Articles

Found 7 Documents
Search

SYNERGY OF OZONE TECHNOLOGY AND UV RAYS IN THE DRINKING WATER SUPPLY AS A BREAKTHROUGH IN PREVENTION OF DIARRHEA DISEASES IN INDONESIA Wulansarie, Ria; Bismo, S.
Waste Technology Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.374 KB) | DOI: 10.12777/wastech.3.2.55-57

Abstract

Escherichia coli bacteria which lead to contamination of drinking water in Indonesia, disinfected using ozone technology and UV rays in this research, particularly for solving the problem of water supply. The research was carried out by the variation of samples (tap water and AMDK) and presence or absence of UV rays on the research. All the results, which are related to the number of colonies of E. coli analyzed by using the method of TPC (Total Plate Count). Based on the results of the research, the number of bacteria after disinfection show a significant decline either using ozone alone, UV rays alone, or both, particularly at the time of disinfection for 3 minutes. The most optimal technology for the disinfection process is a synergy between ozone technology and UV rays, proven by the number of bacteria equal to 0 after the disinfection process for 30 minutes.
IbM USAHA TERNAK BEBEK PETELUR DAN PRODUSEN TELUR ASIN KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Kriswanto, Kriswanto; Wulansarie, Ria
Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra IbM, yaitu Bp. Arif (peternak bebek petelur) dan industri rumah tangga FAHARA. Terdapat dua aspek permasalahan yang akan ditangani, yaitu aspek produksi dan aspek manajemen.Metode pelaksanaan menggunakan beberapa metode yang saling mendukung, antara lain dengan ceramah/penyuluhan untuk penyampaian materi yang bersifat teori dan motivasi, demonstrasi/peragaan untuk menyampaikan materi praktek/keterampilan,  praktek  langsung  oleh  mitra,  dan  pendampingan  kegiatan.  tim pelaksana kegiatan ini melibatkan dosen dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Kegiatan IbM ini telah mecapai target hasil dan luaran yakni: (1) pada aspek produksi mitra I telah mendapatkan peralatan bantu produksi, dan mitra II mendapat alat Under Presure Salted Egg (UPSE) sehingga meningkatkan kuantitas dan kualitas telur asin; (2) pada aspek manajemen mitra I dan mitra II telah memiliki laporan keuangan format excel untuk melaporkan keuangan usaha dan memiliki media pemasaran online menggunakan website, instagram, facebook, dan whatssapp; (3) Mitra II telah memiliki kemasan dan brosur serta kartu nama yang menarik.
ESTERIFICATION OF NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum) OIL WITH IONIC LIQUID CATALYST OF BMIMHSO4 AND MICROWAVES-ASSISTED Handayani, Prima Astuti; Wulansarie, Ria; Husaen, Paisal; Ulfayanti, Isna Mardya
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 7, No 1 (2018): June 2018 [Nationally Accredited]
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v7i1.11407

