Edris Zamroni, Edris
Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC): ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA Sumarwiyah, Sumarwiyah; Zamroni, Edris; Hidayati, Richma
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v1i2.409

Abstract

Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga.
URGENSI CAREER DECISION MAKING SKILLS DALAM PENENTUAN ARAH PEMINATAN PESERTA DIDIK Zamroni, Edris
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v2i2.700

Abstract

Career Decision Making Skills merupakan gambaran keterampilan seorang individu dalam menentukan atau mengambil keputusan tentang kehidupan karirnya. Dalam konteks siswa keterampilan semacam ini diwujudkan dalam bentuk mengambil keputusan tentang pilihan jurusan atau sekarang dikenal dengan program peminatan. Peminatan peserta didik terarah dan terfokus pada peminatan studi dan karir atau pekerjaan. Peminatan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimum. Untuk menentukan mana pilihan yang tepat seorang siswa harus memiliki keterampilan yang memadai karena pilihannya saat ini menentukan kesuksesannya di masa yang akan datang. Artikel ini mencoba menguraikan urgensi keterampilan mengambik keputusan karir dalam penentuan arah peminatan peserta didik.
PENERAPAN KONSELING BEHAVIORISTIK TEKNIK OPERANT CONDITIONING UNTUK MENGATASI PROKRASTINASI SISWA Nurzulian, Ulfa Aulia; Rahardjo, Susilo; Zamroni, Edris
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v2i2.4502

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan prokrastinasi siswa kelas XI IPS 2 SMA 2 Kudus tahun ajaran 2017/2018, 2. Untuk mengatasi prokrastinasi siswa kelas XI IPS 2 SMA 2 Kudus tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dirancang dalam bentuk studi kasus. Subjek yang diteliti yaitu AAP, AJR, dan SDP siswa kelas XI IPS 2 SMA 2 Kudus tahun ajaran 2017/2018 yang mengalami prokrastinasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah: 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah induktif. Adapun cara menganalisis data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis mulai dari proses pengumpulan data, mengklarifikasi, mengdeskripsikan, dan menginterpretasikan masing-masing bagian. Dengan menggunakan konseling behavioristik teknik operant conditioning dapat menghasilkan perubahan tingkah laku pada klien untuk mampu memulai mengerjakan tugas, mampu menyelesaikan tugas yang telah dikerjakan, cepat dalam mengerjakan tugas, mengumpulkan tugas tepat waktu, dan mendahulukan mengerjakan tugas  daripada melakukan aktifitas lain.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOME ROOM UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ANTI SEKS BEBAS Hidayat, Farid; Zamroni, Edris; Sucipto, Sucipto
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v1i2.3440

Abstract

The purpose of this study are: 1) Describe the implementation of group guidance services with homeroom techniques to improve anti-sex free attitudes in class XI TAV 2 students SMK Negeri 2 Kudus, 2) Know the increase in anti-sex free attitudes through group guidance services with homeroom techniques for class students XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus. Type of Research PTBK with stages: 1. Planning, 2. Implementation, 3. Observation, and 4. Reflections carried out in 2 cycles of research, each cycle carried out three meetings. Data analysis used is descriptive qualitative data analysis. The results of the study were pre-cycle conditions. The number of free anti-sex attitudes of 8 students of class XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus was 133 with a percentage of 42% in the very poor category, at the end of the first cycle the score of anti-free sex was 202 with percentage 63% in the less category and at the end of the second cycle the number of anti-sex free attitudes from 8 students of class XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus was 263 with a percentage of 82% in the good category. Selin also concluded that the hypothesis of action that researchers made in chapter II which reads Homeroom Technical Guidance Service Group can increase the anti-free attitude of students of class XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus, declared acceptable.
MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS PERMENDIKBUD NOMOR 111 TAHUN 2014 Zamroni, Edris; Rahardjo, Susilo
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v1i1.256

Abstract

Manajemen bimbingan dan konseling adalah segala upaya atau cara yang digunakan untuk mendayagunakan secara optimal semua komponen atau sumber daya (tenaga, dana, sarana-prasarana) dan sistem informasi berupa himpunan data bimbingan dan konseling untuk menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 diterbitkan untuk menjadi acuan baru pelaksanaan tata kelola bimbingan dan konseling mulai dari planning, organizing, staffing, leading dan controlling.
KONSELING BERBASIS KERAFIAN LOKAL INDONESIA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER KEBANGSAAN Zamroni, Edris
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.388

