Putu Arimbawa, Putu
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

VALIDITAS DAN REALIBILITAS INSTRUMEN EFIKASI DIRI PETANI Arissaryadin, Arissaryadin; Arimbawa, Putu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospe
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/11348

Abstract

Performansi kerja petani dalam usaha tani mendukung pencapaian ketahanan pangan. Adanya efikasi diri positif individu mempengaruhi performansi kerja. Sejumlah penelitian yang terpublikasi di Indonesia, belum ada yang secara spesifik menghasilkan instrumen untuk mengungkap efikasi diri petani dalam berusaha tani . Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan instrumen efikasi diri petani yang valid dan realibel. Sebanyak 20 aitem pernyataan diujicobakan  kepada 30 orang petani.  Hasil uji validitas menunjukkan bahwa nilai  r hitung tiap butir pernyataan lebih besar dari nilai r tabel, sehingga semua aitem pernyataan dinyatakan valid. Sedangkan hasil uji realibitas menunjukkan semua variabel reliabel yang dibuktikan dengan nilai cron bach alpha sebesar 0,86.
KUALITAS DAN PERAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PEMENUHAN PANGAN Limi, Muhammad Aswar; Rahmah, Nur; Arimbawa, Putu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospe
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/11349

Abstract

Pemenuhan pangan menjadi isu yang sensitif didalam pembangunan karena akan mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemenuhan pangan sangat ditentukan oleh ketersediaan pangan yang bergizi yang didukung dengan pengetahuan tentang gizi yang baik sebagai akibat dari semakin baiknya kualitas Sumberdaya manusia. Menciptakan SDM berkualitas sangat tergantung pada kualitas gizi yang dikonsumsi. Sehingga saling ketergantungan SDM dan pangan menarik untuk dilakukan kajian. Untuk itu, tulisan ini akan mengkaji bagaimana kualitas dan peran SDM pangan untuk mendukung pemenuhan pangan yang pada akhirnya dapat mencapai ketahanan dan kedaulan pangan. Metode penelitian dilakukan dengan studi pustaka atau telaah literatur dan hasil penelitian terdahulu, buku teks maupun sumber ilmiah lainya baik online maupu offline. Data sekunder merupakan data diperoleh dari berbagai sumber serta dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang selanjutnya dianalisa sesuai dengan tujuan penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas SDM petani baik dilihat dari segi umur dan tingkat pendidikan formal cenderung kurang memadai (kategori rendah) untuk menunjang pengembangan sektor pertanian dalam pemenuhan pangan untuk masa yang akan datang. Untuk itu, diperlukan kebijakan dibidang pertanian yang pro kepada petani dan khususnya generasi muda, melalui kebijakan yang mendukung peningkatan pendidikan serta adanya pelatihan dan penyuluhan yang sesuai dengan kondisi sumberdaya yang tersedia disuatu wilayah
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA KERIPIK KEMBAR JAYA DI DESA RANOMBAYASA KECAMATAN MOWILA KABUPATEN KONAWE SELATAN Yusria, Wa Ode; Arimbawa, Putu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospe
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/11352

