Deiske A. Sumilat, Deiske A.
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

ANTIBACTERIAL POTENTIAL OF SOFT CORAL LOBOPHYTUM SP. FROM PANGALISANG WATERS OF BUNAKEN ISLAND TO PSEUDOMONAS AERUGINOSA AND STAPHYLOCOCCUS AURE Kowal, Abraham L.; Angkouw, Esther D.; Kawung, Nickson J.; Khemer, Kurniati; Manoppo, Henky; Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 6, No 2 (2018): EDISI JULI-DESEMBER 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.6.2.2018.20638

Abstract

Soft corals ar known to have a variety of bioactivity capabilities, one of them is antibacterial. Antibacterial is a compound that can interfere with the growth of bacteria or even kill the bacteria. The soft coral samples, Lobophytum sp., obtained from  Pangalisang, Bunaken Island, wer extracted by evaporative process, then fractionated into three fractions by aqueous partitioning technique with aqueous solvents, ethyl acetate, methanol and n-hexane. Antibacterial testing, with bacterial samples of Pseudomonas aeruginaso and Staphylococcus aureus were analyzed by agar diffusion / Kirby Bauer method. The results of the experiment showed that every fraction had antibacterial activity, where the largest activity was produce at concentration of 50 disc paper sampes with  7 mm (water fraction), 8 mm ( metanol fraction), 7,2 mm (n-hexane fraction) in Pseudomonas aeruginosa and 7 mm (water fraction), 8,7 mm ( metanol fraction) in Staphylcoccus aureus. It can be concluded that the  inhibition zone from soft corals, Lobophytum sp., is classified as a weak activity, so it does not potential to be developed into an antibacterial drug.Keywords: Antibacterial, Lobophytum sp., Pseudomonas aeruginosa, Staphylcoccus aureus.ABSTRAKKarang lunak diketahui mempunyai berbagai bioaktivitas salah satunya antibakteri. Antibakteri merupakan senyawa yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan dapat mematikan bakteri. Sampel karang lunak Lobophytum sp. yang diperoleh dari perairan Pangalisang Pulau Bunaken diambil ekstrak kentalnya melalui proses evaporasi, selanjutnya difraksinasi menjadi tiga fraksi dengan teknik partisi cair dengan pelarut aquades, etil asetat, metanol dan n-heksan. Pengujian antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa  dan Staphylococcus aureus dianalisis dengan metode difusi agar (disc diffusion Kirby and Bauer). Hasil penelitian menunjukan ketiga fraksi memiliki aktivitas antibakteri, dimana aktivitas terbesar dihasilkan pada konsentrasi sampel dalam kertas cakram 50 ?l dengan zona hambat 7mm (fraksi air), 8 mm (fraksi metanol), 7,2 mm (fraksi n-heksan) pada Pseudomonas aeruginosa dan 7 mm (fraksi air), 8,7 mm (fraksi metanol) pada Staphylococcuss aureus. Dapat disimpulkan bahwa zona hambat yang dihasilkan karang lunak Lobophytum sp. tergolong lemah sehingga tidak berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antibakteri.Kata kunci: Antibakteri, Lobophytum sp., Pseudomonas aeruginosa, Staphylcoccus aureus.
COMMUNITY STRUCTURE AND PERCENT COVER OF MANGROVE IN GAMTALA VILLAGE, JAILOLO DISTRICT, WEST HALMAHERA REGENCY Nity, Elroi; Darwisito, Suria; Schaduw, Joshian N.W.; Wantasen, Adnan S.; Sumilat, Deiske A.; Onibala, Hens
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 7, No 1 (2019): EDISI JANUARI-JUNI 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.23377

