Sun Suntini, Sun
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

PENYUSUNAN ANCANGAN POLA PEMBINAAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA SURAT DINAS LEMBAGA PEMERINTAHAN DI KABUPATEN KUNINGAN Hanifah, Ifah; Suntini, Sun
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENYUSUNAN BAHAN AJAR PRAGMATIK BERDASARKAN ANALISIS BAHASA PADA JEJARING SOSIAL Suntini, Sun
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan modul pragmatik berdasarkan analisis bahasa pada jejaring sosial facebook. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, yaitu metode kombinasi antara kualitatif deskriptif analitis dan kuantitatif eksperimen. Beberapa tahapan dalam penelitian ini sebagai berikut (1) analisis teoritis dan praktis (2) analisis bahasa pragmatik pada jejaring sosial facebook (3) analisis kebutuhan bahan ajar terhadap mahasiswa dan dosen (4) penyusunsn bahan ajar pragmatik (5) penilaian oleh dosen dan ahli (6) perbaikan (7) uji coba keefektifan produk terhadap mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat disajikan sebagai berikut. (1) Hasil dari analisis dapat disimpulkan profil bahasa pragmatik pada jejaring sosial facebook, didapat, dari 140 data yang dianalisis terdapat 65 deiksis dengan pembagian deiksis persona 37 data, deiksis ruang 7 data, deiksis waktu 21 data, praanggapan sebanyak 30 data, tindak ujar 36 data, dan implikatur percakapan 9 data. Dari jumlah tersebut dapat disimpulkan bahwa para pengguna jejaring sosial facebook lebih banyak menggunakan deiksis terutama deiksis persona. Deiksis persona yang banyak digunakan yaitu persona pertama aku, ku-, dan ku-. Sesuai dalam teori bahwa penggunan kata aku, ku-, dan ku- , digunakan dalam situasi santai, hasil analisis ini juga menunjukan bahwa bahasa yang digunakan oleh pengguna jejaring sosial facebook kebanyakan bahasa yang mereka gunakan santai, tidak resmi, bahkan banyak yang menggunakan bahasa alay.(2)rata-rata skor hasil anlisis kebutuhan bahan ajar mahsiswa 53 termasuk kategori sangat membutuhakan bahan ajar, sedangkan skor analisis kebutuhan dosen 61 kategori sangat menbutuhakan bahan ajar.(3) hasil penilaian dosen dan ahli yakni, ada perbaikan diantaranya perbaikan cover, gamabar dan ilustrasi, penggunaan kalimat yang efektif, perbedaan warna huruf.(4) Produk yang dihasilkan berupa modul untuk empat kegiatan yaitu deiksis, praanggapan, tindak ujar, dan implikatur percakapan (5) hasil uji coba terhadap mahasiswa yaitu skor rata-rata pretest 63 (C) dan posttest 73 (B) sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul pragmatik berdasarkan analisis bahasa jejaring sosial facebook efektif dijadikan bahan ajar.Kata Kunci : Bahan Ajar, Pragmatik, Jejaring Sosial (Facebook)
NILAI MORAL DALAM NASKAH DRAMA “SOBRAT” KARYA ARTHUR S. NALAN (Sebuah Kajian Perspektif Akhlak Islam ditinjau dari Tema, Karakter Tokoh, Konflik, dan Amanat) Suntini, Sun
Jurnal Fon Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah tema dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan?; 2) bagaimanakah karakter tokoh dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?; 3) bagaimanakah konflik dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?; 4) bagaimanakah amanat dalam naskah drama ”Sobrat” karya Arthur S. Nalan?; 5) bagaimanakah nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?. Tujuan penelitian ini adalah : 1) ingin mengetahui tema dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 2) ingin mengetahui karakter tokoh dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 3) ingin mengetahui konflik dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan; 4) ingin mengetahui amanat dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 5) ingin mengetahui nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penelitian ini adalah teknik pemerolehan data (studi kepustakaan dan dokumentasi) dan teknik pengolahan data. Populasi dalam penelitian ini adalah naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan. Sampel dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik tema, tokoh dan karakter tokoh, konflik dan amanat dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan. Simpulan : 1) tema dalam naskah drama “Sobrat” adalah kegagalan manusia dalam mengendalikan keinginan dan hawa nafsunya; 2) Karakter tokoh Sobrat dalam naskah drama “Sobrat” adalah baik, hormat pada ibu dan sayang pada sesama tapi kemudian mengalami pergeseran menjadi jahat. Karakter tokoh Rasminah dalam naskah drama “Sobrat” adalah baik, lugu, dan pasrah pada kenyataan. Karakter tokoh Inang dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat. Karakter tokoh Mongkleng dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat. Karakter Surobromo dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat. Karakter Mandor Bokop dalam naskah drama “Sobrat” adalah keji. Karakter Mandor Burik dalam naskah drama “Sobrat” adalah keji dan kejam. Karakter Silbi dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat ; 3) Konflik dalam naskah drama “Sobrat” adalah sebagai berikut. (1) Konflik batin Sobrat adalah konflik mendekat-menjauh. Konflik berakhir dengan penyesalan Sobrat karena meninggalkan ibunya. (2) Konflik Sobrat dengan para mandor adalah konflik mendekat-menjauh. Konflik Sobrat dengan para mandor berakhir dengan takluknya para mandor kepada Sobrat. (3) Konflik Sobrat dengan Silbi adalah konflik mendekat-menjauh (konflik fisik). Konflik Sobrat dengan Silbi berakhir dengan kebutaan dan ketulian Sobrat. (4) Konflik Sobrat dengan moral adalah konflik menjauh-mendekat. Konflik berakhir dengan kembalinya Sobrat kepada ajaran agama Islam; 4) Amanat dalam naskah drama “Sobrat” adalah menuruti perintah orangtua, jangan menuruti hawa nafsu, jangan menyekutukan Tuhan, hindari perjudian dan perzinahan, bertawakal atas ujian yang diberikan, selalu bersyabar, bersyukur, dan berdoa; 5) Nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” yang mencakup akhlak terpuji adalah menauhidkan Allah, bersabar dan bersyukur, menuruti perintah orang tua, berbuat baik dan suka menolong sesama. Nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” akhlak tercela adalah menyekutukan Tuhan, melakukan perjudian dan perzinahan, tidak menuruti nasihat orangtua, berbohong, berlaku keji, sombong, tidak menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah, tidak mencintai perdamaian, menganiaya hewan.Kata Kunci : Nilai moral, unsur intrinsic, naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE BAHASA DI DESA SINDANGJAWA KECAMATAN DUKUH PUNTANG KABUPATEN CIREBON Suntini, Sun
Jurnal Fon Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada alih kode dan campur kode masyarakat Desa Sindangjawa Kecamatan Dukuh Puntang Kabupaten Cirebon. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk alih kode dan campur kode pada masyarakat desa sindangjawa serta faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dan alih kode di desa tersebut. Beberapa tahapan dalam penelitian ini sebagai berikut (1) analisis teoritis (2) pengumpulan data dengan pengamatan dan wawancara (3) analisis data hasil pengamatan dan wawancara. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitis yaitu penelitian yang bermaksud untuk menggambarkan mengenai situasi atau kejadian-kejadian suatu subjek yang mengandung fenomena. Hasil penelitian ini adalah (1) Hasil pengamatan dan wawancara peneliti berhasil mengamati dan mewawancarai warga Desa Sindangjawa (2) hasil analisis data terdapat gejala alih kode dan gejala campur kode. Gejala alih kode di Desa Sindangjawa yaitu dari bahasa Sunda beralih ke bahasa Indonesia dan sebaliknya dari bahasa Indonesia beralih ke bahasa Sunda. Gejala campur kode adanya bahasa yang dicampur antara bahasa Jawa dengan bahasa Sunda, bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda,dan bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia. Gejala alih kode dan campur kode terjadi pada pembicaraan santai sedangkan pada acara resmi digunakan bahasa Indonesia walaupun kadang terdapat