Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu
Program Magister Teknik Geomatika, ITS

Published : 40 Documents
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS PENENTUAN ZONA KERENTANAN GERAKAN TANAH DENGAN METODE STORIE (STUDI KASUS KABUPATEN WONOGIRI) Darmawan, Wahyu; Suprayogi, Andri; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Wonogiri adalah salah satu daerah yang termasuk rawan terjadinya kejadian gerakan tanah di Jawa Tengah. Berdasarkan dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, pada tahun 2014 ? 2017 terjadi banyak kejadian gerakan tanah. Kejadian yang paling banyak terjadi di tahun 2015 dan 2016 dengan 289 dan 240 kali kejadian gerakan tanah pada tahun tersebut. Analisa dan pengetahuan mengenai tingkat kerentanan gerakan tanah diperlukan untuk mendukung upaya mitigasi gerakan tanah di Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan gerakan tanah dan persebarannya di daerah Kabupaten Wonogiri dengan mengggunakan metode Storie. Parameter karakteristik fisik wilayah yang berupa tataguna lahan, kelerengan, jenis tanah, curah hujan dan data geologi digunakan sebagai parameter masukan dalam perhitungan Indeks Storie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Wonogiri terdapat empat tingkat kerentanan gerakan tanah yakni rendah (110,615 Ha), sedang (136374,163 Ha), tinggi (47690,164 Ha), dan sangat tinggi (894,399 Ha). Berdasarkan hasil survei dan validasi di lapangan mengenai kejadian gerakan tanah yang dilakukan mulai tahun 2018, terdapat 50 lokasi kejadian gerakan tanah yang disurvei. Berdasarkan dari 50 lokasi yang telah disurvei, 41 lokasi termasuk dalam tingkat kerentanan gerakan tanah tinggi dan 9 lokasi termasuk dalam tingkat kerentanan gerakan tanah sedang. Kejadian yang paling banyak dari hasil survei adalah di Kecamatan Selogiri dan Kecamatan Karangtengah.
ANALISIS PENENTUAN LAHAN KRITIS DENGAN METODE FUZZY LOGIC BERBASIS PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KABUPATEN SEMARANG) Oktaviani, Andini Riski; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLahan kritis merupakan lahan yang telah mengalami kerusakan fisik, kimia dan biologi yang pada akhirnya membahayakan fungsi hidrologis, orologis, produksi pertanian, pemukiman dan kehidupan sosial ekonomi. Luas lahan kritis Kabupaten Semarang dari tahun ke tahun semakin menurun dan tercatat pada tahun 2015 sebesar 7.383,50 Ha. Daerah studi yang dianalisis dalam penelitian ini terdiri dari tiga kawasan yaitu kawasan hutan lindung, kawasan budidaya untuk pertanian, dan kawasan lindung di luar kawasan hutan. Pemilihan area studi penelitian didasarkan dari Permenhut No. 32/Menhut-II/2009.Penelitian ini berbasis penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk memetakan dan menganalisis lahan kritis. Metode yang digunakan adalah metode fuzzy logic dan dalam proses pengolahan menggunakan perangkat lunak Matlab. Parameter yang digunakan untuk menganalisis lahan kritis yaitu penutupan lahan (kerapatan vegetasi), erosi, lereng, produktivitas dan manajemen. Parameter penutupan lahan (kerapatan vegetasi) dalam penelitian ini didasarkan dari pengolahan algoritma NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) di citra landsat 8 tahun 2016. Sedangkan untuk mendapatkan derajat kemiringan lereng didasarkan dari pengolahan DEM SRTM.Lahan kritis berdasarkan metode scoring dan pembobotan sesuai Permenhut No. 32/Menhut-II/2009 menunjukkan bahwa kawasan budidaya pertanian didominasi dengan kriteria tingkat potensi kritis seluas 2.747, 720 Ha di Kecamatan Jambu. Hasil pengolahan metode fuzzy logic didapatkan kawasan budidaya pertanian didominasi dengan kriteria tingkat potensi kritis seluas 2.948,205 Ha di Kecamatan Getasan. Kriteria tingkat kritis dari hasil pengolahan metode scoring dan pembobotan sesuai Permenhut serta fuzzy logic terdapat di kawasan hutan lindung seluas 0,909 Ha di Kecamatan Bandungan. Tingkat keakuratan hasil pengolahan divalidasi dengan pengambilan 25 titik sampel acak berdasarkan survei lapangan dan interpretasi di Google Earth. Hasil uji signifikan dengan uji t sample berpasangan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil metode scoring dan pembobotan dengan nilai validasi lapangan dan hasil fuzzy logic. Presentase kesesuaian metode scoring dan pembobotan dengan hasil validasi lapangan sebesar 56% sedangkan fuzzy logic sebesar 64%.
