Lukmanulhakim ., Lukmanulhakim
PG-PAUD FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KECERDASAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN ica, Stevania; Ali, Muhamad; ., Lukmanulhakim
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 5 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.225 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kecerdasan sosial anak usia 5-6 tahun. Metode dalam penelitian ini metode deskriptif. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan metode studi korelasional sebab-akibat. Analisis data menunjukkan r hitung > r tabel (0,247>0,198), yang berarti terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kecerdasan sosial anak usia 5-6 tahun . Kesimpulannya pola asuh orang tua cukup baik dari cara mereka membimbing dan mendidik anaknya, kecerdasan sosial anak cukup baik karena dari sebagian besar dari mereka dapat bekerjasama, bersikap kooperatif, dan berkomunikasi secara baik, terdapat hubungan yang positif antara pola asuh orang tua dan kecerdasan sosial anak usia 5-6 tahun. Orang tua dapat mempertahankan pola asuh yang sudah ada dan memiliki pola asuh yang tepat, orang tua dapat memberikan bimbingan atau pola asuh yang mengarah pada pembentukan kecerdasan sosial anak, Orang tua slalu memperhatikan dan menstimulasi setiap perkembangan anaknya. Kata Kunci  : Pola Asuh, Kecerdasan Sosial   Abstract: The purpose of this study is the purpose of this study was to determine the relationship of parenting parents with social intelligence of children aged 5-6 years. The method in this research is descriptive method. Data analysis technique of this research is descriptive analysis method correlation study causation. Analysis of the data showed r count> r table (0.247> 0.198), which means that there is a relationship between parenting parents with social intelligence of children aged 5-6 years. In conclusion parenting parents pretty well out of their way to guide and educate their children, social intelligence of children is quite good because of most of them can work together, cooperate, and communicate well, there is a positive relationship between parents' parenting and social intelligence of children 5-6 years old. Parents can maintain existing parenting and have appropriate parenting, parents can provide counseling or parenting which leads to the formation of social intelligence of children, parents pobud attention and stimulate each child development. Keywords: Parenting, Social Intelligence  
PENINGKATAN KOSAKATA BAHASA ARAB MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK Masita, Ayu; Ali, Muhammad; ., Lukmanulhakim
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 5 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.6 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meberikan informasi dan kejelasan upaya guru mengenalkan kosakata bahasa arab melalui media gambar pada anak usia 5-6 tahun di taman kanak-kanak. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskfiptif dengan alat pengumpuldata berupa obsevasi , komunikasi langsung,komunikasi tidak langsung dan dokumentasi. Hasil observasi dan hasil penelitian peningkatan kosakata bahasa arab melalui media gambar di lihat dari perencanaan di nilai baik dengan hasil di dapat dari peserta didik dengan indicator baik di lihat dari kemampuan anak dalam menyebutkan dan menyocokkan kosakata dengan gambar,dan di harapkan guru lebih kreativ dan inovatif dalam mengelola pembelajaran. Kata Kunci : Kosakata, Media Gambar Abstract : This study aims to provide information and clarity efforts of teachers to introduce Arabic language vocabulary through media images in children aged 5-6 years in kindergarten. The technique used in this study using the tool pengumpuldata deskfiptif form of observation, direct communication, indirect communication and documentation. Observations and research results increase the vocabulary of the Arabic language through the medium of drawing in view of planning at a good value with the results obtained from learners with indicators well in view of the ability of children to mention and match the vocabulary with pictures, and in the hope the teacher is more a creative and innovative manage learning. Keywords : Vocabulary, Media Image
PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN BAHASA LISAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD KECAMATAN BELIMBING Rini, .; ., Fadillah,; ., Lukmanulhakim
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.475 KB)

Abstract

 AbstractTeachers' Role in Language Development of spoken language 5- 6 Years Old School Early Childhood Education Belimbing districts that teachers have not maximized the involvement of children so that teachers implement learning by methods such as writing, submission of materials, question and answer, basically just pressing on the concept of textual achievement alone but not the growth or development of learning activities, and make children become lazy and bored in following the lessons, especially during the development of oral language of children. Based on the results of data analysis shows that the role of teachers as a motivator in the development of spoken languageof children aged 5-6 years in early childhood education Belimbing District is good with the amount of 70.97%. the role of teachers as a mediator in the development of spoken languageof children aged 5-6 years in early childhood education Belimbing District is good with the amount of 65.52%. The role of teachers as facilitators in the development of spoken language children aged 5-6 years in early childhood education Belimbing District is good with number 48.39%. The role of teachers as evaluators in the development of spoken languagechildren aged 5-6 years in early childhood education District Belimbing i is good. with a total of 87.1%. It is expected that in the implementation of the teacher's performances more carefully on the techniques or methods used.  Keywords: Teacher Role, spoken language, Early Childhood Education
