Edwin Basyar
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

KESESUAIAN TIPE TENSIMETER AIR RAKSA DAN TENSIMETER PEGAS TERHADAP PENGUKURAN TEKANAN DARAH PADA USIA DEWASA Simamora, Rosinondang Deolita; Basyar, Edwin; Adrianto, Ari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.835 KB)

Abstract

Latar Belakang: Sistem sirkulasi dalam tubuh disusun oleh banyak faktor salah satunya tekanan darah. Tekanan darah dibedakan menjadi tekanan sistolik  dan diastolik. Tekanan darah dapat diukur dengan alat tensimeter. Tensimeter air raksa telah digunakan menjadi gold standart untuk pengukuran tekanan darah. Namun terdapat masalah utama dalam penggunaan tensimeter ini yaitu bahwa air raksa merupakan salah satu dari tiga unsur yang beracun di bumi, sehingga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Sebagai alternatif, beberapa institusi mulai beralih dari tensimeter air raksa ke tensimeter pegas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya kesesuaian tipe tensimeter air raksa dan tensimeter pegas terhadap pengukuran tekanan darah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian uji kesesuaian alat dengan rancangan penelitian cross-sectional menggunakan uji reliabilitas Cohen Kappa. Pengambilan data didapat dari 50 subjek dengan melakuan 3 kali pengukuran setiap subjek.Hasil: Rerata tekanan sistolik tensimeter air raksa 108,22 dan tensimeter pegas 108,4, sedangkan untuk tekanan diastolik tensimeter air raksa 73,92 dan tensimeter pegas 72,66. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa kesesuaian tekanan sistolik kedua alat tersebut yaitu sangat baik (? = 0,872) dan kesesuaian tekanan diastolik yaitu baik (? = 0,629).Kesimpulan: Terdapat kesesuaian antara tipe tensimeter air raksa dan tensimeter pegas sehingga kedua alat tersebut dapat digunakan untuk saling menggantikan satu sama lain dalam pengukuran tekanan darah.
KESESUAIAN TERMOMETER DIGITAL DENGAN TERMOMETER AIR RAKSA DALAM MENGUKUR SUHU AKSILA PADA DEWASA MUDA Darwis, Indah Dayanti; Basyar, Edwin; Adrianto, Ari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.735 KB)

