Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH DERAJAT KEASAMAN (PH) DALAM PROSES PRESIPITASI HIDROKSIDA SELEKTIF ION LOGAM DARI LARUTAN EKSTRAK SPENT CATALYST Wanta, Kevin Cleary; Putra, Federick Dwi; Susanti, Ratna Frida; Gemilar, Gelar Panji; Astuti, Widi; Virdhian, Shinta; Petrus, Himawan Tri Bayu Murti
Jurnal Rekayasa Proses Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.593 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.44007

Abstract

A B S T R A C TNickel hydroxide [Ni(OH)2] is an important compound in producing rechargeable batteries. The synthesis of Ni(OH)2 can be carried out using a hydroxide precipitation method from a solution containing nickel (II) (Ni2+) ions. In this study, the synthesis of Ni(OH)2 was investigated from the solution of extracted spent catalyst using sulfuric acid (H2SO4) solution. The selective precipitation was conducted using sodium hydroxide (NaOH) solution and the degree of acidity (pH) was varied in the range of 4?14. The operating temperature was kept constant at 30oC. The experimental results showed that the optimum precipitation conditions of Al3+ and Ni2+ ions were obtained at different pH where the optimum pH values were 6 and 10, respectively. Precipitate samples were characterized and the results showed that the purity of Ni(OH)2 in those samples was 13.1%. The XRD results indicated that the structure of precipitate still contains other impurities, such as Na2SO4, Al(OH)3 and those compounds were mutually agglomerate.A B S T R A KNikel hidroksida [Ni(OH)2] merupakan senyawa penting dalam produksi baterai yang dapat didaur ulang. Sintesis senyawa Ni(OH)2 dapat dilakukan melalui metode presipitasi hidroksida dari suatu larutan yang mengandung ion nikel (II) (Ni2+). Pada studi ini, sintesis Ni(OH)2 dilakukan dari larutan induk hasil ekstraksi spent catalyst dengan menggunakan larutan asam sulfat (H2SO4). Proses presipitasi selektif dilakukan dengan menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) dan derajat keasaman (pH) divariasikan pada kisaran 4 hingga 14. Temperatur operasi dijaga konstan pada 30 oC. Hasil percobaan menunjukkan bahwa proses presipitasi ion Al3+ dan ion Ni2+ mencapai keadaan optimum pada pH yang berbeda dengan nilai pH optimumnya adalah 6 dan 10, secara berurutan. Hasil karakterisasi sampel menunjukkan bahwa kemurnian Ni(OH)2 dalam sampel sebesar 13,1%. Hasil pengujian XRD mengindikasikan bahwa struktur presipitat yang terbentuk masih mengandung senyawa pengotor lain, seperti senyawa Na2SO4, Al(OH)3 dan senyawa?senyawa tersebut saling mengaglomerasi. 
PENGEMBANGAN KOMPONEN NEAR NET SHAPE BERBIAYA RENDAH DENGAN PROSES METAL INJECTION MOLDING virdhian, shinta; ., Pujiyanto
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.273 KB)

Abstract

Metal injection molding (MIM) merupakan gabungan dari proses metalurgi serbuk dan plastik injection molding. Proses metal injection molding diaplikasikan untuk pembuatan produk-produk yang memerlukan sifat yang baik (performa tinggi), bentuk yang kompleks dan jumlah produksi yang besar. Karakteristik dari proses MIM adalah near net shape dimana memiliki dimensi yang mendekati dimensi akhir (tidak memerlukan proses pemesinan lanjut), penggunaan material yang effisien (tidak ada yang terbuang dalam proses pemesinan/ pengecoran), dapat diaplikasikan pada jenis material maju (titanium, nikel, tungsten) yang sulit diproses dengan teknologi yang lain seperti pengecoran dan pemesinan. Proses ini diharapkan dapat menggantikan proses investment casting atau pemesinan yang mahal untuk produk berbentuk rumit dengan skala produksi masal. Tulisan ini membahas proses MIM secara umum, pemilihan aspek desain, contoh penerapan dan studi kasus pengembangan komponen aerospace dengan proses MIM. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi distorsi yang paling kecil  dengan menggunakan sistem binder yang memiliki komposisi yaitu Atactic Polypropylene 10%, Ethyl Vinyl Acetate 10%, dan Paraffin Wax 69%. Kata kunci: metal injeksi molding, distorsi, serbuk titanium
STRATEGI OPTIMISASI TOLERANSI GEOMETRIS UNTUK KOMPONEN CYLINDER HEAD COVER PADA PENELITIAN DAN PEMBUATAN KOMPONEN MOTOR BAKAR ., Pujiyanto; virdhian, shinta
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.512 KB)

