Nursamsiar Nursamsiar, Nursamsiar
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar, Jl. Perintis Kemerdekaan KM 13,7 Daya Makassar

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS MASKER GEL PEEL OFF SEBAGAI ANTIAGING Khaeri, Nur; Nursamsiar, Nursamsiar
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Antiaging merupakan proses untuk mencegah, memperlambat atau mengembalikan efek penuaan. Faloak telah banyak digunakan masyarakat secara empiris untuk mengobati penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat masker gel peel off ekstrak batang faloak yang stabil secara fisik dan mengetahui efektifitas antioksidan sebagai antiagingnya.  Pada penelitian ini batang faloak dibuat ekstrak etanol dengan metode maserasi. Selanjutnya ekstrak faloak diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel off dengan menggunakan variasi basis film polivinil alkohol (PVA). Masker gel peel off diuji kestabilan fisiknya yang meliputi pengamatan oganoleptis, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan kecepatan pengeringan menggunakan metode accelerate. Pengukuran efektivitas antioksidan masker gel peel off ekstrak batang faloak dilakukan pada formula yang stabil menggunakan metode peredaman DPPH.
Sunscreen Activing of Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) Using Spectrophotometry Method Lalu, Martinus G; Nursamsiar, Nursamsiar; Muslimin, Lukman; Gani, Sahibuddin A
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 2 No 1 (2017): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.97 KB)

Abstract

Sunlight contains ultraviolet (UV) rays that can harm the skin, for example erythema, pigmentation, aging, dryness, wrinkles, and skin cancer. To avoid those effects we need physical protection to cover the body, using an umbrella, hat, jacket and chemically using sunscreen. Research about the sunscreen activing of extract of purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) using spectrophotometry method had been conducted. The aim of this study was to obtain the sunscreen activity of purple sweet potato extract using spectrofotometry method with parameters such as persentage of erythema transmision, pigmentation transmision, and sun protection factors (SPF) which were evaluated at wave longest lambda 292,5 – 372,5 nm. The results showed that the purple yam extract at 100 – 300 ppm as a regular suntan, additional protection, and fast tanning, while the at 400 ppm activity as fast tanning, sunblock; and SPF protection being.
IN SILICO STUDY OF AGLYCON CURCULIGOSIDE A AND ITS DERIVATIVES AS α-AMILASE INHIBITORS Nursamsiar, Nursamsiar; M. Mangande, Maya; Awaluddin, Akbar; Nur, Syamsu; Asnawi, Aiyi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v7i1.23062

Abstract

?-amilase is an enzyme that catalyzes the hydrolysis of starch polysaccharides into oligosaccharides to then produce glucose. Inhibitions of the ?-amylase enzyme is an effective strategy in modulating blood sugar levels in diabetics. The aglycon curculigoside A has similar structure to chalcon which is able to inhibit the ?-amilase enzyme for the treatment of type 2 diabetes. The aim of this study was to determine the interaction of the curculigoside A aglycone compound and its derivatives with the ?-amylase enzyme by using the docking simulation method. Docking simulations were carried out by using AutoDock 4.2 and ?-amilase protein (PDB ID: 1B2Y) as macro molecule. The docking results showed that the aglycone curculigoside A and its derivatives able to interacted into the active site of the ?-amylase enzyme. Three best ligands according to the simulation and prediction tests were compound 10, compound 23, and compound 41 has formed hydrogen bonding to Asp197, Glu233 and Asp300 residues with free bonding energy of -7.29, -7.22, dan -7.84 kcal/mol, respectively. In conclusion, Three best ligands has the same pattern of hydrogen bonds to the native ligand AC1 (6-methyl-5-(4,5,6-trihydroxy-3-hydroxymethyl-cyclohex-2-enylamino)-tetrahydro-pyran-2,3,4-triol) via amino acids redisues of ?-amylase that play a role in the substrate by hydrolysis process.Keywords: aglycon curculigoside A, ?-amylase, diabetes, docking 
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etilasetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Kursia, Sukriani; Lebang, Julianri Sari; Nursamsiar, Nursamsiar
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.187 KB)

