Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN EVALUASI RISIKO MENGGUNAKAN FUZZY FMEA PADA RANTAI PASOK AGROINDUSTRI UDANG Nasution, Syarifuddin; Arkeman, Yandra; Soewardi, Kadarwan; Djatna, Taufik
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1631.193 KB)

Abstract

Agroindustri udang dihadapkan pada berbagai masalah yang kompleks dan rentan terhadap gangguan.Untuk dapat mengenali risiko masing-masing pelaku rantai pasok dan memilih tindakan berdasarkan prioritas diperlukan suatu model identifikasi dan evaluasi risiko.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modelidentifikasidan evaluasirisikorantai pasok udang. Identifikasi risiko akan dilakukan dengan pendekatan what-if analysis dan evaluasi risiko yang dikembangkan menggunakan model fuzzy FMEA, dengan input data dari beberapa ahli dan pelaku rantai pasok udang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku petani mempunyai risiko yang paling tinggi dengan probabilitas sebesar 0,45. jika dibandingkan risiko pada tingkat pedagang pengumpul (0,29) dan risiko agroindustri (0,18). Risiko dominan pada tingkat petani disebabkan oleh kegagalan panen akibat serangan hama dan penyakit. Pada tingkat pengumpul risiko dominan adalah keberadaan dan loyalitas pemasok.Sedangkan pada tingkat prosesor risiko dominan adalah keragaman mutu pasokan dan kontaminasi antibiotik pada komoditi udang. Secara keseluruhan model ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktorrisiko dan variabel pada tiap tingkatan rantai pasok serta memilih tindakan prioritas sehingga akan diperolehrekomendasi berupa tindakan yang tepat untukmengantisipasinya. Kata kunci: identifikasi dan evaluasi risiko, rantai pasok udang, fuzzy FMEA
RANCANGAN PERBAIKAN KURSI KERJA OPERATOR PADA BAGIAN PENJAHITAN AIRBAG DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI DAN SOFTWARE CATIA V5R19 Nasution, Syarifuddin; Suhartini, Nanih; Nugroho, Aditya Wahyu
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 4, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.398 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2019.4.2.3

Abstract

Manusia dalam melakukan aktivitas kerja terkadang membutuhkan alat atau fasilitas yang dapat mempermudah dalam melakukan setiap kegiatan maupun pekerjaannya. Permasalahannya adalah beberapa operator sering mengeluhkan kondisi fisik pada saat melakukan pekerjaan disebabkan kursi kerja yang mereka gunakan tidak sesuai dengan dimensi tubuh operator, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas/kinerja operator. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keluhan rasa sakit yang timbul pada bagian tubuh operator kerja bagian penjahitan, menentukan dimensi tubuh operator kerja penjahitan yang digunakan untuk usulan perbaikan kursi kerja, dan usulan perbaikan kursi kerja yang didapatkan dari hasil pengamatan kursi kerja sebelumnya. Pendekatan antropometri, kuisioner nordic body map, dan Catia V5R19 digunakan untuk perbaikan kursi kerja operator penjahitan tersebut. Terdapat beberapa pekerja mengeluh adanya rasa sakit pada bagian leher, lengan atas, bagian tangan, serta bagian kaki kanan yang berkaitan dengan sendi terasa nyeri. Perbaikan kursi kerja berdasarkan data antropometri adalah dimensi tinggi popliteal untuk tinggi kaki kursi kerja adalah 45 cm, dimensi pantat popliteal untuk panjang alas kursi kerja adalah 52 cm, dimensi lebar pinggul untuk lebar alas kursi kerja adalah 34 cm, dimensi tinggi bahu posisi duduk untuk tinggi sandaran kursi kerja adalah 60 cm, dimensi lebar bahu untuk lebar sandaran kursi kerja adalah 48 cm, dimensi tinggi siku duduk untuk tinggi penyangga tangan adalah 24 cm. Usulan perbaikan kursi kerja berdasarkan hasil pengamatan kursi kerja sebelumnya adalah adanya sandaran punggung, bantalan leher, penyangga tangan, serta pemakaian bahan tambahan seperti busa supaya lebih lunak yang itu semua dibuat untuk mengurangi resiko keluhan-keluhan fisik pada operator pada saat melakukan pekerjaan penjahitan airbag. Kata kunci: Kursi kerja, nordic body map, antropometri, Catia V5R19
Perbaikan Kualitas Proses Produksi Karton Box Dengan Menggunakan Metode DMAIC Dan Fuzzy FMEA Nasution, Syarifuddin; Sodikin, Renny Desiana
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol 20 No 2 (2018): JSTI Volume 20 Number 2 July 2018
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.293 KB) | DOI: 10.32734/jsti.v20i2.488

Abstract

Penerapan pengendalian kualitas dengan menggunakan metode atau aktivitas perbaikan kualitas bertujuan untuk mengurangi persentase produk cacat, sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik sehingga keuntungan dan kepuasan pelanggan dapat tercapai. Metode penelitian yang digunakan bersifat case study pada PT. XYZ sebagai obyek penelitian, Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder mengenai jenis dan frekuensi kecacatan produk karton box dibagian converting. Penilaian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif, yaitu dengan menganalisis pengendalian kualitas menggunakan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control) dan fuzzy FMEA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kecacatan dominan, menganalisis faktor penyebab kecacatan dominan serta usulan perbaikan guna peningkatan kualitas proses produksi karton box. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh kecacatan dominan terjadi pada proses produksi karton box adalah cacat cetakan yaitu sebanyak 109.439 unit (49,2 %) dari total kecacatan yaitu sebanyak 222.421 unit. Penyebab kecacatan cetakan ada;ah: faktor manusia (kurangnya pengetahuan dan pelatihan terhadap mesin), faktor material (tinta kurang kental dan menggumpal), dan faktor mesin (penyumbatan anilox roll). Usulan perbaikan secara khusus adalah dengan membuat standar kerja untuk penyetelan jarak berdasarkan ketebalan sheet yang digunakan. Sedangkan usulan secara umum yang dapat dilakukan perusahaan untuk lebih meningkatkan kualitas produk adalah melakukan pelatihan operator mengenai pengoperasian mesin dan proses produksi di seluruh bagian terutama pada bagian converting.