ANALISIS TINGKAT DAERAH RAWAN KRIMINALITAS MENGGUNAKAN METODE KERNEL DENSITY DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES KOTA SEMARANG Nanda, Chairunisa Afnidya; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tindak kriminalitas merupakan suatu permasalahan yang terjadi di setiap wilayah termasuk di Kota Semarang, namun di Polrestabes Kota Semarang belum dapat memvisualisasikan kejadian kriminalitas ke dalam bentuk peta sehingga diperlukan suatu metode untuk menganalisis dan menentukan daerah rawan kriminalitas. Pada penelitian ini, dilakukan pemetaan daerah rawan kriminalitas di Kota Semarang. Metode Clustering yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kernel Density. Metode Kernel Density adalah pengelompokan data berdasarkan kerapatan TKP dari tindak kejahatan berdasarkan radius tertentu. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 1965 kasus kriminalitas selama tahun 2016-2018. Daerah tingkat kerawanan untuk seluruh kasus dan setiap kasus di 16 Kecamatan Kota Semarang  terbagi menjadi 5 kelas, yaitu daerah rawan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Berdasarkan hasil verifikasi menggunakan metode Kernel Density berdasarkan data kriminalitas tahun 2019, nilai rata-rata yang di peroleh sebesar 49,13%Kata Kunci : Kernel Density, Kriminalitas, Sistem Informasi Geografis.   ABSTRACT Crime is a problem that occurs in every region including in the city of Semarang, but in Polrestabes city of Semarang has not been able to visualize the incidence of crime into the form of map so it is needed a method to Analyzing and determining areas of crime prone. In this research, conducted mapping of crime prone areas criminality in Semarang. The Clustering method used in this study is Kernel Density. The Kernel Density method is a grouping of data based on crime SCENE density from a specific radius. The results of this study showed 1965 cases of criminality during the year 2016-2018. Areas of insecurity for all cases and each case in 16 districts of Semarang is divided into 5 classes, namely the area is very high, high, medium, low and very low. Based on the verification results using Kernel Density method based on the crime data of 2019, the average value gained by 49,13%Keywords : Criminality, Geographic Information Systems, Kernel Density.
PERANCANGAN APLIKASI WISATA DAN CITY TOURISM BERBASIS WEBGIS GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING WISATA KOTA (STUDI KASUS: KOTA SEMARANG) Santynawan, Archita Permata; Sudarsono, Bambang; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang memiliki potensi yang besar dalam bidang pariwisata, namun dalam keberjalanannya pengembangan dan pemanfaatan potensi-potensi wisata di Kota Semarang dirasa belum maksimal. Kegiatan city tour yang biasa dilakukan oleh wisatawan sejauh ini hanya didukung pemerintah Kota Semarang melalui bus wisata seperti Si Kenang, Si Denok, dan Si Kuncung yang memiliki rute terbatas, maka untuk menunjang hal tersebut diperlukan adanya suatu aplikasi WebGIS wisata dan city tourism yang berisikan informasi mengenai objek-objek wisata di Kota Semarang, informasi fasilitas umum dan rute baru yang disarankan guna meningkatkan daya saing wisata Kota Semarang. Penelitian ini dilaksanakan dengan pembuatan basis data yang berisikan data objek wisata, data fasilitas umum dan data rute city tour hasil analisis proximity shortest path dan pembuatan peta dasar menggunakan Leaflet Javasctipt library yang kemudian ditempelkan ke aplikasi WebGIS wisata dan city tourism Kota Semarang. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Aplikasi WebGIS wisata dan city tourism Kota Semarang dengan nama Melanglang Semarang yang memuat informasi tempat-tempat wisata di Kota Semarang sejumlah 37 objek wisata yang tergolong dalam 5 kategori yang tersebar di 12 kecamatan Kota Semarang beserta fasilitas-fasilitas umum di sekitar objek-objek wisata tersebut dengan total jumlah fasilitas 1532 dengan sebaran data fasilitas perbankan sebanyak 103 data, data fasilitas perbelanjaan sebanyak 107 data, data fasilitas peribadatan sebanyak 933 data, data fasilitas kantor polisi sebanyak 14 data, data fasilitas halte BRT sebanyak 148 data, data fasilitas transportasi sebanyak 3 data, data fasilitas bengkel sebanyak 16 data, data fasilitas SPBU sebanyak 24 data, data fasilitas kesehatan sebanyak 105 data dan data penginapan sebanyak 79 data. serta menampilkan saran 12 rute city tour di Kota Semarang dengan 5 tema yang dikelompokkan sesuai lokasinya. Pengujian usabilitas dari aplikasi ini mendapatkan hasil skor persentase rata-rata sebanyak 82,3% sehingga website ini masuk dalam kategori ?Sangat Memuaskan?. Kata Kunci: leafletjs, pariwisata, Semarang, tur keliling kota, WebGIS.ABSTRACTSemarang City has a great potential in tourism, but Semarang?s tourism are felt that they has not being developed and the utilized enough up to its real potential. City tour is one of the most often done by tourists on their journey while travelling, but in Semarang this activity are only supported by the city government by the city tour busses like Si Kenang, Si Denok, and Si Kuncung that have limited route focuses on the downtown area of Semarang, so to support tourists city tour activities this tourism map and city tour WebGIS application that contains information about the destinations, information about the public facilities, and new routes recommended by the researcher is needed to increase the Semarang?s tourism competitiveness in comparison to other cities in Indonesia. This research is done by making the database containing destinations coordinate data, public facilities coordinate data and city tour route data created from shortest path proximity analysis and creating the basic map application using Leaflet Javascript library that embedded into the Semarang City tourism and city tourism WebGIS application. The result of this research is Semarang tourism and city tour WebGIS application called Melanglang Semarang containing information about 37 tourism destinations in Semarang categorized into 5 category and distributed into 12 district in Semarang City with the information of public facilities located near them with the total number of 1532 public facilities with the distribution of 103 banks data, 107 market data, 933 worshipping place data, 14 police station data, 148 BRT Stop data, 3 transportation data, 16 machine shop, 24 gas station data, 105 health facilities data, and 79 lodging data. and also this application will show user 12 suggested new city tour routes classified within 5 themes grouped according to its location to go around in Semarang. The usability test done for this application get the average result of 82,3% so that this website is considered to the category ?Very Satisfying?. Keywords: city tour, leafletjs, Semarang, tourism,WebGIS.
