Mamik Ponco Rahayu, Mamik Ponco
Faculty of Pharmacy, Setia Budi University. Jl. Letjen Sutoyo, Mojosongo, Surakarta.

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

Aktivitas Imunomodulator Fraksi n-Heksan dari Herba Sambiloto (Andrographis paniculata, (Burm.F) Nees ) Terhadap Mencit yang Diinduksi Vaksin Hepatitis B dengan Parameter Ig G Rahayu, Mamik Ponco
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 1 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herba sambiloto (Andrographis paniculata Burm. Nees) mengandung banyak komponen senyawa kimia yang telah banyak di teliti dengan aktivitas sebagai hepatoprotektor dan salah satu kandungan zat aktifnya yaitu andrographolid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari A. paniculata yang mempunyai aktivitas sebagai imunomodulator dan hepatoprotektor terhadap mencit Balb/c yang telah diinduksi vaksin hepatitis B. Ekstraksi herba sambiloto menggunakan alat Soxhlet dengan pelarut yang berseri. Vaksin hepatitis B digunakan sebagai penginduksi mencit Balb/c. Sebagai tolok ukur imunostimulator adalah peningkatan jumlah antibodi IgG dengan ELISA tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan (2,7 mg/20 g BB mencit) menunjukkan peningkatan IgG tertinggi. Tiga fraksi teraktif dengan peningkatan jumlah IgG tertinggi sampai terendah yaitu F2 (0,569 mg/20 g BB mencit), F1(0,126 mg/20 g BB mencit), F4(0,094 mg/20 g BB mencit). Kata Kunci : Herba sambiloto (Andrographis paniculata Burm. Nees), Imunomodulator, Hepatoprotektor, Vaksin Hepatitis B Abstract Andrographis herbs (Andrographis paniculata Burm. Nees) has many active compounds , which shown hepatoprotector activity and one of its component is andrograpolide. Therefore, the aim of this study were to search the active compounds from A. paniculata as imunomodulator from the BALB/c mice was induced by hepatitis B vaccine. Andrographis herbs was extracted using Soxhlet by series of solvents. The isolation process was guided with in vivo imunommodulatory assay induced by hepatitis B vaccine in Balb/c mice. The imunostimulant activity was assesed through the increasing of IgG antibody. Hexane extract (2.7 mg /20 g mice) was increasing the titer of IgG higher than others. The fractions activity on increasing IgG titer from highest to lowest were F2 (0.569 mg/20 g mice), F1(0.126 mg/20 g mice), F4(0.094 mg/20 g mice). Keywords : Andrographis herbs (Andrographis paniculata Burm. Nees), Immunomodulator, Hepatoprotektor, hepatitis B vaccine
Antimalarial activity of ethyl acetate extract of Garcinia dulcis kurz stem bark Widodo, Gunawan Pamudji; Rahayu, Mamik Ponco
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 21 No 4, 2010
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.562 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp225-229

Abstract

In-vivo antimalarial activity of ethyl acetate extract of Garcinia dulcis Kurz stem  bark  have  been  evaluated  against  Plasmodium  berghei  induced  mice. Antimalarial  test  was  conducted  by  paracitemia  investigation  and  leucocyte counting  of  paracite  induced  mice  blood,  after  oral  administration  of  Garcinia dulcis  stem  bark  extract  dose  of  25  mg,  50  mg,  as  well  as  75  mg/kg  bw.  The highest  antiplasmodial  activity  and  decresing  of  leucocyte  amount  was  showedby  extract  of  dose  of  50  mg/kg  bw.  The  compounds  identified  in  ethyl  acetate extract  of  Garcinia  dulcis  stem  bark  were  flavonoid,  saponin  and  tannin.  The compounds that have antimalarial activity weren’t yet known.Keywords: antimalarial, Garcinia dulcis Kurz, stem bark, paracitemia
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIJAMUR KULIT BATANG KRANGEAN(Litsea cubeba Pers.) Rahayu, Mamik Ponco; Rahmawati, Ismi; Listiantoro, Wahyu; Chrisantoso, Wayndy
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12 No 2 (2015): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.193 KB)