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Ekstrak etil asetat daun sirih hijau mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun sirih hijau terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Sirih hijau diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dan diuji aktivitas penghambatannya terhadap  bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat ekstrak pada konsentrasi 3% dan 5%, yaitu 9,8 dan 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antibakteri dalam kategori sedang-kuat.Kata kunci  : Daun sirih hijau, Piper betle L difusi agar, Staphylococcus epidermidis, etil asetat
STUDI PENAMBATAN MOLEKUL SENYAWA-SENYAWA BIOAKTIF DARI KULIT AKAR MURBEI (MORUS SP.) TERHADAP RESEPTOR TNF-α Aswad, Muhammad; Christine, Lisa; Nursamsiar, Nursamsiar; Hardianti, Besse
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 23, No 3 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i3.9399

Abstract

Tumor necrosis factor alfa (TNF)-? memiliki peranan penting dalam patogenesis beberapa penyakit inflamasi. Murbei dilaporkan memiliki efek penghambatan pada proses inflamasi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui interaksi antara senyawa-senyawa bioaktif yang terdapat pada murbei terhadap reseptor TNF-? dengan metode simulasi docking molekuler. Docking dilakukan dengan menggunakan program AutoDock 4.2, dengan menambatkan senyawa pada sisi aktif reseptor TNF-? (PDB ID : 3EWJ) secara in silico. Hasil docking menunjukkan bahwa senyawa-senyawa bioaktif dari kulit akar murbei dapat berinteraksi dengan sisi aktif. Interaksi terbaik ditunjukkan oleh senyawa 86 dengan energi bebas ikatan -13,03 12kkal/mol, yang berinteraksi dengan residu asam amino yang penting pada reseptor TNF-? dan memiliki ikatan hidrogen yang sama pada Leu348, Glu406 dan Gly349 dengan menggunakan pembanding (1S, 3R, 6S)-4-oxo-6{4-[2-phenylquinolon-4-yl)methoxy]phenyl}-5-azaspiro [2.4]heptane-1-carboxylic acid sebagai ligan alami.
AKTIFITAS EKSTRAK JAHE MERAH DALAM MENURUNKAN ASAM URAT PADA KELINCI SERTA ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIFNYA Lallo, Subehan; Mirwan, Muhammad; Palino, Adrianti; Nursamsiar, Nursamsiar; Hardianti, Besse
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 5, No 1 (2018): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.467 KB)

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinalle var. Amarum) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak digunakan sebagai bumbu makanan sehari-hari dan juga berkhasiat sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit termasuk asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktifitas biologi dari jahe merah dan mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa bioaktif yang tekandung di dalam ekstraknya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap ekstrak etanol jahe merah memperlihatkan kemampuannya dalam menurunkan asam urat pada kelinci yang diinduksi dengan kalium bromat (KBrO3) pada konsentrasi 0,6 b/v yang diamati pada 1 dan 3 jam setelah diinduksi dan dibandingkan dengan allopurinol yang digunakan sebagai positif kontrolnya. Ekstrak etanol jahe merah juga memperlihatkan hubungan konsentrasi dengan penurunan asam urat pada kelinci. Isolasi senyawa bioaktif dalam tanaman ini telah dilakukan dengan menggunakan metode kromatografi dan identifikasi stukturnya didasarkan pada analisis data spektrofotometri dan NMR. Berdasarkan data spectra yang diperoleh terhadap senyawa yang paling dominan yang berhasil diisolasi dan diidentifikasi adalah senyawa 6-gingerol. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol jahe merah memiliki aktifitas dalam menurunkan kadar asam urat dengan senyawa utama 6-gingerol.
UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA SENYAWA SEBAGAI PENINGKAT PENETRASI TERHADAP LAJU DIFUSI KRIM ASAM KOJAT TIPE MINYAK DALAM AIR SECARA IN VITRO Nisa, Michrun; R, Radhia; Gani, Sahibuddin A; Aisyah, Aisyah; Nursamsiar, Nursamsiar
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i1.773

