Articles

Found 15 Documents
Search

Effectivity of Amount and Form of Herbs Combination as Feed Addition on Broiler’s Performance Marwandan, Zulfaidha; Agustina, Laily; Mujnisa, Andi
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research to make effective use of herbs, both powder and liquid, that contains the same bioactive substances to improve the performance of broilers. The research conducted in March through May 2012 at the Laboratory of Omnivore, Faculty of Animal Sciense, Hasanuddin University. The material used 100 birds DOC (unsexed), molasses, EM4, water, 12 herbs, 7 herbs, and basic feed. The design used completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications (each unit consisting of five experimental chickens). The treatment consists of the use of herbs A1 (a combination of 12 liquid herbs ingredients), A2 (a combination of 7 liquid herbs ingredients), A3 (a combination of 12 herbs powder ingredients), and A4 (a combination of 7 herbs powder ingredients). Parameters measured broiler performance including weight gain, feed intake, and feed conversion. The results of analysis of variance showed that the average body weight gain, feed intake and feed conversion had no significant effect (P> 0.05) on the provision of a combination of herbal ingredients in powder and liquid form, but uses 7 ingredients of herbal powders tend to do better in improving feed conversion in broilers. The conclusion of this research is the provision of combination of herbs amount liquid and powder form had no effect on weight gain, feed intake, and feed conversion of broilers. 7 herbs ingredients have the best effect in terms of efficient to use.
DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI PAKAN DENGAN KOMBINASI KUNYIT, BAWANG PUTIH DAN ZINK TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI Jamilah, .; Agustina, Laily; Purwanti, Sri
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui daya hambat antibakteri dari pakan yang dikombinasikan denga kunyit, bawang putih, dan zink terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian menggunakan Tepung kunyit, bawang putih dan zink yang dikombinasikan dengan pakan, dengan level berbeda, kemudian diuji daya hambatnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi disk. Data yang diperoleh dianalisa dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri atas lima perlakuan dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan luas zona hambatan berpengaruh nyata (P<0,05) baik itu pada bakteri Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa daya hambat terbesar yaitu pada Escherichia coli (3,400 cm) dan terendah yaitu Staphylococcus aureus (1,375 cm), sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi kunyit, bawang putih dan zink pada pakan ditiap perlakuan efektif menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
EFEKTIFITAS KOMBINASI JUMLAH DAN BENTUK RAMUAN HERBAL SEBAGAI IMBUHAN PAKAN TERHADAP PERFORMA BROILER Marwandana, Zulfaidha; Agustina, Laily; mujnisa, andi
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengefektifkan penggunaan ramuan herbal baikserbuk dan cair yang memiliki kandungan zat bioaktif sama dalam meningkatkanperforma broiler. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2012 diLaboratorium Omnivora, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Materimenggunakan 100 ekor DOC dengan jenis kelamin campuran, molases, EM4, air, 12ramuan herbal,7 ramuan herbal, dan pakan basal. Rancangan yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan (setiap unitpercobaan terdiri dari 5 ekor ayam). Perlakuan penggunaan ramuan herbal terdiri dariA1 (kombinasi 12 bahan ramuan herbal cair), A2 (kombinasi 7 bahan ramuan herbalcair), A3 (kombinasi 12 bahan serbuk ramuan herbal), dan A4 (kombinasi 7 bahanserbuk ramuan herbal). Parameter yang diamati adalah performa broiler yangmeliputi pertambahan berat badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Hasil sidikragam memperlihatkan bahwa rataan pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dankonversi pakan tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap pemberian kombinasiramuan herbal dalam bentuk serbuk dan cair, tetapi pemberian 7 bahan ramuan herbalbentuk serbuk cenderung lebih baik dalam memperbaiki konversi pakan broiler.Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian kombinasi jumlah ramuan herbal bentukcair dan serbuk tidak berpengaruh terhadap pertambahan berat badan, konsumsi, dankonversi pakan broiler. Penggunaan 7 bahan ramuan herbal memiliki efek terbaikditinjau dari segi efisien untuk digunakan.
PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL BROILER YANG DIBERI PREBIOTIK INULIN UMBI BUNGA DAHLIA (Dahlia variabillis) Massolo, Rita; Mujnisa, Andi; Agustina, Laily