UPAYA MENINGKATKAN SIKAP SABAR MENUNGGU GILIRAN MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Jaliah, Juliana; ., Yuline; ., Lukmanulhakim
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2016): Februari 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.821 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan umum dalam penelitian ini adalah: Untuk Meningkatkan Sikap Sabar Menunggu Giliran melalui Metode Demonstrasi pada Anak Usia 5-6 tahun di TK Amkur Ngabang Kabupaten Landak. Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran sikap sabar menunggu giliran pada anak usia 5-6 tahun di TK Amkur Ngabang Kabupaten Landak. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Pada setiap siklus dilaksanakan 3 (tiga) kali pertemuan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian tindakan kelas terhadap 20 orang dengan prosedur penelitian terdiri dari: persiapan, pelaksanaan, pengamatan atau observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sikap sabar menunggu giliran pada anak usia 5-6 tahun di TK Amkur Ngabang Kabupaten Landak melalui metode demonstrasi. Persentase ketuntasan yang di tentukan peneliti adalah 100%. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil persentase siklus 2 pertemuan 3 ada 18 anak atau 90% dalam sabar berbaris dari kecil ke besar saat hendak mencuci tangan, ada 19 anak atau 95% sabar menunggu giliran saat mencuci tangan dan ada 20 anak atau 100% sabar menunggu giliran saat menggelap tangan.   Kata Kunci : Sikap, Sabar, Menunggu, Giliran, Metode Demonstrasi.   Abstract: The general objective of this research is: To Improve Patient Waiting Attitude turn through the Method Demonstration on Childhood 5-6 years in kindergarten Amkur Ngabang Porcupine District. This study was done to improve the learning process of patience waiting for their turn in children aged 5-6 years in kindergarten Amkur Ngabang Porcupine District. This classroom action research conducted in two cycles. At each cycle performed 3 (three) meetings. The method used is descriptive method with a form of action research to 20 people with the procedure consisted of: preparation, execution, observation or observation, and reflection. The results showed that there was an increase of patience waiting for their turn in children aged 5-6 years in kindergarten Amkur Ngabang Porcupine District through the method of demonstration. The percentage of completeness is determined researcher is 100%. This is evident from the results of the percentage of 2 cycle 3 meeting there were 18 children or 90% in the forward march from small to big when they want to wash their hands, there are 19 children or 95% patiently wait their turn when washing hands and there are 20 kids or 100% wait turn when darkened hands.  Keywords: Attitudes, Patience, Waiting, Turn, Method Demonstration.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN MELALUI METODE PEMBIASAAN PADA ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK BINA INSAN Putriany, .; ., Marmawi; ., Lukmanulhakim
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 9 (2016): September 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu meningkatkan kemandirian melalui metode pembiasaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Bina Insan Pontianak Tenggara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dengan menggunakan pedoman observasi, panduan wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan hasil analisis data maka secara umum dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemandirian dapat dilakukan melalui metode pembiasaan pada anak kelompok B usia 5-6 tahun di TK Bina Insan Pontianak Tenggara. Secara khusus dapat disimpulkan sebagai berikut: (1). Perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian melalui metode pembiasaan dikategorikan sangat baik; (2). Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian melalui metode pembiasaan dikategorikan sangat baik. Ini berarti pelaksanaan pembelajaran kemandirian telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang dibuat; (3).Hasil peningkatan kemandirian melalui metode pembiasaan dapat dikatakan baik, karena setiap aspek kemandirian anak mengalami peningkatan dengan kategori sangat tinggi.   Kata kunci : Kemandirian, Pembiasaan Abstract: Objectives to be achieved in this research is to improve autonomy through habituation method in children aged 5-6 years in kindergarten bina insane southeast Pontianak. The  method used is descriptive method with the form of classeoom action research. Class Action Cycle of planning, implementation, onbervation, and reflection. The collection of data by using the guidelines observation, interview and documentation. Based on the results of research conducted and analysis of data in general it can be concluded that increase autonomy can be done through methods of habituation in children aged 5-6 years group B in Kindergarten Bina Insan Southeast Pontianak. Specifically can be summarized as below: (1). Learning plan to improve the autonomy through the method of habituation categorized as very good; (2). Implementation of learning to improve the autonomy through the method categorized as very good. This means the implementation of learning has been implemented in accordance with lesson plans created. (3). The result of increased autonomy through the method of habituation can be said to be good, because every aspect of the child?s autonomy has increased with category of very high. Keyword : Autonomy, Habituation
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK MELALUI PENERAPAN GERAK DASAR TARI SOUMPAK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Cahyaunique Putri, Ridha Rinanda; ., Ismunandar; ., Lukmanulhakim