Abstract

At 2045 Indonesia will have a bonus demography of human resources that will contribute greatly in the progress of NKRI. Is a big challenge for all parties, especially since starting January 2016 also enacted ASEAN Economic Community (ASEAN Economic Community) that allows the entry of various cultures from the ASEAN community. Needed human resources characterized so that along with the progress of civilization, the community retains its cultural character. The formation of karatker should start from education from an early age. Counseling and Counseling as an integral part of education has an important role in shaping the character of learners. For that it is necessary various strategies of guidance and counseling services, especially counseling specifically characterized the Indonesia-an taken from local wisdom and cultural values of Indonesia. Some examples of local wisdom that can be raised as the basic values of counseling are religious-spiritual values, kejawen values, sunda values, tri hita karana (bali), and are generally represented by the Indonesian education motto Ing Ngarso sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. The core value infusion of the philosophy of each local wisdom must be done so that the national character of Indonesia still exist in the midst of globalization and the progress of civilization. The main values of each culture will provide alternative references to problem solving, alteration and strengthening behavior that affirm the national identity of Indonesian society.
STRENGTHENING OF INDONESIAN ISLAMIC CHARACTER THOUGH ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT BASED OF SOFT SKILLS Utaminingsih, Sri; Utomo, Slamet; Zamroni, Edris
ADDIN Vol 11, No 1 (2017): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v11i1.2033

Abstract

Symptoms of intolerance that was done by most of the ummah of Islam in Indonesia lately, shows that globalization has brought the ideology of the new that actually erode the identity of Islam Indonesia were very accommodating and tolerant of the wealth of local culture, upholding the values of diversity and emancipatory on the role of women in everyday life. Islamic educational institutions should play a role in the reconstruction of intolerance symptoms that Appeared lately. Through management soft skills-based Islamic education is expected to restore Islam Indonesia on Islam very famous identity steeped in local culture and uphold the values of diversity. This article reviews how the management arrangement soft skills-based Islamic education is Able to restore Islam Indonesia returned to his identity.
PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK SYMBOLIC MODEL DALAM MEMBANTU MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KOTA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Lestari, Indah; Hidayati, Richma; Zamroni, Edris
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v5i2.315

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena kemandirian belajar anak sekolah dasar yang cenderung rendah. Hal ini bisa diamati dari kecenderungan anak usia sekolah dasar tergantung pada orang tua, teman dan guru les dalam mengerjakan PR, menyontek ketika ulangan dan meniru pekerjaan teman. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model layanan informasi dengan teknik symbolic model untuk mengembangkan kemandirian belajar anak usia sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t diperoleh angka 9,682 pada peluang kesalahan 0,000 lebih kecil dari pada peluang kesalahan (p) = 0,05 atau dalam bentuk lain 0,000 < 0,05 yang artinya signifikan. Selanjutnya uji beda menunjukkan bahwa rerata post test lebih besar dengan nilai 59,26 dibanding dengan  nilai hasil pre test sebesar 49,96. Dengan demikian, hipotesis alternatif yang berbunyi model layanan informasi dengan teknik symbolic model secara signifikan dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa didukung atau diterima. Kata Kunci: Kemandirian belajar, layanan informasi, symbolic model
PELATIHAN PEER COUNSELING PADA REMAJA DI PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK (PSAA) TUNAS BANGSA PATI Zamroni, Edris; Masturi, Masturi
BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26638/jbn.315.8651

Abstract

Peer counseling training activities as a way to address the lack of human resources. Peer counseling is a way for students (teens) to learn how to pay attention and to help other children, and to apply them in everyday life. The aim is to produce a peer counselor to help treat psychological problems of orphans by utilizing peer counselor. This activity was conducted in 10 times the activity began identifying candidates for peer counselors service up on basic skills training for the implementation of counseling their peers. The activities take place from December 12, 2016 - February 22, 2017 held every Wednesdays from 15.00 pm. The result obtained 15 peer counselors to service to peers.
PEMANFAATAN TEKONOLOGI INFORMASI (TI) DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEBAGAI REPRESENTASI BERKEMBANGNYA BUDAYA PROFESIONAL KONSELOR DALAM MELAYANI SISWA Sumarwiyah, Sumarwiyah; Zamroni, Edris
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 2, No 1 (2016): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v2i1.882

Abstract

Tantangan era millennial yang diperkuat dengan diberlakukannya Masyarakat Ekkonomi ASEAN adalah bagaimana memanfaatkan teknologi sebagai tools yang memperlancar pekerjaan manusia. Bimbingan dan konseling adalah salah satu bidang yang menangkap peluang tersebut dalam pelaksanaan layanannya. Upaya ini merupakan wujud pembudayaan profesionalisasi berbasis teknologi pada konselor dalam melayani siswa.