Abstract

Latar Belakang : Evaluasi suhu tubuh merupakan salah satu metode diagnostik tertua yang dikenal dan masih merupakan tanda penting untuk mengetahui status kesehatan seseorang, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bidang medis. Termometer air raksa yang merupakan gold standar dalam pengukuran suhu sudah banyak ditinggalkan karena bahaya merkuri yang merugikan bagi manusia dan digantikan dengan termometer digital yang lebih ramah lingkungan.Tujuan : Membuktikan adanya kesesuaian termometer digital dengan termometer air raksa dalam mengukur suhu aksila pada dewasa muda.Metode : Sebanyak 32 orang subyek penelitian dipilih secara simple random sampling dan dilakukan pengukuran suhu aksila secara bersamaan menggunakan termometer digital dan termometer air raksa sebanyak tiga kali pengukuran untuk setiap subyek. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis statistik menggunakan uji Intraclass Correlation Coefficient (ICC) for Absolute Agreement.Hasil : Rerata suhu aksila menggunakan termometer digital yaitu 36,02  0,49 dan rerata suhu menggunakan termometer air raksa yaitu 36,34  0,41. Hasil uji kesesuaian menggunakan ICC didapatkan kesesuaian derajat sedang (ICC = 0,550).Kesimpulan : Terdapat kesesuaian derajat sedang antara termometer digital dan termometer air raksa dalam mengukur suhu aksila pada dewasa muda.
KESESUAIAN TIPE TENSIMETER PEGAS DAN TENSIMETER DIGITAL TERHADAP PENGUKURAN TEKANAN DARAH PADA USIA DEWASA Eriska, Yossi; Adrianto, Ari; Basyar, Edwin
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.851 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tekanan darah dan denyut nadi merupakan hal yang sangat penting dalam bidang kesehatan pada umumnya dan khususnya di bidang Kedokteran, karena tekanan darah maupun denyut nadi merupakan faktor yang dapat dipakai sebagai indikator untuk menilai sistem kardiovaskular seseorang. Tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa (mmHg), dan dicatat sebagai dua nilai yang berbeda yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Untuk mengukur tekanan darah, dapat menggunakan tensimeter. Kesesuaian tensimeter dalam pengukuran tekanan darah sangatlah penting untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pengukuran tekanan darah.Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya kesesuaian tipe tensimeter digital dan tensimeter pegas terhadap pengukuran tekanan darahMetode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel diambil secara simple random sampling dari Maret hingga April 2016. Pengambilan data didapat dari 50 subjek dengan melakukan 3 kali pengukuran setiap subjek. Kemudian data dianalisis menggunakan uji kesesuaian.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan nilai kappa tekanan darah sistolik menggunakan tensimeter pegas dan tensimeter digital adalah ?=0.855 , menunjukkan adanya konsistensi kesesuian antara kedua alat istimewa atau cukup tinggi. Hasil nilai kappa tekanan darah diastolik menggunakan tensimeter pegas dan tensimeter digital adalah ?=0.737, menunjukkan adanya konsistensi kesesuaian antara kedua alat baik.Kesimpulan : Terdapat kesesuaian tipetensimeter digital dan tensimeter pegas dalam pengukuran tekanan darah.
THE EFFECT OF PLYOMETRICS TRAINING ON LEG MUSCLE STRENGTH OF MEDICAL STUDENTS IN DIPONEGORO UNIVERSITY Ismail, Nur Azzahra Permata Putri; Basyar, Edwin; Indraswari, Darmawati Ayu; Marijo, Marijo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.913 KB)

Abstract

Introduction : Strength is the ability to excert force, which can resist external resistance and its purpose as a basis for human movements. Strength also can be a standard for measuring someone?s performance. Plyometrics training known as an exercise that can increased muscle strength. Great muscle strength can lead to great muscle endurance so that the person will become healthier and will not get tired easily. However, there?s still no further study that measured leg muscle strenght on medical students after given plyometrics training treatment. Methods : Intervention of the study was plyometrics training for 6 weeks. This study was a quasi-experimental with pre-test (before training), middle-test (after four weeks training), and post-test (after six weeks training). The subjects were 28 (15 to 25-year old) male medical students of Diponegoro University divided into 2 groups with 14 samples for each group: control group and treatment group. Muscle strength were measured by leg dynamometer. The results were analyzed using SPSS. Results : The muscle strength which measured by leg dynamometer improved among subjects who did plyometrics training. The significant results (P = <0,05) found on middle-test and post-test proved that plyometrics training affects the enhancement of leg muscle strength. Conclusions : Plyometrics training for 6 weeks proved to increase leg muscle strength of medical students in Diponegoro University.Keywords: Plyometrics Training, Strength, Leg Dynamometer
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BROKOLI (BRASSICA OLERACEA L.VAR ITALICA) TERHADAP HISTOPATOLOGI AORTA TIKUS WISTAR HIPERLIPIDEMIA Vania, Debby; Basyar, Edwin; Soeharti, Catharina
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.596 KB)