Abstract

ABSTRAK Bahan peningkat penetrasi merupakan zat tambahan yang membantu difusi obat melewati stratum korneum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan propilenglikol, DMSO, dan isopropil miristat dengan berbagai konsentrasi sebagai peningkat penetrasi dalam proses difusi asam kojat secara in vitro. Krim asam kojat dibuat dengan variasi konsentrasi propilenglikol, DMSO, dan isopropil miristat masing–masing 1%, 2%, 4%, dan 8% serta tanpa peningkat penetrasi. Pengujian stabilitas krim meliputi organoleptis, penentuan tipe emulsi, pH, dan viskositas. Uji difusi dengan alat sel difusi Frans menggunakan membran kulit tikus (Rattus novergicus) dan difusi asam kojat dalam cairan kompartemen reseptor pada interval waktu 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, dan 120 menit diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV. Hasil uji stabilitas menunjukkan tidak ada perubahan sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat tehadap organoleptis, penentuan tipe emulsi, dan pH tetapi viskositas berbeda sangat signifikan akibat variasi bahan dan konsentrasi peningkat penetrasi. Dari formula krim asam kojat yang mengandung DMSO 8%, propilen glikol 1%, isopropil miristat 8% yang diformulasi dapat dikategorikan stabil secara fisik dan paling efektif dibanding formula lainnya. Kata kunci: peningkat penetrasi, laju difusi, asam kojat. ABSTRACT Penetration of an enhancer is an additive that assist the diffusion of the drug through the stratum corneum. The purpose of this study was to determine the effect propylene glycol, DMSO, and with various concentrations of isopropyl myristate as penetration enhancers in the diffusion process of kojic acid in vitro. Kojic acid cream made with various concentration propylene glycol, DMSO, and isopropyl myristate, 1%, 2%, 4%, and 8% respectively, well as no penetration enhancers. Tests include organoleptic stability of cream, determining the emulsion type, pH, and viscosity. Diffusion test with tool diffusion frans cells using mouse skin membrane (Rattus novergicus) and diffusion in the liquid compartment kojic acid receptors on the time interval 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, and 120 min were measured by using UV spectrophotometer. Stability test results showed there was no change before and after accelerated storage on organoleptic, determination of the type of emulsion viscosity and pH but differ significantly due to variations in ingredients and concentrations of penetration enhancers. Of kojic acid cream formula containing 8% DMSO, 1% propylene glycol, isopropyl myristate 8% which can be categorized formulated physically stable and most effective formula than the others. Key words: penetration enhancers, the rate of diffusion, kojic acid.
STUDI IN SILICO SENYAWA TURUNAN ANALOG KALKON DAN PIRIMIDIN SEBAGAI ANTIINFLAMASI: PREDIKSI ABSORPSI, DISTRIBUSI, DAN TOKSISITAS Nursamsiar, Nursamsiar; Toding, Alprida Tandi; Awaluddin, Akbar
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v13i1.891

Abstract

ABSTRAK Kalkon merupakan golongan flavonoid yang mempunyai aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi profil farmakokinetik (absorpsi dan distribusi) serta toksisitas senyawa turunan analog kalkon dan pirimidin sebagai obat antiinflamasi. Prediksi parameter absorpsi dan distribusi menggunakan perangkat lunak PreADMET® dan sifat toksisitas menggunakan perangkat lunak Toxtree®. Penapisan senyawa berdasarkan kaidah Lipinski menunjukkan bahwa 24 senyawa hasil modifikasi memenuhi kaidah Lipinski, kecuali senyawa 22. Studi prediksi absorpsi dengan parameter HIA (Human Intestinal Absorption) menunjukkan semua senyawa terabsorpsi baik pada usus (70-100%), kecuali senyawa 4, 10, dan 11 moderate absorption (20-70%) dan senyawa 22 kurang terabsorpsi (0-20%). Parameter kemampuan permeabilitas pada sel Caco-2 menunjukkan semua senyawa memiliki kemampuan permeabilitas menengah (4–70%). Sedangkan profil distribusi berdasarkan keterikatan pada protein plasma menunjukkan bahwa semua senyawa terikat lemah pada protein plasma (
UJI TOKSISITAS SUBKRONIK EKSTRAK ETANOL DAUN JATI PUTIH (Gmelina arborea Roxb.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) Hendrarti, Wahyu; Indrisari, Maulita; Pasang, Marliana; Nursamsiar, Nursamsiar
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.738

