Articles

Found 11 Documents
Search

SIFAT-SIFAT KEKONVERGENAN PADA BARISAN FUNGSI REAL Sulaiman, Herri; Firmasari, Siska; Wahyuni, Ika
Teori dan Riset Matematika Vol 3, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.319 KB) | DOI: 10.25157/teorema.v3i2.1179

Abstract

Artikel ini membahas tentang analisis sifat-sifat kekonvergenan pada barisan fungsi real. Adapun tujuan dari artikel ini yaitu mengidentifikasi sifat-sifat kekonvergenan pada barisan fungsi real. Kemudian menganalisis sifat-sifat dari barisan fungsi real yang konvergen. Pada artikel ini, ada dua jenis kekonvergenan pada barisan fungsi real yaitu konvergen titik demi titik (pointwise) dan konvergen seragam. Terkait dengan jenis kekonvergenan dapat diturunkan beberapa sifat mengenai kekontinuan, integral, dan turunan. Sifatnya ialah: (1) limit dari barisan fungsi kontinu yang kontinu seragam merupakan fungsi kontinu, (2) limit dari barisan integral fungsi yang konvergen seragam pada interval tertutup memiliki nilai yang sama dengan integral dari limit barisan fungsi real, dan (3) misalkan ada suatu barisan fungsi real yang konvergen ke  sedangkan barisan dan turunannya merupakan barisan fungsi kontinu dan konvergen seragam ke , maka dapat disimpulkan bahwa  merupakan fungsi kontinu dan turunan  ternyata sama dengan  itu sendiri.
Desain Bahan Ajar Analisis Real dengan Taksonomi Solo Dilengkapi Soal-Soal Bentuk Superitem Firmasari, Siska; Pramuditya, Surya Amami
Jurnal Elemen Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Elemen
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.149 KB) | DOI: 10.29408/jel.v4i1.502

Abstract

Real Analysis is a compulsory subject for the 3rd grade students of Mathematics Education that most of students  are considered it as a difficult course, due to the abstract of material especially on the matter of the Real Numbers. The purpose of this research is to design learning materials with SOLO taxonomy completed with such a multilevel exercise form super item to obtain a valid learning materials and practical to address the difficulties of students in learning the material of Number Real. This research uses research methods of modified Plomp. The referred design in this research is the design of learning materials. The results show that 1) The material design includes in valid criteria, based on the average value of validation materials of 4.52; 2) The practicality of material design is gained from the results of students positive response that is  91.96% and a good ability of the lecturer in teaching using materials that have been compiled.
IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR MAHASISWA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING Firmasari, Siska
KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2018): KALAMATIKA April 2018
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/KALAMATIKA.vol3no1.2018pp51-62

Abstract

The purpose of this study was to know the learning difficulties experienced by third grade students of Mathematics Education Study Program during Project Based Learning (PjBL) implementation on Evaluation of Mathematics’ Learning Process and Result. This research used descriptive method with qualitative approach because it is relevant from the initial process to the final product, and research instrument used is in the form of interview sheet. The sample of this research is 68 third grade students of Mathematics Education Study Program of Faculty of Teaching and Educational Sciences, University of Swadaya Gunung Jati Cirebon. The study was conducted in the period of March - July 2016. Based on the results of this study it can be concluded that students' learning difficulties during the implementation of Project Based Learning caused by internal factors, that is lack of motivation, which can be seen from the lack of students in reading and looking for various references related to the material, they rely on one reference book only that used during lectures. This resulted to the lack of understanding in learning the Evaluation Instruments’ Quality which can be seen from the difficulty in classifying evaluation test questions based on Bloom's Taxonomy and arranging scoring guidelines, using validity formula, reliability, item discrimination, and index of difficulty to determine instrument quality, and difficulty in accomplishing the final product.
Etnomatematika pada sumur purbakala Desa Kaliwadas Cirebon dan kaitannya dengan pembelajaran matematika di sekolah Noto, Muchamad Subali; Firmasari, Siska; Fatchurrohman, Mohammad
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 2: November 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.379 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v5i2.15714

