Nugroho Epri Isnandi, Nugroho Epri
Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH JENIS WATER SPRAYER TERHADAP EFEKTIVITAS DIRECT EVAPORATIVE COOLING TANPA MENGGUNAKAN COOLING PAD Isnandi, Nugroho Epri; Yunianto, Bambang
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaporative cooler technology originated from the concept of cooling the air with water media. Where the air is cooled by means of direct contacting between water and air , resulting in heat transfer from the air to the water which resulted in the evaporation process , so that the air temperature down  and the humidity was rising value . This study aimed to determine effect of water sprayer on the direct evaporative cooler . The study was conducted with the experiment . Research variable is the type of water sprayer with a variation of 1, 5 and 7 holes. The data captured includes data input temperature , RH input , output temperature and RH output . These data are used to determine the decrease in DBT  ( Dry Bulb Temperature) , and WBT ( Wet Bulb Temperature) . The result of the calculation is shown in tables and graphs and analyzed based on existing theory. The results showed that the type of water sprayer  affect the temperature decrease and increase air humidity output direct evaporative cooler which affect the effectiveness. In direct evaporative cooler mounting holes have a water sprayer 1 effectiveness by 90% which is highest among the water sprayer which only has 5 holes effectiveness of 78% and a water sprayer 7 holes with a 74% effectiveness.
PENGARUH JENIS SPRAYER TERHADAP EFEKTIVITAS PENDINGINAN EVAPORASI KONTAK LANGSUNG Yunianto, Bambang; Isnandi, Nugroho Epri
ROTASI Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.23 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.3.110-116

Abstract

Di Indonesia pada musim kemarau, temperatur udara pada beberapa kota  dapat mencapai 30oC ? 37oC dan RH 40% - 60%. Pada kondisi ini kebutuhan AC sangat diperlukan untuk mendapatkan kenyamanan. Namun  unit AC yang beredar kebanyakan masih  menggunakan refregeran berbasis CFC yang merusak Ozon dan komsumsi listrik relative tinggi. Pendingin dengan cara penguapan (evaporative cooling = EC) merupakan system pendingin alternative yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan ruang pada musim kemarau. Sistem ini  hemat energy dan ramah lingkungan,  walaupun kenyamanan yang dapat dicapai tidak dapat menyamai kenyamanan seperti ketika menggunakan unit AC, karena system pendingin  EC menghasilkan kelembaban udara yang tinggi. Pendinginan evaporasi kontak langsung (DEC) adalah pedinginan udara dengan cara mengkontakkan langsung antara udara dan air, sehingga terjadi proses penguapan air kedalam arus udara. Proses penguapan  air terjadi   dikarenakan  pengambilan panas dari udara, sehingga terjadilah pendinginan dan peningkatan kelembaan udara. Sistem pendingin ini banyak dioperasikan pada daerah yang bersuhu tinggi (hingga 45 0C) dan kelembaban rendah (hingga RH 35 %), seperti di Negara Timur Tengah. Di Indonesia system pendingin DEC cukup baik untuk diterapkan pada musim kemarau. Penelitian dilakukan untuk mengetahui prestasi pendingin EC kontak langsung dengan udara yang mengalir dalam saluran horizontal. Ukuran saluran adalah panjang 90 cm dan penampang 40  x 40 cm. Semburan air diarahkan tegak lurus dari aliran udara dengan variasi jenis sprayer (sprayer 1, 5 dan 7 lubang)  dengan debit semburan air dan debit aliran udara dibuat  konstan. Perngujian dilakukan dari jam 09.00 hingga jam 16.00 pada hari-hari panas di musim kemarau. Hasil penelitian menunjukkan, terjadi penurunan temperature maksimum 8oC ( dari 34  - 26) dengan efektivitas 81 % . Perubahan jenis sprayer tidak berpengaruh secara nyata terhadap efektivitas yaitu 76 % (sprayer 5 lubang) dan  81 % (sprayer 1 dan 7 lubang)