Articles

EFEKTIFITAS LIMBAH KULIT LIDAH BUAYA (ALOE VERA) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN TERHADAP TINGKAT KESEMBUHAN IKAN TENGADAK (BARBONYMUS SCHWANENFELDII) YANG DI INFEKSI DENGAN BAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA Prasetyo, Eko; Putra, Rahmadiansyah; Hasan, Hastiadi
Jurnal Harpodon Borneo Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v10i2.181

Abstract

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab Motile Aeromonad Septicemia (MAS). Pada penelitian ini, serbuk kulit lidah buaya diaplikasikan dengan pakan sebagai imunostimulan untuk mengobati penyakit MAS pada ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengakap (RAK) 4 perlakuan 3 kali ulangan. Dimana perlakuan A (0 gram serbuk/kg pakan), B (20 gram serbuk/kg pakan), C (40 gram serbuk/kg pakan), dan D (60 gram serbuk/kg pakan) Ikan uji diberikan pakan perlakuan selama 14 hari  sebelum dan pasca uji tantang. Gejala klinis diamati setiap hari pasca uji tantang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pakan yang mengandung serbuk kulit lidah buaya sebanyak 20, 40 dan 60 g/kg dapat mengurangi tingkat mortalitas dan gejala klinis jika dibandingkan dengan perlakuan 0 g/kg atau tanpa campuran serbuk kulit lidh buaya. Dosis 60 g/kg merupakan paling efektif dalam mengobati ikan tengadak dan berbeda sangat nyata dengan dosis yang lain.Kata kunci : ikan tengadak, serbuk kulit lidah buaya, imunostimulan, motile aeromonas septicemia
STUDI HEMATOLOGI UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT IKAN SECARA DINI DI DI SENTRA PRODUKSI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK Yanto, Hendry; Hasan, Hastiadi; -, Sunarto -
Jurnal Akuatika Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuatika Vol. VI. No. 1/Maret 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi hematologi dapat menggambarkan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi hematologi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila merah (Oreochromis sp.) yang dibudidayakan di keramba apung di Sungai Kapuas Kota Pontianak, sehingga dapat diketahui apakah ikan-ikan tersebut mengalami serangan penyakit atau tidak secara lebih dini.  Pada penelitian survei ini, ikan sampel dikumpulkan secara acak dari beberapa pembudidaya ikan di KelurahanParit Mayor,  Tambelan Sampit, Banjar Serasan, Dalam Bugis, Tanjung Hilir, and Tanjung Hulu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hemoglobin ikan lele dumbo, ikan mas dan nila merah yaitu 4,00±0,68 g/100 ml; 6,26±0,92 g/100 ml dan 5,42±1,14 g/100 ml secara berturut-turut.Kadar hematokrit ikan lele dumbo adalah 16,63±3,10 %; ikan mas 19,72±2,88 %  dan nila merah 27,31±2,88%.  Jumlah eritrosit ikan lele dumbo yaitu 7,46±1,63 x 104 sel/mm3;ikan mas dan ikan nila merah adalah 6,76±1,07 x 104 sel/mm3 dan  8,66±1,56 x 104 sel/mm3 secara berturut-turut.Jumlah leukosit ikan lele dumbo yaitu 101,33±25,48 x 103 sel/mm3, dan secara berturut-turut ikan mas dan ikan nila merah yaitu 191,98±33.84 x 103 sel/mm3 dan 89.98±33.37 x 103 sel/mm3.  Nilai hemoglobin, hematokrit, dan eritrosit bahwa ketiga spesies ikan tersebut tidak normal dan terindikasi ada serangan penyakit. Berdasarkan parameter leukosit, ikan lele dan ikan nila merah dalam kondisi normal. Jumlah sel leukosit ikan mas di atas normal, dan ikan mas terinfeksi ekstoparasit Dactylogyrus sp. dengan prevalensi dan intensitas serangannya yang masih rendah, yaitu 8 % and 1,42.  Kata Kunci: Dactylogyrus sp. hematologi, dan Sungai Kapuas  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SUKU DAYAK ASLI KAB. MELAWI MELALUI PROGRAM PEKAN (PENDIDIKAN, EKONOMI, KESEHATAN, PERIKANAN) UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT M2K (MAJU MANDIRI KUAT) BERBASIS ASSET LOKAL DESA Muldayanti, Nuri Dewi; Hasan, Hastiadi
BULETIN AL-RIBAATH Vol 15, No 2 (2018): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.652 KB) | DOI: 10.29406/bul al-ribaath.v15i2.1150