Abstract

Sebelum dilakukan proses manufaktur dilakukan proses desain yang meliputi semua hal yang mempengaruhi proses pembuatan, pengukuran,perakitan dan keberfungsian dari komponen. Dalam tahapan proses desain, dilakukan proses pengumpulan data dan informasi data geometri dan material, pembuatan model virtual 3 dimensi, analisa keterbuatan, keterukuran, keberfungsian, analisa struktur dan simulasi manufaktur, dan produksi gambar kerja. Dalam membuat gambar kerja, setelah melalui proses validasi dari analisa struktur dan simulasi manufaktur, dilakukan analisa keterbuatan, keterukuran, keterakitan/ketertukaran. Geometry Dimensioning and tolerancing (GD&T)adalah sistemgambarteknikinternasionalyang menawarkanmetode praktisuntuk menentukandimensidesain3-D dan toleransipadagambar teknik, berdasarkan padabahasa grafisditerima secara universal, seperti dimuatdalam standarnasionaldaninternasional.Dengan prinsip ini, keambiguan informasi dari gambar dapat dieliminir secara maksimal demi keterbuatan, keterukuran, keterakitan / ketertukaran, dan keberfungsian dari komponen. Tulisan ini membahas strategi optimasi toleransi geometrik antara cylinder head cover dengan cylinder head yang berupa keterakitan antar pola lubang dan pin. Kata Kunci: GD&T, Ketertukaran, Optimisasi Toleransi  Geometri
PEMBUATAN PADUAN NdFeB UNTUK APLIKASI BAHAN BAKU MAGNET PERMANEN Virdhian, Shinta
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 2 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.42-47

Abstract

Penggunaan magnet NdFeB menjadi semakin luas seiring dengan makin tingginya kesadaran tentang pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses pembuatan paduan logam tanah jarang yang dapat digunakan sebagai bahan baku magnet permanen serta memperoleh serbuk paduan logam tanah jarang dengan sifat magnetik yang baik. Dalam penelitian ini dilakukan metode casting-powder metalurgi. Proses peleburan dengan menggunakan Argon Arc Melting Furnace dapat menghasilkan ingot yang cukup homogen, hanya saja faktor loss dari logam-logam yang dilebur harus diperhitungkan sehingga komposisi yang didapatkan sesuai dengan yang diinginkan.  Persentase fasa magnetik dari paduan yang dihasilkan sudah mendekati paduan komersial (> 80 %). Proses Annealing dapat meningkatkan jumlah fasa magnetik dalam paduan NdFeB.  Penambahan zircon dalam paduan NdFeB dapat meningkatkan kestabilan fasa Nd2Fe14B sehingga tidak diperlukan proses perlakuan panas untuk meningkatkan sifat magnetik. Sifat magnetik yang masih rendah harus ditingkatkan dengan memperbaiki kondisi operasi (vakum atau gas inert).
STUDI AWAL PEMBUATAN FEEDSTOCK METAL INJECTION MOULDING MENGGUNAKAN TORQUE RHEOMETER Afrilinda, ST., MT., Eva; VIRDHIAN, SHINTA; DOLOKSARIBU, MARTIN
Jurnal Metal Indonesia Vol 39, No 1 (2017): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2017.v39.33-44

Abstract

AbstrakMeningkatnya kebutuhan masyarakat  akan alat transportasi, telekomunikasi, peralatan kesehatan, dll akan berdampak pada kemampuan industri dalam melakukan produksi secara efektif dan efisien. Metal Injection Moulding (MIM) merupakan solusi teknologi lanjut yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk/komponen berukuran kecil, presisi dengan bentuk yang komplek dan dapat diproduksi secara massal. Persiapan Feedstock (bahan baku) berperan sangat penting dalam proses MIM, karena kualitas feedstock akan mempengaruhi kualitas produk akhir.  Feedstock adalah campuran (mixed) antara powder dan binder yang homogen dengan rasio perbandingan tertentu dan memiliki perilaku pseudo-plastik. Pada proses MIM Laju geser yang digunakan selama proses injeksi berkisar antara 100-10000 s-1 dengan viskositas maksimum sebesar 1000 Pa.s. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakterisitik rheologi feedstock melalui nilai laju geser dan viskositasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feedstock Fe2%Ni dengan binder 79%(PW) + 20%(HDPE) + 1%(SA) dan feedstock Fe2%Ni dengan binder 79%(PW) + 20%(EVA) + 1%(SA) memenuhi syarat rheologi sebagai feedstock Metal Injection Molding..Kata Kunci : Feedstock, binder, mixing 
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU AGING PADA SINTESIS MAGNET NANO BARIUM HEKSAFERIT (BaFe12O19) TERHADAP STRUKTUR KRISTAL, MORFOLOGI DAN SIFAT MAGNETIK Virdhian, Shinta
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 1 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.1-7