Abstract

Litsea cubeba Pers atau krangean merupakan tanaman tradisional yang banyak dimanfaatkan sebagai antidiare, obat penyakit kulit, dan antiseptik. Tanaman ini selain mengandung minyak atsiri juga komponen lain seperti tanin, saponin, flavonoid, dan alkaloid. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas fraksi n-heksan, etil asetat, dan air dari ekstrak etanolik kulit batang krangean sebagai antibakteri dan antijamur terhadap E.Coli ATCC 25922; C. albicans ATCC 10231. Penyarian kulit batang krangean dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dilanjutkan fraksinasi dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Pengujian aktivitas antibakteri dan antijamurmenggunakanmetode difusi dan dilusi. Metode difusiuntuk mengukur diameter daerah hambatan terhadap pertanaman bakteri, dengan konsentrasi sediaan uji 50%, 25%, dan 12,5%.Metode dilusi (pengenceran tabung), berupa seri pengenceran dalam berbagai konsentrasi sediaan uji, yaitu 50%, 25%; 12,5%, 6,25%; 3,12%; 1,56%; 0,78%; 0,39%; dan 0,195%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan dari ekstrak etanolik kulit batang krangean mempunyai aktivitas paling tinggi dibandingkan fraksi lain terhadap E.coli ATCC 25922 dan C.albicans ditunjukkan dengan rata-rata diameter hambat yang paling besar.Uji aktivitas antibakteri terhadap E.coli ATCC 25922 dan C.albicans dengan metode difusi, fraksi n-heksan, pada konsentrasi 50% memiliki daya hambat dengan rata-rata 30 ± 0,00 mm dan 20,4 ± 0,58 mm. Fraksi n-heksan dapat membunuh E.Coli ATCC 25922 dan C. albicans ATCC 10231 dengan Konsentrasi Bunuh Minimum berturut-turut adalah 1,56%; dan 0,39%. Hasil Identifikasi fitokimia menunjukkan fraksi n- Heksan mengandung minyak atsiri dan triterpenoid .
AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG DARI FRAKSI N-HEKSAN HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata, (Burm.F) Nees) TERHADAP MENCIT YANG DIINDUKSI VAKSIN HEPATITIS B Rahayu, Mamik Ponco
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v11i2.837

Abstract

ABSTRAK Herba sambiloto (Andrographis paniculata Burm. Nees) mengandung komponen senyawa kimia yang mempunyai aktivitas sebagai imunomodulator. salah satu kandungan zat aktifnya adalah andrographolida yang aktif sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari A. paniculata sebagai imunomodulator terhadap mencit Balb/c yang telah diinduksi vaksin hepatitis B. Ekstraksi herba sambiloto menggunakan alat Soxhlet dengan pelarut yang berseri. Vaksin hepatitis B digunakan sebagai penginduksi mencit Balb/c. Sebagai tolak ukur imunostimulator adalah peningkatan aktivitas fagositosis makrofag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga fraksi aktif dengan peningkatan aktifitas fagositosis makrofag tertinggi sampai terendah yaitu F2, F3, dan F1. Hasil analisis fitokimia menunjukkan kandungan golongan senyawa dari fraksi FI adalah terpenoid, F2 adalah steroid, terpenoid, dan flavonoid; F3 dan F5 adalah terpenoid; serta fraksi F4 mengandung alkaloid. Kata kunci: hepatitis B, herba sambiloto (A. paniculata Burm. Nees), imunomodulator, vaksin. ABSTRACT Andrographis herbs (Andrographis paniculata Burm. Nees) contains many active compounds and showed imunomodulatory activity. One of its component, andrograpolide, has hepatoprotector activity. Therefore, the aim of this study was to find out the immunomodulator compounds from A. paniculata in the BALB/c mice induced by hepatitis B vaccine. Andrographis herbs was extracted using Soxhlet by series of solvents. The isolation process was guided by in vivo imunommodulatory activity in in Balb/c mice induced by hepatitis B vaccine. The imunostimulant activity was assesed through the phagocytic activity of macrophage. The most active extract was fractionated by vaccum column chromatography and further phytochemically identified. The fraction enhanced phagocyte activities of macrophage were F2, F3, and F1. The results of phytochemical analysis showed that the group of compounds from F1 was terpenoid, F2 were steroid, terpenoid, and flavonoid; F3 and F5 were terpenoid; and F4 was alkaloid. Key words: andrographis herbs (Andrographis paniculata Burm. Nees), imunomodulator, hepatoprotector, hepatitis B vaccine.
Aktivitas Imunomodulator Fraksi n-Heksan dari Herba Sambiloto (Andrographis paniculata, (Burm.F) Nees ) Terhadap Mencit yang Diinduksi Vaksin Hepatitis B dengan Parameter Ig G Rahayu, Mamik Ponco
Jurnal Pharmascience Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20600/jps.v2i1.5811