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.4 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan variasi dalam hal pengembangan motorik anak dengan menggunakan aspek seni tari sebagai stimulus pembelajaran bagi anak usia 5-6 tahun pada gerak dasar tari tradisional setempat khususnya daerah Kalimantan Barat yaitu tari Soumpak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK (action research). Hasil analisi data menunjukkan pada siklus 1 pertemuan 1 dan 2, pada ragam 1 mencapai 60%-73%, ragam 2 mencapai 77%-83%, ragam 3 mencapai 59%­-64% dan pada siklus 2 pertemuan 1 dan 2, pada ragam 1 mencapai 81%-84%, ragam 2 mencapai 80%-85%, ragam 3 mencapai 65%-92%. Adanya peningkatan pada siklus 1 dan siklus 2.   Kata Kunci : Tari Soumpak, motorik anak, PAUD   Abstrac: This research aim to to do/conduct the variation of in the case of development of motorik child by using artistic aspect dance as study stimulus for age child 5-6 year of at elementary motion of local traditional dance specially area of Kalimantan West that is dance the Soumpak. Research Method used by is descriptive analyse with the research device used by is PTK (action research). result of Analisi data show at cycle 1 meeting 1 and 2, at manner 1 reaching 60%-73%, manner 2 reaching 77%-83%, manner 3 reaching 59%-64% and at cycle 2 meeting 1 and 2, at manner 1 reaching 81%-84%, manner 2 reaching 80%-85%, manner 3 reaching 65%-92%. Existence of improvement of at cycle 1 and cycle 2.   Keyword : Dance the Soumpak, motorik child, PAUD.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN ENGKLEK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA Chadijah, Siti; ., Marmawi; ., Lukmanulhakim
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.485 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motorik kasar melalui permainan tradisional engklek pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Lanjak Kecamatan Batang Lupar. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian satu guru dan anak  usia 5-6 tahun yang berjumlah 12 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat persentase aktivitas peningkatan motorik kasar, yakni  anak dapat melakukan permainan fisik dengan aturan sebesar 92%, keseimbangan anak berjalan meloncat dengan satu kaki sebesar  83 %, dan keseimbangan anak melompat dengan dua kaki secara bersamaan sebesar 100%. Ketiga indikator menunjukkan kriteria sangat tinggi karena memiliki rata-rata 92%.   Kata kunci: Peningkatan Motorik Kasar,  Permainan Engklek   Abstract: This study aimed to describe the increase in social emotional development through group work in children aged 5-6 years in kindergarten Busthanul Athfal Aisyiyah Putussibau. This research is a form of action research using descriptive method. Research subjects of the teachers and children aged 5-6 years, amounting to 15 people. The result showed that the highest percentage increase in the activity of social emotional development of children can work together in the task group by 93%, children help each other in completing the task group by 93%, and the child can be responsible for clearing the tools that have been used in the study of 100%. The third indicator shows the very high criteria because it had an average of 95%. Keywords: Emotional Social Development, The Task Group
ANALISIS PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK ISLAMIYAH PONTIANAK TENGGARA Dahlia, .; ., Marmawi R; ., Lukmanulhakim
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 11 (2016): Nopember 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.228 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, perkembangan motorik halus anak, kendala,serta cara mengatasi kendala pembelajaran yang memanfaatkan bahan alam sebagai media untuk mengembangkan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Islamiyah Pontianak Tenggara.Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek penelitian: Kepala Sekolah, 2 guru, dan 21 anak. Hasil penelitian menunjukkan:(1) perencanaan pembelajaran, guru menentukan tema dan tujuan pembelajaran, membuat RKH, menyiapkan media dan alat. (2) Pelaksanaan pembelajaran, guru memberikan penjelasan tentang media dan kegiatan yang akan dilakukan, memberikan contohmengerjakan tugas, serta membimbing anak.(3) mengembangkan motorik halus anak, melalui kegiatan mengecap dengan pelepah pisang, daun, dan kolase dengan pasir. (4) Kendala yang dihadapi, mencari media berupa biji-bijian karena tidak terdapat disekitar TK, anak tidak maubelajar dan anak yang menangis.(5) Mengatasi kendala yakni memanfaatkan bahan alam yang ada di sekitar, menasehati anak, dan membujuk anak agar mau belajar.   Kata Kunci:Pemanfaatan Bahan Alam, Media Pembelajaran, Motorik Halus, Usia 4-5 Tahun.   Abstract:This study aimed to describe the planning, implementation, fine motor development of children, constraints, as well as how to overcome the obstacles of learning that utilizes natural materials as a medium to develop fine motor skills of children aged 4-5 years in TK Islamiyah Pontianak Tenggara. This research method is descriptive method with qualitative approach. Subject of the study: the principal, two teachers and 21 children. The results showed: (1) planning learning, teachers determine the theme and purpose of learning, making RKH, prepare media and tools. (2) Implementation of learning, teachers provide an explanation of media and activities to be carried out, giving examples of tasks, as well as guiding the child. (3) Develop the fine motor skills of children, through taste with banana bark, leaves, and a collage with sand. (4) Constraints faced, looking for media in the form of grains because there are around TK, the child does not want to learn, and children were crying. (5) Overcoming obstacles that utilize natural materials that are around, advised children, and persuade a child to want to learn. Keywords: Utilization of Nature Materials, Media Education, Fine Motor, Ages 4-5 years.
IMPLEMENTASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN DI RA BABUSSALAM PONTIANAK UTARA Rambu Basai, Annisyah Cikal; R, Marmawi; ., Lukmanulhakim
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 11 (2016): Nopember 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.265 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang implementasi kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran, diantaranya untuk mengetahui kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran di RA Babussalam Pontianak Utara, untuk mengetahui kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di RA Babussalam Pontianak Utara, dan untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengevaluasi pembelajaran di RA Babussalam Pontianak Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Objek penelitiannya adalah guru S1 di RA Babussalam Pontianak Utara yang berjumlah 5 orang. Teknik yang digunakan adalah teknik observasi langsung, wawancara dan dokumentasi dengan alat pengumpul data berupa panduan observasi, panduan wawancara dan dokumentasi menggunakan kamera. Hasil analisis data menunjukkan bahwa implementasi kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran di RA Babussalam terlaksana cukup baik. Hal ini disebabkan karena guru tidak mempersiapkan RKH pembelajaran sehingga pelaksanaan pembelajaran menjadi tidak teratur dan guru juga jarang melakukan evaluasi pembelajaran.   Kata kunci : Implementasi Kompetensi Pedagogik, Guru, Pembelajaran Abstract: This study aimed to obtain information on the implementation of pedagogical competence of teachers in learning, such as to determine the ability of teachers to plan learning in RA Babussalam north Pontianak, to determine the ability of teachers to plan learning in RA Babussalam north Pontianak, to determine the ability of teachers in implementing the learning in RA Babussalam north Pontianak, and to determine the ability of teachers to evaluate learning in RA Babussalam north Pontianak. The research method used is descriptive method with qualitative research approach. S1 reseach object is a teacher in RA Babussalam north Pontianak amounting to 5 people. The technique used is the technique of direct observation, interviews, and documentation with a data collector in the form of observational guide, interview, and documentation using a camera. The results of data analysis showed that the implementation of pedagogical competence teachers in RA Babussalam north Pontianak done quite well. This is because teachers do not prepare RKH learning so that the implementation of learning becomes irregular and teachers rarely do the evaluation of learning.   Keywords: Implementation pedagogical, teachers, learning.
ANALISIS KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE BERCERITA DI TK BRUDER MELATI KECAMATAN PONTIANAK KOTA Majisa, Okviriana Providensia; Umar, Syahwani; ., Lukmanulhakim
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.447 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara melalui metode bercerita yang meliputi aspek lafal kata dan ucapan, struktur bahasa, kosakata, kefasihan, isi cerita, pemahaman pada anak usia 4-5 tahun kelompok A di Taman Kanak-kanak Bruder Melati Kecamatan Pontianak Kota. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan alat pengumpul data berupa lembar observasi, panduan wawancara, data dokumentasi dan catatan lapangan. Sumber data adalah guru berjumlah 1 orang dan anak-anak kelompok A berjumlah 39 orang. Dari hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa kemampuan berbicara anak yang meliputi aspek lafal kata dan ucapan, struktur bahasa, kosakata, kefasihan, isi cerita, pemahaman dalam menceritakan kembali cerita/dongeng tergolong belum berkembang. Kata kunci: Kemampuan Berbicara, Metode Bercerita, Anak Abstract: This research aims to describe speaking ability through storytelling method that includes aspects of pronunciation of words and speech, language structures, vocabulary, fluency, story content, comprehension in children aged 4-5 years A group in kindergarten brothers jasmine pontianak city districts. The research method that used is a descriptive with a qualitative approach. The research techniques that used is a observation techniques, interview and documentation with a data collector in the form of observation sheets, interview guide, documentation data and field notes. The data sources is a teacher numbered to 1 person and children A group numbered 39 people. From the results of research and discussion showed that the ability child to speak that includes aspects of pronunciation of words and speech, language structures, vocabulary, fluency, story content, comprehension in retelling the story / fairy tale classified as undeveloped. Keywords: Speaking ability, storytelling method, Child