Articles

Found 21 Documents
Search

PERANCANGAN SWING HOIST KAPASITAS 150 KG UNTUK MENGANGKAT SHEET MATERIAL Effendi, Riki; Megawanto, Tofan
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri alat handling selalu dibutuhkan untuk menjalankan segala aktifitas pekerjaan, salah satunya alat handling material sheet. Dengan adanya alat handling material dapat meringankan beban orang dalam proses loading dan unloading material. Alat handling material ada banyak jenisnya yaitu antara lain Crane, gantri hoist, swing hoist atau air hoist, dan lain - lain. Sehingga dalam penelitian ini dibuat rancang bangun alat handling yang mempunyai nilai ekonomis lebih rendah. Untuk pemakain alat ini yang prinsip kerjanya memanfaatkan gaya ? gaya yang berkerja pada wire rope dan bearing akibat dibebani muatan.Sehingga pemilihan spesifikasi wire rope dan bearing sangatlah penting. Dari hasil penilitian dan perhitungan didapatkan data bahwa gaya yang diterima wire rope sebesar T = 9894,23 N dan gaya yang diterima bearing yaitu gaya aksial = 490 N dan gaya radial = 13905,41 N. Sehingga dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa alat handling swing air hoist yang dirancang dapat digunakan.
IDENTIFIKASI PENYEBAB POTENSIAL KECACATAN PRODUK DAN DAMPAKNYA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) Hendra, Franka; Effendi, Riki
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12, No 1 (2018): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.12.1.17-24

Abstract

Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi kegagalan yang meminimalisis resiko terjadinya kecacatan produk? dalam proses produksi kran part S11037S serta mendeteksi faktro utama dari penyebab kecacatan yang terjadi. Metode yang digunakan dengann pendekatan Seven Plus One Type of Waste dan konsep Failure Mode Effect Analysis. (FMEA). Hasil yang diperoleh dari 28 jenis kecacatan pada prdouk kran terdapat 5 jenis kecacataan yang frekuensi terjadi tinggi yaitu ; Gomi, Hike, Kizu, Nami dan Su.Dari kelima jenis cacat tersebut dapat di identifikasi beberapa penyebab yang sering terjadi, diantara penyebab-penyebab itu adaa yang memiliki nilai RPN (Risk Priority Number) yang tinggi yaitu ; 1. Gomi, penyebab dominan adalah karena kelalaian operator pada saat produksi dengan nilai RPN = 60, 2. Hike, dengan penyebab tertinggi adalah masuknya kotoran pada saat Plotting dengan RPN = 24, 3. Kizu, penyebab utama juga berasala dari kelalaian operator dengan RPN = 36 dan Nami, penyebab doinannya adalah material yang digunakan mempunyai kualitas yang rendah. Sedangkan Su faktro penyebabnya mempunyai RPN yang masih rendah yaitu 4 sampai 6.
PERANCANGAN MESIN PENGOLAH SAGU PORTABLE DENGAN KAPASITAS EMPULUR SAGU 350 KG/JAM Effendi, Riki; Zulpandri, Z
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan mesin ini menggunakan sistem parutan guna untuk menghancurkan empulur batang sagu agar pati sagu dapat keluar dari batangnya, parutan dirancang berbentuk silinder dan diberikan susunan mata parut disekeliling silinder parutan tersebut. Batang sagu diparut pada silinder yang sedang berputar sehingga empulur batang sagu hancur dan masuk kedalam bak pencucian, Empulur batang sagu hasil parutan dicuci di dalam bak guna untuk memisahkan pati sagu dengan ampas dengan menggunakan saringan. Sistem pencucian dan pengendapan mengguanakan dua pompa Sanyo PWH 13, pompa pertama menarik air dari sumber mata air ke dalam bak pencucian dan pompa yang kedua memindahkan hasil pencucian ke dalam bak pengendapan. Hasil parutan empulur sagu yang didapatkan dari perancangan ini adalah 6,125 kg/menit (dibulatkan menjadi 350 kg/jam ) dan untuk lebar parutan 40 cm.?Kata kunci: parutan, sagu, portable , dicuci.
PENGEMBANGAN DESAIN MODEL DAN PROTOTIPE MESIN SIKAT KARPET MEKANIK DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK Setiawan, Bambang; Hidayat, Gunawan; Effendi, Riki
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v7i1.696