Abstract

Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi merupakan salah satu kecamatan yang penduduknya mayoritas suku Dayak. Banyak potensi desa yang dimiliki tapi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sekitar. Permasalahan sumber daya manusia tenaga pengajar PAUD yang masih lulusan SMA menjadikan pembelajarn tidak maksimal. Potensi perkebunan yang belum dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak memiliki nilai jual yang tinggi. Pelayanan kesehatan yang belum maksimal menjadikan permasalahan kesehatan menjadi belum teratasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian KKN-PPM ini adalah berupa kegiatan sosialisasi, pelatihan serta pendampingan kepada masayarakat melalui kegiatan pemberdayaan baik dari bidang ekonomi, pendidikan, perikanan, dan kesehatan. Hasil dari kegiatan KKN-PPM ini adalah untuk bidang ekonomi yaitu sosialisasi dan pelatihan manajemen koperasi, pengolahan produk, dan promosi roduk. Untuk bidang kesehatan yaitu pembentukan kader pos yandu dan Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga. Bidang Perikanan kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan budidaya, pembuatan kolam terpal dan pelatihan pembuatan pakan ikan. Pada bidang pendidikan yaitu pembuatan media APE bagi sekolah PAUD. Berdasarkan dari hasil kegiatan semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan diawasi langsung oleh kepala desa Batu Buil dan desa Laman Bukit. Kesimpulan semua kegiatan dapat dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PPM dengan baik.
ASPEK TEKNIS ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERTAMBAKAN DI DESA SUKA BARU KECAMATAN BENUA KAYONG KABUPATEN KETAPANG hasan, hastiadi; yanto, hendry
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): JURNAL RUAYA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.245 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuiaan lahan berdasarkan aspek teknis usaha budidaya perikanan di tambak yang berkaitan dengan produksi, dan menentukan tingkat teknologi dan komoditas yang sesuai di Desa Suka Baru Kecamatan Benua Kayong. Data yang dikumpulkan adalah parameter-parameter dari aspek biologi, fisik dan kimia lahan dan perairan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di Desa Suka Baru 1 (lokasi sampel dekat dengan Sungai Pawan depan Pulau Udang) memiliki nilai 64 %, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai kawasan pertambakan dan kawasan tersebut tidak direkomendasikan untuk lahan pertambakan.  Sebaliknya lokasi sampel Desa Suka Baru 2 yang merupakan bekas sawah yang tidak digunakan lagi  seluas 45 ha memiliki nilai 82 % sehingga dapat dikategorikan sangat sesuai.  Kawasan di lokasi sampel Desa Suka Baru 2 direkomendasikan dapat dijadikan kawasan pertambakan di Desa Suka Baru Kecamatan Benua Kayong. Desa Suka Baru memiliki daya dukung rendah, dan tingkat teknologi budidaya tambak yang dapat diterapkan adalah ekstensif atau tradisional. Jenis-jenis komoditas yang sesuai untuk dibudidayakan di tambak adalah udang windu, ikan bandeng, kakap putih, kepiting, dan berbagai jenis biota air payau lainnya
POTENSI EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI IMMUNOSTIMULANT UNTUK MENINGKATKAN SISTEM KEKEBALAN NON SPESIFIK PADA IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) ., Arei; Hasan, Hastiadi; ., Sunarto
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.858 KB) | DOI: 10.29406/rya.v1i1.223

Abstract

Saat ini, ikan patin (Pangasius hypophthalmus), merupakan komoditas hasil perikanan air tawar yang mulai diminati oleh masyarakat terlebih di kalangan masyarakat pembudidaya ikan. Tingginya padat tebar dan pakan yang digunakan menjadi pendorong bagi timbulnya penyakit akibat menurunnya kualitas air karena timbulnya bahan organik dari sisa pakan maupun eksresi ikan. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman asli Afrika, tepatnya Ethiopia, tanaman ini termasuk kedalam golongan Liliaceae. Jeli lidah buaya mengandung zat antibakteri dan antijamur menstimulasi firbroblast, yakni sl-sel kulit yang berfungsi menyembuh luka. Tujuan penelitianiniadalahingin mengetahui apakah lidah buaya dapat meningkatkan respon kekebalan non spesifik pada ikan patin. Menentukan kadar ekstrak lidah buaya yang optimal dalam menghambat infeksi bakteri Aeromonas hidrophyla, sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan non spesifik pada ikan patin. Sedangkan manfaat dari penelitian ini yaitu dapat dijadikan sebagai sumber informasi ilmiah bagi para pembudidaya ikan dan masyarakat umumnya, bahwa lidah buaya dapat mencegah penyakitPerlakuan D dengan konsentrasi mahkota dewa dosis 30 gm/ml menunjukkan hasil yang paling efektif menghambat bakteri dengan zona hambat tepanjang 11 mm. Kadar haemaglobin tertinggi pada darah ikan yaitu pada perlakuan D (30 gm/ml) yaitu 9,56 Hb/100 ml. Pengamatan kadar hematokrit tertinggi pada darah ikan yaitu pada perlakuan D (30 gm/ml) yaitu 43,67%. Hasil pengamatan gambaran sel darah merah jumlah tertinggi yang didapat selama pengamatan yaitu pada perlakuan D ( 30 gm/ml) dengan jumlah sel 4,01 x 106 sel/mm3. Pengamatan jumlah sel darah putih pada ikan patin jumlah tertinggi yang diperoleh pada perlakuan D (30 gm/ml) yaitu 36,08 x 103 sel/mm3. Sedangkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi selama penelitian yaitu pada perlakuan D yaitu 10,28%. Kemudian kualitas air selama pemeliharaan pada akuanrium cendrung stabil.Kata Kunci : Anti bakteri, Lidah Buaya, Ikan patin
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis L.) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii Blkr.) YANG DIINFEKSI DENGAN BAKTERI Aeromonas hydrophila fauzi, arini resti; hasan, hastiadi; prasetio, eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): JURNAL RUAYA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.411 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1316

