Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS PEMBESARAN IKAN PATIN SIAM (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) SUNGAI KOMERING DI KECAMATAN SIRAH PULAU PADANG Sumantriyadi, Sumantriyadi; Wildayana, Elisa; Syaifudin, Mochamad
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.1424

Abstract

Abstrak Potensi sumberdaya perikanan budidaya pada perairan sungai merupakan peluang besar untuk pengembangan budidaya ikan dalam keramba. Pemeliharaan ikan dalam keramba di sungai jika tidak dilaksanakan dengan prinsip berkelanjutan (sustainability) akan menimbulkan dampak penurunan mutu perairan yang digunakan dan tidak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian dilakukan bulan Mei  2017 di sungai Komering pada Desa Ulak Jermun, Mangun Jaya dan Terusan Menang Kecamatan Sirah Pulau Padang kabupaten Ogan Komering Ilir. Analisis SWOT jumlah total skor pembobotan variabel internal yaitu 5,66 dalam posisi unggul dalam persaingan dan nilai total faktor eksternal sebesar 5,64 bahwa posisi dominan berkembang dan usaha ideal. Berdasarkan faktor strategi internal dan eksternal hasil pembobotan dan rating dilakukan pembuatan strategi didasarkan atas besarnya jumlah skor dari faktor internal dan eksternal adalah sebagai berikut : Strategi S ? O =  2,86 + 3,00  = 5,86, meningkatkan jumlah produksi budidaya ikan patin agar dapat memenuhi permintaan pasar yang cenderung meningkatkan tiap tahunnya; meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga pemerintah dan memanfaatkan potensi SDM yang ada; terus melakukan inovasi dan penggunaan teknologi mutakhir untuk menunjang kualitas budidaya perikanan yang lebih baik.Kata Kunci : Ikan Patin, Keramba, Analisis SWOTAbstrak Potensi sumberdaya perikanan budidaya pada perairan sungai merupakan peluang besar untuk pengembangan budidaya ikan dalam keramba. Pemeliharaan ikan dalam keramba di sungai jika tidak dilaksanakan dengan prinsip berkelanjutan (sustainability) akan menimbulkan dampak penurunan mutu perairan yang digunakan dan tidak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian dilakukan bulan Mei  2017 di sungai Komering pada Desa Ulak Jermun, Mangun Jaya dan Terusan Menang Kecamatan Sirah Pulau Padang kabupaten Ogan Komering Ilir. Analisis SWOT jumlah total skor pembobotan variabel internal yaitu 5,66 dalam posisi unggul dalam persaingan dan nilai total faktor eksternal sebesar 5,64 bahwa posisi dominan berkembang dan usaha ideal. Berdasarkan faktor strategi internal dan eksternal 513 hasil pembobotan dan rating dilakukan pembuatan strategi didasarkan atas besarnya jumlah skor dari faktor internal dan eksternal adalah sebagai berikut : Strategi S ? O =  2,86 + 3,00  = 5,86, meningkatkan jumlah produksi budidaya ikan patin agar dapat memenuhi permintaan pasar yang cenderung meningkatkan tiap tahunnya; meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga pemerintah dan memanfaatkan potensi SDM yang ada; terus melakukan inovasi dan penggunaan teknologi mutakhir untuk menunjang kualitas budidaya perikanan yang lebih baik.  Kata Kunci : Ikan Patin, Keramba, Analisis SWOT
ANALISIS PEMBESARAN IKAN PATIN SIAM (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI KOMERING DI KECAMATAN SIRAH PULAU PADANG Sumantriyadi, Sumantriyadi; Wildayana, Elisa; Syaifudin, Mochamad
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.3427

