Articles

PENGARUH HARi PERDAGANGAN SAHAM TERHADAP RETURN HARIAN SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (Sebuah Studi Terhadap IHSG, lndeks Soham Sektoral Dan lndeks Soham Unggulan (LQ45)) Robiyanto, Robiyanto
JURNAL BISNIS STRATEGI Vol 5, No 3 (2000): Juli
Publisher : Magister Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.158 KB) | DOI: 10.14710/jbs.5.3.48-58

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh hari perdagangan saham terhadap return harian saham telah banyak dilakukan pada berbagai bursa yang ada di dunia ini. Berbagai metode digunakan untuk meneliti hal ini dengan hasll yang konsisten untuk bursa-bursa di belahan dunia barat yaitu dengan return harian saham negatif pada hari Senin yang biasa dlsebut dengan Monday Effect dan return tertinggi pada hari Jum'at yang dlsebut dengan Weekend Effect, kedua hal ini blasa dlsebut dengan day of the week effect. Penelitian yang telah dilakukan di Indonesia memperlihatkan hasil yang tidak konsisten dengan penelitian di luar negeri bahkan antar temuan di dalam negeri. Kebanyakan penelitian di dalam negeri ini menggunakan melode OLS (Ordinary Least Square) dengan dummy variabel untuk menjelaskan fenomena ini. Metode ini dirasakan kurang tepat untuk mengidentifikasi fenomena ini karena menyalahi aturan-aturan regresi.Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh hari perdagangan saham terhadap 11 indeks harga saham yang ada di Bursa Efek Jakarta yaitu IHSG, lndeks LQ45, lndeks Harga Saham Sektoral (Pertanian, Pertambangan, lndustri Dasar; Aneka lndustri, Industri Konsumsi, Properti Infrastruktur, Keuangan dan Perdagangan) dengan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) guna menghindari pelanggaran terhadap aturan-aturan regresi OLS. Metode ini layak dan memenuhi syarat untuk digunakan karena data return saham yang ditelitl memiliki variance yang tidak berubah sepaniang waktu / stasioner (white noise).Hasil penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh hari perdagangan saham terhadap return sahamsektor pertanian, pertambangan dan aneka Industri. Hari perdagangan Senin berpengaruh negatif terhadap return saham-saham sektor properti dan keuangan. Hari Rabu hanya berpengaruh negatif kepada return saham-saham unggulan sementara itu hari Kamis berpengaruh positif pada return pasar, unggulan, sektor industri dasar, industri konsumsi, properti, lnfrastruktur, keuangan dan perdagangan. lebih lanjut tidak dltemukan beda return di setiap hari perdagangan pada return pasar (IHSG), saham-saham sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor industri konsumsi, sektor infrastruktur, sektor keuangan dan perdagangan. Tetapi ditemukan adanya perbedaan return saham -saham unggulan (LQ45), saham-saham sektor industri dasar, sektor aneka industri dan sektor properti pada tiap-tiap hari perdagangan saham.
THE MEDIATING ROLE OF DEBT AND DIVIDEND POLICY ON THE EFFECT PROFITABILITY TOWARD STOCK PRICE Akhmadi, Akhmadi; Nurohman, Nurohman; Robiyanto, Robiyanto
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (Journal of Management and Entrepreneurship) Vol 22, No 1 (2020): MARCH 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.698 KB) | DOI: 10.9744/jmk.22.1.1-10

Abstract

This study aimed to obtain an empirical explanation of the role of debt policy and dividend policy as variables mediating the influence of profitability on stock prices. This study used six mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period of 2012–2016 as samples, hence there were 30 observational data. The sampling technique in this study was purposive sampling. This study found that profitability had a positive effect on stock prices, but the increasing profitability would not necessarily reduce the debt policy. The increasing profitability did not significantly increase the dividend policy, however, increasing dividend policy would increase the stock prices. The results also proved that debt and dividend policy did not mediate the influence of return on equity on the stock prices.
EVALUASI IMPLEMENTASI PENGADAAN OBAT BERDASARKAN SISTEM KATALOG ELEKTRONIK (E-CATALOGUE) DI KABUPATEN SINTANG TAHUN 2015 Hermiana, Aida; Robiyanto, Robiyanto; Nurmainah, Nurmainah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.838 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v4i2.294

