Articles

Found 28 Documents
Search

PENGGUNAAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI PADA SISWA KELAS XI SMK Roza, Emilia; Rosra, Muswardi; Zulkifli, Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to determine the use of group counseling to improve self concept in students. This study was pre-experimental research, with one-group pretest-posttest design. The subject in this research were 9 students. Data collection technique used scale. The data analysis using the Wilcoxon test, from pretest and posttest it was obtained that zratio = -2.666 ztable = 1.645 then Ho is rejected and Ha accepted, which means that the students self concept could be increased through group counseling service.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan konseling kelompok untuk meningkatkan konsep diri pada siswa. Penelitian ini bersifat pre eksperimental dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 9 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh zhitung = 2,666 ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya konsep diri dapat ditingkatkan melalui layanan konseling kelompok pada siswa.Kata kunci : bimbingan konseling, konseling kelompok, konsep diri
SISTEM MIMO DAN APLIKASI PENGGUNAANNYA Roza, Emilia; Mujirudin, Muhammad
Rekayasa Teknologi Vol. 6 No. 2 (2013): Rekayasa Teknologi
Publisher : Rekayasa Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya pengunaan layanan multimedia menyebabkan permintaan untuk komunikasi dengan kecepatan tinggi meningkat. Awalnya lebar bandwidth digunakanuntuk mendukung aplikasi data rate tinggi, namun pelebaran bandwidth menjadi metodetidak praktis, sehingga dibutuhkan solusi alternatif lain yaitu dengan mengadopsibeberapa spektral teknik yang efisien seperti sistem MIMO[1]. Sistem MIMO (MultipleInput Multiple Output) merupakan suatu sistem wireless yang dapat meningkatkankapasitas kanal dengan menggunakan multi antena di sisi pengirim maupun di penerimayang dapat meningkatkan kapasitas dan keragaman sistem
STUDI MULTICAST Roza, Emilia; Mujirudin, Muhammad
Rekayasa Teknologi Vol. 5 No. 1 (2013): Rekayasa Teknologi
Publisher : Rekayasa Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam aplikasi multimedia, untuk mengirimkan data ke beberapa tujuan dibutuhkan waktu yang lama dan bandwidth yang lebar sehigga mustahil bagi sumber untukmengirimkan data secara real time untuk masing-masing tujuan satu per satu.Multicast menjawab permasalahan dengan cara mengalihkan tanggung jawabpengiriman paket ke lapisan jaringan ke stasiun akhir yang dapat mengefisiensipenggunaan bandwidth dalam transportasi data,Multicast akan dapat mengakomodasi pemikiran inovatif yang akan membantupeningkatan pelayanan komunikasi terutama dalam hal jaringan multimedia yang amandan realtime.
ANALISIS INTERFERENSI TUNGGAL WLAN 802.11A TERHADAP ULTRA WIDEBAND (UWB) Irwan, Hadi; Astuti, Dwi; Roza, Emilia
Rekayasa Teknologi Vol. 4 No. 2 (2012): Rekayasa Teknologi
Publisher : Rekayasa Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ultra Wideband (UWB) sebagai teknologi Wireless Persona area Network (WPAN) yang memiliki frekuensi 3,1-10,6 Ghz serta sensitifitas penerima rendah sehinggaposisinya dapat terinterferensi oleh sistem lain pada frekuensi kerja yang sama, salahsatu sistem tersebut adalah WLAN 802.11a. Untuk melindungi UWB dari interferensi yangditimbulkan oleh perangkat WLAN 802.11a, perlu dilakukan kajian yang menganalisispengaruh interferensi tunggal WLAN 02.11a terhadap UWB. Penelitian ini dilakukandengan tujuan menganalisis interferensi singel WLAN 802.11a terhadap penerima UltraWideband (UWB) menggunakan SEAMCAT (Spectrum Engineering Advanced MonteCarloAnalysisTool).Hasil simulasi menunjukkan UWB memiliki keterbatasan dalamaplikasinya,halini ditunjukkan Interferensiterbesar terjadi pada kondisi WT-VR8 meterterhadapjarak IT-VR1 meter sebesar -85,03dBm dilihat pada besarnya nilai C/I yaitu14,46dB. Sedangkan interferensiterkecil terjadipadakondisi WT-VR8 meter terhadapjarakIT-VR10 meter yang ditimbulkan sebesar -103,53 dBm dilihat pada besarnya nilaiC/Iyaitu 32,72dB. Semakin besar nilai C/Imaka dapat dipastikan terjadinyainterferensi,sedangkannilai C/I kemungkinan interferensiyang ditimbulkan tidak ada.