Abstract

Desain mesin sikat karpet mekanik ini merupakan salah satu upaya pengembangan pada alat konvensional. Hal ini untuk membantu industri kecil yang masih menggunakan alat konvensional untuk beralih ke mesin sikat karpet mekanik agar dapat menghasilkan produk yang lebih cepat dan efektif pada saat proses mencuci karpet. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengembangan desain model dan prototipe mesin sikat karpet mekanik dengan penggerak motor listrik, skala pencucian karpet rumah tangga. Tujuan pembuatan konsep ini meningkatkan efektivitas waktu untuk penggunanya. Alat ini di gunakan untuk mencuci dan menyikat pada karpet, dimana alat tersebut bekerja menggunakan sumber daya dari motor listrik yang menggerakkan poros dan sikat pembersih/polisher untuk mencuci dan menyikat karpet yang sudah di beri cairan deterjen sebelumnya. Konsep perancangan alat sikat karpet mekanik ini di buat dengan menggunakan Computer Aided Design (CAD) SOLIDWORKS. Metode yang di pakai untuk membuat mesin sikat karpet mekanik meliputi pengembangan model yang ada, mencari riset tentang alat sebelumnya, penyempurnaan konsep model desain, pembuatan model 3D dan pembuatan alat. Setelah alat selesai di rakit maka alat akan di tes dan di uji. pengujian prototipe mesin sikat karpet mekanik dengan menggunakan tiga jenis tipe karpet berdasarkan   ketebalan   bahan,    k a r a k t e r i s t i k    k a r p e t    a k a n    b e r p e n g a r u h t e r h a d a p k i n e r j a  d a r i  m e s i n  s e r t a  h a s i l  y a n  g  d i d a p a t k a n . Kata Kunci : Desain, Prototipe, Mesin sikat karpet mekanik
PERANCANGAN MESIN PENCETAK BANTALAN PALET DARI SERBUK KAYU Effendi, Riki; Hendra, Franka; Hakim, M. Arief
Jurnal POLIMESIN Vol 15, No 2 (2017): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v15i2.375

Abstract

The background of the palette bolster printer machine production is the availability of waste sawdust in the large number. Waste sawdust is often regarded as a waste that its values and benefits cannot be felt yet. Sawdust can be used as the primary material for the production of palette bolster, so it becomes  valuable and useful. The method used in the machine production are reviewing literature and by doing calculations. The next stage is the production of machines and testing process to find out the success of the design. After the production process, it is obtained the machine results with dimensions of 380×150×510 (mm), with the production capacity of 2 products in one-time process. A good mixture composition of the sawdust and adhesive is 60:40 with a production capacity of 12 per hour, the machine is expected to provide benefits in the palette production. Key words: Adhesive, bolster, pallet, sawdust.
Optimization Design of Multifunction Machines For Making 2 Kinds of Animal Feed Effendi, Riki; Maghfurah, Fadwah; Rudiarto, Rudiarto
Journal of Energy, Mechanical, Material and Manufacturing Engineering Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.165 KB) | DOI: 10.22219/jemmme.v3i2.7011

Abstract

Optimization design of multifunctional machines for making of animal feed is one of the development efforts of conventional machinery to be a multifunctional machine with electric motor drive which is to help small MSME industries so that their results and capacity are faster and more effective during the process of milling and grinding. This is a new concept designed to increase the time effectiveness of its use. This tool is specifically designed to chop odot grass and grind corn kernels, where the tool works using resources from an electric motor that moves a U-type blade or type I blade for knitting or grinding. The method used to make multifunction machines includes the development of existing models, seeking research on previous tools, refining the design model concept, making 3D models using the Solidworks Computer Aided Design (CAD) with a cycle time of 50 seconds on different test pieces and mills where assembly time is needed to complete the multifunction machine for ± 20 days or 28800 minutes.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGUPAS KULIT KOPI BASAH DENGAN KAPASITAS 120 KG/JAM Nasution, Ahmad Yunus; Effendi, Riki
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v7i2.809

Abstract

Konsumsi kopi yang menjadi gaya hidup masyarakat sekarang menunjukan tren peningkatan. Biji kopi basah harus digiling sebelum proses pengeringan. Penulis melakukan penelitian berupa perancangan dan pembuatan pengupas kulit kopi basah dengan kapasitas 120 kg/jam menggunakan motor bensin 5,5 hp untuk UMKM. Metode penelitian yang digunakan pada penelitan ini dimulai dari studi literatur, perancangan dan perhitungan, proses pembuatan alat diakhiri dengan pengujian alat. Desain gambar teknik dilakukan dengan modeling pada software solidworks. Rancangan alat pengupas kulit kopi terdiri dari rangka bawah yang ditopang roda troli, motor bensin dengan daya 5,5 hp sebagai penggerak, transmisi daya dengan menggunakan pulley, belt, rantai dan sprocket, crusher sebagai penggilas biji kopi basah, dan yang terakhir adalah roller pemisah. Dari perhitungan didapatkan desain diameter poros pada crusher dan roller pemisah 31,08 mm sedangkan poros yang terbangun adalah 35 mm dengan menggunakan baja karbon S30C. Sedangkan perhitungan belt sebagai transmisi daya didapatkan jenis sabuk V belt Tipe A dengan ukuran W 12 mm dan K0 8 mm. Hasil pengujian alat menggunakan 0,25 kg biji kopi basah dibutuhkan waktu selama 3 detik, dengan demikian kapasitas sesuai dengan hasil pengujian adalah 300 kg/jam. Hasil tersebut menunjukan target terpenuhi, namun agar membatasi performance alat pengupas kopi pada kondisi optimalnya, maka peneliti menetapkan kapasitas alat pengupas kopi pada kinerja 120 kg/jam.Kata kunci : rancang bangun, mesin kopi, performance
Perancangan Mesin Perajang Bawang Serbaguna Berpenggerak Motor Listrik Dengan Kapasitas 55 Kg/Jam Effendi, Riki; Khumaidi, Muhammad
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 2 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v16i2.584