Abstract

Latar Belakang: Aterosklerosis terjadi akibat adanya kondisi hiperlipidemia dan paparan radikal bebas. Brokoli merupakan bahan kaya antioksidan yang dapat berperan sebagai agen anti-aterosklerosis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak brokoli (Brassica oleracea L.Var italica) terhadap histopatologi aorta tikus wistar hiperlipidemia. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan post test only controlled group design terhadap 30 tikus yang dipilih secara random dan dibagi kepada 5 kelompok. Kelompok K1 diberi pakan minum standar selama 17 hari. Kelompok K2 diberi diet tinggi lemak berupa minyak babi 2ml/ ekor/ hari selama 10 hari dilanjutkan pakan minum standar selama 7 hari. Kelompok P1 diberi diet tinggi lemak selama 10 hari kemudian dilanjutkan pemberian ekstrak brokoli 250mg/ kgBB/ hari selama 7 hari. Kelompok P2 diberi diet tinggi lemak selama 10 hari kemudian dilanjutkan pemberian ekstrak brokoli 750mg/ kgBB/ hari selama 7 hari. Setelah itu dilakukan pengamatan histopatologi aorta yang difokuskan pada derajat sel busa, peradangan dan perdarahan. Hasil: Ekstrak brokoli 250mg/kgBB dapat menurunkan derajat sel busa hingga derajat sedang, derajat peradangan hingga derajat ringan, dan derajat perdarahan hingga derajat sedang. Ekstrak brokoli 500mg/kgBB dan 750mg/kgBB dapat menurunkan derajat sel busa hingga derajat ringan, derajat peradangan hingga setara dengan kontrol normal K1, dan derajat perdarahan hingga setara dengan kontrol normal K1. Ekstrak brokoli dapat menurunkan derajat sel busa, peradangan, dan perdarahan secara bermakna (p<0,05) dibanding kelompok kontrol hiperlipidemia. Kesimpulan: Pemberian ekstrak brokoli dapat menurunkan derajat sel busa, peradangan, dan perdarahan pada pembuluh darah aorta tikus wistar yang diinduksi diet tinggi lemak.Kata Kunci: Aterosklerosis, hiperlipidemia, radikal bebas, ekstrak brokoli, histopatologi aorta
PENGARUH LETAK TENSIMETER TERHADAP HASIL PENGUKURAN TEKANAN DARAH Marhaendra, Yudha Adidarma; Basyar, Edwin; Adrianto, Ari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.303 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tekanan darah merupakan salah satu dari tanda-tanda vital yang digunakan seorang dokter sebagai landasan untuk mendiagnosa dan menerapi seorang pasien. Pengukuran darah yang akurat sangat dibutuhkan dalam mengevaluasi status hemodinamik pasien dan mendiagnosa penyakit. Tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa (mmHg), dan dicatat sebagai dua nilai yang berbeda yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolic. Dewasa ini peneliti menemukan berbagai macam tensimeter, seperti tensimeter dinding dan tensimeter standing portable, yang mana kedua tensimeter tersebut letaknya tidak sejajar dengan jantung.Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh letak tensimeter terhadap tekanan sistolik dan tekanan diastolik darahMetode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 50 mahasiswa berusia 20-22tahun. Dilakukan pengukuran dengan letak tensimeter sejajar jantung dan diatas jantung masing-masing sebanyak 3 kali, diambil nilai rata-rata hasil pengukuran kemudian data diolah dengan menggunakan uji t berpasanganHasil Penelitian : Hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: Tekanan darah sistolik antara letak tensimeter sejajar jantung vs diatas jantung (111,88 ± 12,91 vs 111,68 ± 11,86 mmHg) dan : Tekanan darah distolik antara letak tensimeter sejajar jantung vs diatas jantung (65,38 ± 6,64 vs 65,06 ± 6,8 mmHg). Dari hasil uji t berpasangan didapatkan hasil 0,835 untuk tekanan sistolik, dan didapatkan hasil 0,649 untuk tekanan diastolik, dimana keduanya menunjukan hasil yang tidak bermakna (p>0,05)Kesimpulan : Tidak ada pengaruh letak tensimeter terhadap tekanan sistolik dan diastolik darah.
KESESUAIAN TERMOMETER INFRAMERAH DENGAN TERMOMETER DIGITAL TERHADAP PENGUKURAN SUHU AKSILA PADA USIA DEWASA MUDA Al As'ady, Faiz Muhammad; Adrianto, Albertus Ari; Basyar, Edwin
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.205 KB)