Abstract

AbstrakHerba sambiloto (Andrographis paniculata Burm. Nees) mengandung banyak komponen senyawa kimia yang telah banyak di teliti dengan aktivitas sebagai hepatoprotektor dan salah satu kandungan zat aktifnya yaitu andrographolid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari A. paniculata yang mempunyai aktivitas sebagai imunomodulator dan hepatoprotektor terhadap mencit Balb/c yang telah diinduksi vaksin hepatitis B. Ekstraksi herba sambiloto menggunakan alat Soxhlet dengan pelarut yang berseri. Vaksin hepatitis B digunakan sebagai penginduksi mencit Balb/c. Sebagai tolok ukur imunostimulator adalah peningkatan jumlah antibodi IgG dengan ELISA tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan (2,7 mg/20 g BB mencit) menunjukkan peningkatan IgG tertinggi. Tiga fraksi teraktif dengan peningkatan jumlah  IgG tertinggi sampai terendah yaitu F2 (0,569 mg/20 g BB mencit), F1(0,126 mg/20 g BB mencit), F4(0,094 mg/20 g BB mencit). Kata Kunci : Herba sambiloto (Andrographis paniculata Burm. Nees), Imunomodulator, Hepatoprotektor, Vaksin Hepatitis B  AbstractAndrographis herbs (Andrographis paniculata Burm. Nees) has many active compounds , which  shown hepatoprotector activity and one of its component is andrograpolide. Therefore, the aim of this study were to search the active compounds from A. paniculata as imunomodulator from the BALB/c mice was induced by hepatitis B vaccine. Andrographis herbs was extracted using Soxhlet by series of solvents. The isolation process was guided with in vivo imunommodulatory assay induced by hepatitis B vaccine in Balb/c mice. The  imunostimulant activity was assesed through the increasing of IgG antibody.   Hexane extract (2.7 mg /20 g mice) was increasing the titer of IgG higher than others. The fractions activity on increasing IgG titer from highest to lowest were F2 (0.569 mg/20 g mice), F1(0.126 mg/20 g mice), F4(0.094 mg/20 g mice). Keywords : Andrographis herbs (Andrographis paniculata Burm. Nees), Immunomodulator, Hepatoprotektor, hepatitis B vaccine
Efek Antiplasmodium Ekstrak n-Heksan Kulit Batang Mundu (Garcinia dulcis Kurz.) pada Mencit Jantan Swiss Webster yang Diinduksi Plasmodium berghei Hesturini, Rosa Juwita; Widodo, Gunawan Pamudji; Rahayu, Mamik Ponco
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8 No 1 (2011): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4899.496 KB)

