Articles

Found 15 Documents
Search

OTOMATISASI METODE PENELITIAN SKALA LIKERT BERBASIS WEB Syofian, Suzuki; Setiyaningsih, Timor; Syamsiah, Nur
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin yang secara otomatis melakukan dan mengatur pekerjaan. Banyak pemanfaatan perangkat teknologi informasi tersebut digunakan untuk keperluan menggantikan tenaga manusia. Teknologi informasi banyak diterapkan untuk pengelolaan pekerjaan karena daya efektivitas dan efisiensinya yang sudah terbukti mampu mempercepat kinerja. Pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan baik secara finansial maupun waktu. Teknologi informasi saat ini telah menyebar hampir di semua aspek kehidupan dan profesi, tidak terkecuali untuk bidang penelitian. Perangkat lunak yang akan dihasilkan dapat membantu mengundang responden. Bidang penelitian sangat terbantu dengan adanya perangkat lunak yang memudahkan dalam pengolahan hasil penelitian. Metode penelitian yang digunakan meliputi beberapa tahapan, antara lain : Review dokumen, observasi, wawancara, penggalian akar permasalahan dengan teknik fishbone, desain dan perancangan aplikasi berbasis web hingga testing. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa implementasi skala likert berbasis web dapat digunakan untuk menghitung riset dan survey. Bahkan pada studi kasus penggunaan aplikasi dapat disimpulkan hubungan mahasiswa Unsada mempengaruhi motivasi dalam mencapai kelulusan bobot nilai 82.80%. Adanya aplikasi penelitian berbasis web ini dapat memudahkan kinerja para peneliti untuk mendapatkan respon dari responden. Para peneliti dapat membuat sendiri rancangan kuesioner dan mampu mendapatkan hasil penelitian secara real time.
WACANA KESETARAAN GENDER Syamsiah, Nur
Sipakalebbi Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Sipakalebbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Gender, according to Feminist, does not relate to nature, but it is about social construction of being men and women. It relates to the role, function, position, access and responsibilities of women and men. Gender is influenced by culture, religion, socio-politic, economy, law, and education and it will be changed over the place and time. In this context, religion has been used in social and cultural construction. For the long history, gender is believed as nature and is dictated by God in which cannot be changed. From gender perspective, men and women are similar in their roles and obligations as it is also justified by Islam. The only difference between men and women is „taqwa‟ (Pious). Dengan kata lain, konsep gender, menurut feminisme, bukanlah suatu sifat yang kodrati atau alami, tetapi suatu konsep yang mengacu pada perbedaan peran, fungsi, sifat, posisi, akses, kontrol, peran dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial dan kultural yang telah berproses sepanjang sejarah manusia. Wacana gender dalam realitas sosial dipengaruhi oleh budaya, agama, sosial, politik, ekonomis, hukum dan pendidikan, dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Di sini, ajaran agama diletakkan dalam posisi sebagai salah satu pembangun konstruksi sosial dan kultural tersebut. Melalui proses panjang, konsep gender tersebut akhirnya dianggap sebagai ketentuan Tuhan. Maksudnya, seolah-olah bersifat biologis dan kodrati yang tak bisa diubah-ubah lagi. Gender dalam arti feminin dan maskulin dalam bidang sosial politik, ekonomi, dan budaya tidak dibedakan dalam hal penilaian, keutamaan maupun penghargaan. Bahkan dalam bidang agama (Islam) pun gender dalam arti yang dimaksud di atas tidak dibedakan, yang membedakan seseorang hanyalah tingkat ketakwaan kepada Allah. Jadi gender yang dimaksud di sini adalah pembedaan jenis kelamin secara sosial, bukan ditinjau dari persoalan seks.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DI POSYANDU LANSIA Syamsiah, Nur; Rumpiati, Rumpiati; Rimbaga, Yocykha Ari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan keluarga merupakan suatu sikap atau tindakan memberikan bantuan baik bantuan secara emosional maupun instrumental. Salah satu faktor yang mempengaruhi keaktifan adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia di posyandu lansia Dukuh Ngagik, Desa Tambang, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo. Desain penelitian korelasional, rancangan survey cross sectional. Populasi penelitian seluruh lansia di Dukuh Ngagik, Desa Tambang, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo. Teknik sampling total sampling. Sampel dalam penelitian ini lansia yang ada di Dukuh Ngagik, Desa Tambang, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo yaitu 35 responden. Variabel Independen dukungan keluarga, sedangkan Variabel Dependen keaktifan lansia. Uji statistik Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki dukungan tinggi yaitu sebanyak 15 responden (42,9%), dan sebagian besar lansia memiliki keaktifan aktif yaitu 19 responden (54,3%). Berdasarkan hasil uji Spearman Rank didapatkan hasil ρ=0,007 yang artinya ρ kurang dari 0,05 dengan tingkat korelasi 0,450, maka Ho di tolak berarti ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia Dukuh Ngagik, Desa Tambang, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo. Semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan maka semakin tinggi pula keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia. Maka dari itu diharapkan keluarga selalu memberikan motivasi atau dukungan kepada lansia untuk tetap mengikuti kegiatan posyandu lansia. Kata Kunci:Dukungan Keluarga, Keaktifan, Posyandu Lansia
