Articles

Found 16 Documents
Search

Selebtwits: Micro-Celebrity Practitioners in Indonesian Twittersphere Rahmawan, Detta
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.2, No.1, Juni 2014
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Drawn from the notion that Twitter is a suitable context for micro-celebrity practices (Marwick, 2010) thisresearch examines interactions between Indonesian Twitter-celebrities called selebtwits and their followers.The results suggest that several strategies include: stimulated conversation, audience recognition, and variouslevel of self-disclosure that have been conducted by the selebtwits to maintain the relationship with theirfollowers. This research also found that from the follower viewpoint, interaction with selebtwits is often perceivedas an “endorsement” and “achievement”. However, there are others who are not particularly fond ofthe idea of the selebtwits-follower’s engagement. Some selebtwits-followers’ interactions lead to “digital intimacy”,while others resemble parasocial interaction and one-way communication. Furthermore, this studysuggests that in the broader context, selebtwits are perceived in both positive and negative ways.Keywords: Twitter, social media, micro-celebrity, selebtwits
Selebtwits: Micro-Celebrity Practitioners in Indonesian Twittersphere Rahmawan, Detta
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1655.938 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i1.6046

Abstract

Drawn from the notion that Twitter is a suitable context for micro-celebrity practices (Marwick, 2010) this research examines interactions between Indonesian Twitter-celebrities called selebtwits and their followers. The results suggest that several strategies include: stimulated conversation, audience recognition, and various level of self-disclosure that have been conducted by the selebtwits to maintain the relationship with their followers. This research also found that from the follower viewpoint, interaction with selebtwits is often perceived as an “endorsement” and “achievement”. However, there are others who are not particularly fond of the idea of the selebtwits-follower’s engagement. Some selebtwits-followers’ interactions lead to “digital intimacy”, while others resemble parasocial interaction and one-way communication. Furthermore, this study suggests that in the broader context, selebtwits are perceived in both positive and negative ways.  
POTENSI YOUTUBE SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI ANAK MUDA Rahmawan, Detta; Mahameruaji, Jimi Narotama; Janitra, Preciosa Alnashava
Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v8i1.11267

Abstract

Penetrasi Internet di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan. Meskipun demikian, tingginya tingkat penggunaan internet masih belum memberikan dampak yang optimal terkait pemberdayaan masyarakat, khususnya anak muda. Rendahnya tingkat literasi digital, serta kurangnya pengetahuan akan konten yang positif di Internet membuat sebagian anak muda di Indonesia belum dapat memanfaatkan peran teknologi dan media digital secara optimal dalam kehidupan mereka sehari-hari, terutama terkait dengan peran teknologi tersebut sebagai sumber informasi mengenai pengetahuan dan pendidikan. Banyaknya konten-konten negatif menimbulkan beragam permasalahan seperti hoax, cyberbullying, cybercrime, pornografi, hingga politisasi isu SARA. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif untuk memetakan beragam konten positif dengan tema pendidikan pada media sosial YouTube. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kreator konten di YouTube yang khusus membahas tema pendidikan masih sangat terbatas. Beberapa akun YouTube yang menjalankan fungsi media edukasi bagi anak muda terutama adalah “Kok Bisa” yang mengemas kontennya dengan menggunakan animasi, bahasa yang sederhana, dan penjelasan yang tidak begitu rumit, serta beberapa akun milik perusahaan rintisan di bidang jasa layanan pendidikan seperti Quipper, Zenius, dan Ruang Guru yang memiliki kanal berisikan pembelajaran elektronik, tutorial dan tips pembelajajaran. Media edukasi di YouTube masih memerlukan kontrbusi banyak pihak karena kami melihat misalnya masih belum banyak konten edukasi dengan genre vlog, dan masih belum banyak konten-konten kreatif lain yang juga bertemakan pendidikan. Hal ini tentunya menjadi sebuah permasalahan sekaligus potensi untuk dikembangkan.
PERBINCANGAN MENGENAI HUKUMAN MATI TERKAIT KASUS BALI NINE DAN MARY JANE DALAM SITUS JEJARING SOSIAL TWITTER Mahameruaji, Jimi Narotama; Wirakusumah, Teddy Kurnia; Rahmawan, Detta
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.084 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i1.7817

Abstract

Twitter telah menjadi alat atau media komunikasi yang sangat populer diantara para pengguna Internet. Melalui Twitter, penggunanya dapat berbagi cerita hidup mereka sehari-hari, melakukan perbincangan dengan pengguna lain dan juga mengekspresikan pendapat mereka. Twitter juga dapat dilihat sebagai sebuah wadah untuk melakukan perbincangan politik dan isu-isu publik. Oleh karena itu, peran Twitter terkait partisipasi publik, kampanye, dan pembentukan opini publik kini semakin diperhitungkan (Jungherr, 2015). Fokus penelitian ini tentang perbincangan para pengguna Twitter di Indonesia mengenai peristiwa hukuman mati kasus narkoba Bali Nine dan Mary Jane. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa ragam perbincangan yang terjadi di antara para pengguna Twitter Indonesia terkait kasus hukuman mati tersebut, apa argumen yang muncul terkait penolakan maupun dukungan terhadap isu hukuman mati, dan juga siapa saja Twitter Influencer yang berperan dalam isu ini. DOI: 10.24198/jkk.vol4n1.5
STRATEGI PERTEMANAN MASYARAKAT URBAN PADA SITUS JEJARING SOSIAL PATH Mahameruaji, Jimi Narotama; Rahmawan, Detta
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.69 KB)

