Ni Made Sri Nopiyani, Ni Made Sri
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 11 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Archive of Community Health (Arc.Com.Health)

ANALISIS KETERSEDIAAN INPUT UNTUK MENYELENGGARAKAN PONEK DI RUMAH SAKIT UMUM SWASTA DI KOTA DENPASAR Dewi, Ni Wayan Purnama; Nopiyani, Ni Made Sri
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.539 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p02

Abstract

ABSTRAKRumah sakit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif(PONEK) 24 Jam merupakan bagian dari sistem rujukan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal yang sangat berperan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Rumah Sakit Umum Swasta di Kota Denpasar telah terlatih PONEK sejak tahun 2015, namun belum pernah dilakukan evaluasi sehingga belum diketahui ketersediaan input untuk penyelenggaraan PONEK di RSU Swasta di Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan input PONEK di RSU Swasta di Kota Denpasar. Penelitan ini merupakan studi evaluatif terhadap Rumah Sakit Swasta terlatih PONEK di Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, studi dokumentasi dan wawancara mendalam di RSU Puri Raharja dan RSU Prima Medika. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling.Observasi dilakukan di area cuci tangan dan pemrosesan alat di unit maternal dan neonatal, area resusitasi dan stabilisasi di ruang obstetri dan neonatus di UGD, ruang bersalin, kamar operasi, unit perawatan intensif, area laktasi dan area pencucian inkubator. Wawancara mendalam dilakukan kepada 4 orang informan kedua rumah sakit yang terdiri dari 1 orang kepala bidang pelayanan medik dan 1 orang ketua tim PONEK. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan SDM di RSU Swasta di Kota Denpasar masih kurang. Di rumah sakit baru tersedia Tim PONEK sesuai standar Tim PONEK esensial. Dana penyelenggaraan PONEK telah tersedia yang digunakan untuk penyediaan sarana, prasarana dan peningkatan kapasitas SDM. Untuk ketersediaan sarana dan prasarana masih kurang. Terdapat 2 kendala penyediaan sarana dan prasarana yakni terkait keterbatasan tempat dan dana. Pedoman penyelenggaraan PONEK 24 jam di rumah sakit dan SPO terkait pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal terdapat di rumah sakit dan telah disosialisasikan. Kebijakan pendukung pelayanan PONEK di rumah sakit telah ada dalam bentuk SK Direktur RS tentang Pembentukan Tim PONEK RS dan pemberlakukan Pedoman Pelayanan PONEK di Rumah Sakit. Dapat disimpulkan bahwa ketersediaan input dalam penyelenggaraan PONEK di RSU Swasta di Kota Denpasar belum optimal. Diperlukan adanya peningkatanSDM, sarana dan prasarana serta peninjauan kembali standar prosesdur operasional.Kata kunci: Ketersediaan Input, Penyelenggaraan PONEK, RSU Swasta
AKSEPTABILITAS, UTILISASI DAN ADOPSI UPAYA PENANGGULANGAN HIV MELALUI KADER DESA PEDULI AIDS DARI PERSPEKTIF MASYARAKAT DI KOTA DENPASAR Nopiyani, Ni Made Sri; Kurniati, Desak Putu Yuli; Indrayathi, Putu Ayu; Listryowati, Rina
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 2 No 2 (2013): Desember (2013)
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2988.501 KB)

Abstract

Village AIDS Cadres (KDPA) Program has been conducted in Denpasar district since 2010. Despite the importance of community participation for a successful community based program, no research has been conducted to explore community perception regarding KDPA program.This research is aimed to explore community perceptions regarding acceptability, utilization, and adoption of the KDPA program from community perspective.The design used in this research is descriptive with qualitative data collection method through six focus group discussions in six villages in Denpasar. Data was analysed using thematic analysis.KDPA is well-accepted as it is perceived as an important issue to be tackled in the community. However, many opinions arise concerning who should be given the role "cadre". Lack of program introduction to the community, also high stigma and discrimination resulted in low utilization of the program. Villages with active KDPA have conducted a variety of HIV-related activities rarely carried out by the less active villages. There is Lack of community participation on HIV-related activities. Inequity of access to HIV information exists between adults and teenagers, between men and women, and between the member of traditional and non-traditional hamlets. Program adoption is hampered by the lack of commitment of village authorities and limited resources of KDPA program.The utilization and adoption of KDPA program are sub-optimal. Introduction of KDPA program to the community and provision of program resources should be improved.
TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LAYANAN MANGUPURA WOMAN SERVICES DI KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 Dewi, Anak Agung Istri Ratna Maadnyani; Nopiyani, Ni Made Sri
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 1 (2017): Juni (2017)
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.843 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i01.p06

