 375 ton/jam.