Articles

Found 16 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI MI BASAH DENGAN SUBSTITUSI UMBI TALAS KUKUS (COLOCASIA ESCULENTA) Supardi, Muhammad; Purwayantie, Sulvi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mi basah merupakan makanan berbahan dasar tepung terigu yang sangat populer. Pemakaian tepung terigu pada mi basah dapat disubstitusikan dengan bahan lain diantaranya umbi talas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi terbaik antara tepung terigu dan umbi talas kukus agar dihasilkan mi basah yang dapat diterima oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan umbi talas berpengaruh nyata terhadap kadar air, cooking time, warna dan tekstur. Perlakuan terbaik dimiliki oleh substitusi 10% umbi talas kukus. Sifat fisikokimia mi basah umbi talas memiliki rata-rata kadar air 28,46%, abu 0,82%, protein 9,29%, cooking loss 2,88% dan cooking time 5,32 menit. Hasil analisis hedonik terbaik yaitu warna 3,92 (suka), tekstur 3,76 (suka), rasa 3,52 (suka).Kata kunci: mi, substitusi, talas
FORMULASI SIRUP JERUK SAMBAL (CITRUS AMBLYCARPA) DENGAN PENAMBAHAN BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS (L.) MERR) GUSTINI, GUSTINI; PRIYONO, SUKO; HARTANTI, LUCKY
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi sari buah jeruksambal dan nanas dalam pembuatan sirup yang menghasilkan sifat fisikokimiadan sensori terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RancanganAcak Kelompok (RAK) dengan satu perlakuan yaitu formulasi jeruk sambaldengan penambahan buah nanas yang terdiri dari enam taraf yaitu 100ml : 0ml,80ml : 20ml, 60ml : 40ml, 40ml : 60ml, 20ml : 80ml dan 0ml : 100ml. Variabelyang diamati adalah karakter fisikokimia dan sensori. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sirup jeruk sambal dengan penambahan buah nanas yangdihasilkan memiliki kandungan vitamin C berkisar antara 27,5-38,5 mg/100g, pH2,97-4,7, total asam 6,65-52,25%, total padatan terlarut 66,37-67,95 0Brix.Formulasi sirup jeruk sambal dengan penambahan buah nanas berpengaruh nyataterhadap vitamin C, pH, total asam sirup, namun berpengaruh tidak nyata terhadaptotal padatan terlarut sirup yang dihasilkan. Berdasarkkan uji fisikokimia dansensori, formulasi sirup 80ml : 20ml menghasilkan nilai perlakuan (NP): 1,02sebagai perlakuan terbaik dengan karakter fisikokimia yaitu vitamin C36,3mg/100g, pH 3,07, total padatan terlarut 66,5 0Brix, dan total asam 52,25%,dan karakter sensori adalah aroma 3,83 (wangi jeruk), rasa 3,9 (manis) dan warna3,06 (agak kuning).Kata kunci : formulasi, fisikokimia, jeruk sambal, nanas, sensori, sirup
KAJIAN PENAMBAHAN JAHE PADA KUALITAS MANISAN KERING BIJI KARET rabayani, astuti; rahayuni, tri; hartanti, lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manisan kering biji karet merupakan salah satu inovasi hasil olahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari penambahan jahe pada kualitas manisan biji karet yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 1 faktor  perlakuan yaitu penggunaan penambahan jahe dengan 6 taraf perlakuan yaitu 0, 20,40,60, 80 dan 100 g jahe. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi sifat fisikokimia dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jahe berpengaruh nyata terhadap lemak, karbohidrat,  dan Total Padatan Terlarut serta berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, kadar abu, protein serta vitamin C. Perlakuan penambahan jahe terbaik adalah 80 g jahe dengan karakter fisikokimia berupa kadar air (7,80 %), kadar abu (4,18 %),protein (5,67 %),  lemak (19,36 %), karbohidrat (61,94 %), Total Padatan Terlarut (40,50 0Brix) dan vitamin C (8,58 %) dengan karakter organoleptik terbaik yaitu rasa 3,86 (sangat pedas jahe), aroma 4,08 (wangi), tekstur 4,24 (renyah) dan kesukaan 3,9 (suka).
KAJIAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DAN JERUK SAMBAL (CITRUS MICOCARPA) PADA PEMBUATAN PERMEN JELLY Nurhayati, Nurhayati; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.636 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi lidah buaya dan jeruk sambal untuk menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori dari permen jelly terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari enam perlakuan lidah buaya : jeruk sambal yaitu 100 : 0 %, 90 : 10 %, 80 : 20 %, 70 : 30 %, 60 : 40 %, dan 50 : 50 %. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi kadar abu, total asam, tingkat kekerasan dan uji sensori yang meliputi kekenyalan, rasa, dan warna. Hasil penelitian terbaik permen jelly lidah buaya dan jeruk sambal adalah lidah buaya 80 % dan jeruk sambal 20 % dengan hasil analisis kadar abu (0,49 %), total asam (0,12 %), dan tingkat kekerasan (0,17 kg force). Hasil uji organoleptik terbaik yaitu kekenyalan 3,24 (kenyal), rasa 2,64 (asam), dan warna 3,04 (kuning).
KAJIAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL CELUP KAYU SEPANG DENGAN PENAMBAHAN JAHE DAN DAUN JERUK PURUT SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL rizki, rizki; Lestari, Retno Budi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula minuman herbal celup kayu sepang dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut sebagai minuman fungsional yang tepat dengan sifat fisikokimia terbaik dan sensori yang dapat diterima masyarakat. Metode penelitian  menggunakan rancangan acak lengkap dengan 1 faktor perlakuan yang terdiri dari 6 taraf perlakuan.Taraf perlakuannya adalah: t0 (1g kayu sepang : 0g jahe : 0g daun jeruk purut), t1 (1 g kayu sepang : 0 g jahe : 1 g daun jeruk purut), t2 (1g kayu sepang : 0,25g jahe : 0,75g daun jeruk purut), t3 (1g kayu sepang : 0,50g jahe : 0,50g daun jeruk purut), t4 (1g kayu sepang : 0,75g jahe  : 0,25g daun jeruk purut), t5 (1 kayu sepang : 1g jahe : 0 g daun jeruk purut), masing-masing perlakuan diulang 4 kali. parameter pengamatan meliputi: sifat fisikokimia minuman herbal celup kayu sepang , yaitu: kadar air (serbuk), kadar abu (serbuk), pH (serbuk dan seduhan), vitamin C (serbuk dan seduhan), total fenol (serbuk dan seduhan), jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut berpengaruh nyata terhadap vitamin C serbuk dan seduhan, pH serbuk dan seduhan, kadar air dan kadar abu serbuk, total fenol serbuk dan seduhan, rasa, aroma, warna, dan kesukaan. Perlakuan minuman herbal celup kayu sepang dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut terbaik adalah formula t3 (1g kayu sepang: 0,50g jahe : 0,50g daun jeruk purut) dengan karakter fisikokimia vitamin C 35,5 mg/100g (serbuk); 23 mg/100g (seduhan), pH 6,44 (serbuk); 6,26 (seduhan), kadar air 9,69% (serbuk), kadar abu 1,33(serbuk), total fenol 1,26% (serbuk); 0,97% (seduhan), total asam 2,44% (serbuk); 1,70% (seduhan), dengan karkter sensori aroma 3,28 (agak wangi), warna 3,07 (agak jingga), rasa 3,17 (agak pedas jahe), dan kesukaan 3,79 (suka).
KARAKTERISTIK GIZI MAKANAN FERMENTASI TRADISIONAL KABUPATEN SANGGAU surianto, surianto; purwayanti, sulvi; hartanti, lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik  dan gizi makanan fermentasi tradisional Kabupaten Sanggau yaitu pekasam ikan, peje ikan, jeruk rebung dan jeruk sawi. Variabel pengamatan meliputi pH, total asam, kadar garam, kadar air, kadar abu, protein, lemak dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik produk fermentasi perikanan (pH, total asam, dan kadar garam) pekasam ikan dan peje ikan (pH 5,20-5,83, total asam 0,39-0,63, total garam 3,95-6,03%) lebih tinggi dibandingkan produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (pH 4,20-5,63, total asam 0,14-0,24%, total garam 2,95-5,11%). Hasil komposisi gizi menunjukan kadar air produk fermentasi perikanan pekasam ikan dan peje ikan (kadar air 58,36-59,40%) lebih rendah dibandingkan kadar air produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (kadar air 65,75-90,55%) sedangkan kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat produk fermentasi perikanan pekasam ikan dan peje ikan (kadar abu 16,35-18,13%, protein 4,02-4,46%, lemak 2,13-2,44%, karbohidrat 17,05-17,66%) lebih tinggi dibandingkan kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (kadar abu 2,25-16,52%, protein 1,66-1,75%, lemak 0,09-0,17%, karbohidrat 5,38-15,90%). Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar labeling makanan fermentasi tradisional Kabupaten Sanggau. Kata kunci : fermentasi, gizi, karakteristik, tradisional
EVALUASI GIZI CINCALOK DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP zakaria, zakaria; purwayanti, sulvi; hartanti, lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.614 KB)