Analisis Interferensi Tunggal WLAN 802.11A terhadap Ultra Wideband (UWB) Irwan, Hadi; Astuti, Dwi; Roza, Emilia
Rekayasa Teknologi Vol 4 No 2 (2012): Rekayasa Teknologi
Publisher : Rekayasa Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ultra Wideband (UWB) sebagai teknologi Wireless Persona area Network (WPAN) yang memiliki frekuensi 3,1-10,6 Ghz serta sensitifitas penerima rendah sehinggaposisinya dapat terinterferensi oleh sistem lain pada frekuensi kerja yang sama, salahsatu sistem tersebut adalah WLAN 802.11a. Untuk melindungi UWB dari interferensi yangditimbulkan oleh perangkat WLAN 802.11a, perlu dilakukan kajian yang menganalisispengaruh interferensi tunggal WLAN 02.11a terhadap UWB. Penelitian ini dilakukandengan tujuan menganalisis interferensi singel WLAN 802.11a terhadap penerima UltraWideband (UWB) menggunakan SEAMCAT (Spectrum Engineering Advanced MonteCarloAnalysisTool).Hasil simulasi menunjukkan UWB memiliki keterbatasan dalamaplikasinya,halini ditunjukkan Interferensiterbesar terjadi pada kondisi WT-VR8 meterterhadapjarak IT-VR1 meter sebesar -85,03dBm dilihat pada besarnya nilai C/I yaitu14,46dB. Sedangkan interferensiterkecil terjadipadakondisi WT-VR8 meter terhadapjarakIT-VR10 meter yang ditimbulkan sebesar -103,53 dBm dilihat pada besarnya nilaiC/Iyaitu 32,72dB. Semakin besar nilai C/Imaka dapat dipastikan terjadinyainterferensi,sedangkannilai C/I kemungkinan interferensiyang ditimbulkan tidak ada.
Studi Multicast Roza, Emilia; Mujirudin, Muhammad
Rekayasa Teknologi Vol 5 No 1 (2013): Rekayasa Teknologi
Publisher : Rekayasa Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam aplikasi multimedia, untuk mengirimkan data ke beberapa tujuan dibutuhkan waktu yang lama dan bandwidth yang lebar sehigga mustahil bagi sumber untukmengirimkan data secara real time untuk masing-masing tujuan satu per satu.Multicast menjawab permasalahan dengan cara mengalihkan tanggung jawabpengiriman paket ke lapisan jaringan ke stasiun akhir yang dapat mengefisiensipenggunaan bandwidth dalam transportasi data,Multicast akan dapat mengakomodasi pemikiran inovatif yang akan membantupeningkatan pelayanan komunikasi terutama dalam hal jaringan multimedia yang amandan realtime.