Abstract

Latar  Belakang:  Termometer Digital yang sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasil pengukurannya. Sedangkan termometer inframerah dengan metode pengukuran yang baru dan waktu pengukuran yang cepat menjadikan termometer inframerah sebagai pilihan alternative yang digunakan untuk mengukur suhu aksila.Tujuan: Membuktikan adanya kesesuaian termometer inframerah dengan termometer digital dalam melakukan pengukuran suhu aksila pada usia dewasa muda.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik menggunakan desain cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 32 mahasiswa berusia 18-22 tahun. Dilakukan pengukuran sebanyak 3 kali pada setiap termometer, diambil nilai rata-rata hasil pengukuran kemudian diolah dengan menggunakan uji Interclass Correlation Coefficient (ICC) for Absolute Agreement.Hasil: Nilai rata-rata suhu aksila pada termometer inframerah 37,09 oC, sedangkan suhu rata-rata dengan termometer digital adalah 36,02 oC. Dengan uji ICC didapatkan nilai kesesuaian kurang dari sedang yaitu ICC = 0,296 (0,21-0,40).Kesimpulan: Termometer inframerah dengan termometer digital tidak memiliki kesesuaian dalam melakukan pengukuran suhu aksila pada usia dewasa muda, sehingga kedua alat tersebut tidak dapat saling menggantikan dalam melakukan pengukuran suhu aksila.
PENGARUH LATIHAN NAIK TURUN BANGKU HARVARD TERHADAP NILAI KAPASITAS VITAL PARU PADA ATLET SEPAK BOLA Khoirunnisa, Denisa; Basyar, Edwin; Hardian, Hardian
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.842 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kapasitas vital paru merupakan salah satu parameter yang dapat menentukan ketahanan seorang atlet sepak bola. Latihan yang dilakukan sebaiknya dapat meningkatkan kemampuan kerja jantung, frekuensi pernafasan dan kapasitas vital paru. Latihan naik turun bangku Harvard adalah latihan aerobik menggunakan bangku Harvard yang dapat meningkatkan ketahanan kardiovaskular sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas vital paru (VC) pada atlet sepak bola. Tujuan: Membuktikan adanya pengaruh latihan naik turun bangku Harvard terhadap nilai kapasitas vital paru atlet sepak bola. Method: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan rancangan comparison group pre test and post test design. Subjek penelitian berjumlah 26 orang yang dipilih secara purposive sampling. Kelompok perlakuan melakukan latihan sepak bola rutin dan ditambah naik turun bangku Harvard sebanyak 3 kali dalam seminggu selama delapan minggu, sementara kelompok kontrol melakukan latihan rutin sepak bola saja. Nilai VC diukur dengan spirometer. Analisis statistik menggunakan uji t berpasangan untuk menganalisis VC sebelum dan sesudah latihan naik turun bangku Harvard, kecuali pada VC pre test kelompok kontrol menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan nilai VC yang signifikan (p<0,05) setelah melakukan naik turun bangku Harvard. Peningkatan nilai VC pada kelompok perlakuan lebih besar yakni, 11,69 ml/kg/min (12,84%) dibanding dengan kelompok kontrol yakni 3,59 ml/kg/min (4,09%). Kesimpulan: Latihan naik turun bangku Harvard selama 8 minggu meningkatkan nilai VC pada atlet sepak bola.Kata Kunci: Latihan Naik Turun Bangku Harvard, kapasitas vital paru.
PENGARUH LATIHAN NAIK TURUN BANGKU HARVARD TERHADAP NILAI VO2MAX PADA ATLET SEPAK BOLA Septiany, Maria Carolina; Basyar, Edwin; Hardian, Hardian
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.744 KB)