sedikit bahasa Jawa atau Sunda yang masuk dalam bahasa Indonesia, tetapi secara umum pada saat acara resmi warga menggunakan bahasa Indonesia. Faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode ada dua yaitu faktor sosial dan faktor situasional. Faktor sosial berhubungan dengan masyarakat itu sendiri sebagai pengguna bahasa, bahwa pada masyarakat Desa Sindangjawa ada dua suku yaitu Sunda dan Jawa, mereka saling memahami bahasa yang mereka gunakan, orang Jawa mengerti bahasa Sunda dan orang Sundapun sebaliknya mengerti bahasa Jawa sehingga terjadilah alih kode dan campur kode. Faktor situasional yaitu faktor yang mempengaruhi pemakaian bahasa, siapa yang berbicara, dengan bahasa apa, kepada siapa, pada situasi apa, tema pembicaraan apa, tempat berbicara di mana. Masyarakat Desa Sindangjawa menggunakan bahasa Indonesia pada saat situasi resmi dan menggunakan bahasa Jawa dan Sunda pada saat santai.Kata Kunci : Alih Kode, Campur Kode, Masyarakat Desa Sindangjawa
UNSUR INTRINSIK PADA CERPEN MENJELANG LEBARAN, MBOK JAH, DAN DRS CITRAKSI DAN DRS CITRAKSA KARYA UMAR KAYAM SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Suntini, Sun
Jurnal Fon Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini yaitu. 1) Bagaimana unsur intrinsik pada cerpen Menjelang Lebaran, Mbok Jah, dan Drs Citraksi dan Drs Citraksa karya Umar Kayam? 2) Apakah unsur intrinsik pada cerpen Menjelang Lebaran, Mbok Jah, dan Drs Citraksi dan Drs Citraksa karya Umar Kayam dapat dijadikan alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA? Tujuan Penelitian 1) Untuk mengetahui uiunsur intrinsik pada cerpen Menjelang Lebaran, Mbok Jah, dan Drs Citraksi dan Drs Citraksa karya Umar Kayam. 2) Untuk mengetahui apakah unsur intrinsik pada cerpen Menjelang Lebaran, Mbok Jah, dan Drs Citraksi dan Drs Citraksa karya Umar Kayam dapat dijadikan alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA. Populasi dalam penelitian ini adalah cerpen “Menjelang Lebaran”, “Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa” karya Umar Kayam, sedangkan sampelnya yaitu unsur instrinsik pada cerpen “Menjelang Lebaran”, “Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa”. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis. Adapun dalam pelaksanaanya menggunakan teknik studi pustaka dan dokumentasi yaitu dengan cara ini, kemudian dilakukan analisis ke tiga cerpen “Menjelang Lebaran”, “Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa”, langkah selanjutnya menyesuaikan unsur instrinsik dengan KIKD, menyesuaikan unsur instrinsik dengan Psikologi Perkembangan, dan psikolinguistik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Analisis unsur instrinsik pada cerpen “Menjelang Lebaran”,“Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa” karya Umar Kayam sangat detail, maka dari itu penulis tidak bisa meringkas satu persatu hasil dari analisis unsur instrinsik pada abstrak. 2) Kesesuaian unsur instrinsik cerpen “Menjelang Lebaran”, “Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa”, dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, maka dapat penulis simpulkan bahwa unsur instrinsik pada ketiga cerpen tersebut sesuai dengan (KI KD), yaitu sesuai di kelas XI SMA bagian wajib. 3) Kesesuaian unsur instrinsik pada cerpen ―Menjelang Lebaran”, “Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa” karya Umar Kayam dengan Psikologi Perkembangan, disimpulkan bahwa unsur Instrinsik pada cerpen tersebut cocok untuk psikologi perkembangan pada fase perkembangan usia 14-21 maka dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. 4) Kesesuaian unsur Instrinsik pada cerpen ―Menjelang Lebaran”,“Mbok Jah”,dan“Drs Citraksi dan Drs Citraksa” karya Umar Kayam dengan Psikolinguistik sesuai untuk usia 14-21 karena pada usia seperti itu anak sudah menerima pengajaran tentang bahasa/mahir, maka unsur instrinsik cerpen dijadikan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA.Kata kunci : unsur intrinsik cerpen, bahan ajar bahasa Indonesia di SMA.