Abstract

Nyamplung (Calophyllum inophyllum) oil contains high free fatty acid (FFA) that is 21.62%. Nyamplung oil can be utilized as raw material for biodiesel production. Microwave is a method of heating that is used intensively to speed up the production process. Ionic liquid has high catalytic activity, high selectivity, can be recycled and environmentally friendly. This study learned about the esterification of nyamplung oil with ionic liquid 1-Butyl-3-methylimidazolium hydrogen sulphate (BMIMHSO4) as catalyst and microwave-assisted. The purpose of this study is to obtain optimum condition of esterification process, with free fatty acid concentration (FFA) <2%. This study uses raw materials of nyamplung oil, methanol and BMIMHSO4 as catalyst. Equipment used in study was batch reactor equipped with temperature sensor with microwave heating system. The research variables studied were reaction temperature (50-70oC), molar ratio oil to methanol (1:30-1:60) and catalyst concentration (5-17.5%). The result of esterification reaction was analyzed by FFA (free fatty acid) content using titration analysis. The best free fatty acid (FFA) result was 1.92%, with molar ratio of oil to methanol was 1:40, catalyst concentration was 15% by weight and at 60oC for 120 min. The esterification of  nyamplung oil meets the criteria as biodiesel feedstock.
REVIEW PERBANDINGAN PENCEMARAN MINYAK DI PERAIRAN DENGAN PROSES BIOREMEDIASI MENGGUNAKAN METODE BIOSTIMULUS DAN BIOAUGMENTASI Yasmin, Zhafira; Wulansarie, Ria
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran minyak di wilayah perairan akibat tumpahan minyak merupakan masalah lingkungan yang sangat penting. Tumpahan minyak di perairan, terutama kecelakaan tumpahan minyak skala besar , telah memberikan ancaman besar dan menyebabkan kerusakan yang luas. Kontaminan dapat terakumulasi didalam tubuh organisme laut dan berbahaya bagi manusia yang memakannya. Untuk menanggulangi masalah pencemaran minyak di perairan ini, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan salah satunya adalah bioremediasi yang merupakan proses pemulihan air dengan memanfaatkan mikroorganisme sebagai bakteri pemecah minyak. Terdapat dua metode dalam proses bioremediasi yaitu metode biostimulasi dan bioaugmentasi. Penelitian ini bertujuan menguraikan proses bioremediasi sebagai alternatif dalam upaya pengendalian pencemaran air, meliputi: isolasi, pengujian degradasi zat pencemar, dan perbanyakan bakteri serta untuk mengetahui perbandingan proses bioremediasi dengan metode biostimulasi dan bioaugmentasi.. Hasil isolasi dan identifikasi yang berasal dari “bakteri indigenous” didapatkan: Microccocus, Corynebacterium, Phenylo-bacterium, Enhydro-bacter, Morrococcus, Flavo-bacterium, Bacillus, Staphylococcus, dan Pseudomona, yang dapat mendegradasi logam Pb, nitrat, nitrit, bahan organik, sulfida, kekeruhan, dan amonia. Sedangkan dari bakteri “commercial product” didapatkan jenis: Bacillus, Pseudomonas, Escherichia, serta enzym Amylase, Protease, Lipase, Esterase, Urease, Cellulase, dapat mendegradasi pencemar organik, nitrogen, fosfat, maupun kontrol pertumbuhan alga. Perbanyakan bakteri dari isolat bakteri indigenous dapat dikerjakan di laboratorium sedangkan bakteri “commercial product” bisa didapatkan di pasaran
Konservasi Kotoran Sapi untuk Mendukung Desa Wisata Dyah Pita Rengga, Wara; Wulansarie, Ria; Wijayatim, Nanik; Tunggul Pawenang, Eram
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Nongkosawit village, district Gunungpati, Semarang, the availability of livestock are very abundant in the presence of 60 cows. Cowshed has been allocated respectively integrated with cattle owners in accordance with its cows. The work program carried out by Tim IbM is the extension of energy conservation from cow manure into biogas energy and fertilizer plants, an environmental sanitation in the cowshed construction of biogas digester installation and provision of water pumps and packing of organic fertilizer in the tourist village. Biogas energy can be used for lighting and cooking while its by-products can be used as fertilizer. Gain on sale of fertilizers is four times the price than cow dung. The fertilizer contains elements N, P, and K atoms that can nourish plants in sufficient quantities.
Review Analisis Teknologi Degradasi Limbah Minyak Bumi untuk Mengurangi Pencemaran Air Laut di Indonesia Fadhila Prakasita, Iffat Ganjar; Wulansarie, Ria
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2018): EDISI SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.701 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v3i2.965

