Articles

Found 4 Documents
Search

Preparation and characterization of poly-(methacrylatoethyl trimethylammonium chloride-co-vinylbenzyl chloride-co-ethylene dimethacrylate) monolith Malis, Eko; Tasfiyati, Aprilia Nur; Iftitah, Elvina Dhiaul; Sakti, Setyawan Purnomo; Sabarudin, Akhmad
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.103 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpacr.2015.004.02.214

Abstract

A polymer monolithic column, poly-(methacrylatoethyltrimethylammonium chloride-co-vinylbenzyl chloride-co-ethylene dimethacrylate) or poly-(MATE-co-VBC-co-EDMA) was successfully prepared in the current study by one-step thermally initiated in situ polymerization, confined in a steel tubing of 0.5 mm i.d. and 1/16” o.d. The monoliths were prepared from methacrylatoethyltrimethylammonium chloride (MATE) and vinylbenzyl chloride (VBC) as monomer and ethylene dimethacrylate (EDMA) as crosslinker using a binary porogen system of 1-propanol and 1,4-butanediol. The inner wall of steel tubing was pretreated with 3-methacryloxypropyl-trimethoxysilane (MAPS). In order to obtain monolith with adequate column efficiency and low flow resistance, some parameters such as total monomer concentration (%T) and crosslinker concentration (%C) were optimized. The morphology of this monolith was assessed by scanning electron microscopy (SEM). The properties of the monolithic column, such as permeability, binding capacity, and pore size distribution were also characterized in detail. From the results of the characterization of all monolith variation, monolith with %T 30 %C 50 and %T 35 %C 50 give the best characteristic. These monoliths have high permeability, adequate molecular recognition sites (represented with binding capacity value of over 20 mg/mL), and have over 80% flow through pores in their pore structure contribute to low flow resistance. The resulted monolithic columns have promising potential for dual mode liquid chromatography. MATE may contribute for anion-exchange while VBC may responsible for reversed-phase liquid chromatography.
Studi Metil Ester Dari Hasil Esterifikasi Minyak Jelantah Sebagai Pengawet Bunga Mawar (Rosa hybrida) Sani, Laila Amalia; malis, Eko; ridho, Rosyid
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol 1 No 01 (2019): Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.147 KB)

Abstract

Sampel hasil esterifikasi minyak jelantah nabati dan minyak jelantah hewani dan analisis GC – MC dengan gas pembawa berupa helium (He). Jenis kolom untuk GC-MS yang dipakai adalah kolom AGILENTJ%W HP-5 dengan suhu injeksi 300oC dan memiliki hasil analisis dengan peak tertinggi pada sampel hasil esterifikasi minyak jelantah nabati 3x penggorengan dengan area% 39,57 dan memiliki formula senyawa C19H36O2 dan hasil esterifikasi minyak jelantah hewani 3x penggorengan dengan area% 35,69 dan memiliki formula C17H34O2. Pada aplikasi pengawetan bunga mawar dengan 6 hari pengawetan dengan umur 7 hari ternyata hasil esterifikasi minyak jelantah hewani 3x penggorengan memiliki hasil aplikasi yang cukup maksimal dibandingkan dengan pengawetan dengan esterifikasi minyak jelantah nabati 3x penggorengan dikarenakan senyawa hexadecanoid acid pada hasil esterifikasi minyak jelantah hewani lebih tinggi.
Pengaruh Katalis CaO Dari Cangkang Bekicot Pada Pembuatan Biodiesel Dari Lemak Sapi Dengan Proses Transesterifikasi Nirmala, Reni Listia; malis, Eko; ridho, Rosyid
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol 1 No 01 (2019): Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.136 KB)

Abstract

Lemak sapi merupakan produk hasil ikutan (by product) dari pemotongan sapi yang potensi ketersediaannya cukup tinggi dan masih dianggap sebagai limbah pemotongan karena pemanfaatannya belum maksimal sehingga dapat diarahkan pada produksi biodiesel sebagai alternatif energi yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis katalis CaO Cangkang bekicot serta rasio lemak dengan metanol terhadap optimalisasi biodiesel. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai metode penerapan teknologi bidang pengolahan limbah hasil ternak dalam mendukung energi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui (renewable). Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental berdasarkan dengan mencari nilai optimum dari 3 variasi mol metanol dan lemak sapi (1:9, 1:10, 1:11) Jumlah katalis (4, 5, 6 dan 7) w/w% dan Suhu 55, 60, 60 dan 65oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai optimum yang didapat dari masing-masing variasi adalah 1:10, 5 w/w % dan 600oC sedangkan hasil karakterisasi Inframerah CaO Cangkang bekicot menunjukkan adanya pita gelombang pada bilangan gelombang kurang dari 600 cm-1 yang menunjukkan Katalis CaO, Hasil karakterisasi Metil Ester menunjukkan munculnya puncak pada spektrum dibilangan gelombang 2922,42 cm-1 dan 2852,80 cm-1 yang menunjukkan adanya –CH3, –CH2 pada bilangan gelombang 1742,99 cm-1 menunjukkan adanya gugus karbonil C=O (Ester) dan pada bilangan gelombang antara 1300-1000 cm-1 menunjukkan adanya gugus karboksil C-O, sedangkan hasil karakterisasi GC-MS menunjukkan 3 peak tertinggi merupakan senyawa ester dengan nama Metil palmitat (C17H34O2) sebesar 33,64%, Metil Stearat (C19H38O2) sebesar 24,76% dan Metil Oleat (C19H36O2) sebesar 17,39.
ANALISIS DISTRIBUSI NANOPARTIKEL Fe3O4 TERHADAP PENYERAPAN LOGAM BERAT Pb Sartika, Dewi; Malis, Eko; Mangunang, Emmistasega Subama
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 12 No 1 Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.984 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v12i1.1777

Abstract

Magnetic nanomaterial Fe3O4 has pabricated using coprecipitation methods for 90 minutes with temperatur 60oC . Pabrication product of this sample were coloured black powder. Characterisation of Fe3O4 used Transmission Electron Microscopy (TEM). Characterization result studied were density using J-image software. Mixing Fe3O4 powder into liquid waste has goal to determine the level of absorption of Fe3O4 magnetic nanomaterials to heavy metals contained in waste. Particle density has a big potential to absorb heavy metals, especially Pb. At the density level of the densest Fe3O4 particles shows the optimal absorption ability of Pb metal absorbed at a concentration of 0,56 grams with an absorption percentage of 99,99%.