ANALISIS KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN DATA OPEN STREET MAP (OSM) DAN INASAFE Yashinta, Viona; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang termasuk kota besar dengan jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Salah satu permasalahan yang sering terjadi setiap tahunnya adalah masalah banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, pada tahun 2018 terdapat 36 kejadian bencana banjir yang jumlahnya meningkat sejak dua tahun terakhir. Pada tahun 2016 terdapat 30 kejadian banjir serta 28 kejadian banjir pada tahun 2017. Bencana banjir tidak hanya berakibat kerusakan fisik bangunan rumah dan sarana prasarana umum, tetapi juga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.Salah satu upaya untuk mengurangi kerugian adalah mengidentifikasi kawasan rawan banjir dan dampaknya menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan perangkat lunak QGIS dengan plugin InaSAFE serta menggunakan data dari Open Street Map (OSM). Pemetaan daerah rawan banjir Kota Semarang menggunakan dua metode yaitu Atlas BMKG dan SNI 8197 tahun 2015. Kedua metode tersebut dibandingkan dan diambil salah satu diantaranya yang merupakan metode terbaik. Metode terbaik didasarkan dari validasi data kejadian banjir tahun 2018 dari BPBD dan data lapangan. Identifikasi bangunan dan infrastruktur jalan terpapar diproses menggunakan plugin InaSAFE.Kesesuaian model rawan banjir Kota Semarang 97,84% untuk model rawan banjir atlas BMKG dan 76,29% untuk model rawan banjir metode SNI. Model rawan banjir Kota Semarang menggunakan metode atlas BMKG menghasilkan tingkat rawan banjir rendah seluas 12.541,1 Ha. Tingkat rawan banjir menengah seluas 16.368,7 Ha. Tingkat rawan banjir tinggi seluas 10.176,1 Ha. Kecamatan dengan daerah terpapar rawan banjir tinggi adalah Kecamatan Pedurungan dengan luas rawan banjir tinggi 1.911,9  Ha yang merupakan 87,234% dari keseluruhan luas Kecamatan tersebut. Jumlah bangunan yang terpapar rawan banjir sebanyak 243.114 bangunan. Jalan utama Kota Semarang yang terpapar rawan banjir sebanyak 30 ruas jalan dan jenis jalan regional sebanyak 44 ruas jalanKata Kunci : Atlas BMKG, Banjir Kota, InaSAFE, Open Street Map, SNI 8197ABSTRACTSemarang is a big city with a fast-growing population that continues to increase every year. One problem that often occurs every year is the problem of flooding. Based on the data from the Semarang City Disaster Management Agency (BPBD), in 2018 there were 36 flood disasters, the number has increased since the last two years. In 2016 there were 30 flood events and 28 flood events in 2017. The flood disaster not only caused physical damage to buildings or structures and public infrastructure but also disrupted social and economic activities of the community.To prevent a big damage from flood disaster is to identify flood hazard areas and their exposure using Geographic Information Systems (GIS). This research will use QGIS InaSAFE plugin and use the data from Open Street Map (OSM). There will be a comparison between the results of flooding hazard mapping using the Atlas BMKG method and SNI 8197 of 2015 method and one of them is taken as the best method. The best method is based on the validation process using 2018 flood disasters data from BPBD and field survey. Furthermore, determining the number of buildings and flood-affected roads will be processed using the InaSAFE plugin.The suitability of Semarang's flood hazard model using the Atlas BMKG method is 97,845%, and 76,293% using the SNI flood hazard models method.The Semarang City flood hazard model using the Atlas BMKG method produced a low flood hazard level of 12.541,1 Ha. The level of medium flood hazard is 16.368,7 Ha. High level of flood hazard area is 10.176,1 Ha. Subdistrict that is most exposed to high level flood hazard is Pedurungan District with 1.911,9 Ha which represents 87,234% of the total area of Pedurungan District. The number of buildings exposed to flood hazards is 243.114 buildings. The roads in Semarang City that are exposed to the flood hazard are 26  primary roads and 44 secondary roads. Key Words: Atlas BMKG, City Flood, InaSAFE, Open Street Map, SNI 8197
