Ade Kusmana, Ade
Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) FKIP Universitas Jambi

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL MATERI AJAR SEMANTIK: Penelitian dan Pengembangan Model Materi Ajar Semantik di Program Studi Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah FKIP Universitas Jambi Kusmana, Ade
Lentera Pendidikan Vol 17, No 1 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk mo­del materi ajar semantik sebagai mata kuliah di Program Studi Pendidikan Ba­hasa, Sastra Indo­nesia, dan FKIP Universitas Jambi. Pendekatan penelitian ini ada­lah pengem­bangan R and D (Research and Development). Urgensi penelitian ini, pem­belajar kurang menguasai materi ajar semantik yang telah di ajarkan ditandai dengan rendah nilai yang diperoleh. Kekurangmampuan ini, meng­aki­batkan ti­dak terca­painya visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan, tidak terpenuhi. De­ngan demikian sangat perlu dilakukan penelitian dan perlu pengembangan ma­teri ajar semantik. Hasil penelitian diperoleh gambaran berupa (1) model teoretik, (2) gam­baran tentang kebutuhan mahasiswa dan dosen pengfajar terhadap mate­ri ajar diperoleh melalui (a) hasil analisis kurikulum, (b) hasil analisis silabus, dan (c)  hasil analisis materi ajar semantik bahasa Indonesia, (3) gambaran silabus dan ma­teri ajar semantik bahasa Indonesia yang telah dikembangkan layak digu­na­kan di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, sastra Indonesia, dan Fakul­tas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.Abstract:The purpose of this research was to create a semantik teaching material product as the a course for the Program of Language Education,  Indonesian literure, and FKIP Jambi University. The research approach used was research and deve­lop­ment. The urgency of this research was the fact that students did not master the se­mantic teaching material that had been thought and the low mark obtained by the them. This low ability resulted in not achieving the vision, mission, and the goal that have been stated. Therefore, it is very important to conduct a research and develop semantic teaching material. The result of the research show the des­crip­tion of (1) theoretical mode;(2) the need of the students and lecturer to the tea­ching material obtained from the result of (a) cirriculum anlysis, (b)syllabus ana­lysis,and (c) Indonesian semantic teaching material; (3) the description of syllabus and Indonesia semantic teaching material that has been developed and proved to be appropriate to be used in the Program of Language Education, Sastra Indone­sia, and FKIP Jambi University. Pengembangan,  model materi ajar, semantik bahasa Indonesia
PERILAKU BAHASA MENYIMPANG PESERTA DIDIK Kusmana, Ade
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2012v15n1a6

Abstract

Abstrak:Language is one of the parameters in young learners’ development. The ability in speech and language involve cognitive, sensorimotor, psychological, emotional and environmental developments around the children. When the principles of coordination between the mind and physiological mechanism is not working properly, language deviation will happen. The main categories of language deviation in relation to home environment are: (1) as a part of the normal development of children's language, and (2) as a result of psychogenic or physiogenic disorders. Language behavior deviation becomes significant in the lives of school children. All forms of disorders of speech and all levels of disorder will not be separated from the classroom so the disorder problem should not be involved in the classroom situation.Abstrak: Bahasa merupakan salah satu parameter dalam perkembangan anak. Kemampuan berbicara dan berbahasa melibatkan perkembangan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi, dan lingkungan sekitar anak. Ketika prinsip-prinsip koordinasi antara akal pikiran dan mekanisme fisiologis tidak berfungsi secara sempurna maka terjadilah penyimpangan bahasa. Kategori utama penyimpangan bahasa dalam hubungannya dengan lingkungan rumah adalah (1) yang terbentuk sebagai bagian dari perkembangan normal bahasa anak, dan (2) sebagai akibat dari gangguan psychogenic atau physiogenic. Perilaku bahasa menyimpang menjadi signifikan dalam kehidupan sekolah anak-anak. Segala bentuk kelainan berbicara dan seluruh tingkat kelainannya tidak akan terpisahkan dari kelas. Sehingga masalah kelainan semestinya tidak terlibat dalam situasi kelas.
E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN Kusmana, Ade
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2011v14n1a3

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL MATERI AJAR SEMANTIK: Penelitian dan Pengembangan Model Materi Ajar Semantik di Program Studi Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah FKIP Universitas Jambi Kusmana, Ade
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2014v17n1a1