Abstract

Pengadaan obat berdasarkan Katalog Elektronik di Kabupaten Sintang telah berjalan sejak tahun 2013 namun memiliki beberapa permasalahan sehingga perlu dilakukan evaluasi mengenai implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pengadaan obat berdasarkan Katalog Elektronik di Kabupaten Sintang tahun 2015 dimulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan hingga realisasi kebutuhan obat puskesmas. Desain penelitian berupa survey deskriptif dengan metode pengumpulan data primer dengan wawancara mendalam serta pengumpulan data sekunder melalui Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) puskesmas. Informan merupakan petugas pengelola obat di 3 puskesmas di Kabupaten Sintang serta Kepala Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan di Dinas Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan proses perencanaan dan pengadaan obat berdasarkan Katalog Elektronik telah berjalan baik dengan persentase 100% dan 90%. Tahun 2015 tidak semua jenis obat dan perbekalan terealisasi namun jenisnya sudah sesuai dengan yang telah dipesan oleh puskesmas. Realisasi kebutuhan obat di Kabupaten Sintang tahun 2015 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan persentase ketersediaan terkecil sebesar 66,67% sedangkan pada tahun 2014 sebesar 36,76%.
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK AIR BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi Linn.) PADA PEMODELAN TIKUS JANTAN GALUR WISTAR HIPERKOLESTEROLEMIA Azhari, Bary; Luliana, Sri; Robiyanto, Robiyanto
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.323 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.24319

Abstract

Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.) memiliki aktivitas antihiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antihiperkolesterolemia, menentukan dosis optimal dan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak air buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) terhadap indeks organ tikus. Hewan uji yang digunakan adalah tikus jantan galur Wistar. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (Simvastatin 0,18 mg/kgbb), dan ekstrak air buah belimbing wuluh dosis 63 mg/kgbb. Parameter yang dilihat adalah, kadar kolesterol total diukur dengan metode CHOD-PAP, berat badan tikus selama 50 hari, dan indeks organ yang selanjutnya diuji secara statistik (One way ANOVA). Pada parameter penurunan kadar kolesterol darah tikus antara kelompok positif dengan kelompok ekstrak air buah belimbing wuluh dosis 63 mg/kgbb tidak mengalami perbedaan bermakna secara statistik. Sedangkan, kelompok ekstrak air buah belimbing wuluh dosis 63 mg/kgbb dan kontrol negatif mengalami perbedaan bermakna (p<0,05). Simpulan, ekstrak air buah belimbing wuluh dosis 63 mg/kgbb memiliki efek antihiperkolesterolemia yang dilihat dari penurunan kadar kolesterol total dari hari ke-30 dan hari ke-50,serta secara statistik berbeda bermakna dengan kontrol negatif,  dan dapat mempengaruhi indeks organ limpa dan pankreas namun tidak mempengaruhi indeks organ ginjal, hati, jantung, dan paru-paru.
Penggunaan Metode Orthogonal GARCH untuk Meramalkan Matriks Kovarians Return Indeks Harga Saham Sektoral Di Bursa Efek Indonesia Robiyanto, Robiyanto
Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan 2019: Vol. 12, No.2, Agustus 2019 (pp. 111-247)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.799 KB) | DOI: 10.24843/JEKT.2019.v12.i02.p05

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini melakukan kajian kesamaan risiko pada indeks-indeks harga saham sektoral yang terdapat di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan metode Orthogonal Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (Orthogonal GARCH). Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data seluruh indeks harga saham sektoral penutupan harian di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari sepuluh indeks harga saham sektoral selama periode 4 Januari 2011 hingga 17 Juli 2017. Dari sepuluh indeks harga saham sektoral yang dikaji ternyata terdapat dua komponen utama faktor yang mempengaruhi conditional variancenya. Hasil penelitian ini adalah bahwa indeks harga saham sektor pertanian dan pertambangan memiliki faktor risiko yang sama, sedangkan indeks harga saham sektoral lainnya memiliki faktor risiko yang sama. Temuan ini berimplikasi bahwa para manajer investasi harus membedakan faktor risiko saham-saham sektor pertanian dan pertambangan dari sektor lainnya. Kata kunci : Orthogonal GARCH; Bursa Efek Indonesia; Value-at-Risk (VaR); Indeks harga saham sektoral; matriks kovarians
Testing Commodities as Safe Haven and Hedging Instrument on ASEAN's Five Stock Markets Robiyanto, Robiyanto
Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan 2017: Vol. 10, No. 2, Agustus 2017 (pp. 110 - 252)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1750.624 KB) | DOI: 10.24843/JEKT.2017.v10.i02.p11