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan : Menganalisis kualitas air diperairan  sekitar budidaya ikan patin siam dalam keramba sebagai upaya pengelolaan perairan Sungai Komering di Sirah Pulau Padang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan yang banyak budidaya ikan dalam keramba bulan Mei 2017. Lokasi pengambilan sampel ditentukan sebanyak  3 stasiun pengambilan sampel yang dianggap mewakili lokasi penelitian yaitu stasiun 1 (Ulak Jermun) berjarak 100 m sebelum lokasi budidaya, stasiun 2 (Desa Mangun Jaya) pada lokasi budidaya dan stasiun 3 (Desa Terusan Menang) berjarak 100 m setelah lokasi budidaya ikan dalam keramba. Sampling dilakukan 3 hari sekali. Titik pengambilan sampel pada setiap stasiun sebanyak 3 kali pengambilan dengan stasiun pengambilan sampel.Berdasarkan hasil pengukuran nilai  kualitas air, suhu berkisar 27,3-28,0 oC, kecerahan 40-42,44 cm, oksigen terlarut berkisar 3,31-4,18 mg/l, pH berkisar 6,5-6,6, karbondioksida 3,83-3,85 mg/l, amonia berkisar 0,178-0,244 mg/l, fosfat berkisar 0,21-0,22 mg/l dan nitrat sebesar 0,112-0,158 mg/l , maka kualitas air perairan sungai Komering Kecamatan Sirah Pulau Padang masih baik untuk peruntukan perikanan. Kata Kunci : Ikan Patin, Kualitas Air, Sungai Komering
Pendekatan Pengendalian Fluktuasi Harga Tandan Buah Segar Terhadap Pendapatan Petani Kelapa Sawit Wildayana, Elisa
HABITAT Vol 27, No 3 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.983 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.3.12

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada lahan rawa gambut Talang Sepucuk Kabupaten OKI dengan tujuan untuk membuat pendekatan pengendalian fluktuasi harga TBS terhadap pendapatan petani kelapa sawit. Pengambilan sampling dilakukan secara sengaja (purposive), data dan informasi direkam menggunakan kuisioner terstruktur (sistematis). Data penelitian diolah menggunakan program SPSS version 21 dan dilanjutkan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan produksi TBS yang nyata antara petani plasma dan petani lokal karena semua petani menggunakan input produksi yang sama. Pendapatan petani berbeda nyata dimana pendapatan petani plasma lebih besar (Rp29,33 Juta/ha/tahun) dan petani lokal sebesar Rp22,67 Juta/ha/tahun, demikian juga penerimaan petani berbeda nyata yang disebabkan oleh perbedaan harga TBS, walaupun produksi petani plasma lebih rendah dari petani lokal. Dua grand strategi dalam pengendalian harga TBS, yaitu: (1) Pemerintah harus menetapkan kebijakan harga TBS untuk semua petani kelapa sawit, dan (2) Pada saat terjadi penurunan harga TBS, maka petani kelapa sawit perlu merawat lahan kelapa sawit agar jumlah TBS dapat meningkat dan melakukan usahatani lain.
Income Increase of Farmers Through Utilization of Acacia Logging Residues For Wood Chips Wildayana, Elisa
HABITAT Vol 27, No 1 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.048 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.1.6

Abstract

The research aimed to examine feasibility of acacia logging residues and to increase farmers income through utilization of acacia logging residues for wood chips. The research was conducted in District of Ogan Komering Ilir (OKI), South Sumatra. This research was a case study and the analysis unit is chips mills development at Village Unit Cooperatives.  Data was collected through questionnaires, in-depth interview, observation and desk study. The research resulted that Scenario 1 is the best priority in terms of its effectiveness in reducing operating costs followed by Scenario 2 and Scenario 3 because Scenario 1 can produce maximum income compared to other Scenarios. Financial feasibility of present conditions is compared to Scenario 2 because chips mills in Scenario 2 utilized also 100 % acacia logs. Present condition means that acacia logs are transported directly to HTI Company of chips mills and fully managed by the HTI Company. This comparison shows that Scenario 2 is less profitable compared with those on the present condition. To gain high income, it is recommended if Scenario 1 is applied which utilize 100 % of acacia logging residues for making chips mills with B/C 35.47, NPV Rp 80,674.50 Mills, IRR 670.29 % and BEP at 4,704.65 tons/year. Another alternative can be applied for Scenario 3 by using raw materials with a combination of acacia logs (50 %) and acacia logging residues (50 %) with B/C 20.45; NPV Rp 45,418.52 Mills and IRR 394.70 % with BEP at 7,989.52 tons/year.
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGGILINGAN PADI DI KECAMATAN TANJUNG LAGO BANYUASIN SUMATERA SELATAN Wildayana, Elisa
HABITAT Vol 26, No 2 (2015)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.49 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2015.026.2.15

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan finansial usaha penggilingan padi (Rice Milling Unit, RMU) di Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin Sumatera Selatan. Metode penelitian adalah survai dengan penentuan 3 (tiga) RMU yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha RMU layak dilaksanakan secara finansial karena nilai Gross B/C > 1,32-1,52, NPV sebesar Rp 143,64-160,77 juta dan IRR berkisar 39,21-41,91 %. RMU menjadi tidak layak dilaksanakan jika terjadi peningkatan biaya operasional > 50 %. Tiga komponen dominan yang mempengaruhi sensitivitas analisis, yaitu kenaikan upah tenaga kerja, kenaikan harga bahan bakar solar, dan penurunan jumlah giling tahunan.
Agriculture Phenomena and Perspectives of Lebak Swamp in Jakabaring South Sumatra, Indonesia Wildayana, Elisa; Armanto, M. Edi
Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.442 KB) | DOI: 10.17977/um002v9i22017p156