Abstract

Mundu (Garcinia dulcis Kurz.) merupakan salah satu tanaman yang potensial dengan adanya kandungan senyawa xanton dan triterpenoid sebagai antiplasmodium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiplasmodium pada mencit putih yang terinduksi Plasmodium berghei dengan ekstrak n-heksan kulit batang mundu (Garcinia dulcis Kurz.) melalui penurunan tingkat parasitemia serta mengetahui dosis yang paling efektif sebagai antiplasmodium. Hewan uji mencit sebelum diberi ekstrak diinduksi dengan Plasmodium berghei hingga jumlah parasit Plasmodium dalam darah sebesar 107 dan diberikan pirantel pamoat sebagai antelmintika. Kemudian ekstrak kental diujikan pada masing-masing kelompok hewan uji dengan dosis 50 mg/ kgBB mencit, 100 mg/kgBB mencit dan 150 mg/kgBB mencit, kelompok kontrol negatif diberi CMC 0,5 % dan kontrol positif diberi dengan klorokuin yang disuspensikan dalam larutan CMC 0,5 %. Efek antiplasmodium diamati dengan menghitung penurunan tingkat parasitemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan kulit batang mundu dosis 50 mg/kgBB mencit, dosis 100 mg/kgBB mencit dan dosis 150 mg/kgBB mencit memberikan aktivitas sebagai antiplasmodium. Dosis 100 mg/kgBB mencit memberikan aktivitas sebagai antiplasmodium yang lebih efektif.
Uji Aktivitas Hipoglikemik Kombinasi Ekstrak Daun Ceplikan (Ruellia tuberosa L.) dan Glibenklamid pada Tikus Putih Jantan dengan Induksi Aloksan Yuniasakti, Bunga; Purwidyaningrum, Ika; Rahayu, Mamik Ponco
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11 No 2 (2014): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.343 KB)

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufiensi fungsi insulin. Pada penelitian ini daun ceplikan (Ruellia tuberosa L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang memiliki aktivitas hipoglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hipoglikemik kombinasi ekstrak daun ceplikan dengan glibenklamid, dosis efektif pada kombinasi tersebut, dan untuk mengetahui perbandingan efek hipoglikemik pada penggunaan ekstrak tunggal dengan kombinasi. Ekstrak daun ceplikan diperoleh dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 70%. Kondisi diabetes hewan diperoleh dengan induksi aloksan monohidrat 100 mg/kg BB. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok kontrol negatif CMC, kontrol positif glibenklamid (0,45 mg/kg BB), dosis tunggal ekstrak daun ceplikan (937,5 mg/kg BB), kombinasi ekstrak daun ceplikan dan glibenklamid (25%:75%; 50%:50%; 75%:25%). Penetapan kadar glukosa darah diukur dengan alat glukometer pada hari ke-7 dan ke-14. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak daun ceplikan dan glibenklamid memiliki aktivitas hipoglikemik dengan dosis efektif pada kombinasi 50%:50% ; 25%:75%. Penggunaan kombinasi ekstrak daun ceplikan dan glibenklamid mempunyai efek hipoglikemik yang lebih rendah dibanding ekstrak tunggal.
Aktivitas Antihipertensi dari Ekstrak Etanol Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) pada Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Adrenalin Umayasari, Eka; Dewi, Lucia Vita Inandha; Rahayu, Mamik Ponco
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12 No 1 (2015): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.167 KB)

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal, bila tekanan darah sistol melebihi 140 mmHg dan diastol 90 mmHg. Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Daun dewandaru mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihipertensi ekstrak etanol daun dewandaru dan mengetahui dosis paling optimal dari ekstrak etanol daun dewandaru (Eugenia uniflora L.). Ekstrak etanol daun dewandaru diperoleh melalui ekstraksi dengan metode maserasi dan menggunakan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan terdiri dari 5 kelompok yaitu : kelompok I (kontrol negatif, kelompok II (kontrol captopril), kelompok III (ekstrak etanol 0,3 mg/200 g BB), kelompok IV (ekstrak etanol 0,6 mg/200 g BB), kelompok V (ekstrak etanol 1,2 mg/200 g BB). Hewan uji dibuat hipertensi dengan di induksi adrenalin secara intraperitonial. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada minggu ke-3 dengan menggunakan alat blood pressure analyzer. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANOVA dengan uji lanjutan Dunnet T3. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa semua dosis ekstrak etanol daun dewandaru memiliki aktivitas antihipertensi. Dosis 1,2 mg/200 g BB memiliki efek setara dengan captopril.
Optimasi Proporsi Polisorbat 80 dan Sorbitan 80 dalam Formulasi Krim Ekstrak Etil Asetat Daun Jengkol (Pithecollobium lobatum Benth) Sebagai Antibakteri dengan Metode Desain Faktorial Sari, Ghani Nurfiana Fadma; Kuncahyo, Ilham; Rahayu, Mamik Ponco
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13 No 1 (2016): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.363 KB)