Abstract

 Ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii Blkr.) merupakan ikan lokal yang mulai dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Masalah yang sering muncul dalam budidaya ikan jelawat adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Penggunaan antibiotik untuk mengobati ikan sakit dapat menimbulkan resistensi patogen, pencemaran lingkungan, dan berbahaya jika di konsumsi manusia. Salah satu pengobatan alternatif pada ikan yaitu menggunakan daun kembang sepatu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik daun kembang sepatu pada ikan jelawat. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Ekstrak daun kembang sepatu dihasilkan dari proses maserasi menggunakan etanol pro-analisis. Ikan jelawat diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophila dengan kepadatan 108 cfu/ml. Pengobatan ikan jelawat menggunakan ekstrak daun kembang sepatu yang telah dicampur ke dalam pakan. Masing-masing pakan diberi konsentrasi ekstrak daun kembang sepatu yang berbeda, perlakuan A (0%) B (5%), C (10%), D (20%), dan E (40%). Dari hasil penelitian yang dilakukan, ekstrak daun kembang sepatu memberi pengaruh terhadap immunostimulan ikan jelawat. Ekstrak daun kembang sepatu juga mampu menyembuhkan luka pada ikan jelawat pasca uji tantang bakteri Aeromonas hydrophila. Konsentrasi terbaik ekstrak daun kembang sepatu pada ikan jelawat yaitu 40% dengan kelangsungan hidup sebesar 83,33±5,77. Kata kunci: Ikan Jelawat, Daun Kembang Sepatu, Bakteri Aeromonas hydrophila, Etanol
PENGARUH SERBUK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP HEMATOLOGI IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) YANG DIUJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila Prasetio, Eko; Fakhrudin, Muhammad; Hasan, Hastiadi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.736 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i2.721

Abstract

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab Morile Aeromonad Sepricemia (MAS). Pada penelitian ini, pakan yang mengandung serbuk lidah buaya diaplikasikan sebagai imunostimulan untuk mengobati penyakit MAS pada ikan jelawat (Lebtobarbus hoeveni). Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (KN 0 g/kg pakan serbuk), B (KP 0 g/kg pakan serbuk), C (10 ppt 10 g/kg pakan serbuk), D (20 g/kg pakan serbuk) dan E (40 g/kg pakan serbuk). Ikan uji diberikan pakan perlakuan selama 14 hari setelah uji tantang. Uji tantang tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri Aeromonas hydrophila dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular. Sedangkan variabel pengamatan meliputi gejala klinis, respon makan, pertambahan bobot, organ dalamdan kelangsungan hidup.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gambaran sel darah merah, sel darah putih, hematokrit dan haemoglobin menunjukan hasil terbaik perlakuan serbuk lidah buaya  40 ppt. Sedangkan pakan yang mengandung serbuk lidah buaya sebanyak 10, 20, dan 40 g/kg dapat mengurangi tingkat mortalitas dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Pemberian serbuk lidah buaya melalui pakan memeberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan jelawat pasca infeksi. Dosis serbuk lidah buaya 40 g/kg menunjukkan hasil terbaik dan berbeda sangat nyata dengan dosis yang lain.  Kata kunci: Lidah buaya, Ikan Jelawat , Aeromonas hydrophila,Organ Dalam, Kelangsungan Hidup
EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda cirtifolia) UNTUK MENGURANGI TINGKAT KANIBALISME BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp) DENGAN METODE BIOENKAPSULASI Selvyan, Muhammad Teguh; Hasan, Hastiadi; ., Sunarto
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.229 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.267