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui level optimal penggunaan tepung umbi bunga terhadap persentase karkas, lemak abdominal, dan potongan komersil karkas broiler. Sebanyak 160 ekor ayam ras pedaging strain lohmann dipelihara sampai umur 35 hari. Perlakuan berupa penambahan tepung umbi bunga dahlia dalam pakan basal dengan level yang berbeda (masing-masing 0%, 0,8% 1,0% dan 1,2%). Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANNOVA) dan bila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan (Steel dan Torrie,1993). Hasil menunjukkan bahwa   pemberian tepung umbi bunga dahlia dalam pakan hingga level 1,2 % berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas, persentase dada, persentase paha, persentase sayap dan tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase lemak abdominal, namun penggunaan tepung umbi bunga dahlia dalam pakan pada level 0,8% sudah menunjukan hasil yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung umbi bunga dahlia hingga  level 1,2% mampu memperbaiki nilai perentase karkas, persentase dada, persentase paha dan menurunkan kandungan lemak abdominal broiler. 
Stabilitas Aktivitas Fitase Dari Bukholderia lata Strain HF.7 Hafsan, Hafsan; Agustina, Laily; Natsir, Asmuddin; Ahmad, Ahyar
Prosiding Seminar Biologi 2017: Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fitase ekstraseluler Bukholderia lata strain HF.7 terhadap suhu, pH, dan aktivitas protease sebagaimana kondisi saluran pencernaan unggas pada umumnya. Uji stabilitas suhu dilakukan dengan memaparkan pada suhu yang bervariasi (20, 30, 37, 40, 45, 50, 55, 60, dan 65oC), sedangkan uji stabilitas pH dilakukan dengan cara menginkubasi fitase pada buffer Na-asetat dengan pH bervariasi (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8). Uji stabilitas fitase terhadap protease dilakukan dengan penambahan protease dengan level perlakuan P0: tanpa protease, P1: penambahan pepsin (5000 unit/ mL), P2: penambahan pepsin (5000 unit/ mL) dan P3: penambahan pepsin + tripsin (@2500 unit/ mL) dengan Rancangan Acak Lengkap. Nilai aktivitas fitase pada suhu dan pH dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dengan mengamati nilai rata-rata dari aktivitas fitase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitase ekstraseluler Bukholderia lata strain HF.7 memiliki aktivitas yang lebih baik pada kemurnian yang lebih tinggi serta optimum pada pH 4 dan suhu 37oC. Fitase yang dihasilkan juga aktivitas yang stabil pada pH maupun suhu serta protease (pepsin dan tripsin) sebagaimana kondisi saluran pencernaan unggas pada umumnya. Temuan ini menunjukkan prospek potensial fitase ekstraseluler Bukholderia lata strain HF.7 yang dapat diaplikasikan pada pakan unggas untuk meningkatkan produktivitas.
Potensi Bakteri Endofit Dari Zea mays L. Sebagai Penghasil Fitase Hafsan, Hafsan; Nurhikmah, Nurhikmah; Harviyanti, Yuniar; Sukmawaty, Eka; Aziz, Isna Rasdianah; Muthiadin, Cut; Agustina, Laily; Natsir, Asmuddin; Ahmad, Ahyar
Prosiding Seminar Biologi 2017: Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam fitat (C6H18O24P6) merupakan senyawa kimia yang terdiri atas inositol dan asam fosfat, asam fitat merupakan senyawa yang selalu terdapat pada bahan pakan yang berasal dari tanaman serealia dan merupakan senyawa yang tidak dapat didigesti oleh ternak monogastrik, sehingga dibutuhkannya enzim fitase yang dapat menghidrolisis asam fitat. Fitase (myo-inositol heksakisfosfat fosfohidrolase) adalah enzim yang dapat menghidrolisis ikatan fosfoester pada asam fitat, menghasilkan fosfat anorganik dan ester fosfat. Enzim fitase dapat dihasilkan oleh mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri endofit. Bakteri endofit adalah mikroorganisme yang menguntungkan yang berinteraksi dengan tanaman inang tanpa menyebabkan gangguan atau kerusakan pada tanaman tersebut, pada penelitian ini bakteri endofit telah diisolasi dari tanaman jagung (Zea mays) yang digunakan sebagai sampel penelitian. Isolasi dilakukan dari masing-masing organ tanaman jagung (Zea mays) dan diseleksi menggunakan media selektif PSM (Phytase Screening Media). Empat isolat yang terpilih dari masing-masing organ berdasarkan IF (Indeks Fitatik) tertinggi kemudian diidentifikasi molekuler dan memperoleh hasilisolat akar 10-7 HF.7 (IF=1,365 cm) merupakan bakteri Burkholderia lata, batang 10-7 HF.2 (IF=1,095 cm) merupakan bakteri Pantoea stewarti subsp. indologens, daun 10-6 HF.3 (IF=1,36 cm) merupakan bakteri Enterobacter ludwigi dan biji 10-8 HF.1 (IF=0,98 cm) merupakan bakteri Enterobacter cloaceae.
PERFORMA AYAM ARAB DENGAN PEMBERIAN ENERGI-PROTEIN PADA LEVEL BERBEDA Alwi, Windawati; Agustina, Laily; Mide, Muhammad Zain
Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.937 KB) | DOI: 10.31605/jstp.v1i1.422