Abstract

Abstract This study aims to create a versatile multipurpose machine design to support increasing production of Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM), especially in the business of onion slices that are ready to be fried. The design of this machine has several concepts with steps such as: requirement, problem analysis and specification, design of machine concept, technical analysis, modeling up to work drawing, tool making, assembling and testing. This machine uses electric motors with low power and the price is relatively cheap, so this machine is affordable for the community of UMKM. After doing research on slicing machine of onion by using onion slicer got maximum capacity of 55 kg per hour with 400 rpm slicing knife rotation and 1 mm slice thickness. Keywords: Designing, Chopping Machine, Red Onion, Slicer
Perancangan Alat Bantu Untuk Proses Penggantian Track Shoe Pada Unit Excavator PC200-8 Effendi, Riki; Rasma, Rasma; Purwono, Hendro
Jurnal POLIMESIN Vol 17, No 1 (2019): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v17i1.816

Abstract

Bengkel cabang Jakarta banyak melakukan perawatan undercarriage untuk unit tipe crawler yang salah satunya adalah track shoe. Proses penggantian track shoe dilakukan oleh 4 orang  mekanik dengan tools air impack yang memiliki efek kebisingan dan getaran yang tinggi. Pada proses itu di nilai kurang efisien dan tidak aman karena banyak memerlukan mekanik dan memberikan efek kesehatan yang tidak baik. Pekerjaan penggatian track shoe memakan waktu yang cukup lama dan berpengaruh pada biaya yang dikeluarkan. Dengan adanya inovasi pembuatan alat bantu pada saat proses penggantian track shoe bisa lebih efisien. Terdapat alat bantu lainnya yang di nilai lebih efisien dan aman yaitu dengan menggunakan hydraulic torque wrench tetapi untuk menggunakan alat bantu ini diperlukan penahan sedangkan pada tools kit hydraulic torque wrench tidak terdapat penahan. Dengan adanya alat bantu maka proses penggantian track shoe hanya membutuhkan 2 orang mekanik saja dan mencegah terjadinya keruskan berulang dalam waktu dekat pada komponen track shoe. Keamanan bagi mekanik menjadi lebih baik karena tidak ada suara bising dan getaran yang timbul akibat proses penggatian track shoe. Terjadi peningkatan pendapatan setelah menggunakan alat bantu ini dari Rp.3.200.000 menjadi Rp.5.300.000. Durasi penggantian track shoe lebih cepat dibandingkan tanpa menggunakan alat bantu ini dan berpetensi dapat digunakan oleh satu orang mekanik setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut. Kata Kunci: track shoe, hydraulic torque wrench, penahan, efisien, aman    AbstrackThe Jakarta branch workshop carries out undercarriage maintenance for crawler type units, one of which is the track shoe. The track shoe replacement process is carried out by 4 mechanics with air impack tools that have high noise and vibration effects. In the process, the value is less efficient and unsafe because many require mechanics and provide bad health effects. The work on turning the track shoe takes a long time and affects the costs incurred. With the innovation of making tools during the process of replacing the track shoe, it can be more efficient. There are other tools that are rated more efficiently and safely by using a hydraulic torque wrench but to use this tool a barrier is needed while in the kit tools the hydraulic torque wrench has no barrier. With the help of a tool, the process of replacing the track shoe only requires 2 mechanics and prevents recurrence of damage in the near future on the track shoe component. Security for the mechanics is better because there is no noise and vibrations that arise due to the process of turning the track shoe. There was an increase in income after using this tool from Rp.3,200,000 to Rp.5,300,000. Track shoe replacement duration is faster than without using this tool and the potential can be used by one mechanic after further development. Keywords: track shoe, hydraulic torque wrench, holder, efficient, safety
ANALISIS TERJADINYA SLIP PADA KOPLING DI UNIT SCANIA P 124 CB 8x4 NZ 420 Rasma, Rasma; Purwono, Hendro; Effendi, Riki
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 13, No 1 (2019): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.13.1.32-37

Abstract

In the operation of the unit whose successor does not use a hydraulic system, the role of the clutch is very important in transmitting power from the engine to the transmission. However, the clutch can only slip so that it can no longer function to forward power from the engine to the transmission. This can be caused by several things, including: wear on the clutch material, the presence of oil in the field of clutch surface, and spring damage to the clutch. On Scania P 124 CB 8x4 NZ 420 units this slip on clutch problem also occurs so research needs to be done to find the main cause. The method used in this study is to carry out checks and measurements and then the results are compared with the standard values that have been determined. The result shows that the cause of the slip on the clutch on the Scania P 124 CB 8x4 NZ 420 unit is 1) the presence of oil that wet the coupling surface is caused by a damaged seal shaft; 2) wear on clutch components namely clutch disc and pressure plate. To keep the seal shaft in good condition, regular and regular oil changes must be made and when the replacement of the seal shaft must be in accordance with the part number so that the possibility of the same problem can be reduced.