Abstract

        Cincalok merupakan salah satu produk hasil fermentasi rebon yang sudah cukup terkenal di Kalimantan Barat dan makanan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil gizi yang terdapat pada produk cincalok yang ada di desa sungai kakap kecamatan sungai kakap. Desain penelitian ini menggunakan metode survey kemudian analisis ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Faktor perlakuan yang diuji adalah periode pembuatan cincalokdimana produksi dalam 1 bulan (I, II, III) diulang sebanyak 5 kali. Data yang di ukur: analisis proksimat (kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat) dan kharakteristik total asam serta total garam. Hasil penelitian menunjukkan: kadar air   49,57 % - 53,10 %, kadar abu 10,22 % - 10,47 %, kadar protein 18,18 % - 19,26 %, kadar lemak 3,84 % - 4,20 %, kadar karbohidrat  16,56 % - 20,69 %, total asam 0,49 % - 0,65 %, total garam 9,59 % - 10,19 %.           Kata kunci : Cincalok, Gizi, Rebon.
KAJIAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BELIMBI LINN) SEBAGAI BAHAN PENGGUMPAL TAHU Rokhaenah, Siti; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTofu is a traditional food consumed by many Indonesia as a high source of protein. It is delicious and cheap. It is a soft food product which is made from a soybean processing. It utilizes the nature of protein which coagulates if acidified. The star fruit which contains high citric acid (92,6-133,8) can be used as a tofu coagulant. The purpose of this research was to gain the optimal amount of the extract of wuluh star fruit to be used as a tofu coagulant. Thus, it could result in the best tofu in terms of its physiochemical and sensory characteristics. The best treatment was gained from 7% extrac of wuluh star fruit. The physiochemical characteristics of tofu had 48,21% of water content, 2,39mg/100 mg of vitamin C, 0,06kg/force level of solidity, and 13,88g/100g protein. Mean while, the result of test of preference were taste by 3,76 (dislike), texture by 3,68 (dislike), fragrance 4,08 (like), and color 4,12 (like).Keyword:  wuluh star fruit, coagulant, tafu
KAJIAN SUHU DAN LAMA PENGERINGAN PADA KUALITAS BAHAN BAKU BUBUR PEDAS KHAS NATUNA APRIANA, APRIANA; Rahayuni, Tri; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.143 KB)

Abstract

Bubur pedas Natuna adalah makanan tradisional melayu yang berbahan dasar beras dan beberapa rempah ? rempah, yang biasa disajikan pada bulan Ramadhan maupun perayaan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan suhu dan lama pengeringan terbaik terhadap kualitas bahan baku bubur pedas khas Natuna. Penelitian dilaksanakan di Laboraturium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai pada Maret sampai Agustus 2017. Rancangan penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial dalam RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor perlakuan yaitu suhu (40 ?C, 50 ?C, 60?C) dan lama ( 4 jam, 5 jam, 6 jam) dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, karbohidrat dan sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji BNJ 5 %. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian pengeringan bahan baku bubur pedas khas Natuna menghasilkan kualitas terbaik dengan perlakuan suhu 60?C selama 6 jam. Bahan baku yang dihasilkan memiliki karakter fisikokimia dan sensori : rendemen 85, 39 %, kadar air 4,53 %, kadar abu 1,43 %, kadar lemak 7,48 %, kadar protein 0,006% dan karbohidrat 86,55 %. Hasil analisis sensori  terbaik yaitu warna 3,70 (kuning), aroma 4,60 (sangat wangi khas bubur pedas), kerenyahan 4,50 (renyah) dan kesukaan 3,97 (suka).
EKSTRAK ANTIOKSIDAN FENOLIK KULIT NANAS (ANANAS COMOSUS (L) MERR.) SEBAGAI PENGAWET ALAMI UNTUK MENGHAMBAT BAKTERI SELAMA PENYIMPANAN FILLET IKAN deviantika, deviantika; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT            Phenolic antioxidant extract of pineapple peel as preservative to inhibit bacteria growth during storage of fish fillets has been studied. This study aims to determine the phenolic content, antioxidant activity of the pineapple peel extract and to identify its potency as preservative in inhibiting bacteria during storage period of fish fillets. The study was carried out by maceration of the pineapple peel using methanol:aquades (70:30 v/v) to produce phenolic extract. It can be shown from the result that pineapple peel contained phenolic compound at 4,74 mgGAE/g, antioxidant activity at 33,24%. The extract of phenolic antioxidant of pineapple peel had a potency in inhibiting bacteria growth in fillet of nile tillapia. This ability was bacteriostatic as it can be seen from the total of bacteria in fish fillet which treated by lower exctract compare to control through bacteriostatic mechanism. Keywords: bacteriostatic, extraction, yield, pineapple varieties.