Abstract

This study aims to know the percent cover of mangrove and to assess the community structure. It was carried out in Gamtala village, Jailolo district, and west Halmahera regency, using line transect method with 10x10 m plot.. Data analysis covered the community structure and percent cover of mangrove canopy. This study found seven mangrove species, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Bruguiera sexangula, dan  Xylocarpus granatum. Based on Importance Value Index (IVI), Bruguiera gymnorhiza had the highest, 149.06, and Avcsennia alba did the lowest, 9.3507. In addition, Gamtala village had manrove percent cover of 72.11 %.Keywords: canopy, community structure, mangrove, Gamtala.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentasi tutupan mangrove dan menghitung struktur. Penelitian ini dilakukan di Desa Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan metode transek garis dengan 10x10 m plot. Penelitian ini menemukan tujuh spesies mangrove, yaitu Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Bruguiera sexangula, dan  Xylocarpus granatum. Berdasarkan Indeks Nilai Penting, Bruguiera gymnorhiza memiliki nilai tertinggi, 149,06, dan Avcsennia alba memiliki nilai terendah 9,3507. Sebagai tambahan, desa Gamtala memiliki tutupan mangrove sebesar 72,11 %.Kata Kunci: kanopi, struktur komunitas, mangrove, Gamtala
EVALUATION OF THE EFFECT OF PROBIOTIC BACTERIA ON GROWTH PERFORMANCE AND SURVIVAL RATE OF CARP, CYPRINUS CARPIO Sumaraw, jeane T; Manoppo, Henky; Tumbol, Reiny A.; Rumengan, I.F.M; Dien, Henny A.; Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 7, No 1 (2019): EDISI JANUARI-JUNI 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.23216

Abstract

The objective of this research was to obtain probiotic bacteria isolated from the digestive tract of catfish Clarias batracus, to evaluate its effect on growth performances and survival rate of carp. After purified, the bacteria was identified through biochemical tests and selection was carried out through proteolytic, amylolytic, cellulolytic, tests as well as pathogenicity test. Probiotic candidate was administered orally to fish at different concentrations. The fish were fed for 30 days respectively as much as 3% of body weight per day with feeding frequency of two times a day. The results showed that addition of probiotics into feed significantly increased growth performance but not survival rate.Keywords: Probiotic, Clarias batracus,  growth performance, aquaculture. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bakteri probiotik yang diisolasi dari saluran pencernaan ikan lele Clarias batracus, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas. Bakteri probiotik diidentifikasi melalui uji biokimia dan seleksi dilakukan melalui proteolitik, amilolitik, tes selulolitik dan patogenisitas. Kandidat probiotik diberikan pada ikan secara oral dengan konsentrasi berbeda Pemberian pakan berprobiotik berlangsung selama 30 hari sebanyak  3% dari berat badan per hari dengan frekuensi pemberian dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik ke dalam pakan secara signifikan meningkatkan kinerja pertumbuhan namun tidak memengaruhi kelangsungan hidup benih ikan mas.Kata kunci : Probiotik, Clarias batracus, kinerja pertumbuhan, budidaya
THE ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF SEVERAL SPONGES FROM THE WATERS OF TASIK RIA AGAINST ESCHERICHIA COLI AND STAPHYLOCOCCUS AUREUS BACTERIA Rompis, Abrianto A. O.; Losung, Fitje; Sumilat, Deiske A.; Windarto, Agung B.; Wullur, Stenly; Lalamentik, Laurentius T. X.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 7, No 1 (2019): EDISI JANUARI-JUNI 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.21435