Penggunaan Model Sinektik Untuk Meningkatkan Kemempuan Menulis Pada Pembelajaran Wacana Naratif Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana Tahun Ajaran 2014/2015 Suntini, Sun
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE BAHASA DI DESA SINDANGJAWA KECAMATAN DUKUH PUNTANG KABUPATEN CIREBON Suntini, Sun
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada alih kode dan campur kode masyarakat Desa Sindangjawa Kecamatan Dukuh Puntang Kabupaten Cirebon. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk alih kode dan campur kode pada masyarakat desa sindangjawa serta faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dan alih kode di desa tersebut. Beberapa tahapan dalam penelitian ini sebagai berikut (1) analisis teoritis (2) pengumpulan data dengan pengamatan dan wawancara (3) analisis data hasil pengamatan dan wawancara. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metede deskriptif analitis yaitu penelitian yang bermaksud untuk menggambarkan mengenai situasi atau kejadian-kejadian suatu subjek yang mengandung fenomena. Hasil penelitian ini adalah (1) Hasil pengamatan dan wawancara peneliti berhasil mengamati dan mewawancarai sepuluh orang warga , tiga orang laki-laki dan tujuh orang perempuan (2) hasil analisis data terdapat gejala alih kode dan gejala campur kode. Gejala alih kode yaitu dari bahasa Sunda beralih ke bahasa Indonesia dan sebaliknya dari bahasa Indonesia beralih ke bahasa Sunda. Gejala campur kode adanya bahasa yang dicampur antara bahasa Jawa dengan bahasa Sunda, bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda,dan bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia. Gejala alih kode dan campur kode terjadi pada pembicaraan santai sedangkan pada acara resmi digunakan bahasa Indonesia walaupun kadang terdapat sedikit bahasa Jawa atau Sunda yang masuk dalam bahasa Indonesia, tetapi secara umum pada saat resmi semua warga menggunakan bahasa Indonesia. Faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode ada dua yaitu faktor sosial dan faktor situasional. Faktor sosial berhubungan dengan masyarakat itu sendiri sebagai pengguna bahasa, bahwa pada masyarakat desa Sindangjawa ada dua suku yaitu Sunda dan Jawa, mereka saling memahami bahasa yang mereka gunakan, orang Jawa mengerti bahasa Sunda dan orang Sundapun sebaliknyamengerti bahasa Jawa sehingga terjadilah alih kode dan campur kode. Faktor situasional yaitu faktor yang mempengaruhi pemakaian bahasa, siapa yang berbicara, dengan bahasa apa, kepada siapa, pada situasi apa, tema pembicaraan apa, tempat berbicara di mana. Kata Kunci : Alih Kode, Campur Kode, Masyarakat Desa Sindangjawa
PENGGUNAAN NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL SAADAWI SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN WACANA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PBSI TAHUN AKADEMIK 2017/2018 Suntini, Sun
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran, idealnya seorang pengajar membuat sendiri bahan ajar sesuai dengan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik, sehingga mempermudah peserta didik dalam mempelajari materi. Sumber bahan ajar bisa dari buku, modul atau karya sastra misalnya hasil analisis novel karena novel merupakan karya sastra yang sarat makna.Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari tahun lalu yang berjudul Analisis wacana kritis pada novel perempuan di titik nol larya Nawal el saadawi dilihat dari tokoh danperwatakan, konflik serta amanat.Selanjutnya hasil penelitian tersebut diujicobakan sebagai bahan ajar mata kuliah wacana dengan judul penelitian ini Penggunaan Novel Perempuan Di Titik Nol Karyanawal El Saadawi Sebagai Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Wacana Pada Mahasiswa Program Studi PBSI Tahun Akademik 2017/2018. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah hasil pembelajaran wacana bahasa Indonesia sebelum penggunaan bahan ajar hasil analisis novel perempuan di titik nol karya nawal el saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018? (2) Bagaimanakah hasil pembelajaran wacana bahasa Indonesia setelah penggunaan bahan ajar hasil analisis novel perempuan di titik nol karya nawal el saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018? (3) Apakah novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal el Saadawi efektif dalam pembeljaran mata kuliah wacana bahasa Indonesia pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Ingin mengetahui hasil pembelajaran Wacana bahasa Indonesia sebelum penggunaan bahan ajar hasil analisis novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El Saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018.(2) Ingin mengetahui hasil pembelajaran wacana bahasa Indonesia setelah penggunaan bahan ajar hasil analisis novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El Saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018.(3) Ingin mengethui efektifitas penggunaan bahan ajar hasil analisis novel perempuan di titik nol karya nawal el saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018. Hipotesispenelitian ini adalah penggunaan novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal el Saadwi sebagai bahan ajar mata kuliah Wacana Bahasa Indonesia pada mahasiswa prodi PBSI tahun ajaran 2017/2018 efektif digunakan dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu (1) Hasil pembelajaran wacana sebelum menggunakan novel Perempuan Dititik Nol sebagai bahan ajar rata-ratanya adalah 64,29.(2) Hasil pembelajaran wacana sesudah menggunakan novel Perempuan Dititik Nol sebagai bahan ajar rata-ratanya adalah 75,96. (3) Terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar analisis wacana yang cukup signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan Novel Perempuan Dititik Nol sebagai bahan ajar. Hal ini menunjukkan bahwa novel Perempuan Dititik Nol efektif digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran tersebut.
ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA SATU TAHUN SAMAPAI USIA LIMA TAHUN DI KELURAHAN Sudrajat, Ajat; Suntini, Sun
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): Jurnal FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v13i2.1561

Abstract

PENGGUNAAN MODEL SINEKTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS PUISI Suntini, Sun; Dewi, Figiati Indra
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16, No 1 (2020): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v16i1.2506

Abstract