Abstract

The research aimed to analyze agriculture phenomena and perspectives of lebak swamp in Jakabaring South Sumatra Indonesia. The research used mix methods of quantitative and qualitative approaches. The description of the research area was assisted with interpretation of Landsat images in 1987 and 2015. The research resulted that farmer’s groups living in Jakabaring are divided into four group, namely indigenous people (people of Ogan, Komering, Musi, Enim, and Palembang), new comers (Javanese), spontaneous migration (Buginese, Banjarnese, Bataknese) and outside spontaneous migration (Chinese, Arabic). The total area of Jakabaring is approximately 5,525 ha, around 2,700 ha (48.87 %) was already landfilled by the Government in 1990, while the remaining 2,825 ha (51.13 %) is still not reclaimed. The landfill materials were directly sucked from mud, sand, silt and stones of the Musi River. Each lebak swamp typology shows specific soil characters, but after landfills all soils became homogenous because of uniform materials of landfills.  Patterns of land degradation after landfills are classified into three groups, namely making layers of water impermeability, changing vegetation types of land cover, and decreasing type and density of vegetation.Keywords: Agriculture, phenomena, perspectives, lebak, swampJEL Classification: O13, Q01
INTEGRASI PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENCIPTAAN KESEMPATAN KERJA SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA Adriani, Dessy; Wildayana, Elisa
Sosiohumaniora Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i3.8381

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan kesempatan kerjasektor pertanian. Hasil analisis bermanfaat bagi pemerintah untuk meninjau apakah kebijakan pembangunan ekonomiyang yang dilaksanakan selama ini telah mendukung penciptaan kesempatan kerja baru di sektor pertanian, apakahsektor pertanian masih mampu menciptakan kesempatan kerja baru serta bagaimanaarah pembangunan ekonomisektor pertanian ke depan untuk dapat mendukung penciptaan kesempatan kerja baru. Data yang digunakan adalahdata sekunder tahun 1977-2012 untuk variabel Produk Domestik Bruto dan kesempatan kerja sektor pertanian.Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Analisis data menggunakan model Vector Autoregression (VAR).Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan kesempatan kerja selalu berada di bawah pertumbuhan ekonomiselama kurun waktu 1977-2012 bersifat labor intensivesehingga tidak mendukung penciptaan kesempatan kerjabaru. Pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja sektor pertanian tidak terintegrasi secara sempurna. Hal iniberarti tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian sudah berlebih dari kapasitas penyerapan sektor pertanian.Penciptaan kesempatan kerja baru di sektor pertanian ke depan hanya dapat diarahkan untuk lapangan kerja yangberkaitan dengan industrialisasi pertanian, namun hal ini harus disertai dengan peningkatan kualifikasi tenagakerja pertanian agar sesuai dipekerjakan di sektor industri.
PERFORMA DAN DETERMINAN PETANI DALAM KEPUTUSAN ADOPSI INOVASI SISTEM TANAM PADI RAWA DI SUMATERA SELATAN Adriani, Dessy; Wildayana, Elisa; Alamsyah, Idham; Minha, Amruzie
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol 8, No 2 (2019): JLSO
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.559 KB) | DOI: 10.33230/JLSO.8.2.2019.448

Abstract

Adriani D, Wildayana E, Alamsyah I, Minha A. 2019. Performance and determinants of farmers in  adoption decision of innovation for swamps rice cropping system in South Sumatra. Jurnal Lahan Suboptimal: Journal of Suboptimal Lands. 8(2):181-191. The development of food crops in swamplands became one of  main focus of the government in the development of rice farming in Indonesia. A variety of ecological constraints that accompany the development of agriculture in swamp land overcome by a variety of technological innovations, one of which is with the application of Cropping Index 200 (CI 200) technology. After nearly 5 years of CI 200 technology applied on swamp land is considered necessary for analysis related to the performance of socio-economic of farmers in the adoption of technology innovations CI 200. This study aimed to analyze the socio-economic condition of farmers in adopting IP 200 technology innovation, and analyze the determinants of IP 200 technology adoption decisions. Research was using the survey method and has been carried out in 2 districts, namely Tanjung Lago sub-District, Banyuasin District and Pemulutan sub-District, Ogan Ilir District in June-July 2019. Sampling method used disproportionate stratified random sampling. The analysis of the data was using tabulations, mathematical and logistic regression analysis. The results of the analysis showed that there were differences in the performance of the socioeconomy of farmers adopting and not adopting. The performance of the socio-economic of farmers who adopt were better than farmers who did not adopt the technology CI 200. The factors that determine the farmers adopt were the age, education, origin, experience, income, and the cost of farming.
PENYESUAIAN KRISIS GLOBAL DENGAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI PLASMA PIR KELAPA SAWIT Wildayana, Elisa; Zahri, Imron; Mulyana, Andy; Husin, Laila
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol 5, No 1 (2016): JLSO
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.888 KB) | DOI: 10.33230/JLSO.5.1.2016.202