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi aspek-aspek matematika pada sumur purbakala, sejarahnya, proses berpikir matematis dalam pembuatan sumur, dan proses pembelajaran matematika di sekolah. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk kualitatif untuk mendeskripsikan tentang sejarah sumur purbakala. Bentuk bangunan sumur menggambarkan sebuah bangun datar seperti segitiga, segilima, persegi panjang, jajar genjang, trapesium, lingkaran, dan bangun ruang seperti balok dan tabung, yang merupakan aspek-aspek matematika pada materi geometri. Proses pembuatan sumur yang berbentuk lingkaran dapat dilakukan dengan segi-n yang didekati oleh limit n menuju tak hingga yang dilihat dari banyaknya batu bata pada susunan pertama dan banyaknya susunan pada pembuatan sumur. Hasil penelitian ini juga berkaitan dengan proses pembelajaran matematika di sekolah, seperti materi segitiga dan segiempat di SMP serta aturan sinus dan cosinus di SMA. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar pada jenjang sekolah menengah ataupun referensi untuk penelitian lain di bidang budaya dan matematika. Ethnomathematics at the sumur purbakala Kaliwadas Village of Cirebon and relationship with mathematics learning in school AbstractThe purpose of this research is to know the mathematical aspects of sumur purbakala, its history, the process of mathematical thinking in the making of well, and the process of learning mathematics in school. The results of this research are presented in qualitative form to describe the history of the sumur purbakala. The shape of the building is constructed like a triangle, a pentagon, a rectangle, a parallelogram, a trapezoid, a circle, and a space-building like beams and tubes, which are the mathematical aspects of the material geometry. The process of making a well in the form of a circle can be done with the n-segments approximated by the boundary n to the not until seen from the number of bricks in the first order and the number of arrangements on the well-making. The results of this study are also related to the process of learning mathematics in schools, such as triangle and quadrilateral materials in junior high and the rules of sinus and cosine in high school. It is expected that the results of this study can be used as teaching materials at the level of the school and references to other research in the field of culture and mathematics.
Kemampuan Pembuktian Matematis Mahasiswa Menggunakan Induksi Matematika Firmasari, Siska; Sulaiman, Herri
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.642

Abstract

Kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembuktian matematis tidak sama bergantung dari kategori kognitifnya. Salah satu metode pembuktian matematika adalah induksi matematika yang memerlukan pemahaman konsep secara sistematis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan pembuktian matematis mahasiswa yang memiliki kategori kognitif tinggi dan rendah menggunakan induksi matematika. Subjek penelitian ini adalah empat orang mahasiswa tingkat tiga Program Studi Pendidikan Matematika dengan klasifikasi dua orang mahasiswa memiliki kemampuan kognitif tinggi dan dua mahasiswa berkemampuan rendah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes materi induksi matematika dan pedoman wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang mendeskripsikan kemampuan pembuktian matematis mahasiswa dalam menyelesaikan soal terkait induksi matematika disesuaikan dengan kemampuan kognitif tinggi dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kategori kognitif tinggi mampu menyelesaikan setiap langkah pembuktian secara benar namun belum sistematis, sedangkan yang berkemampuan kognitif rendah tidak memahami alur pembuktian pada langkah induksi, kekeliruan memahami sifat distributif, dan ketidakteraturan menghubungkan setiap langkah pembuktian. Melalui artikel ini, peneliti berharap dapat menganalisis perlakuan yang tepat pada mahasiswa saat mengajar berbagai materi matematika yang menggunakan prasyarat induksi matematika. Kata kunci: pembuktian matematis, induksi matematika, kemampuan kognitif.   ABSTRACT The students’ ability to perform mathematical proof is different depending on their cognitive category. One of mathematical proofing is mathematical induction which requires concepts understanding systematically. The purpose of this research is to know the ability of mathematical proof using mathematical induction of high and low cognitive category students. The subjects of this study are four third graders of Mathematics Education Study Program. Two students have high cognitive ability and the others have low cognitive ability. The mathematical induction material test sheet and interview guideline are used as research instruments. This is a descriptive research which describes the mathematical proof ability of students in solving problems related to mathematical induction adjusted with high and low cognitive ability. The results show that students with high cognitive category are able to complete each step of proof correctly but not systematically. At the same time, the students with low cognitive ability are not understand the proof steps at the induction step, the misunderstood the distributive property, and the irregularity connect the proof steps. The researcher expects to analyze the appropriate treatment to the students while teaching mathematical materials using mathematical induction prerequisites. Keywords: mathematical proof, mathematical induction, cognitive ability.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL BERBASIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA (Bahan Ajar Digital Interaktif pada Materi Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linear Satu Variabel) Indariani, Artisa; Amami Pramuditya, Surya; Firmasari, Siska
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.865 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v7i2.3670