Abstract

Saat ini beragam situs jejaring sosial dengan fungsi dan fitur yang berbeda telah menjadi bagian dalam gaya hidup masyarakat urban. Bermacam-macam jenis situs jejaring sosial ini menimbulkan adanya corak penggunaan yang berbeda-beda. Penelitian ini terfokus pada salah satu situs jejaring sosial yang saat ini sedang populer di kalangan masyarakat urban yaitu Path. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis salah satu corak penggunaan situs jejaring sosial Path dengan menitik beratkan pada konsep strategi pertemanan. Konsep strategi pertemanan dalam situs jejaring sosial menjadi penting karena dianggap sebagai salah satu langkah utama dalam melindungi privasi para penggunanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah masyarakat urban di Jakarta dan Bandung yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini melihat bagaimana strategi para responden penelitian dalam mencari dan memilih pengguna lain untuk dimasukkan dalam jaringan pertemanan mereka, serta menjelaskan ragam informasi yang mereka bagikan dengan para pengguna lain dalam jaringan sosial mereka. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk studi-studi lainnya yang sejenis atau berkaitan dengan isu strategi pertemanan dalam situs jejaring sosial, privasi online atau privasi dalam situs jejaring sosial. Kata Kunci: Path, strategi pertemanan , situs jejaring sosial.
Peran Vlogger Sebagai Online Inflluencer dalam Industri Media Digital di Indonesia Rahmawan, Detta; Mahameruaji, Jimi Narotama; Hafiar, Hanny
PRoMEDIA Vol 3, No 2 (2017): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.279 KB)

Abstract

Vlogger (Video Blogger) atau di Indonesia juga kerap disebut dengan YouTuber dan Content Creator adalah sebuah fenomena menarik dalam perkembangan industri media digital. Para Vlogger ini mengunggah beragam video pada akun media sosial mereka dengan tema yang bervariasi: mulai dari hal-hal yang terjadi dalam kehidupan mereka sehari-hari, pendapat mereka akan berbagai topik yang sedang hangat diperbincangkan, hingga berbagai tutorial dan ulasan barang. Penelitian ini menganalisis peran Vlogger dalam industri media digital di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Kasus. Penelitian ini menemukan bahwa Vlogger telah menjadi salah satu entitas bisnis yang unik dalam industri periklanan dan industri media digital. Vlogger dapat dilihat sebagai manifestasi konsep Micro-Celebrity serta Online Influencer atau selebritis online yang berpengaruh, terutama di kalangan anak muda. Video Blog dianggap sebagai salah satu bentuk komunikasi yang unik dimana kedekatan antara Vlogger sebagai selebritis dengan khalayak atau fans dapat dibangun dengan cara memperlihatkan keseharian aktifitas para Vlogger tersebut. Bentuk promosi dan endorsement dengan menggunakan vlog juga dianggap lebih natural dibandingkan iklan digital yang bersifat konvensional. Penelitian tentang Vlogger dalam ekosistem bisnis media, terutama dalam konteks Indonesia masih sangat jarang ditemukan. Oleh karena itu diharapkan penelitian ini dapat menjadi salah satu rujukan terkait fenomena Vlogger dalam konteks perkembangan industri media digital di Indonesia.
Bisnis Vlogging dalam Industri Media Digital di Indonesia Mahameruaji, Jimi Narotama; Puspitasari, Lilis; Rosfiantika, Evi; Rahmawan, Detta
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.364 KB) | DOI: 10.24002/jik.v15i1.1007

Abstract

This study explores the phenomenon of Vlogger as a new business in the digital media industry in Indonesia. Vlogger refer to social media users who regularly upload a variety of video content with various themes. We used case study to describe and analyze Youtube’s significant role in managing Vlogger communities, and also design support systems to make the communities growth and sustainable. We also explore Vlogger role as Online Influencer. This study is expected to be one of the references related to Vlogger phenomenon in the context of digital media studies in Indonesia.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA COVER NOVEL TRILOGI KARYA VIRA SAFITRI Hafiar, Hanny; Mahameruaji, Jimi Narotama; Rahmawan, Detta
Jurnal Nomosleca Vol 3, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/nomosleca.v3i1.1177