Abstract

Latar Belakang: Seorang pemain sepak bola dengan nilai VO2Max yang tinggi dapat meningkatkan stamina atau ketahanan ketika bermain sepak bola. Catatan nilai VO2Max pada pria yang pernah dicatat mencapai 94 ml/kg/menit, pada pemain sepak bola memiliki nilai VO2Max antara 45-65 ml/kg/menit. Dengan diberikan latihan naik turun bangku Harvard yang rutin diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penggunaan oksigen pada atlet sepak bola, yang memberikan manfaat besar selama bermain. Tujuan: Membuktikan adanya pengaruh latihan naik turun bangku Harvard terhadap nilai VO2Max atlet sepak bola. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan rancangan comparison group pre test and post test design. Subjek penelitian berjumlah 26 orang yang dipilih secara purposive sampling. Kelompok perlakuan melakukan latihan sepak bola rutin dan ditambah naik turun bangku Harvard sebanyak 3 kali dalam seminggu selama delapan minggu, sementara kelompok kontrol melakukan latihan rutin sepak bola saja. Nilai VO2Max diukur dengan Multistage Fitness Test. Analisis statistik menggunakan uji t berpasangan untuk menganalisis VO2Max sebelum dan sesudah latihan naik turun bangku Harvard, kecuali pada VO2Max pre test kelompok kontrol menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan nilai VO2Max yang signifikan (p=0,009) setelah melakukan latihan naik turun bangku Harvard. Peningkatan nilai VO2Max pada kelompok perlakuan lebih besar yakni 4,88 ml/kg/min (9,3%) dibanding dengan kelompok kontrol yakni 1,07 ml/kg/min (2,4%). Kesimpulan: Latihan naik turun bangku Harvard selama 8 minggu meningkatkan nilai VO2Max pada atlet sepak bola.Kata Kunci: VO2Max, latihan naik turun bangku Harvard.
PEMBERIAN KOMBINASI 5FU-LEUCOVORIN DENGAN PHALERIA MACROCARPA TERHADAP PROLIFERASI SEL DAN DIAMETER ADENOKARSINOMA KOLON TIKUS SPRAGUE DAWLEY Alwi, Luqman; Budijitno, Selamat; Basyar, Edwin
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.03.7

Abstract

Insidensi kanker kolon di seluruh dunia masih tinggi dan menjadi penyebab kematian terbanyak kategori penyakit tidak menular. Pembedahan tetap merupakan pilihan utama dengan modalitas lainnya berupa kemoterapi, radiasi dan imunoterapi seperti P. macrocarpa (Mahkota Dewa). Penelitian dilakukan dengan desain eksperimental laboratorik dengan desain post test only menggunakan tikus putih betina strain Sprague dawley dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok K (kontrol), P1 (kelompok kemoterapi), P2 (kelompok P. macrocarpa), dan P3 (Kelompok kombinasi). Tumor kolon diperoleh dengan induksi 1,2-DMH subkutan. Kemoterapi yang diberikan 5FU-Leucovorin sebanyak 6 siklus sesuai Rosswell Park Regiment. P. macrocarpa diberikan dengan dosis 0,495mg/hari (0,99mL/hari) per oral. Proliferasi sel dinilai dengan pengecatan IHC Ki-67 sedangkan diameter massa tumor diukur menggunakan caliper tumor. Proliferasi sel dan diameter massa tumor didapatkan rerata kelompok K, P1, P2, P3 berturut-turut 37,150±8,878, 28,567±12,531, 35,533±8,982, 22,567±3,445 dan 1,403±0,265, 1,135±0,154, 1,339±0,111, 1,074±0,164. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada proliferasi sel antara kelompok K vs P3 (p=0,011), P2 vs P3 (p=0,022) dan pada diameter massa tumor antara kelompok K vs P1 (p=0,020), K vs P3 (p=0,005), P2 vs P3 (0,021). Analisis korelasi proliferasi sel dengan diameter massa tumor didapatkan korelasi tidak bermakna (p=0,405). P. macrocarpa mempunyai potensi sebagai imunostimulator yang dapat meningkatkan efektivitas kemoterapi 5FU-Leucovorin dalam hal penurunan proliferasi sel dan penurunan diameter adenokarsinoma kolon tikus Sprague dawley.Kata Kunci: Adenokarsinoma kolon, P. macrocarpa, proliferasi sel