Abstract

This research motivated by the low of students’ mathematical problem-solving ability and the utilization of learning media based on technology that was not maximum. Preparation of learning materials in the form of the interactive digital module was one of the ways can overcome that problem. The method that used in this research was RnD with the design model ADDIE that was analysis, development of implementation design and evaluation with the restrictions of not doing the implementation stage. The instrument of collecting data in this research was the form of validation and the form of practicalities of the user senior high school students that has to get the material of linear inequality absolute value. The data that was taken though with statistics descriptive way. The validation result of the digital module gets ratings in the amount of 83,33% from media expert and 85,57% from a material expert. This interactive digital module was decent to use and very practical with the average percentage for students’ high cognitive ability 88,77%,  medium 89,49%, and low 82,97%.  Whereas the other user that was mathematics teacher give the percentage 84,78% so, according to them this digital module was very practical.
KETERAMPILAN PROSES BERFIKIR MATEMATIKA MAHASISWA DITINJAU DARI PERFORMANCE ASSESSMENT Aminah, Neneng; Firmasari, Siska
Euclid Vol 3, No 2 (2016): EDISI JULI
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v3i2.336

Abstract

Hasil belajar bukan hanya dilihat dari nilai akhir saja melainkan dapat juga dilihat dariproses yang dilaluinya. Begitu pula pada hasil belajar mahasiswa, mahasiswa barudirasakan perlu dilihat kemampuan awal mereka yang dilihat melalui proses berpikirmereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana keterampilanproses berfikir matematika mahasiswa saat awal memasuki perkuliahan yang ditinjaumelalui rubrik performance assessment, dimana subyek penelitian ini terdiri dari 6 orang darisejumlah mahasiswa tingkat satu, yang memiliki kemampuan akademik berbeda. Metodepenelitian yang digunakan deskriptif dilakukan pada saat sebelum perkuliahan dimulai.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa keterampilan proses berfikir mahasiswadari ketiga pertanyaan yang telah dijawab oleh subyek dengan kemampuan akademik tinggiyaitu hampir tepat dan jelas serta tidak ada kesalahan dalam menentukan pola, berfikirkomunikasi, serta dalam melakukan perhitungan, sedangkan pada subyek dengankemampuan akademik sedang proses yang mereka lakukan hanya terdapat sedikitkesalahan dalam nementukan pola, mengkomunikasikan ide matematika dan dalammelakukan perhitungan, kesimpulan terakhir pada subyek dengan kemampuan akademikrendah dalam proses berfikir yang mereka lakukan dari ketiga soal yang diberikan rata-rataterdapat lebih dari satu kesalahan dalam menentukan pola, mengkomunikasikan idematematika, dan dalam melakukan perhitungan.Kata Kunci : ketrampilan proses berfikir, Performance Assessment.
DESAIN BAHAN AJAR BERBASIS AKTIVITAS PEMECAHAN MASALAH PADA POKOK BAHASAN BARISAN DAN DERET Nopriana, Tri; Firmasari, Siska; Tonah, Tonah
Euclid Vol 2, No 2 (2015): EDISI JULI
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v2i2.361