Abstract

This study attempts to analyze commodity market instruments such as gold, silver, platinum, palladium, and West Texas Intermediate (WTI) crude oil’s potential as hedge and safe haven toward some stock markets in South East Asia such as in Indonesia, Singapore, Malaysia, Philippines, and Thailand. To analyze the data, GARCH (1,1) was applied. The research findings showed that gold, silver, platinum, palladium, and WTI could not play their role as hedging instrument for five South East Asian capital markets. WTI could act as a robust safe haven for most South East Asian capital markets. Gold could do the role as a robust safe haven in Singapore and Malaysia, whereas, platinum and silver consistently could be safe haven only for Singapore Stock Exchange. Palladium could only be safe haven for Philippines Stock Exchange.
UJI INTEGRASI PASAR MODAL DAN CONTAGION EFFECT SEBELUM DAN SESUDAH BREXIT PADA PASAR MODAL ASEAN Prayogo, Prayogo; Harijono, Harijono; Robiyanto, Robiyanto
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan Volume 13 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.347 KB) | DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2019.v13.i01.p08

Abstract

This study examined capital market integration and contagion effect among ASEAN and UK capital markets. Data analysis will be divided to before the Brexit (January 2012 – 22 June 2016) and after the Brexit (24 June 2016 – December 2016). The analytical tool used is Vector Autoregressive (VAR) to analyze the integration between capital markets and Granger Causality to detect any contagion effect between capital markets. The conclusion of this research is existance of Brexit event can change the segmented ASEAN-5 region become more integrated. It’s found that the Singapore capital market is a capital market that recieves a contagion effect from the UK capital market before and after Brexit. As for the Indonesia, Malaysia, Philippines and Thailand’s capital markets only received contagion effects between regions, except Philippines capital market after Brexit does’t accept contagion effect from all countries.
PERFORMANCE EVALUATION AND RISK AVERSION RATE FOR SEVERAL STOCK INDICES IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Robiyanto, Robiyanto
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (Journal of Management and Entrepreneurship) Vol 19, No 1 (2017): MARCH 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.28 KB) | DOI: 10.9744/jmk.19.1.60-64

Abstract

There are numerous stock indices in Indonesia Stock Exchange. Several of them are LQ-45, MBX, DBX, JII, SRI-KEHATI, PEFINDO-25, BISNIS-27, IDX-30 and KOMPAS-100. Unfortunately there are limi­ted researches which have been done to measure those indices performance specifically. The same condition also occurs on risk aversion level usage in Indonesia Stock Exchange, only few numbers of researches use this me­a­surement in the portfolio valuation. Based on that, this research measured the performance and risk aversion rate of those indices in Indonesia Stock Exchange. The results of this study were SRI-KEHATI becomes the best performer with the highest risk aversion rate, while Jakarta Islamic Index (JII) produces the lowest positive per­formance with the lowest risk aversion rate. This finding shows that sharia stocks’ characters (i.e. usury free) could give relieveness and convenience regardless its per­formance.
THE EFFECT OF GOLD PRICE CHANGES, USD/IDR EXCHANGE RATE CHANGES AND BANK INDONESIA (BI) RATE ON JAKARTA COMPOSITE INDEX (JCI)’S RETURN AND JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII)’S RETURN Robiyanto, Robiyanto
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (Journal of Management and Entrepreneurship) Vol 20, No 1 (2018): MARCH 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.74 KB) | DOI: 10.9744/jmk.20.1.45-52

Abstract

This study examines the effect of gold price (in Rupiah) changes, US Dollar exchange rate changes against Rupiah (USD / IDR), and BI rate on Jakarta Composite Index (JCI) return and Jakarta Islamic Index (JII) return in Stock Exchange Indonesia during the period of  June 2008 to September 2017. The data used in this study was obtained from the official website of Bank Indonesia and Bloomberg. Data analysis was done by using multiple regression techniques by previously doing classical assumption test. The result of this re­search is that the exchange rate of USD / IDR changes and BI rate has a significant negative effect on JCI re­turn.
THE INFLUENCE OF INFLATION RATE, BI RATE, AND EXCHANGE RATE CHANGES TO THE FINANCIAL SECTOR STOCK PRICE INDEX RETURN IN THE INDONESIAN STOCK MARKET Yunita, Yunita; Robiyanto, Robiyanto
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (Journal of Management and Entrepreneurship) Vol 20, No 2 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.651 KB) | DOI: 10.9744/jmk.20.2.80-86

Abstract

The objective of this study is to find out how macroeconomic factors such as exchange rate changes, BI rate and inflation rate can affect the financial sector stock price index in IDX from 2011 until 2017. Generalize Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH) is used as the analysis method in this research to find the fittest model. The results are, only exchange rate change that has significant effect to financial sector stock price index. Inflation and BI rate have no significant effect to financial sector stock price index.