Abstract

Barium heksaferit (BaFe12O19) merupakan material yang dianggap memiliki sifat magnetik baik. Barium heksaferit juga terkenal dengan material magnet permanen kualitas tinggi, hal tersebut disebabkan barium heksaferit memiliki nilai anisotropik yang besar, temperatur Curie tinggi, magnetisasi yang realatif besar, stabilitas kimia yang baik, dan tahan terhadap korosi sehingga barium heksaferit sering digunakan sebagai bahan untuk pembuatan magnet permanen. Dalam penelitian ini telah dilakukan pembuatan magnet nano barium heksaferit menggunakan metode sol gel dengan kitosan sebagai surfaktan diikuti waktu aging dan pemanasan larutan tapioka untuk melihat pengaruhnya terhadap morfologi dan struktur kristal dan pengaruhnya pada sifat magnetik dari magnet nano barium heksaferit. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa peningkatan waktu aging dan pemanasan larutan tapioka pada suhu 450C mengakibatkan peningkatan fasa barium heksaferit dan penurunan ukuran partikel magnet nano barium heksaferit dari 211,8 nm menjadi 192,2 nm untuk waktu aging 2 jam dan 4 jam, sedangkan untuk ukuran partikel magnet nano barium heksaferit tanpa waktu aging adalah 382,5 nm. Hal yang sama juga terlihat pada peningkatan waktu aging dan pemanasan larutan tapioka pada suhu 750C dengan ukuran partikel yang lebih kecil dibandingkan dengan pemanasan larutan tapioka pada suhu 450C. Sedangkan pada hasil karakterisasi sifat magnetik menunjukkan bahwa fasa yang terbentuk dan penurunan ukuran hanya berpengaruh kecil pada perubahan sifat magnetik dari magnet nano barium heksaferit.Kata Kunci: Barium heksaferit, kitosan, metode sol gel, magnet permanen, tapioca
Konveksi Paksa Selama Pembekuan Paduan Al- Wt% Cu dan Pengaruhnya Terhadap Segregasi Virdhian, Shinta
Jurnal Metal Indonesia Vol 36, No 1 (2014): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2014.v36.16-25

Abstract

ABSTRAKMakrosegregasi adalah ketidakseragaman komposisi pada jarak yang dapat dibandingkan dengan ukuran produk,contohnya mm, cm bahkan meter.Ketidakseragaman komposisi ini akan berakibat menurunnya sifat mekanis dari hasil produk direct chill casting pada Aluminium ingot/billet. Pada paduan Al-4%Cu,macrosegregasi dimaksudkan ketidakseragaman komposisi Cu pada ingot/billet. Dalam penelitian ini, pompa screw yang dirancang khusus  untuk memproduksi dan memodifikasi aliran dalam logam cair selama pembekuan paduan Al-4% Cu. Pompa screw digunakan unuk mempoduksi aliran konveksi paksa sejajar atau berlawanandengan konveksi alami dengan cara mengatur arah dan kecepatan putaran. Hasil analisa struktur mikro menunjukkan bentuk butiran yang equiaxed dendriticuntuk semua kasus dalam penelitian ini. Peningkatan intensitas dari konveksi paksa akan menurunkan ukuran butir secara kualitatif, walaupun secara kuantitatif tidakditemukan nilai perbedaan yang signifikan.  Analisa makrosegregasi menunjukkan bahwa konveksi paksa searah dengan konveksi alami menyebabkan segregasi positif (presentase Cu yang lebih besar dari rata-rata) di bagian tengah dari bilet, peningkatan kecepatan lebih lanjut akan menyebabkan variasi komposisi menjadi lebih besardan makrosegragasi akan sulit untuk dikontrol.Konveksi paksa yang berlawanan dengan segregasi akan menekan konveksi alami sehingga dihasilkan variasi komposisi yang lebih kecil.       Kata kunci: proses direct chill casting, makrosegregasi, konveksi paksa 
PENGARUH PROSES POWDER NITRIDING TERHADAP PERUBAHAN KEKERASAN DAN TEBAL LAPISAN DIFUSI PADA PAHAT BUBUT HIGH SPEED STEEL Rahayu, Sri; Setiawan, Ngainun; Virdhian, Shinta; Suhendi, Endi
Jurnal Metal Indonesia Vol 39, No 1 (2017): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2017.v39.20-26