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah menguji dan menganalisis kesulitan-kesulitan yangdialami siswa dan intervensi-intervensi yang diberikan kepada siswa untukmenyelesaikan tugas-tugas yang mengundang aktivitas pemecahan masalah siswa padatahap pemahaman dan penerapan konsep. Metode kualitatif digunakan dalam penelitianini karena relevan dilihat dari proses awal sampai tersusunnya sebuah bahan ajar baruyang berhubungan dengan aktivitas pemecahan masalah. Berdasarkan hasil penelitian dikelas dapat disimpulkan bahwa : 1) Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalampemahaman konsep, 2) Intervensi konvergen diberikan pada siswa dari awalpembelajaran, saat siswa mencari pola pada tabel dan menggeneralisasi konsep.Kata Kunci : Bahan Ajar, Aktivitas Pemecahan Masalah
KEMAMPUAN ABSTRAKSI CALON GURU MATEMATIKA PADA MATERI DIMENSI TIGA Santi, Dina Pratiwi Dwi; Firmasari, Siska
Euclid Vol 5, No 2 (2018): EDISI JULI
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v5i2.1313

Abstract

Materi dimensi tiga harus dikuasai oleh calon guru matematika dikarenakan materi ini berkaitan erat dengan kurikulum sekolah menengah. Kesulitan belajar mahasiswa pada materi dimensi tiga dikarenakan materi bersifat abstrak. Sehingga penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui kemampuan abstraksi calon guru matematika pada tingkat kognitif tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal matematika tidak rutin materi dimensi tiga. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Dari populasi seluruh mahasiswa peserta perkuliahan Kapita Selekta Matematika Menengah tahun akademik 2017/2018, dipilih tiga mahasiswa secara purposive, yang didasarkan pada hasil tes matematika untuk kemampuan abstraksi, sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menghasilkan kemampuan abstraksi mahasiswa dengan tingkat kognitif sedang lebih rendah dibandingkan dengan yang tingkat kognitif tinggi, dan lebih tinggi dibandingkan dengan yang tingkat kognitif rendah. Terdapat selisih berturut-turut sebesar 33% dan 45%. ?Dengan demikian, untuk tahap berikutnya mahasiswa dapat diberikan perlakuan yang tepat saat proses pembelajaran dengan memperhatikan masing-masing tingkat kognitif dan kemampuan abstraksi.
ANALISIS GEOMETRI FRAKTAL PADA BENTUK BANGUNAN DI KOMPLEK KERATON KANOMAN CIREBON Sulaiman, Herri; Firmasari, Siska
Euclid Vol 7, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v7i1.2831

Abstract

Keraton berasal dari bahasa Jawa kuno yaitu kata keratuan menunjukkan keterangan tempat, yaitu untuk bersemayamnya raja atau tempat kediaman raja. Raja sebagai kepala pemerintahan bertempat tinggal di dalam keraton yang dijadikan pusat kerajaan dan segala kegiatan politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Para pejabat tinggi kerajaan dan bangsawan juga tinggal di sekitarnya. Karena hampir semua kegiatan masyarakat terpusat di sekitar keraton, maka berkembang menjadi kota. Keraton Kanoman dibangun tahun 1588 M oleh pangeran Muhamad Badarudin Kertawijaya yang bergelar Sultan Anom I. Ia mendirikan keratonnya di rumah pangeran Cakrabuana ketika baru saja datang ke tegal alang-alang bernama Witana. Titimangsa tahun berdirinya keraton Kanoman tertulis dalam sebuah gambar yang ada di pintu masuk Jinem keraton Kanoman, yang menggambarkan matahari berarti satu, wayang darma kusuma yang berarti lima, bumi berarti satu, dan binatang kemangmang yang berarti nol. Candrasangkala tersebut menunjukkan angka tahun 1510 Saka atau 1588 M. Jadi keraton Kanoman didirikan pada tahun 1510 Saka atau 1588 M. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan geometri fraktal yang ada pada komplek keraton Kanoman yang dilihat pada aspek dimensi fraktal dari bentuk bangunan tesebut. Analisis dimensi fraktal menggunakan metode box-counting untuk mengetahui tingkat kekasaran dari bangunan di komplek keraton Kanoman dengan mensketsa beberapa skala. Metode penelitian ini ialah etnografi dan jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bangunan dari keraton Kanoman untuk lawang seblawong, balai manguntur, dan gapura barat memiliki kedalaman dimensi fraktal dengan tingkat kekasaran cukup tinggi. Sehingga detail dari susunan bangunan tersebut tergolong tinggi.