Abstract

The sponge is one of the sea organisms that has a prospect as a source of natural compounds including peptides, steroids, asetogenin, terpenoids, alkaloids, cyclic halide and nitrogen. This research was directed to obtain several species of sponges from the waters of Tasik Ria as well as testing the antibacterial activity of extracts from some of the sponge against the bacteria Escherichia coli and Staphylococcus aureus. From the identification, seven species of sponges were found, which consists of: Amphimedon sp., Axinosa sp., Aaptos sp., Theonella sp., Cribochalina sp., Hyrtios sp., and Lendenfeldia sp. The tests of antibacterial activity of the extracts from these sponges against test bacteria E. coli and S. aureus showed some positive results. Extract from Axinosa sp. sponge(16 mm) showed the strongest antibacterial activity on Escherichia coli bacteria. Followed by Hyrtios sp. extract (13.5 mm), Aaptos sp. extract (13 mm), Lendenfeldia sp. extract (13 mm) and Cribochalinai sp. extract(10.5 mm). While the the tests on Staphylococcus aureus bacteria showed that the strongest antibacterial activity was found from Axinosa sp. sponge extract (16.5 mm), followed by the extract from Aaptos sp. (15 mm), Lendenfeldia sp. extract (14.5 mm), Hyrtios sp. extract(13.5 mm) and Cribochalina sp. extract (11 mm).Keywords: Sponge, antibacterial, Escherichia coli, Staphylococcus aureus ABSTRAK Spons merupakan salah satu biota laut yang sangat prospektif sebagai sumber senyawa bahan-bahan alami antara lain peptide, terpenoid, steroid, asetogenin, alkaloid, halide siklik dan senyawa nitrogen. Penelitian ini diarahkan untuk mendapatkan beberapa spesies spons dari perairan Tasik Ria serta menguji aktivitas antibakteri dari beberapa ekstrak spons terhadap bakteri Escherichia coli dan bakteri Staphylococcus aureus. Hasil identifikasi spons ditemukan sebanyak tujuh spesies yang terdiri dari: Amphimedon sp., Axinosa sp., Aaptos sp., Theonella sp., Hyrtios sp., Cribochalina sp. dan Lendenfeldia sp.. Aktivitas antibakteri dari beberapa ekstrak spons terhadap bakteri uji E. coli dan S. aureus terdapat diameter zona hambat bervariasi yaitu bakteri Escherichia coli menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak spons terkuat pada spons Axinosa sp (16 mm), disusul ekstrak spons Hyrtios sp. (13,5 mm), ekstrak spons Aaptos sp. (13 mm), ekstrak spons Lendenfeldia sp. (13 mm) dan ekstrak spons Cribochalinai sp. (10,5 mm).  Sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak spons terkuat yaitu:  ekstrak spons Axinosa sp. (16,5 mm), disusul ekstrak spons Aaptos sp. (15 mm), ekstrak spons Lendenfeldia sp. (14,5 mm), ekstrak spons Hyrtios sp. (13,5 mm) dan ekstrak spons Cribochalina sp.(11mm).Kata Kunci : Spons, Antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus
COMMUNITY STRUCTURE OF ASCIDIAN IN MIKE’S POINT BUNAKEN WATERS, MANADO CITY, NORTH SULAWESI PROVINCE Opa, Samuel L.; Sumilat, Deiske A.; Pratasik, Silvester B.; Wagey, Billy Th.; Mamangkey, Gustaf F.; Ginting, Elvy L.; Ompi, Medy
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 8, No 1 (2020): EDISI JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.1.2020.27827

Abstract

Ascidians are marine invertebrates that have been classified with the subphylum Urochordata (Tunicata). These organisms are very important because they contribute a lot to the stability of the marine ecosystem. This study aims to determine the species composition, density, ecological index (diversity, uniformity, dominance), distribution patterns, and substrate occupied by Ascidian. Data were collected at Mike?s Point Bunaken waters at two depths 7 m and 14 m. The method used a direct observation along the 50 m and 2 m width belt transect. In this study, the transect was applied parallel to the coastline at each depth, where 3 replications were performed. The results show  26 species consisting of 13 species at a depth of 7 m and 22 species at a depth of 14 m were identified. The average density of each species was  0.05 ind/m2 at both depths. Diversity Index of 1.76 at 7 m depth and 2.24 at 14 m depth was determined. Uniformity Index was 0.68 at 7 m depth and 0.73 at 14 m depth. Dominant Index of 0.67 at 7 m depth and 0.88 at 14 m depth was also determined. The distribution pattern of species was dominated by uniform distribution, and the substrate most commonly occupied by Ascidianns was dead coral overgrown with algae.Keywords: Ascidian, composition and density, ecological index, distribution pattern, substrate  AbstrakAscidian adalah Avertebrata laut yang termasuk dalam subfilum Urochordata (Tunicata). Organisme ini sangat penting karena mereka banyak berkontribusi pada stabilitas ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi spesies, kepadatan, indeks ekologi (keanekaragaman, keseragaman, dominasi), pola distribusi, dan substrat yang ditempati oleh Ascidian. Data dikumpulkan di Perairan Mike's Point Bunaken pada dua kedalaman 7 m dan 14 m. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung sepanjang transek sabuk 50 m dan lebar 2 m. Transek dipasang sejajar dengan garis pantai dan pada setiap kedalaman.  Pengambilan data  dilakukan 3 ulangan. Hasil dari penelitian ini adalah  ditemukan  26 spesies yang terdiri dari 13 spesies pada kedalaman 7 m dan 22 spesies pada kedalaman 14 m. Kepadatan total Ascidian pada kedalaman 7 m (0,67 ind/m2) dan pada kedalaman 14 m (1.11 ind/m2). Indeks Keanekaragaman adalah 1,76 pada kedalaman 7 m dan 2,24 pada kedalaman 14 m. Indeks Keseragaman adalah 0,68 pada kedalaman 7 m dan 0,73 pada kedalaman 14 m. Indeks Dominansi 0,67 pada kedalaman 7 m dan 0,88 pada kedalaman 14 m. Pola distribusi spesies didominasi oleh pola distribusi yang seragam, dan substrat yang paling umum ditempati oleh Ascidian adalah karang mati yang ditumbuhi alga.Kata Kunci: Ascidian, komposisi dan kepadatan, indeks ekologi, pola sebaran, substrat
ANTIBACTERIAL ACTIVITY ODS FRACTIONS OF MARINE SPONGE AULETTA SP. AGAINST MYCOBACTERIUM SMEGMATIS Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 7, No 1 (2019): EDISI JANUARI-JUNI 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.23369