Abstract

This research aimed to determine the effect of different energy and protein level giving in Arabic chicken on feed consumption, egg production and feed conversion. The materials used for this experiment were 80 heads of arabic chicken 5 months age and maintained for 6 weeks (36 days). The method used was completely randomized design (CRD) which consists of 4 treatments and 10 replications that R1 (protein 15% and EM 2 500 Kcal), R2 (protein 16% and EM 2 600 Kcal), R3 (protein 17% and EM 2 700 Kcal) and R4 (protein 18% and EM 2 800 Kcal). Analysis of variance showed that treatment significantly (P&lt;0.05) on feed consumption, egg production and feed conversion. It could be concluded that more increasing energy and protein, the higher egg production, feed consumption and generates optimal feed conversion. Energy and protein with a protein level of 18% and energy 2 800 Kcal kg-1 showed better performance.
PHYTATE ACTIVITY OF THERMOPHILIC BACTERIA FROM SULILI HOT SPRINGS IN PINRANG DISTRICT SOUTH SULAWESI Hafsan, Hafsan; Nurjannah, Nurjannah; Muthiadin, Cut; Aziz, Isna Rasdianah; Ahmad, Ahyar; Agustina, Laily; Nasir, Asmuddin
Scripta Biologica Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.sb.2018.5.3.819

Abstract

This study aimed to determine the optimum temperature and pH of the phytase activity produced by isolate of thermophilic bacteria from Sulili hot springs in the district Pinrang south sulawesi. This is a descriptive research, that measure of phytase activity by treated the variation of temperature and pH. The various of temperature has eight levels ie 20; 30; 40; 50; 60; 70; 80; and 90oC, the pH treatments consists of eight levels ie 2; 3; 4; 5; 6; 7; 8 and 9. Phytase activity was determined by converting the Na-phytate absorbance values produced by phytase enzyme against Na-phytate standard curve. One unit of phytate enzyme activity is defined as the amount of enzyme capable of hydrolysed Na-phytate and produce a peptide which is equivalent to one mole of tyrosine per minute under the conditions of analysis. The results of studies have shown that there is a significant effect of temperature on the phytase activity of Bacillus coagulans, thermophilic bacteria from Sulili hot springs, whereas no significant effect of pH treatment. Optimum phytase activity of B. coagulans are at 60°C and pH 7 ie 6.11 units/ mL.
PENGARUH VARIASI MEDIA TERHADAP AKTIVITAS FITASE BURKHOLDERIA SP. STRAIN HF. 7 Hafsan, Hafsan; Maslan, Muhammad; Masri, Mashuri; Agustina, Laily; Natsir, Asmuddin; Ahmad, Ahyar
bionature Vol 20, No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.309 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v20i1.9759

Abstract

Abstract.  Cereals and legumes used as animal feed containing phytic acid which cannot be absorbed by the digestive tract of monogastric animals because phytic acid (C6H18O24P6) is an antinutrient that binds approximately 80% P in feed, also binds to proteins, vitamins and minerals (Mg++, Fe++, Zn++, Mn++, Ca++). Then, one option to overcome this problem is the application of phytase enzymes from various sources, including those produced by bacteria. Phytase enzymes can hydrolyse phytic acid in the feed. This study was aimed to determine the growth phase of Burkholderia sp. HF.7 and optimisation of production of phytase activity from variations of Phytate Production Media (PPM) media. This research used as a descriptive approach. The study design used a completely randomised design (CRD) with a factorial pattern consisting of 2 factors, each variation in phytate sources: calcium (Ca) phytate, rice bran, corn bran, and soybeans. Nitrogen source: (NH4) 2SO4, yeast extract, and peptone. Burkholderia sp. HF.7 Growth phase as a standard for phytase production is the 62-hour stationary phase with an OD value of 2.060 log/cell. The optimum phytase production in the variation of PPM media is soybean-peptone with a protein content value of 46.5 mg/mL and an activity value of 8.20 U/mL under conditions of pH 7 with incubation of 37oC for 62 hours. So, phytase activity produced by PPM of cereal crops has a higher current value compared to PPM Ca-phytate media with low activity value.Keywords: Burkholderia, Phytate, Phytase, enzymes.
PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL BROILER YANG DIBERI PREBIOTIK INULIN UMBI BUNGA DAHLIA (Dahlia variabillis) Massolo, Rita; Mujnisa, Andi; Agustina, Laily
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui level optimal penggunaan tepung umbi bunga terhadap persentase karkas, lemak abdominal, dan potongan komersil karkas broiler. Sebanyak 160 ekor ayam ras pedaging strain lohmann dipelihara sampai umur 35 hari. Perlakuan berupa penambahan tepung umbi bunga dahlia dalam pakan basal dengan level yang berbeda (masing-masing 0%, 0,8% 1,0% dan 1,2%). Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANNOVA) dan bila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan (Steel dan Torrie,1993). Hasil menunjukkan bahwa   pemberian tepung umbi bunga dahlia dalam pakan hingga level 1,2 % berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas, persentase dada, persentase paha, persentase sayap dan tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase lemak abdominal, namun penggunaan tepung umbi bunga dahlia dalam pakan pada level 0,8% sudah menunjukan hasil yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung umbi bunga dahlia hingga  level 1,2% mampu memperbaiki nilai perentase karkas, persentase dada, persentase paha dan menurunkan kandungan lemak abdominal broiler.