KAJIAN PEMETAAN RISIKO BENCANA BANJIR KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Ujung, Arco Triady; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang adalah Ibukota Provinsi Jawa Tengah yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut tidak hanya memberikan dampak positif, tapi juga memberikan dampak negatif. Salah satu dampak negatifrnya adalah banjir. Selain faktor alam, manusia juga memegang peranan besar sebagai faktor meningkatnya potensi terjadinya banjir. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat mempengaruhi sumberdaya air dan tanah, sehingga membuat suatu kawasan menjadi semakin rawan akan banjir. Berdasarkan data BPBD Kota Semarang, terjadi peningkatan kasus banjir dari tahun 2016 ke tahun 2017, dan dari 16 kecamatan di Kota Semarang, sebanyak 10 kecamatan termasuk daerah yang rawan banjir. Tercatat 2.085 korban yang terkena dampak banjir dan mengungsi, serta 529 unit rumah terendam dimana dua diantaranya rusak terkena dampak banjir sepanjang tahun 2018. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan melakukan pengkajian tingkat risiko banjir Kota Semarang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).Metode yang digunakan dalam menyusun peta risiko bencana banjir adalah dengan overlay peta ancaman banjir, peta kerentanan banjir, dan peta kapasitas banjir yang berpedoman pada SNI dan PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 menggunakan matriks VCA (Vulnerability Capacity Analysis). Kajian risiko bencana dijadikan sebagai dasar untuk menjamin harmonisasi arah dan efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana pada suatu daerah.Hasil dari pemodelan diperoleh wilayah dengan tingkat risiko rendah seluas 19.535,781 ha atau sebesar 49,98% dari total luas Kota Semarang, tingkat risiko sedang dengan luas 14.358,708 ha atau sebesar 36,74% dari total luas Kota Semarang, dan tingkat risiko tinggi seluas 5.191,383 ha atau 13,28% dari total luas Kota Semarang. Kata kunci: Ancaman, Kapasitas, Kerentanan, Risiko, VCA   ABSTRACTSemarang City is the capital city of Central Java Province which have rapid development not only gave positive impact, but also gave negative impact, like flood. Besides natural factors, humans also play a big role as the factor of floods increases. Increasing population growth affects water and soil resources, thus making an area more prone to flooding. According to BPBD of Semarang City data, there has an increase of flodd cases from 2016 to 2017, and from 16 sub-districts in Semarang City, there are 10 sub-district  including flood-prone areas. There were 2,085 victims affected by flooding and displaced, and 529 houses were submerged, two of which were damaged by the flood throughout 2018. Efforts that made to reduce these negative impacts are assessment of  the level of flood risk in Semarang City using Geographic Information System (GIS). The method used in compiling a flood risk map is by overlaying a flood hazard map, a flood vulnerability map, and a flood capacity map based on SNI and PERKA BNPB No. 2 of 2012 using VCA matrix. Disaster risk assessment is the basis for ensuring the alignment and effectiveness of disaster management in the following area.The results of the model obtained areas with a low risk area is 19,535.781 ha or 49.98% of the total area of Semarang City, a medium level of risk with an area of 14,358.708 ha or 36.74% of the total area of Semarang City, and a high level of risk area is 5,191.383 ha or 13.28% of the total area of Semarang City. Keywords : Capacity, Hazard, Risk, VCA, Vulnerability
IDENTIFIKASI POTENSI AIR TANAH BERBASIS PENGINDRAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KABUPATEN KENDAL) PRATAMA, IFAN ADI; Sukmono, Abdi; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air tanah merupakan bagian air di alam yang terdapat di bawah permukaan tanah. Jumlah air tanah yang tersimpan di bumi memiliki jumlah yangtidak lebih dari 1%. Pemanfaatan air tanah oleh masyarakat semakin berkembang di berbagai sektor. Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkena dampak kekurangan air tanah. Pemetaan air tanah perlu dilakukan untuk mengetahui potensi air tanah di suatu daerah sebagai tindakan awal dalam upaya identifikasi dan pencarian sumber air demi memenuhi kebutuhan masyarakat.Identifikasi potensi air tanah di Kabupaten Kendal dalam penelitian ini menggunakan data Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Aplikasi Pengindraan Jauh digunakan untuk mengidentifikasi indeks vegetasi  menggunakan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Aplikasi Sistem Informasi Geografis dilakukan untuk mengidentifikasi potensi air tanah melalui tumpang tindih dengan metode kuantitatif berjenjang terhadap parameter indeks