Abstract

The marine sponge collected from tropical coral reefs in Manado North Sulawesi Indonesia was screened for antimicrobial activities. In the screening program to search for antituberculotic inhibitors, the result found that the ethanol extract ODS fractions 4 ? 6 with concentration 5 mg/mL of an Indonesian marine sponge Auletta sp. was exhibited inhibitory activity against nonpathogenic Mycobacterium smegmatis at concentration 10, 20, 30µg/disc each fraction respectively. Fractions 4 - 5 with concentration 10µg/disc were most active, the inhibition zone 11, 12 mm, respectively.Keywords:  marine sponge, antimicrobial, antituberculosis, Mycobacterium smegmatis
CYTOTOXIC ACTIVITY OF ASCIDIAN Eudistoma sp. FROM MANTEHAGE ISLAND MANADO Sumilat, Deiske A.; Wewengkang, Defny S.; Paruntu, Carolus P.; Rumampuk, Natalie D.C.; Rotinsulu, Henki
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koloni Ascidian genus Eudistoma telah dikoleksi dari perairan Pulau Mantehage, Sulawesi Utara Indonesia. Ekstrak kasar metanolik dari Eudistoma sp. yang diuji sitotoksisitasnya terhadap koloni hamster China (V79) memperlihatkan aktivitas sitotoksik yang tinggi pada pertumbuhan koloni hamster (V79) dimana Eudistoma sp. menunjukkan daya hambat yang kuat (99,5% inhibisi pada 50 μg/mL), uji sitotoksisitas ekstrak kasar Eudistoma sp. terhadap sel kanker HCT-15 (kanker usus) dan sel Jurkat (leukemia) memperlihatkan bahwa organism ini menghambat pertumbuhan HCT-15, dan pada sel Jurkat (leukeumia) menunjukkan penghambatan aktivitas yang lemah. Nilai konsentrasi penghambatan (IC50) terhadap HCT-15 adalah 81.2% pada 50 μg/Ml dan terhadap sel Jurkat adalah 35.4% pada 50 μg/mL. Uji bioesei antimikrobial tidak menunjukkan adanya aktivitas terhadap pertumbuhan bakteri (Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candidaalbicans dan Mucorhiemalis). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Ascidian Eudistoma sp. memiliki sifat aktivitas sitotoksik yang tinggi dan sebagai antikanker sehingga dapat direkomendasikan untuk diteliti lebih lanjut sebagai bahan obat di bidang farmakologi.Kata Kunci: Ascidian, Eudistoma sp., sitotoksik, antikanker
EFEK TOKSISITAS POLUTAN TRIBUTILTIN TERHADAP SEL ALGA LAUT, Kappaphycus alvarezii Rumampuk, Natalie D. C.; Sumilat, Deiske A.; Paruntu, Carolus P.; Tilaar, Sandra O.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh subletal TBT pada morfologi sel ganggang terjadi pada konsentrasi 2 ppm -10 ppm, dimulai dengan perubahan warna yang pudar diikuti dengan pemutihan di tallus. Secara histopatologi, konsentrasi 2-4 ppm struktur sel alga masih utuh sama seperti kontrol, dimana korteks dan medula terdiri dari serangkaian sel berbentuk bulat. Pada konsentrasi TBT 6 ppm, terlihat batas antara sel korteks dan medula hampir tidak ada dan sel menjadi sangat tipis, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi (8 dan 10 ppm) sel korteks dan medula sudah rusak total.Kata Kunci: Tributiltin, toksisitas, rumput laut (Kappaphycus alvarezii)
KARAKTERISASI DAN BIOAKTIF ANTIBAKTERI SENYAWA SPONS Haliclona sp. DARI TELUK MANADO Wewengkang, Defny S.; Sumilat, Deiske A.; Rotinsulu, Henki
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spons merupakan salah satu komponen biota penyusun terumbu karang yang mempunyai potensi bioaktif yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya hambat antibakteri ekstrak dan fraksi spons Haliclona sp. terhadap bakteri staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan menentukan karakteristik senyawa ekstrak dan fraksi spons Haliclona sp yang memiliki daya hambat paling besar. Sampel diekstraksi secara maserasi dan fraksinasi menggunakan pelarut etanol, fraksi heksan, fraksi kloroform dan fraksi metanol. Aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar (Kirby and Bauer). Ekstrak atau fraksi terbaik dikarakterisasi menggunakan Spektrofotometri UV-Vis, FTIR dan pereaksi Mayer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar etanol, fraksi kloroform dan fraksi metanol efektif menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan fraksi kloroform dan fraksi metanol efektif menghambat bakteri Escherichia coli, ekstrak dan fraksi dikategorikan kuat berdasarkan kriteria Davis dan Stout. Fraksi metanol dengan daya hambat antibakteri paling besar dengan gugus utama N-H, C-H, C-O, C=O diduga mengandung alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri.Kata kunci: Spons Haliclona sp., Aktivitas antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
ISOLATION AND AMPLIFICATION OF 16S RRNA GEN OF ASSOCIATED MICROBIAL ISOLATES IN RED ALGAE KAPPAPHYCUS ALVAREZII FROM BELANG, SOUTHEAST MINAHASA REGENCY, NORTH SULAWESI Wantania, Letha L.; Wullur, Stenly; Ginting, Elvi L.; Mantiri, Desy M. H.; Undap, Suzanne L.; Sumilat, Deiske A.; Gerung, Grevo S.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 7, No 1 (2019): EDISI JANUARI-JUNI 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.22808