Abstract

ABSTRAK Jati Putih (Gmelina arborea Roxb) yang dikenal sebagai Gamhar adalah pohon yang banyak tumbuh yang menyebar alamiah, sebagian besar dari India, dimana akar, kulit kayu, daun, bunga, dan buah merupakan bagian tanaman yang bisa digunakan sebagai obat.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efek toksik setelah pemberian ekstrak etanol daun jati putih (Gmelina arborea Roxb). Pada penelitian ini terdapat 2 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif menerima akuades dan kelompok perlakuan menerima ekstrak etanol daun jati putih pada konsentrasi 10 mg/g BB selama 60 hari berturut-turut. Masing–masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Hari ke-31 dan ke-61 dilakukan pengambilan darah kemudian pengukuran kadar SGPT, kreatinin dan pembedahan. Hasil penelitian uji toksisitas subkronik ekstrak etanol daun jati putih pada tikus putih jantan menunjukkan bahwa pada hari ke-31 tidak ada tanda-tanda kerusakan pada organ hati, ginjal dan lambung, sedangkan pada hari ke-61 menunjukkan terjadi luka pada lambung. Kata kunci : toksisitas, subkronik, daun jati putih, tikus putih. ABSTRACT Goomar teak (Gmelina arborea Roxb) is known as Gamhar trees that grow naturally widespread, mostly from India, where the roots, bark, leaves, flowers, and fruit of the plant part that can be used as medicine. The purpose of this study was to determine the toxic effects after administration of ethanol extract of leaves of goomar teak (Gmelina arborea Roxb). In this study there were two groups: negative control group and the treatment group receiving aqudest received ethanol leaf extract at a concentration of 10 mg white teak/g BW for 60 consecutive days. Each group consisted of 6 rats. 31st day and the 61st was then measured levels of blood sampling SGPT, creatinine and surgery. The results subchronic toxicity test ethanol extract of goomar teak leaf on white male rats showed that at day 31 there was no sign of damage to the liver, kidneys and stomach, whereas on day 61 showed an injury to the stomach. Key words: toxicity, subchronic, goomar teak leaves, white rats.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEDONDONG HUTAN (Spondias pinnata (L.F.) Kurz.) DENGAN BERBAGAI METODE UJI Azizah, Suhaimi; Nursamsiar, Nursamsiar; Nur, Syamsu
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung akademi farmasi samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.028 KB)

Abstract

The leaf of kedondong hutan (Spondias pinnata (L.F.) Kurz.) Contain of flavonoid compound, which capable as antioxidants that function for preventing free radicals. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity profile of ethanol extract of kedondong hutan leaf with DPPH, ABTS radical and iron reduction methode (FRAP). This study used experimental research with stages of sample collection, plant determination, simplicia preparation, maceration with 70% ethanol, phytochemical screening and antioxidant activity assay with UV-Vis spectrophotometry. The results obtained from the ethanol extract of kedondong hutan leaves had antioxidant activity on DPPH and ABTS with IC50 of 32.83 ppm and 45.84 ppm respectively. In FRAP method kedondong hutan leaves had antioxidant activity which is equivalent to quarcetin of 2936.7 µmol QR /g sample. Ethanol extract of kedondong hutan leaves has very strong antioxidant power against DPPH, ABTS radical and iron reduction.