Abstract

Penentuan metode degradasi minyak bumi yang tepat sangat diperlukan untuk mengatasi pencemaran tumpahan minyak bumi khususnya di air laut Indonesia. Metode degradasi limbah minyak bumi yang digunakan adalah metode degradasi secara kimia dan biologi yaitu menggunakan surfaktan nonionik (Tween 80 dan Brij 35) dan bioremediasi menggunakan bakteri Pseudomonas aeruginosa.Variabel yang digunakan pada metode degradasi kimia dengan surfaktan nonionik adalah variasi konsentrasi 0.0000, 0.0025, 0.0050, 0.0075, 0.0100, 0.0125, 0.0150, 0.0175, 0.0200, 0.0225, 0.0250, 0.0275, 0.0300, 0.0350, 0.0400 % (v/v) dan variasi pengadukan untuk menguji stabilitas emulsi minyak bumi dengan laju 100, 120, dan 140 rpm selama 1 jam. Variabel yang digunakan pada metode bioremediasi adalah konsentrasi penambahan mikroba Pseudomonas aeruginosa sebanyak 0%; 1%; 3% (v/v), konsentrasi cemaran minyak bumi 1000 ppm dan 1500 ppm serta media aerasi dan media tanpa aerasi. Hasil degradasi minyak bumi terbaik didapatkan pada metode bioremeidasi menggunakan Pseudomonas aeruginosa dengan konsentrasi bakteri sebanyak 3% (v/v) pada media teraerasi dan konsentrasi cemaran minyak 1000 ppm dengan % biodegradasi TPH yang dicapai sebesar 100% dalam waktu 21 hari.ABSTRACTDetermination of appropriate petroleum degradation method is needed to overcome the contamination of oil spills, especially in Indonesia's seawater. The method of degradation of petroleum waste used is chemical and biological degradation method using nonionic surfactant (Tween 80 and Brij 35) and bioremediation using Pseudomonas aeruginosa bacteria. Variable used in chemical degradation method with nonionic surfactant is concentration variation 0.0000; 0.0025; 0.0050; 0.0075; 0.0100; 0.0125; 0.0150; 0.0175; 0.0200; 0.0225; 0.0250; 0.0275; 0.0300; 0.0350, 0.0400% (v / v) and stirring variations to test the stability of petroleum emulsion at rates 100, 120, and 140 rpm for 1 hour. The variable used in the bioremediation method is the concentration of Pseudomonas aeruginosa addition of 0%; 1%; 3% (v/v), the concentration of petroleum contamination 1000 ppm and 1500 ppm also aeration medium and aeration non medium. The best petroleum degradation results were obtained in bioremediation method using Pseudomonas aeruginosa with bacterial concentration of 3% (v / v) in aerated media and concentration of 1000 ppm oil contamination with TPH biodegradation achieved at 100% within 21 days.
Upaya Peningkatan Nilai Tambah Susu Sapi Menjadi Yogurt Berbasis Daun Krokot di Mangunsari Astuti, Widi; Kusumaningtyas, Ratna Dewi; Wulansarie, Ria
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Mangunsari merupakan kawasan dengan peternakan sapi yang cukup banyak sehingga hasil susu sapi cukup melimpah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pengolahan susu sapi menjadi produk yang bernilai lebih ekonomis dan bergizi yaitu dalam bentuk yoghurt. Di sisi lain, keberadaan tanaman krokot sangat melimpah dimana tanaman ini dianggap sebagai hama yang tumbuh secara liar dan belum dibudidayakan. Daun krokot sebenarnya dapat diolah menjadi bahan pangan bergizi tinggi karena  memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti radang usus buntu, sembelit, diare akut, keputihan, sakit kuning, dan cacingan. Krokot telah diidentifikasi  sebagai s umber yang  sangat  baik  dari asam alfa  linolenat.  Alpha linolenat merupakan asam lemak omega 3. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat menjadi mandiri ekonomi dan memiliki jiwa kewirausahaan melalui keterampilan inovatif pembuatan minuman kesehatan yoghurt berbasis daun krokot. Proses ini dilakukan menurut tahapan 1) pemberian pengetahuan kepada masyarakat mengenai potensi ekonomis susu sapi murni dan tanaman krokot, 2) pelatihan ketrampilan pada masyarakat mengenai pengolahan susu sapi murni dan tanaman krokot menjadi minuman kesehatan yoghurt, 3) pembekalan wawasan kewirausahaan terkait produksi yoghurt.