Abstract

This study aims to obtain isolates and amplify the associative bacterial 16SrRNA gene in K. alvarezii algae. The K. alvarezii algae was collected from seaweed cultivation area in Belang, Southeast Minahasa, North Sulawesi. Associative bacteria were sampled from K. alvarezii algae, grown in Nutrient Agar and separated based on their morphological characteristics.  Each isolates were extracted their DNA genome and.the16S rRNA gene of each isolate was amplified using PCR.  Eight associative bacterial from K. alvarezii algae were successfully isolated based on morphological characteristics which were dominated by round shape, smooth edges, convex elevation, and white color of the isolates. The results of genomic DNA extraction from each of these isolates were successfully used as templates to amplify the 16s rRNA gene.Key word: Bacteria, Kappaphycus alvarezii, Taxsonomy, 16S rRNAABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat dan mengamplifikasi gen 16SrRNA bakteri asosiatif pada alga K. alvarezii. Metode penelitian diawali dengan pengambilan sampel alga K. alvarezii di lokasi pembudidayaan rumput laut di desa Belang, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Selanjutnya, bakteri asosiatif pada alga K. alvarezii tersebut ditumbuhkan dalam media Nutrient Agar, isolat yang tumbuh kemudian dipisahkan berdasarkan karakteristik morfologinya. dan gen 16S rRNA masing-masing isolat diamplifikasi menggunakn PCR.  Delapan isolat bakteri asosiatif pada alga K. alvarezii berhasil diisolasi dengan karakteristik morfologi berbeda yang didominasi dengan bentuk round, tepian smooth, elevasi convex, dan warna putih. Hasil ekstraksi DNA genom dari masing-masing isolat tersebut berhasil digunakan sebagai template untuk mengamplifikasi gen 16s rRNA.Kata Kunci: Bakteri, Kappaphycus alvarezii, Taksonomi, 16S rRNA