Women In Gender (Critical Discourse Analysis on Novel I am Malala by Malala Yousafzai and Christina Lamb) Syamsiah, Nur
English Education Vol 9, No 2 (2016): English Education: Jurnal Tadris Bahasa Inggris
Publisher : English Education Department of Tarbiyah & Teacher Training Faculty of UIN Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.007 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe how the text of gender-based violence against the woman, and illustrate how gender-based injustice is run and produced in the Novel I am Malala, through the texts that have been written. This study used a qualitative descriptive of critical perspective (Genre of Critical Theory), perspective/paradigm used to explain the description of gender-based violence (violence against women) in the novel I am Malala. Data analysis technique this study is Critical Discourse Analysis of Norman Fairclough (Texts Analysis, Discourse Analysis sociocultural Practice and Practice). The result in this study is the violence and gender-based injustice or inequality of women presented in the novel I am Malala.
WACANA KESETARAAN GENDER Syamsiah, Nur
Sipakalebbi Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Sipakalebbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Gender, according to Feminist, does not relate to nature, but it is about social construction of being men and women. It relates to the role, function, position, access and responsibilities of women and men. Gender is influenced by culture, religion, socio-politic, economy, law, and education and it will be changed over the place and time. In this context, religion has been used in social and cultural construction. For the long history, gender is believed as nature and is dictated by God in which cannot be changed. From gender perspective, men and women are similar in their roles and obligations as it is also justified by Islam. The only difference between men and women is „taqwa‟ (Pious). Dengan kata lain, konsep gender, menurut feminisme, bukanlah suatu sifat yang kodrati atau alami, tetapi suatu konsep yang mengacu pada perbedaan peran, fungsi, sifat, posisi, akses, kontrol, peran dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial dan kultural yang telah berproses sepanjang sejarah manusia. Wacana gender dalam realitas sosial dipengaruhi oleh budaya, agama, sosial, politik, ekonomis, hukum dan pendidikan, dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Di sini, ajaran agama diletakkan dalam posisi sebagai salah satu pembangun konstruksi sosial dan kultural tersebut. Melalui proses panjang, konsep gender tersebut akhirnya dianggap sebagai ketentuan Tuhan. Maksudnya, seolah-olah bersifat biologis dan kodrati yang tak bisa diubah-ubah lagi. Gender dalam arti feminin dan maskulin dalam bidang sosial politik, ekonomi, dan budaya tidak dibedakan dalam hal penilaian, keutamaan maupun penghargaan. Bahkan dalam bidang agama (Islam) pun gender dalam arti yang dimaksud di atas tidak dibedakan, yang membedakan seseorang hanyalah tingkat ketakwaan kepada Allah. Jadi gender yang dimaksud di sini adalah pembedaan jenis kelamin secara sosial, bukan ditinjau dari persoalan seks.
ANALISIS STRUKTUR PEREKONOMIAN BERDASARKAN PENDEKATAN SHIFT – SHARE DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA DI KABUPATEN CIRE Syamsiah, Nur; Kurnia, Ganjar
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.117 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur perekonomian berdasarkan pendekatan Shift-share dalam pengembangan agrowisata di Kabupaten Cirebon Melalui 4 komponen yaitu Pertumbuhan Wilayah, Industri Campuran atau Pertumbuhan Proporsional, Keuntungan Kompetitif/Pertumbuhan Pangsa Wilayah (PPW), Pertumbuhan Total berdasarkan data PDRB Tahun 2011 – Tahun 2014. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, Analisis Shift Share digunakan untuk mengetahui proses pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan agrowisata melalui komoditas basis di Kabupaten Cirebon dapat sangat bermanfaat. Pertumbuhan Wilayah setiap sektor adalah 0,19, sektor pertanian termasuk sektor yang dengan nilai pertumbuhan tertinggi kedua setelah sektor industri pengolahan. Pertumbuhan proposional sektor pertanian masuk kedalam 5 sektor yang memiliki tingkat pertumbuhan yang lambat. Sehingga melalui pengembangan agrowisata diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian., dan sektor pertanian di Kabupaten Cirebon makin kehilangan daya saing. Produk yang dihasilkan sulit bersaing dengan produk yang semakin beragam dipasaran. Sektor dengan peningkatan dayasaing tertinggi adalah sektor jasa perusahaan sedangkan sektor yang banyak kehilangan daya saing adalah sektor industri pengolahan, Sehingga dukungan pemerintah melalui kebijakan, pajak, subsidi, kelembagaan dan akses pasar mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cirebon
KAJIAN RANTAI PASOK MANGGA KE PASAR EKSPOR DAN KOLABORASI DIANTARA PELAKU KEMITRAAN (Suatu Kasus Kabupaten Cirebon) Sulistyowati, Lies; Syamsiah, Nur; Azisah, Siti Nur
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.753 KB)