vegetasi, kelerengan, jenis tanah, jenis batuan, curah hujan dan penggunaan lahan sehingga didapat sebaran potensi akuifer serta tumpang tindih sebaran potensi akuifer terhadap parameter cekungan air tanah.Hasil dalam penelitian ini, didapatkan bahwa potensi air tanah di Kabupaten Kendal terdiri dari beberapa kelas potensi air tanah yaitu tidak berpotensi, rendah, sedang, dan tinggi. Potensi air tanah di Kabupaten Kendal didominasi oleh potensi air tanah sedang seluas 48.506,330 Ha, tidak berpotensi seluas 35.635,907 Ha, potensi air tanah tinggi seluas 15.443,343 Ha, dan potensi air tanah rendah seluas 1.152,785 Ha. Berdasarkan validasi menggunakan 41 data lapangan diperoleh 34 data sesuai dan 7 data tidak sesuai sehingga diperoleh tingkat akurasi sebesar 82,93%.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB Pangestika, Lutfia; Subiyanto, Sawitri; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan akses informasi akan pelayanan kesehatan merupakan hak bagi setiap masyarakat sekaligus kewajiban bagi Negara untuk menyediakannya sesuai amanat UU kesehatan tahun 2009. Hal inilah yang menuntut informasi fasilitas kesehatan juga harus bisa diakses dengan mudah. RIFASKES (Riset Fasilitas Kesehatan) merupakan salah satu program Kementrian Kesehatan RI melalui Balitbang Kemenkes untuk memantau fasilitas kesehatan milik pemerintah diantaranya puskesmas dan rumah sakit. Pemantauan meliputi kondisi bangunan puskesmas, jenis dan kategori tingkat pelayanan, jumlah tenaga kesehatan serta kelengkapan alat kesehatan. Pemantauan ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran dan fungsi fasilitas kesehatan pemerintah untuk kesehatan masyarakat, namun terkendala dalam mendapatkan data yang selama ini dilakukan secara konvensional.Pada penelitian ini dibuat sistem informasi geografis berbasiskan web untuk mengetahui persebaran tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit agar mampu menyediakan informasi bagi masyarakat. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data spasial (koordinat x y) menggunakan GPS handheld dan data non spasial. Penelitian ini dikembangkan menggunakan basis data MySQL dan peta menggunakan Google Maps API.Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi SIG berbasis web yang menampilkan lokasi layanan kesehatan beserta tenaga kesehatan dan fasilitas dari layanan kesehatan. Web tersebut dapat diakses pada situs www.gistenagakesehatankotasemarang.com.  
EVALUASI KESESUAIAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 7 TAHUN 2010 DI KECAMATAN SEMARANG SELATAN Extiana, Kiky; Awaluddin, Moehammad; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSemarang Selatan merupakan salah satu kecamatan di Kota Semarang yang menjadi kawasan pusat aktivitas dan pusat perekonomian kota. Berbagai infrastruktur dibangun dan dikembangkan di kecamatan ini untuk mendukung berjalannya aktivitas dan perekonomian di pusat kota. Selain itu, Kecamatan Semarang Selatan merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk bruto klasifikasi tinggi. Perkembangan infrastruktur serta kepadatan penduduk yang tinggi dapat memicu penurunan kualitas lingkungan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Semarang menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan kota serta keterpaduan kegiatan pembangunan. Hampir sepuluh tahun berjalannya perda ini, belum terdapat publikasi penelitian tentang evaluasi kesesuaian RTH berdasarkan perda berbasis spasial, terlebih dengan adanya pembagian area RTH yang detail di kawasan permukiman. Sebagai salah satu kecamatan dengan persentase rencana luasan RTH kawasan permukiman terbesar, maka perlu dilakukan penelitian tentang evaluasi kesesuaian RTH berdasarkan Perda Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2010 di Kecamatan Semarang Selatan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan intepretasi citra WorldView-2 untuk didapatkan persebaran dan luasan RTH. Karena luas RTH direncanakan secara mendetail, diperlukan kontrol kualitas data seperti uji akurasi posisi dan tematik. Hasil uji akurasi posisi horizontal dan akurasi tematik menunjukkan pergeseran posisi menggunakan citra WorldView-2 untuk Peta Ruang Terbuka Hijau skala 1:2.500 tidak melebihi 1,5 meter serta akurasi tematik klasifikasi sebesar 96,65%. Secara umum, Kecamatan Semarang Selatan telah memenuhi peraturan 113,940 Ha dari 175,829 Ha atau 65% dari yang telah direncanakan. Terdapat enam klasifikasi ruang terbuka hijau yang belum memenuhi