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai proses powder nitriding yang bertujuan untuk meningkatkan kekerasan permukaan material HSS menjadi lebih baik. Proses powder nitriding ini menggunakan temperatur 5600C dan 6000C dengan holding time 1 dan 3 jam. Media nitridingyang digunakan adalah urea dan cangkang kerang. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa : kekerasan permukaan tertinggi diperoleh pada variasi suhu 560oC dengan holding time 1 jam yaitu sebesar 876,94 HV atau meningkat sebesar 22% dari raw material (720 HV). Hasil pengamatan struktur mikro kedalaman lapisan difusi tertinggi yang diperoleh yaitu sebesar 21 μm untuk variasi suhu 560oC dengan holding time 3 jam. Pengujian EDS menunjukkan kandungan nitrogen hasil nitridasi pada variasi suhu 560oC dengan holding time1 jam yaitu sebesar sebesar 3,08 % berat atau 11,08 % atom. Kata kunci : Powder Nitriding, Material HSS, kedalaman lapisan difusi nitrogen, pengujian EDS.
MEMBUAT DESAIN PENGECORAN DENGAN SIMULASI ADSTEFAN UNTUK MENANGGULANGI CACAT PADA PRODUK COR ., Hafid; Pratomo, Sri Bimo; Virdhian, Shinta
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7000.828 KB)

Abstract

Makalah ini menyajikan hasil penelitian pembuatan desain pengecoran dengan simulasi Adstefan untuk menanggulangi cacat pada produk cor. Tujuannya untuk mengurangi resiko pemborosan dana karena kegagalan produksi.  Dengan simulasi ini dapat divisualisasikan tahapan  pengisian logam dan  perubahan suhu selama proses  pengecoran  sehingga  dapat  diramalkan  lokasi  cacat  akibat  panas  pada  produk  cor.  Keunggulan perangkat lunak ini adalah menampilkan gambar 3 dimensi dalam bentuk stereolithography (STL) file, waktu analisis lebih cepat dan akurat sehingga menurunkan biaya proses produksi penqecoran. Untuk contoh kasus, diaplikasikan  pada produk cylinder head dan crank shaft, dan mangkuk pengeruk, yang meliputi : (1) proses pengisian logam cair, (2) pola pembekuan, (3) prediksi terisinya logam cair pada produk cor, (4) pola pembekuan. Hasil simulasi pengecoran pada produk engine cover, cylinder block dan mangkuk pengeruk, yaitu : (1) prediksi cacat cold shut dan udara terjebak, (2) posisi over flow dan kondisi cyclic steady cetakan.Kata kunci:  disain pengecoran, simulasi adstefan, cylinder head, crank shaft, mangkuk penqeruk. 
MEMBUAT DESAIN PENGECORAN DENGAN SIMULASI ADSTEFAN UNTUK MENANGGULANGI CACAT PADA PRODUK COR ., Hafid; Pratomo, Sri Bimo; Virdhian, Shinta
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7000.828 KB)

Abstract

Makalah ini menyajikan hasil penelitian pembuatan desain pengecoran dengan simulasi Adstefan untuk menanggulangi cacat pada produk cor. Tujuannya untuk mengurangi resiko pemborosan dana karena kegagalan produksi.  Dengan simulasi ini dapat divisualisasikan tahapan  pengisian logam dan  perubahan suhu selama proses  pengecoran  sehingga  dapat  diramalkan  lokasi  cacat  akibat  panas  pada  produk  cor.  Keunggulan perangkat lunak ini adalah menampilkan gambar 3 dimensi dalam bentuk stereolithography (STL) file, waktu analisis lebih cepat dan akurat sehingga menurunkan biaya proses produksi penqecoran. Untuk contoh kasus, diaplikasikan  pada produk cylinder head dan crank shaft, dan mangkuk pengeruk, yang meliputi : (1) proses pengisian logam cair, (2) pola pembekuan, (3) prediksi terisinya logam cair pada produk cor, (4) pola pembekuan. Hasil simulasi pengecoran pada produk engine cover, cylinder block dan mangkuk pengeruk, yaitu : (1) prediksi cacat cold shut dan udara terjebak, (2) posisi over flow dan kondisi cyclic steady cetakan.Kata kunci:  disain pengecoran, simulasi adstefan, cylinder head, crank shaft, mangkuk penqeruk.