Abstract

Wildayana et al, 2016. Matching Global Crises with Application of Production Factors and Income of NES Oil Palm Plasma Farmers. JLSO 5(1):10-17.The research aimed to analyze the global crisis adjustment to the production factors and income of NES oil palm smallholder. The research location is located in swamp land Talang Sepucuk, OKI District (PIR Trans) and PIR Bun is sited in Betung Banyuasin, South Sumatra. The research method was a field survey using a questionnaire to smallholders. Collected data are statistically processed with SPSS version 21. The research concludes that the global crisis has led to a very significant reduction in the use of fertilizers and pesticides and the significant differences in the utilization of manpower. The use alsintan showed no significant difference. Very sharp reduction has occurred in PIR Bun compared to PIR Trans smallholder farmers. As a result of the global crisis, the PIR Trans smallholder incomes decreased by 25.76% and PIR Bun decreased by 36.95% and vary significantly due to the global crisis. But the distribution of smallholder incomes do not show the proportion of the difference.
Parameters Affecting Household Income Diversity of Farmer’s Tribes in South Sumatra Tidal Wetland Wildayana, Elisa; Imanudin, M.S.; Junedi, H.; Zuhdi, Mohd.; Armanto, M Edi
Sriwijaya Journal of Environment Vol 1, No 3 (2016): Biodiversity
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The research aimed to determine parameters affecting household income diversity of farmer’s tribes in South Sumatra tidal wetland, especially studied from the aspect of land acreage, education level, age of farmers and tribes of farmers. The research was using survey method and carried out from June-August 2016 in the Delta Telang I Banyuasin, South Sumatra. The data were recorded by questionnaire for 145 respondents of farmers. Data was processed, described and correlated to see the relevance of the parameters with other parameters. The research concluded that the character of household economy of farmers explaining the relation between production decisions to increase rice production is land acreage, education, age, experience of farmers, number of household members, and labor allocation. Multi commodities farming (rice and plantation) was very favorable compared to monoculture rice fields? But this is a little bit contradictive with government policy that the research area is pointed out as the center of rice production. Therefore, government policy needs to motivate farmers that they can manage their farming from upstream to downstream and they work full in their own farming. The government policy should be site-specific and appropriated with the tribes of farmersKeywords: Household, income, diversity, tribes, tidal wetlandAbstrak (Indonesian): Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter yang mempengaruhi keragaman pendapatan rumah tangga suku petani di lahan pasang surut Sumatera Selatan, terutama dari aspek luas lahan, tingkat pendidikan, usia dan suku petani. Metode penelitian adalah survey lapangan yang dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2016 di Delta Telang I Banyuasin. Data direkam dengan kuesioner untuk 145 responden. Data diproses, dijelaskan dan dibuat korelasi untuk melihat hubungan parameter satu dengan parameter lainnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ekonomi rumah tangga petani menentukan keputusan untuk berproduksi. Produksi padi ditentukan oleh luas lahan, pendidikan, usia, pengalaman petani, jumlah anggota rumah tangga, dan alokasi tenaga kerja.  Pertanian multicropping (padi dan perkebunan) sangat menguntungkan dibandingkan dengan monokultur padi, akan tetapi hal ini sedikit bertentangan dengan kebijakan pemerintah bahwa daerah penelitian telah ditetapkan sebagai sentra produksi padi. Oleh karena itu, perlu kebijakan pemerintah untuk memotivasi petani untuk tetap monokultur padi, tetapi petani harus mengelola pertaniannya mulai dari hulu sampai ke hilir. Kebijakan pemerintah ini harus bersifat spesifik dan disesuaikan dengan suku-suku petani.Kata kunci: Rumah tangga, pendapatan, keanekaragaman, suku, pasang surut