perencanaan yaitu pada kawasan sempadan sungai, areal taman lingkungan permukiman, area ruang hijau jalan permukiman, pertamanan dan lapangan, khusus militer, serta jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi. Kata Kunci: RTH, Semarang Selatan, SIG ABSTRACTSouth Semarang is one of district in the Semarang City which is a center of activities and economy of the city. Various infrastructures are constructed and developed in this district to support the running of activity and economy in the center of the city. In addition, South Semarang District has a high gross population density classification. Development of infrastructure and high population density can trigger a decrease in environmental quality. Therefore, Semarang City Government issued Regional Regulation Number 7 of 2010 concerning Green Open Space Arrangement as an effort to maintain the quality of the city environment and the integration of development activities. Almost ten years of the operation of this regulation, there has been no research publication on the evaluation of green open space suitability based on regional regulation with spatial based, especially with the detail division of green open space in residential areas. As one of the sub-districts with the largest percentage of planned green open space area of residential, it is necessary to do research on evaluation of green open space suitability based on Regional Regulation of Semarang City Number 7 of 2010 in South Semarang District. This research was conducted using a spatial analysis method with WorldView-2 image interpretation to obtain the distribution and extent of green open space. Because detail of green open space plan, data quality controls such as position and thematic accuracy testing are required. Horizontal position and thematic accuracy test results show position shift using WorldView-2 imagery for a 1: 2,500 scale Green Open Space Map not to exceed 1.5 meters and a thematic accuracy classification of 96.65%. In general, South Semarang district has complied with 113,940 Ha out of 175,829 Ha or 65% of what was planned. There are six classifications of green open space which is not sufficient with the planning regulation consists of river border, settlement park area, settlement road area, park and field, military, and electric voltage line.
MODEL CELLULAR AUTOMATA MARKOV UNTUK PREDIKSI PERKEMBANGAN FISIK WILAYAH PERMUKIMAN KOTA SURAKARTA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Fitriana, Arrizqa Laili; Subiyanto, Sawitri; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kota Surakarta merupakan salah satu wilayah dengan perkembangan kota yang pesat. Hal tersebut terjadi akibat dari peningkatan populasi dan mobilitas penduduk yang semakin tinggi. Karena faktor-faktor tersebut, maka terjadi pertumbuhan pembangunan serta perubahan penggunaan lahan yang membawa pada perubahan fisik kota. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian perubahan penggunaan lahan di Kota Surakarta. Metode yang digunakan untuk menentukan pola arah perkembangan fisik wilayah permukiman adalah Global Moran?s Index sedangkan untuk memprediksi perkembangan fisik wilayah Kota Surakarta tahun 2031 digunakan software IDRISI SELVA 17 metode CA Markov. Data-data yang digunakan antara lain citra satelit Landsat-7 SLC-on path row 119/65 tahun 2003, satelit Landsat-7 SLC-off path row 119/65 tahun 2010, citra satelit Landsat-8 OLI/TIRS path row 119/65 tahun 2017, peta tata guna lahan Kota Surakarta tahun 2010, peta RBI skala 1:25.000 tahun 2001, peta RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031, peta jaringan jalan tahun 2011, serta peta batas administrasi Kota Surakarta tahun 2011. Hasil dari Global Moran?s I menunjukkan bahwa pola perkembangan fisik permukiman Kota Surakarta adalah acak (random) dengan arah ekspansi bergerak keluar wilayah Kota Surakarta menuju ke selatan yaitu Kabupaten Sukoharjo. Prediksi perkembangan Kota Surakarta tahun 2031 untuk peruntukkan lahan permukiman sebesar 81,7% yang mengarah keluar menuju selatan (Kabupaten Sukoharjo) sedangkan tutupan lahan kosong sebesar 10,7% mengarah ke utara (Kabupaten Karanganyar). Kesesuaian yang diperoleh dari peta prediksi perkembangan fisik wilayah Kota Surakarta tahun 2031 dengan peta RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031 yaitu sebesar 61,3%. Persentase kesesuaian tersebut mengindikasi bahwa hasil prediksi CA Markov bersifat substansial dengan rentang kepercayaan 61%-80%.