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk mo­del materi ajar semantik sebagai mata kuliah di Program Studi Pendidikan Ba­hasa, Sastra Indo­nesia, dan FKIP Universitas Jambi. Pendekatan penelitian ini ada­lah pengem­bangan R and D (Research and Development). Urgensi penelitian ini, pem­belajar kurang menguasai materi ajar semantik yang telah di ajarkan ditandai dengan rendah nilai yang diperoleh. Kekurangmampuan ini, meng­aki­batkan ti­dak terca­painya visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan, tidak terpenuhi. De­ngan demikian sangat perlu dilakukan penelitian dan perlu pengembangan ma­teri ajar semantik. Hasil penelitian diperoleh gambaran berupa (1) model teoretik, (2) gam­baran tentang kebutuhan mahasiswa dan dosen pengfajar terhadap mate­ri ajar diperoleh melalui (a) hasil analisis kurikulum, (b) hasil analisis silabus, dan (c)  hasil analisis materi ajar semantik bahasa Indonesia, (3) gambaran silabus dan ma­teri ajar semantik bahasa Indonesia yang telah dikembangkan layak digu­na­kan di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, sastra Indonesia, dan Fakul­tas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.Abstract:The purpose of this research was to create a semantik teaching material product as the a course for the Program of Language Education,  Indonesian literure, and FKIP Jambi University. The research approach used was research and deve­lop­ment. The urgency of this research was the fact that students did not master the se­mantic teaching material that had been thought and the low mark obtained by the them. This low ability resulted in not achieving the vision, mission, and the goal that have been stated. Therefore, it is very important to conduct a research and develop semantic teaching material. The result of the research show the des­crip­tion of (1) theoretical mode;(2) the need of the students and lecturer to the tea­ching material obtained from the result of (a) cirriculum anlysis, (b)syllabus ana­lysis,and (c) Indonesian semantic teaching material; (3) the description of syllabus and Indonesia semantic teaching material that has been developed and proved to be appropriate to be used in the Program of Language Education, Sastra Indone­sia, and FKIP Jambi University. Pengembangan,  model materi ajar, semantik bahasa Indonesia
Pemetaan Bahasa Daerah di Provinsi Jambi Kusmana, Ade; saputra, Murfi; Izar, Julisah
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol 2 No 02 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.518 KB) | DOI: 10.22437/titian.v2i02.5810

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan penggunaan bahasa-bahasa daerah di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dokumentasi tersebut disajikan ke dalam bentuk peta sesuai dengan wilayah penyebaran bahasa-bahasa daerah yang diteliti. Kemudian, peta tersebut berisi deskripsi penggunaan bahasa-bahasa daerah yang diteliti berdasarkan aspek sosial kelompok masyarkat penuturnya. Dengan demikian, tergambar dengan jelas wilyah bahasa yang dipetakan tersebut dan juga sebagai informasi bagi peneliti lainnya dalam melakukan penelitian lanjutan.             Penelitian bidang kajian sosiolinguistik ini, bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini diperoleh  dengan menggunakan metode observasi, dan mewawancara langsung. Secara formal hasil analisis data disajikan dalam bentuk peta wilayah bahasa, meliputi informasi dengan penggunaan simbol atau sistem tanda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 bahasa daerah yaitu, bahasa Melayu, Banjar, Bugis, Jawa, dan Bajau (tungkal).
ANALISIS UNGKAPAN MAKIAN DALAM BAHASA KERINCI: STUDI SOSIOLINGUISTIK Kusmana, Ade; Afria, Rengki
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol 2 No 02 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.933 KB) | DOI: 10.22437/titian.v2i02.6090