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak buah mengkudu yang optimal untuk menguragi tingkat kanibalisme benih ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp). Rancangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 kali ulangan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu ekstrak buah mengkudu  Perlakuan A kadar ekstrak mengkudu 0 mg/l, Perlakuan B kadar ekstrak mengkudu 5 mg/l, Perlakuan C kadar ekstrak mengkudu 10mg/l, Perlakuan D kadar ekstrak mengkudu 15 mg/l, Perlakuan E kadar ekstrak mengkudu 20 mg/l. Variabel yang diamati dan dianalisa adalah : Laju Pemangsaan Kanibalisme, Kelangsungan hidup, Tingkah Laku Ikan, Kualitas Air. Hasil penelitian menunjukan Kadar ekstrak mengkudu sebanyak 10.7 mg/l adalah kadar ekstrak mengkudu terbaik untuk mengurangi kanibalisme dan kelangsungan hidup benih ikan lele sangkuriang. Kadar optimal untuk menambah kelangsungan hidup benih  ikan lele sangkuriang adalah 10.7 mg/l. Dalam pemanfaatan ektrak mengkudu untuk perendaman pakan ikan lele berupa cacing tubifex, disarankan agar menggunakan ekstrak mengkudu yang optimal sebanyak 10.7 mg/l agar pemanfaatan senyawa scopoletin dalam ekstrak mengkudu didalam tubuh ikan berlangsung secara maksimal untuk mengurangi kanibalisme benih ikan lele sangkuriang. Kata kunci : Buah Mengkudu, Laju Pemangsaan Kanibalisme, Kelangsungan hidup, Tingkah Laku Ikan, Kualitas Air
PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT DAN OODEV DALAM PAKAN TERHADAP DIAMTER TELUR DAN TINGKAT KEBUNTINGAN PADA INDUK IKAN BIAWAN (HELOSTOMA TEMMINCKII) mizan, mizan; lestari, tuti puji; hasan, hastiadi; farida, .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): JURNAL RUAYA Memajukan Perikanan Dengan Penerapan Teknologi Terbarukan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.151 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1017

Abstract

Menurunnya populasi ikan biawan di alam akibat kerusakan lingkungan habitat dan penangkapan berlebihan merupakan ancaman bagi kelestarian ikan ini, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis terbaik tepung kunyit dan hormon oodev dalam peningkatan ukuran diameter telur dan tingkat kebuntingan ikan biawan. Metode penelitian ini adalah eksperimen.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4  ulangan yaitu perlakuan A 0% kunyit per kg pakan+Oodev 0 ml/kg, B perlakuan 3% tepung kunyit per kg pakan+Oodev 0,5 ml/kg C3% tepung kunyit per kg pakan+Oodev 1 ml/kg sedangkan variable pengamatan tingkat kebuntingan, waktu maturasi, diameter telu,r pertambahan bobot mutlak , tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan A tanpa kunyit dan Oodev memilik nilai diameter telur  terendah dengan rata 0.74 mm-0.85 mm untuk perlakuan B dengan diameter rata-rata 0.82 mm- 0.88 mm nilai hasil pengukuran diameter telur  tertinggi pada perlakuan C dengan rata-rata 0.81 mm-0.90 mm. Demikian juga pada tingkat kebuntingan terbaik pada perlakuan B dan C dengan persentasi 100% artinya mengalami siklus matang gonad lebih cepat dari perlakuan A yang tidak diberikan hormon dalam masa pemeliharaan 4-8 minggu.
KERAGAMAN GENETIK IKAN KELABAU PADI (Osteochilus schlegeli Blkr) ASAL PERAIRAN UMUM KALIMANTAN BARAT BERDASARKAN ANALISIS KARAKTER MORFOMETRIK Ratnasari, Novita; Raharjo, Eka Indah; Hasan, Hastiadi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.548 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.489

Abstract

Ikan kelabau padi merupakan ikan asli kalimantan yang potensial untuk dikembangkan.  Penelitian keragaman genetik ikan kelabau padi bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik ikan kelabau padi yang berasal dari perairan umum Kalimantan Barat berdasarkan karakter morfometriknya. Pengukuran morfometrik dilakukan dengan analisis Component Analysis (PCA) atau komponen utama,serta hubungan kekerabatan interpopulasi dianalisis berdasarkan jarak genetik dengan program SPSS versi 17 yang disajikan dalam bentuk dendogram. Hasil analisis dendogram menyebutkan bahwa stok populasi ikan kelabau dapat dibagi menjadi dua yaitu stok populasi asal Danau Sentarum (Kapuas Hulu) dan Sungai Melawi (Melawi) serta stok populasi asal Sungai Sekayam (Sanggau) dan Sungai Kapuas (Kubu Raya). Nilai koefisien keragaman tertinggi di peroleh asal Danau Sentarum (Kapuas Hulu) 10.77%, Sungai Kapuas (Kubu Raya) 10.43%, Sungai Melawi (Melawi) 9,24% dan Sungai Sekayam (Sanggau) 6.89%.Kata kunci: kelabau padi, truss morfometrik, Kalimantan Barat