Abstract

AbstraksiCover novel memiliki peran penting dalam menarik perhatian calon pembaca, oleh Karena itu ilustrasi pada novel dibuat semenarik mungkin karena pembaca cenderung beranggapan bahwa cover novel memiliki pesan yang mewakili isi novel, sehingga semakin menarik ilustrasi pada cover novel maka semakin menarik pula lah isi novel tersebut. Novel trilogi karya Vira Safitri, merupakan novel remaja dewasa yang masuk ke dalam genre amore, atau terdapat unsur percintaan. Ketiga novel tersebut memiliki kekhasan dalam ilustrasi covernya yang dapat dikatakan cukup berhasil mewakili isi novelnya tersebut. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka tulisan ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai simbol, makna simbol, serta bagaimana simbol dalam ilustrasi cover novel karya Vira Safitri mampu membangun kesan yang terbentuk di benak pembaca novelnya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah semiotik dari Charles S. Peirce, dengan unit yang dianalisis berupa obyek gambar dan warna. Adapun hasil yang diperoleh antara lain: simbol yang dianggap memiliki makna yang disengaja adalah obyek gambar bunga, gambar alat/property, dan warna. Adapun makna yang diwakili oleh gambar bunga yaitu perwakilan negara yang menjadi lokasi utama dalam novel, sedangkan gambar alat/properti mewakili makna profesi salah satu tokoh utama, dan warna pastel yang dipilih mewakili aroma percintaan yang lembut namun elegan. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa ilustrasi pada cover novel trilogy karya Vira Safitri ini telah mampu menggambarkan profesi sang tokoh, lokasi tempat berlangsungnya kisah, serta telah mampu untuk mendukung kesan elegan, romantic, dan happy ending yang menjadi ciri khas novel kisah cinta. DOI : https://doi.org/10.26905/nomosleca.v3i1.1177
The Mediatization of “SARA” Conflict in Indonesian Online Media Maryani, Eni; Rahmawan, Detta; Garnesia, Irma
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.22 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v4i1.526

Abstract

This study aims to analyses the news on "Aksi Damai" or "Peaceful Protest" occurred on December 2, 2016, in Jakarta related to the incumbent Jakarta Governor, Basuki Tjahaja Purnama or Ahok, over a blasphemy case. The "212 Peaceful Protest" is a protest conducted by several hardliner Muslim groups against Ahok, a Chinese Christian. Ahok was accused of a blasphemy-related to his statements about politicians who exploit a verse from the Holy Qur'an, to win the elections. The study uses a concept of mediatizations with quantitative and qualitative methods to collect data through content analysis, observation, and interviews. The research subject is two online media in Indonesia, Republika.co.id and Metrotvnews.com. The news from Republika.co.id and Metrotvnews.com are being collected from November 28 to December 4, 2016. In Indonesia, Republika.co.id is considered as a media that is oriented toward Muslim agenda, while Metrotvnews.com is oriented toward nationalism agenda. The results show that both Republika.co.id and Metrotvnews.com build a media logic or mediatizations related to Ahok's blasphemy cases. Republika.co.id emphasizes a narrative on divinity and piety logic, while Metrotvnews.com builds a narrative on the importance of national unity and legal political logic. The substance this study can be concluded that efforts to disseminate the values of tolerance and appreciate the noble values of humanity in a multicultural society must be carried on.
Pengembangan konten positif sebagai bagian dari gerakan literasi digital Rahmawan, Detta; Mahameruaji, Jimi Narotama; Anisa, Renata
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.455 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v7i1.20575

Abstract

Menjamurnya hoaks, misinformasi, disinformasi, hingga riuhnya konflik terkait isu politik identitas di media digital adalah contoh permasalahan yang coba diatasi oleh gerakan literasi digital di Indonesia. Salah satu strategi gerakan ini adalah dengan mengajak khalayak media, terutama anak muda untuk lebih banyak mengonsumsi, membuat, dan menyebarkan “konten positif”. Menariknya, hingga kini masih belum ada kajian yang mendefinisikan dan menggali lebih jauh pandangan serta persepsi anak muda itu sendiri terkait dengan konsep konten positif. Oleh karena itu, melalui penelitian ini, peneliti melakukan penggalian pemahaman konten positif pada anak muda dengan melakukan focus grup discussion kepada total 36 mahasiswa yang tersebar di empat perguruan tinggi negeri di Jawa Barat, yaitu Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Selain itu wawancara mendalam juga dilakukan kepada lima pakar terkait media digital yang terdiri dari perwakilan pihak akademisi, industri, maupun pemerintahan. Eksplorasi juga dilakukan pada pemberitaan terkait konten positif di media online. Penelitian ini memperlihatkan bahwa ide penyebaran konten positif sebagai bagian dari gerakan literasi digital masih belum dipahami anak muda dengan baik. Selain itu, tidak ada kesepahaman terkait definisi operasional dari konten positif. Informan menyatakan bahwa konten yang bernilai informatif, inspiratif, dan memiliki nilai guna, adalah contoh konten positif. Informan juga memiliki persepsi bahwa konten positif memiliki jumlah dan tingkat popularitas di bawah konten yang bersifat negatif. Mereka juga mengatakan bahwa masih diperlukan berbagai sosialisasi literasi digital dan konten positif agar ide ini dapat diterima dan disebarkan secara lebih luas.