Abstract

Penelitian ini mencoba menjawab bentuk dan karakteristik ungkapan Makian dalam bahasa Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan,, menganalisis dan mendeskripsikan ungkapan makian yang ada di Kabupaten Kerinci. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian  deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik makro. Metode yang digunakan metode kualitatif. Objek penelitian ini ialah bahasa Kerinci, sasaran penelitian ini mencakupi tuturan yang bersumber penutur tersebut.  Sumber data penelitian ini adalah data-data bahasa makian  yang  bersumber dari data lisan di lapangan. Instrumen yang digunakan adalah berupa alat rekam/kamera dan alat tulis.Metode dan teknik penyediaan data adalah metode cakap (teknik pancing dan   teknik cakap semuka) dan metode simak (Teknik simak libat cakap dan teknik catat). Metode analisis data menggunakan metode analisis makna. Temuan data di lapangan referens dan bentuk penggunaan ungkapan makian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa makian di kabupaten Kerinci berdasarkan pemerolehan inventarisasi dan analisis data di lapangan didapatkan 7 bentuk makian, yaitu bentuk keadaan, kekerabatan, binatang, mahkluk halus, bagian tubuh, profesi, dan seruan. Jumlah dari semua data yang dihimpun dari 7 bentuk makian tersebut diperoleh 170 data makian. Dari temuan data tersebut didapatkan bahwa bentuk makian keadaan mendominasi data sebanyak 85 data (50%), hal ini disebabkan di dalam bentuk keadaan ini mempunyai turunan atau referensinya sebanyak 4 turunan, yakni tindakan, sifat, sumpah serapah, dan penyakit. Berikutnya adalah bentuk bagian tubuh sebanyak 21 data (12%); bentuk seruan sebanyak 18 data (11%); bentuk profesi sebanyak 13 data (8%); bentuk etnis 6 data (4%); dan terakhir bentuk mahkluk halus 4 data (2%). Dalam pengungkapan bahasa makian tersebut tentu ada beberapa factor penyebab munculnya makian, diantaranya adalah factor social dan situasional. Dengan adanya bahasa makian dan factor penyebabnya terdapat dampak penggunaan bahasa makian itu sendiri menurunnya kualitas bahasa dan rendahnya gejala-gejala social.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNARUNGU) DALAM MEMAHAMI BAHASA Haliza, Nur; Kuntarto, Eko; Kusmana, Ade
METABASA Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeseorang dapat berbahasa harus ditunjang oleh fungsi pendengaran yang baik, sebab pemerolehan bahasa terbentuk melalui proses meniru dan mendengar. Setelah bahasa mulai terbentuk, anak akan mencoba mengungkap sendiri melalui kata-kata sebagai awal dari kemampuan bahasa ekspresif. Bila fungsi pendengaran mengalami hambatan, maka proses pemerolehan bahasa akan terganggu, karena kemampuan ini berkembang melalui pendengaran. Anak yang fungsi pendengarannya mengalami hambatan dalam proses pemerolehan bahasa anak, akan mengalami hambatan pula dalam berkomunikasi. Anak tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran yang diklasifikasikan kedalam tuli (deaf) dan kurang pendengaran (hard of hearing). Dampak langsung dari ketunarunguan adalah terhambatnya komunikasi verbal/lisan, baik secara ekspresif (berbicara) maupun reseptif (memahami pembicaraan orang lain), sehingga sulit berkomunikasi dengan lingkungan orang mendengar yang lazim menggunakan bahasa verbal sebagai alat komunikasi. Pemerolehan bahasa pertama anak tunarungu dapat dilakukan dengan komunikasi total. Komunikasi total merupakan sistem komunikasi paling efektif karena selain menggunakan bentuk komunikasi secara lisan atau disebut oral, dengan kegiatan membaca, menulis, membaca ujaran, juga dilengkapi dengan bentuk isyarat.Kata Kunci: Pemerolehan bahasa, anak tunarungu ABSTRACTA person can speak must be supported by good hearing function, because language acquistion is exist through the process of imitating and listening. After the language begins to form, children will try to express themselves through words as the beginning of expressive language skills. If the hearing function is impaired, the process of language acquistion will be disrupted, because this ability develops through hearing. Children whose hearing function experiences obstacles in the process of acquiring language, will also experience obstacles in communication. Children with hearing impairment are children with hearing loss who are classified into deaf and hard of hearing. The direct impact of disability is the obstruction of verbal/verbal communication, both expressive (speaking) and receptive (understanding the speech of others), making it difficult to communicate with the environment of hearing people who commonly use verbal language as a communication tool. Obtaining the first language of a deaf child can be done with total communication. Total communication is the most effective communication system because in addition to using a form of communication orally or called oral, the activity of reading, writing, reading utterances, is also equipped with a form of cues. Keywords: Acquisition of language, deaf children