Abstract

Keripik pisang merupakan hasil olahan bahan pangan pertanian yang dijadikan sebagai makanan ringan. Usaha pembuatan keripik pisang yang terdapat di Desa Ranombayasa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan berskala rumahtangga (homeindustry). Pembuatan keripik  pisang skala rumahtangga ini awalnya dilakukan secara keci-kecilan dan dipasarkan di kios-kios yang ada di sekitar Desa Ranombayasa. Proses pembuatan keripik tersebut dilakukan berdasarkan pada pengalaman pelaku usaha secara otodidak. Disamping itu, saat memulai usaha pembuatan keripik, hanya dilakukan oleh anggota keluarga saja, namun saat ini usaha pembuatan keripik pisang tersebut sudah mempekerjakan 6 (enam) orang tenaga kerja. Usaha pembuatan keripik pisang berawal dari modal sendiri dengan modal awal Rp1.000.000,-. Dari jumlah modal tersebut dikelola sehingga berkembang sampai saat ini. Keripik yang dihasilkan dalam sekali produksi bernilai Rp8.000.000,-, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp4.201.417,-, keuntungan yang diperoleh sebesar Rp3.798.583,-. Sehingga dapat dikatakan bahwa usaha pembuatan keripik pisang di Desa Ranombayasa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan secara ekonomi memberikan keuntungan bagi pelaku usaha skala rumahtangga.
Tingkat Kinerja Penyuluh pada Kelompok Tani Padi Sawah di Desa Bumi Raya Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan Sutriani, Ni Wayan; Arimbawa, Putu; Abdullah, Sukmawati
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.434 KB) | DOI: 10.33772/jimdp.v4i2.6655

Abstract

This is an improvement in the performance of extension agents to the lowland rice farmers in Bumi Raya Village, Andoolo District, Konawe District in the south. Determination of the sample is done by Purposive method, Total observation sample 11 respondents consist of 10 respondents farmer groups and 1 agricultural extension agent. This data is by using Interval Analysis. Based on the description of the results of the study, the following conclusions can be drawn: the results of the study indicate that the level of performance of agricultural extension workers in the village of Bumi Raya, Andoolo Subdistrict, South Konawe Regency is categorized as high. From the results of the analysis of the performance of agricultural extension workers showing indicators of the Development Aspect delivered by the instructor had satisfied the farmer groups. In providing counseling to farmer groups, extension workers should not only visit senior farmer groups (primary level) but also beginner and middle farmer groups, so that novice farmer groups can learn more from agricultural extension agents as a source of information and to avoid misunderstandings between farmer groups. In addition, it is expected that the instructor will make a clear plan according to the needs of the farmer, evaluate the farmer groups, not only to the chairman or management but to the members of the farmer group.
KINERJA PENYULUH PERTANIAN SEBAGAI PENYEBAR INFORMASI FASILITATOR DAN PENDAMPING DALAM PENGEMBANGAN SAPI BALI (Bos sondaicus) DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA ., Eko Harianto; -, Surahmanto; Arimbawa, Putu
Agriplus Vol 24, No 3 (2014)
Publisher : Agriplus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.692 KB)

Abstract

The aims of this study were to analyze the influence of extension workers demographic character and character of the farmers who were responsible guidance of the extension workers on extension workers performance as disseminator of information, facilitator, and guidance, and to analyze relationship between the extension workers performance as disseminator of information, facilitator, and guidanceand the achievement of Bali cattle development program.  Data were collected by survey method with direct interview with respondents, both  extension workers and the farmers who were responsible guidance of the extension workers by using questionnaire.  Data were analyzed by using descriptive analysis, multiple regression with enter and stepwise method, and spearman ranks correlation analysis.  The results showed that factor that significantly influenced (P < 0,05) performance of agricultural field extension workers as disseminator of information, facilitator, and guidance in Bali cattle development program was the non formal education of extension workers. The extension worker’s age, formal education, andexperience were not influence the extension worker’s performance. In addition age, formal education, land ownership, and farming experience of the farmers who were responsible guidance of the extension workers also didn’t influence extension worker’s performance.  The extension workers performance had positive corelation (P < 0.01) with the achievement of Bali cattle development program.   Keywords:  agricultural field Extension workers, Performance, Bali Cattle
Tingkat Kinerja Penyuluh Pada Kelompok Tani Padi Sawah di Desa Bumi Raya Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan Sutriani, Ni Wayan; Arimbawa, Putu; Abdullah, Sukmawati
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol 3, No 5 (2018)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.852 KB) | DOI: 10.33772/jimdp.v3i5.7979