Sistem Mimo dan Aplikasi Penggunaannya Roza, Emilia; Mujirudin, Muhammad
Rekayasa Teknologi Vol 6 No 2 (2013): Rekayasa Teknologi
Publisher : Rekayasa Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya pengunaan layanan multimedia menyebabkan permintaan untuk komunikasi dengan kecepatan tinggi meningkat. Awalnya lebar bandwidth digunakanuntuk mendukung aplikasi data rate tinggi, namun pelebaran bandwidth menjadi metodetidak praktis, sehingga dibutuhkan solusi alternatif lain yaitu dengan mengadopsibeberapa spektral teknik yang efisien seperti sistem MIMO[1]. Sistem MIMO (MultipleInput Multiple Output) merupakan suatu sistem wireless yang dapat meningkatkankapasitas kanal dengan menggunakan multi antena di sisi pengirim maupun di penerimayang dapat meningkatkan kapasitas dan keragaman sistem
Analisis Interferensi TV Digital Terhadap Long Term Evolution (LTE) Pada Frekuensi 700 MHZ Triyono, Triyono; Cahyasiwi, Dwi Astuti; Roza, Emilia; Fayakun, Kun
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 2 (2017): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 2
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi telekomunikasi paling baru saat ini yang bekerja pada rentang frekuensi mulai dari FDD (Frequency Division Duplex) LTE 850 MHz, FDD LTE 900MHz,FDD LTE 1.800MHz, danTDD (Time Division Duplex) LTE 2.300MHz. LTE juga bisa memanfaatkan spektrum 700 MHz yang akan dikosongkan oleh pemerintah terkait rencana digitalisasi penyiaran televisi di Indonesia. Koeksistensi TV Digital dan LTE pada frekuensi 700 MHz memerlukan studi yang menyeluruh, karena adanya potensi interferensi adjacent channel antara kedua sistem tersebut. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh interferensi transmiter TV Digital terhadap penerima LTE melalui simulasi SEAMCAT. Melalui hasil simulasi dapat dilihat bahwa, dari nilai probabilitas interferensi 48.23 % dan C/I 10.82 berarti jarak terdekat antara pengganggu dengan yang terganggu 0.24 km dan jarak antara pemancar dengan penerima terganggu 0.5 km. Sedangkan pada jarak terjauh untuk pengganggu dengan yang terganggu 1.1 km dan jarak antara pemancar dengan penerima terganggu 2.7 km, dengan nilai probabilitas interferensi sebesar 48.23 % dan nilai C/I 10.91 dB. Berarti untuk jarak yang lebih dekat atau lebih jauh dari itu, pengguna LTE akan terinterferensi oleh pemancar TV Digital.
Merancang Konfigurasi IP Address dan Management Bandwidth dengan Metode Queue Simple Menggunakan Mikrotik pada Warnet Mainem Net Dinulhaki, Aditama; Roza, Emilia; Prayitno, Gunarwan
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyaknya pengguna jasa internet pada warnet, maka akan semakin banyak problem yang di timbulkan disebabkan IP Address yang selalu berubah-ubah pada satu Personal Computer (PC) dengan bergantinya pengguna PC tersebut sehingga admin kesulitan dalam mengontrol pemakaian dan adanya satu atau lebih client yang menghabiskan kapasitas bandwidth yang menyebabkan pengguna jasa internet yang lain mengeluh tentang lambatnya kecepatan internet yang sedang di gunakan. Oleh karena itu, perlu adanya tambahan mikrotik pada topologi jaringan agar konfigurasi IP Address tidak berubah-ubah lagi dan pembagian bandwidth terdistribusi merata pada setiap PC yang digunakan pada Warnet Mainem Net. Hal ini akan dapat memberikan kemudahan dalam mengontrol pemakaian di setiap PC dan pengguna akan mendapatkan distribusi bandwith yang sama.
Rancang Bangun Antena Multiband V-Double Dipole Frekuensi 700 MHz dan 2,4 GHz Sukmara, Sukmara; Roza, Emilia; Cahyasiwi, Dwi Astuti
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 2 (2017): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 2
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini merupakan pengembangan dari perancang bangun antena V-double dipole pada frekuensi kerja LTE (Long Term Evolution) 700 MHz, yang memiliki peluang untuk beresonansi juga pada frequensi 2,4 MHz (wi-fi). Rancang bangun antena multiband V double dipole frekuensi 700 MHz dan 2,4 GHz menggunakan metodologi simulasi, perancangan prototype antena serta pengukuran. Media kawat tembaga yang digunakan 2 diameter yang berbeda, yaitu 4,3 mm dan 3,6 mm. Hasil simulasi diperoleh nilai VSWR sebesar 1.05 pada antena berdiameter 3,6 mm frekuensi 700 MHz dan 1.34 pada frekuwensi 2,4 GHz lebih kecil dibandingkan dengan antena berdiameter 4,3 mm yaitu 1.6 pada frekuensi 700 MHz dan 1,37 pada frekuensi 2.4 MHz. Sedangkan pada pengukuran prototype antena terjadi pergeseran frekuensi resonansi dibandingkan dengan hasil pada simulasi yaitu sebesar 18,244 MHz pada antena berdiameter 4,3 mm frekuensi 700 MHz dan 40 MHz pada frekuensi 2,4 GHz, sedangkan pada pengukuran prototype antena berdiameter 3,6 mm frekuensi 700 MHz bergeser sebesar 70,211 MHz dan 355,092 MHz frekuensi 2,4 GHz.