Abstract

Sebuah upaya deteksi dini kanker payudara secara bergerak bernama ‘Mangupura Woman Services’ (MAWAS) telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Badung, Provinsi Bali. Penelitian tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan MAWAS belum pernah dilaksanakan, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat pengguna layanan MAWAS. Penelitian cross-sectional dilakukan di Kabupaten Badung terhadap 90 orang responden yang dipilih secara purposive dengan kriteria wanita usia subur yang pernah mengakses layanan MAWAS. Tingkat kepuasan masyarakat dilihat dari dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Data dianalisis menggunakan teknik Importance Performance Analysis dan diagram Kartesius. Skor tingkat kepentingan tertinggi adalah dimensi assurance (333,67) dan yang terendah adalah dimensi responsiveness (323). Skor tingkat kinerja tertinggi adalah dimensi empathy (310,25) dan terendah adalah dimensi reliability (293,6). Penilaian tingkat kesesuaian/kepuasan tertinggi adalah dimensi empathy (94,66%) dan terendah reliability (87,90%). Item-item yang menjadi prioritas utama pengembangan pelayanan adalah kenyamanan ruang pelayanan, keterampilan dan kemampuan petugas, pemberian informasi tentang prosedur pelayanan dan hasil pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi tangible dan reliability belum memuaskan sedangkan dimensi responsiveness, assurance dan empathy sudah memuaskan pengguna layanan. Oleh karena itu, pihak pengelola program perlu melakukan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan petugas dalam hal pemberian layanan kepada masyarakat. Kata kunci: Kepuasan pasien, mobile screening, kanker payudara, Badung
TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA RUJUKAN GAWAT DARURAT AMBULANS DESA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGWI 1 TAHUN 2019 Widnyana, I Putu Yoga Kusuma; Nopiyani, Ni Made Sri
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.708 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p10

Abstract

ABSTRAK Layanan rujukan gawat darurat Ambulans Desa merupakan salah satu layanan yang cukup banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mengwi 1 Kabupaten Badung. Namun, hingga saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap kepuasan pasien layanan rujukan gawat darurat Ambulans Desa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kepuasan pasien terhadap rujukan gawat darurat Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan datanya menggunakan survei kuesioner yang diisi melalui wawancara responden. Sampel dipilih secara consecutive sampling dengan jumlah sampel 75 orang dari 6 desa di wilayah kerja Puskesmas Mengwi 1 Kabupaten Badung. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat. Penghitungan indeks kepuasan yang dimodifikasi dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi nomor 14 tahun 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan layanan rujukan gawat darurat Ambulans Desa sudah memuaskan dengan memperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 3,64 (konversi 91). Kepuasan dari dimensi bukti fisik 3,58 (konversi 89,50), dimensi kehandalan 3,65 (konversi 91,25), dimensi daya tanggap 3,70 (konversi 92,50), dimensi jaminan 3,67 (konversi 91,75), dan dimensi empati 3,64 (konversi 91). Secara umum layanan rujukan gawat Ambulans Desa dinilai sudah memuaskan. Namun, tetap perlu dilakukan monitoring evaluasi kualitas layanan secara berkesinambungan dan peningkatan pada komponen-komponen yang masih dinilai kurang memuaskan.. Kata kunci: Kepuasan pasien, rujukan gawat darurat, ambulans desa ABSTRACT The Village Ambulance emergency referral service is one of the services that is quite widely utilized by the community in the working area of the Mengwi 1 Badung public health center. There has never been an evaluation of the patient satisfaction of the Village Ambulance emergency referral service. This study aims to assess patient satisfaction emergency referral services. This research is a quantitative descriptive cross-sectional study with data collection using a questionnaire survey filled with interview to respondents. A total of 75 service users was selected with consecutive sampling from 6 villages in the working area of the Mengwi 1 Badung public health center. Data analysis was performed by univariate analysis. The calculation of the satisfaction index refers to and is modified from the Regulation of the Minister of Administrative Reforms Bureaucracy Reform number 14 of 2017. The results of this study indicate that overall the emergency ambulance referral service for the Village has been satisfactory by obtaining a Community Satisfaction Index score 3,64 (convertion 91). Satisfaction from tangible dimension 3,58 (convertion 89.50), reliability dimension 3,65 (convertion 91.25), responsiveness dimension 3,70 (convertion 92.50), assurance dimension 3,67 (convertion 91.75), and empathy dimensions 3,64 (convertion 91). However, monitoring of service quality evaluations still needs to be carried out continuously and improvements to components that are still considered unsatisfactory should be conducted. Keywords: Patient satisfaction, emergency referral, village ambulance