Abstract

Ekstrak etil asetat daun jengkol telah terbukti mempunyai aktivitas antibakteri karena mengandung saponin, flavonoid dan tanin. Penggunaan ekstraketil asetat daun jengkol secara langsung dinilai kurang nyaman, sehingga dibuat suatu sediaan krim agar lebih nyaman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum krim ekstrak etil asetat daun jengkol dengan menggunakan bahan tambahan polisorbat 80 dan sorbitan 80 berdasarkan metode Desain Faktorial. Ekstraksi daun jengkol diperoleh dengan cara soxhletasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan dilanjutkan dengan etil asetat kemudian diuapkan untuk memperoleh ekstrak kental. Krim ekstrak etil asetat daun jengkol dibuat empat formula berdasarkan metode desain faktorial. Krim yang dihasilkan dilakukan pengujian stabilitas meliputi uji organoleptis, viskositas, daya sebar, daya lekat. Formula optimum berdasarkan parameter sifat fisik krim yaitu: viskositas, daya sebar, daya lekat diperoleh menggunakan software Design Ease® versi 7.1.6. Formula optimum yang diperoleh dibuat dan diuji sifat fisik krim dianalisis menggunakan uji-t. Aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi. Formula optimum krim ekstrak etil asetat daun jengkol diperoleh dari proporsi polisorbat 800,44 g dan sorbitan 80 1,15 g dengan respon sifat fisik formula optimum dari hasil prediksi dan percobaan menunjukkan tidak ada beda signifikan. Aktivitas antibakteri krim optimum setelah 1hari inkubasi 14 mm lebih berpotensi dibandingkan dengan formula 1 12,8 mm, formula A 13,8 mm, formula B 13,2 mm, formula AB 13 mmterhadap bakteri Staphylococcus aureus.
AKTIVITAS PENURUNAN PARASITEMIA EKSTRAK KULIT BATANG MUNDU SEBAGAI ANTIPLASMODIUM SECAR in vivo DENGAN PARAMETER ED50 Rahayu, Mamik Ponco; Harjanti, Reslely; Pamudji, Gunawan
Jurnal Biomedika Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/biomedika.v7i1.493

Abstract

Abstrak Pengobatan malaria di Indonesia saat ini di beberapa daerah masih menggunakan obat standar kloroquin dengan dosis 600 mg hari pertama dan kedua serta 300 mg hari ketiga. Efektivitas pemberian kloroquin saat ini sudah mulai diragukan karena telah banyak ditemukan resistensi terhadap obat ini. Salah satu usaha menemukan antimalaria baru adalah melalui penelitian terhadap tanaman obat yang digunakansecara tradisional oleh masyarakat untuk mengobati malaria.  Tanaman mundu termasuk familia garcinia, Marga Garnicia diketahui kaya kandungan senyawa xanton dan menunjukkan aktivitas biologi termasuk antimalaria (Merza, et al.,).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiplasmodium ekstrak etil asetat kulit batang mundu. Ekstraksi diperoleh secara maserasi bertingkat dengan pelarut n heksan dan etil asetat. Uji aktivitas antiplasmodium dilakukan secara in vivo pada mencit jantan galur Swiss yang diinduksi Plasmodium berghei dengan parameter pengujian persentase parasitemia, persentase penghambatan parasitemia dan penentuan dosis efektif 50% (ED50) menggunakan metode The 4-daySuppresive Test (Peters, 1970). Dosis yang diberikan ke hewan uji untuk ekstrak etil asetat kulit batang mundu yaitu 12,5; 25; 50; 100 mg/gr BB mencit Swiss. Dosis tablet klorokuin 5 mg/kg bb didapatkan 0.91 mg/ 20g bb dan sebagai kontrol normalCMC 0.5%. Pengujian aktivitas  antiplasmodium ekstrak etil asetat kulit batang mundu diperoleh dosis ED50 adalah 5,01 mg/kg BB. Berdasarkan data tersebut, ekstrak etil asetat kulit batang mundu memiliki aktivitas antiplasmodium. Keywords: Antiplasmodium, ED50, Kulit batang mundu, etil asetat