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan salah satu sentra mangga yang potensial di Jawa Barat, namunpotensi yang besar tersebut belum mampu meningkatkan pendapatan petani mangga. Hal itudisebabkan terdapat permasalahan pada rantai pasok mangga, dan belum didukung kemitraan yangberkelanjutan. Penelitian ini mengkaji rantai pasok mangga ke pasar ekspor, serta dinamikakemitraan antara petani mangga dengan eksportir. Metode penelitian yang digunakan kualitatifdengan teknik studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah petani mangga yang tergabungdalam Gapoktan Sami Mulya di Desa Sedong, dan CV Sumber Buah (SAE) sebagai eksportir. Analisisdata menggunakan analisis deskriptif dan Teori Drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantaipasok mangga untuk ekspor bisa dari petani langsung ke eksportir, petani melalui Kelompok tani baruke eksportir dan petani ke pedagang pengumpul baru ke eksportir. Pada aliran uang terdapat kendalalambatnya pembayaran ke petani, serta terjadinya asimetris pada aliran informasi. Dalam kemitraanmasing-masing pelaku belum menjalankan peran sesuai fungsinya, sehingga terjadi konflik dandilema yang terkait standar kualitas, tenggang waktu pembayaran serta bantuan modal, yangberdampak pada kolaborasi yang belum berjalan dengan baik. Melalui kerangka pikir bersamaantara petani mangga dengan CV Sumber Buah, menghasilkan kesepakatan untuk keberlanjutankemitraan sehingga masing-masing pihak tidak merasa dirugikan dan saling menguntungkan.
KAJIAN FEMINISME TERHADAP NOVEL I AM MALALA (THE GIRL WHO STOOD UP FOR EDUCATION AND WAS SHOT BY THE TALIBAN) KARYA MALALA YOUSAFZAI DAN CHRISTINA LAMB Syamsiah, Nur
DIALEKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Matematika Vol 1, No 2 (2015): DIALEKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Matematika
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lakidende Unaaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to reveal the literary in the novel I am Malala by Malala Yousafzai and Cristina Lamb, from the viewpoint of feminism which includes; The position of women, Pro-feminism and Cons of feminism in the novel I am Malala by Malala Yousafzai and Cristina Lamb. This study is a qualitative study using descriptive method, since the data in this study in the form of words, and sentences instead of the numbers as a result of statistical calculations. In addition, research reports will contain excerpts of data to provide an overview description of the report. Data were derived from the text of the novel, that is, the quote in the form of words, phrases, sentences, sentence quote form narrative or dialogue. From the data analysis, it can be concluded that awareness of equality which is owned by men and women, both within the family and community environment. In the novel I am Malala by Malala Yousafzai and Christina Lamb showed that aura feminist actualized in the form of a daughter who struggle to survive even though three bullets had claimed smile and fighting for and campaigning for the right to education for girls.Keywords: feminism, pro-feminism, cons-feminism
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KEDELAI DI KECAMATAN JATIWARAS, KABUPATEN TASIKMALAYA, PROVINSI JAWA BARAT Manullang, Nova Elfrida; Noor, Trisna Insan; Pardian, Pandi; Syamsiah, Nur
AGROINFO Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.501 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1650

Abstract

Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah pengembangan kedelai yang diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras, dalam 1 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 42 orang petani kedelai. Parameter penelitian meliputi 11 indikator tingkat kesejahteraan menurut BPS dalam SUSENAS 2007, yaitu: pendapatan, pengeluaran, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota rumah tangga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan memasukan anak kejenjang pendidikan, kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi, kehidupan beragama, rasa aman, dan kemudahan berolahraga.Berdasarkan 11 indikator BPS dalam SUSENAS 2007 nilai kesejahteraan rumah tangga petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras adalah 30,85. Hal ini dikategorikan dalam kesejahteraan tinggi yang artinya rumah tangga petani kedelai keadaan pendapatan, pengeluaran, kesehatan, tempat tinggal, dan fasilitas-fasilitas penunjang sudah memenuhi kebutuhan dengan layak.Kata kunci : kedelai, rumah tangga petani kedelai, tingkat kesejahteraan
Women In Gender (Critical Discourse Analysis on Novel I am Malala by Malala Yousafzai and Christina Lamb) Syamsiah, Nur
English Education: Jurnal Tadris Bahasa Inggris Vol 9, No 2 (2016): English Education: Jurnal Tadris Bahasa Inggris
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.007 KB) | DOI: 10.24042/ee-jtbi.v9i2.382

Abstract

The purpose of this study was to describe how the text of gender-based violence against the woman, and illustrate how gender-based injustice is run and produced in the Novel I am Malala, through the texts that have been written. This study used a qualitative descriptive of critical perspective (Genre of Critical Theory), perspective/paradigm used to explain the description of gender-based violence (violence against women) in the novel I am Malala. Data analysis technique this study is Critical Discourse Analysis of Norman Fairclough (Texts Analysis, Discourse Analysis sociocultural Practice and Practice). The result in this study is the violence and gender-based injustice or inequality of women presented in the novel I am Malala.