Abstract

At Village Earths Raya up to 3 (three) the last year experiences changing, far ranging farm sawah that at o year 2014 which is 227,15 Ha overbids than previous years which is 212,47 Ha. This picture points out the importance for optimalisasi extension agent performance, in builds and adjoining and motivates farmer to optimize farm and production exploit and farming productivity. This research intent to know and describes extension agent performance zoom on agglomerate tani sawah's paddy at Silvan Raya's Earth Andoolo's district Konawe's Regency south. Sample determination is done with method Purposive , Total observational sample 11 respondents consisting of 10 respondents of tani's groups and 1 of agricultural extension agents. This data at o by use of Analisis Interval. The result oft this study indicate that fisher extension agent at Silvan Raya's Earth cover counselling main activity (training,course, and visit), giving counselling material, teaching method and good Counselling media to tani's group, and gives science about development aspect self have positive percentage (well) or as much 63,7 %. Just extant performance which adverse on main activity indicator counselling which is training activity and course that still performing amount reducing it.
CONTRIBUTION OF MICRO BUSINESS WOMEN TO THEIR FAMILIES IN SOUTHEAST SULAWESI COASTAL AREA Batoa, Hartina; Zani, Munirwan; Arimbawa, Putu; Limi, Muhammad Aswar; Sidu, Dasmin; Arif, La Ode Kasno
International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.833 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to analyze the contribution of micro businesses women (MBW) to their business and families. This research was conducted in five districts / cities were determined purposively with consideration of its regional characteristics and business community that generally involved in fisheries subsector. Those five districts are West Muna, South Konawe, Kolaka, Baubau city, and Kendari city. MBW contribution to their business then analyzed using descriptive analysis. MBW contribution to their business also studied by using the amount of working time devoted by MBW in managing and running their business every day approach. Besides that, their contribution also seen by the amount of the capital invested to the business from the revenue. MBW contribution to the families analyzed using MBW revenue contribution to total household income.MBW has a major contribution to the business of the MBW family itself. It can be seen from the amount their working time, that most of MBW routinely do business every day, and only small fraction of MBW that don’t do it daily,with working hours reached 6.35 hours per day and to take care of the household ie 4, 13 hours per day, business activity of MBW is highly dependent on the availability of raw materials such as fresh fish and processed fish, including the availability of capital venture. Related to venture capital factors, there are still few of MBW that have financial capital less than 1 million, but in a big scale there are MBW who have financial capital more than 20 million.Keywords: Women Contribution; Micro business; coastal Area.
PENGARUH PENGUNGKAPAN INFORMASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, PROFITABILITAS DAN PEMBAGIAN DIVIDEN PADA HARGA SAHAM Arimbawa, Putu; Wirakusuma, Made Gede
E-Jurnal Akuntansi Vol 14 No 1 (2016)
Publisher : Accounting Department, Economic and Business Faculty of Universitas Udayana in collaboration with the Association of Accounting Department of Indonesia, Bali Region

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.338 KB)

