Nur Hikma, Nur
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

ASPEK PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA (Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow) HIKMA, NUR
JURNAL HUMANIKA Vol 3, No 15 (2015): JURNAL HUMANIKA DESEMBER 2015
Publisher : JURNAL HUMANIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.687 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aspek psikologis tokoh utama dalam novel Sepatu Dahlan Karya Krishna Pabichara dengan berdasarkan psikologi humanistik Abraham Maslow. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan aspek psikologis tokoh utama dalam novel Sepatu Dahlan karya Krishna Pabichara berdasarkan kajian psikologi humanistik Abraham Maslow. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra yang menitik beratkan pada psikologi tokoh utama dengan langkah-langkah: mengidentifikasi data, klasifikasi data, analisis data, deskripsi data, dan interprestasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Dahlan digambarkan sebagai pribadi yang lebih dewasa, kuat, mandiri, memandang sesuatu secara objektif, mampu menerima kenyataan, berwawasan terbuka, menghargai diri sendiri dan orang lain, dan tidak mudah menyerah pada setiap masalah-masalahnya sehingga ia mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Masalah-masalah yang dihadapi tokoh Dahlan seperti keterbatasannya dalam mencapai apa yang menjadi impiannya tidak membuatnya menyerah untuk memenuhi setiap kebutuhannya agar ia mampu mengatualisasikan dirinya. Berkat potensinya yang sudah teraktualisasi, Dahlan merasa puas terhadap dirinya sendiri atas apa yang dicapainya karena mampu membuat dirinya bangga serta bapak, almarhum ibunya dan seluruh masyarakat Kebon Dalem. Berdasarkan hasil penelitian ini, siswa bisa belajar mengembangkan potensi agar menjadi manusia yang mandiri serta bertanggung jawab. Dengan potensi dan sikap mandiri yang dimiliki oleh tokoh utama dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan nilai-nilai pendidikan berkarakter dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya.
PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) PADA CV. OME TRADING COY (IKAN ASAP) CABANG KENDARI, SULAWESI TENGGARA Hikma, Nur; Amin, Moh.; La Hatani, La Hatani; Hastuti, Hastuti; Sinarwaty, Sinarwaty
-
Publisher : Jurusan Manajemen, fakultas ekonomi dan bisnis universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan variabel Total Quality Management (TQM) pada CV. Ome Trading Coy (Ikan Asap) Cabang Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dan informan kunci dalam penelitian ini sebanyak 6 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara terbuka dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan teknik triangulasi sumber, yang dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber.Hasil penelitian deskriptif diperoleh bahwa penerapan Total Quality Management (TQM) pada CV. Ome Trading Coy belum sepenuhnya memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Sebagaimana elemen-elemen Total Quality Management pada perencanaan strategis, CV. Ome Trading Coy memiliki perencanaan strategis untuk kedepannya sebagai perkembangan perusahaan. Fokus gugus kerja, perusahaan menerapkan fokus gugus kerja dengan cara memberikan arahan dan motivasi dalam meningkatkan hasil kerja yang berkualitas. Fokus konsumen, perusahaan tidak menerapkan fokus konsumen karena CV. Ome Trading Coy merupakan Cabang. Fokus operasi, perusahaan telah memenuhi standar kualitas karena dapat mempertahankan produktivitas ikan asap yang bermutu dengan memmilih bahan baku yang segar dan teknik pengasapan menggunakan suhu yang seimbang. Kata Kunci: Total Quality Management (TQM), Perencanaan Strategis, Fokus Gugus Kerja, Fokus Konsumen Dan Fokus Operasi.
TARI PA’JAGA DALAM UPACARA ROMBUTUKA Hikma, Nur; Saenal, Selfiana; M, Rahma M
JURNAL PAKARENA Vol 4, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.21 KB) | DOI: 10.26858/p.v4i2.12089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk. 1. Mengetahui keterkaitan Tari Pa?jaga dengan upacara rombotuka (Tobotting) di Desa Kaluppini Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang. 2. Mengetahui bagaimna makna Tari Pa?jaga dalam upacara Rombotuka (Tobotting) di Desa Kaluppini Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang. Untuk mencapai tujuan tersebut, dipilih jenis penelitian kualitatatif. Metode yang digunakan yaitu: (1). Observasi, (2). Wawancara, dan (3). Dokumentasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa bahwa (1) Keterkaitan Tari Pa?jaga dalam upacara Rombutuka (Tobotting) di Desa Kaluppini Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang yaitu sebagai tarian persembahan kepada sang leluhur di Kaluppini dan juga sebagai pelengkap di dalam acara pernikahan. Masyarakat setempat meyakini, dengan melaksanakan tarian Pa?jaga di acara perkawinan maka akan terhindar dari segalah sesuatu yang bermaksud menganggu. Termasuk roh-roh yang bermaksud jahat, dan dimudahkan dalam segala urusannya. Terutama orang yang baru saja melangsungkan pernikahan, agar selalu dilindungi dalam berumah tangga dan terhindar dari perceraian. Jika Tarian Pa?jaga tidak dilaksanakan dalam upacara Rombotuka (Tobotting) maka acara itu belum dianggap sempurna karena banyak kandungan makna yang terdapat dalam syair-syair Tari Pa?jaga. (2). Makna yang terkandung dalam Tarian Pa?jaga, sebagai bentuk penyerahan diri kepada sang Maha Pencipta dan mendoakan semua masyarakat Kaluppini agar terhindar dari segala marabahaya. Juga mendoakan pengantin baru (pada pesta pernikahan) semoga senantiasa diberi keselamatan dalam menjalani kehidupan yang baru, dimudahkan rezeki dan segala urusan. Dalam kandungan doanya atau syair-syairnya juga mengandung makna agar kedua pengantin senantiasa bersama dalam menjalani kehidupan baru dan tidak mudah bercerai.