Abstract

This study is aimed at knowing the effect of CSR profitability information disclosure and describing the dividend payment to the stock price of manufacturing company group LQ45 in BEI period 2010-2013. Data used in this study belong to the secondary data in the form of time series year 2010 until 2013 with the containing financial information of manufacturing company group LQ45 in BEI were downloaded from the website www.idx.co.id. Technique analyzed using the multiple linier regression with SPSS program. The research results show that partially, CSR and profitability do not have the significant effect, whereas dividend payment has the significant effect to stock price of the manufacturing company group LQ45 in BEI period 2010-201.
Analisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Perempuan Usaha Mikro (PUM) Di Kawasan Pesisir Sulawesi Tenggara Batoa, Hartina; Arimbawa, Putu; Zani, Munirwan; Hamzah, Awaluddin; Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanju
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.459 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Perempuan Usaha Mikro Di Kawasan Pesisir Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakukan pada lima kabupaten/kota yang ditentukan secara purposive dengan pertimbangan karakteristik wilayah dan usaha masyarakat yang umumnya bergelut pada subsektor perikanan. Kelima kabupaten ktersebut adalah Kabupaten Muna Barat, Konawe Selatan, Kolaka, Kota Baubau, dan Kota Kendari. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil wawancara dengan PUM dan data sekunder berasal dari literatur yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada dua macam, yaitu observasi dan wawancara. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga PUM dilakukan dengan penentuan skor berdasarkan indikator kesejahteraan. Selanjutnya dari skor tersebut dilakukan penentuan tingkat kesejahteraan yaitu kurang sejahtera (skor < 52), cukup sejahtera (skor 52 – 60) dan sejahtera  (skor > 60)   Hasil analisis dan mengacu pada tujuan penelitian maka dapat diketahui bahwa kesejateraan PUM masih tergolong rendah. PUM di Sulawesi Tenggara yang telah menikmati hasil usahanya dan telah tergolong sejahtera baru sekitar 9%, sedangkan yang tergolong cukup sejahtera yakni 40%. Jumlah yang lebih besar adalah PUM yang dikategorikan kurang sejahtera diamana angkanya mencapai 51%.
Strategi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Kakao Arimbawa, Putu; Iskandar, Iskandar; Limi, Muhammad Aswar
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI MARITIM (Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanju
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.409 KB)

Abstract

Keberadaan kelompok tani kakao diharapkan berperan bagi peningkatan kesejahteraan petani kakao. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kemampuan kelompok tani dalam pengelolaan usahatani kakao; (2) menganalisis kemampuan sumberdaya manusia yang dimiliki kelompok tani dalam pengelolaan usahatani kakao; (3) menganalisis motivasi petani untuk terus mengembangkan usahatani kakao sebagai usaha yang berkelanjutan; dan (4) menyusun strategi dan model penguatan kelembagaan kelompok tani kakao dalam menunjang kesejahteraan petani kakao. Lokasi penelitian yaitu: Kabupaten Kolaka Timur pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Dangia dan Kecamatan Lambandia. Pada masing-masing kecamatan dipilih satu kelompok tani kakao sampel dengan jumlah anggota kelompok  40 orang petani. Sehingga jumlah petani sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 petani. Analisis data secara deskriptif dengan pendekatan indept interview dan focus group discussion (FGD).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keberadaan kelompok tani kakao di wilayah studi belum mampu menunjang kemampuan anggota kelompok dalam kegiatan usahatani kakao; (2) Peran kelompok yang dirasakan oleh anggota kelompok tani adalah sebagai pusat informasi. Sedangkan kelompok belum berperan sebagai lembaga pembiayaan dan penyedia sarana produksi; (3) Sebagian besar petani anggota kelompok tani termotivasi dalam pengembangan tanaman kakao karena sebagai berikut: (a) hasil kakao (biji) mudah dijual; (b) kondisi lahan yang dimiliki petani sesuai untuk budidaya tanaman kakao; (c) petani telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman kakao; (d) kebutuhan kakao dunia terus meningkat; (e) harga kakao relatif tinggi; (f) memiliki keunggulan komparatif; (g) proses panen kakao mudah; dan (h) efisien dalam penggunaan tenaga kerja; dan (4) Strategi penguatan kelompok tani meliputi: (a) Mengembangkan kelompok menjadi kelompok usaha bersama dalam menunjang pengelolaan sumberdaya lahan untuk pengembangan kakao;  (b) Memupuk kemampuan modal usaha dalam meningkatkan usaha kelompok yang produktif yang dapat memberikan keuntungan bagi anggota kelompok; (c) Menjalin kerjasama dan kemitraan kelompok dengan pihak ketiga dalam peningkatan hasil, mutu dan pemasaran; (d) Aktif menjalankan peran kelompok dalam memberikan bimbingan dan pelatihan petani yang bergabung dalam kelompok; (e) Membantu kebersamaan kelompok tani untuk terus saling percaya, senasib dan gotong royong agar menjadi kekuatan dalam penguatan kelompok.