I Made Astra, I Made
Jurusan Fisika, FMIPA,Universitas Negeri Jakarta Kampus B, Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

SIMULASI PERHITUNGAN NEWTON-RAPHSON PADA PENGUKURAN EFISIENSI TERMAL PLTGU PRIOK Astra, I Made; Sugihartono, Iwan
Jurnal Spektra Vol 12, No 2 (2011): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan efisiensi termal dari PLTGU Priok dengan pola operasi 2-2-1 telah dihitung menggunakan metode Newton-Raphson.Hasil simulasi tersebut telah dibandingkan dengan data experimen yang diolah secara konvensional. Hasil simulasi perhitungan Newton-Raphson menunjukkan nilai efisiensi optimum sebesar 42,644% untuk daya output sebesar 311,5 MW. Hal ini menunjukkan bahwa simulasi perhitungan Newton-Raphson dan perhitungan data eksperimen memiliki selisih yang kecil, yakni sebesar 0,023%. Sedangkan pada uji efisiensi yang kedua efisiensi optimum 42,623% tercapai ketika daya output total sebesar 310,7 MW. Kata kunci: Efisiensi termal, PLTGU Priok, Newton-Raphson
Studi rancang bangun Solar Charge Controller dengan indikator arus, tegangan dan suhu berbasis mikrokontroler ATMEGA 8535 Astra, I Made; Sidopekso, Satwiko
Jurnal Spektra Vol 11, No 1 (2011): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu pengendali pengisian energi dalam sistem modul surya merupakan hal mendasar yang sangat dibutuhkan, dimana alat tersebut  mengatur pengisian dan pengeluaran dari sebuah baterai. Saat ini, charge controller sudah memiliki fitur yang dibutuhkan, yaitu pengendali distribusi arus dan tegangan pada baterai sehingga baterai terhindar dari over charging maupun discharging. Dalam  penggunaannya, suatu indikator diperlukan dalam menampilkan sistem kerja charge controller, seperti arus, tegangan dan suhu.  Penelitian ini dilakukan untuk membuat charge controller dengan indikator arus, tegangan dan suhu dengan berbasis mikrokontroller  ATMEGA 8535. Setelah dilakukan pengujian alat, didapat data hasil berupa tegangan penggerak charge controller sebesar 14 V,  tegangan ambang pengisian sebesar 13.3 V, tegangan penghubung beban sebesar 12.8 V serta tegangan pemutus beban sebesar 11.4 V. Mikrokontroler ATMEGA 8535 memiliki kemampuan Analog to Digital Converter dengan ketelitian 10 bit, sehingga didapat  ketelian 0.024 V/bit untuk pembacaan tegangan dengan menggunakan rangkaian Thevenin, 0.048 A/bit untuk pembacaan arus  dengan menggunakan sensor arus DCS-01 serta 0.488 oC/bit untuk pembacaan suhu modul dengan menggunakan sensor suhu LM35.  Keseluruhan data tersebut ditampilkan dalam sebuah Liquid Crystal Display (LCD). Kata kunci: charge controller, mikrokontroler, indikator
The Development of Thermal Expansion Practicum Sets to Improve Science Process Skills of High-School Students Solihan, Solihan; Astra, I Made; Budi, Esmar
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 4 No 2 (2018): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 4 Issue 2,
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.471 KB) | DOI: 10.21009/1.04208

Abstract

This study aims to develop thermal length expansion practicum sets that are expected to improve high-school science process skills (SPS) in expansion material on metal rods. This research was conducted at SMAN 2 Bekasi in class XI by comparing the control and the experimental class. This study uses the ADDIE approach to analyze, design, develop, implement, and evaluate the thermal expansion length practicum sets. The feasibility test of this practicum sets was carried out in two ways: conducting experiments and validating tests from experts. The experimental results for the linear expansion coefficient of an iron bar are 3.09%, the brass is 5.81%, and the aluminum is 7.39% from the reference value. All of the experimental data still below the error acceptance level which is below 10%. The validation results give 85.5% from media experts and 86.1% from material experts. The trials on users obtained 93.9% of teachers and 85.4% of students. The N-gain in control and experiment class then compared to see the increase in SPS in each category. There was an increase in the experimental class SPS value 7.3% higher than the control class, where the SPS value in the experimental class increased by 47.8%. Therefore, it can conclude that the thermal expansion practicum sets is feasible to use and can improve the science process skills of high school students.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERORIENTASI PADA RESOURCE BASED LEARNING UNTUK CALON GURU SMA Astra, I Made
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007
Publisher : Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.111 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.462

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk merintis peran LPTK dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan terhadap para lulusannya,atau guru yang telah bertugas di lapangan, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan LPMP. Tujuan jangka pendeknya adalah menghasilkan bahan ajar yang berorientasi pada resource based learning untuk meningkatkan kompetensi guru-guru fisika SMA di bidang ?penguasaan bahan kajian akademik?. Bahan ajar itu berbentuk buku. Penelitian dilakukan di Universitas Negeri Jakarta dalam tahun akademis 2006/2007. Sampel sebanyak 20 orang calon guru fisika, yaitu mahasiswa jurusan Fisika FMIPA UNJ yang akan melakukan PPL di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode ?penelitian dan pengembangan? (research and development). Peneliti membuat bahan ajar berdasarkan prototype yang dibuat, melalui siklus ?uji coba-revisi-uji coba?. Ada dua bahan ajar yang sudah ditulis, yaitu (1) Usaha dan Energi, (2) getaran dan gelombang (3) suhu dan kalor. Materi esensial dalam bahan ajar dengan metode pemetaan informasi, sedangkan pengayaan (resource tambahan) diambilkan dari website internet. Variable penelitian ini terdiri dari tujuh buah, yaitu (1) Kelayakan isi, (2) Penyajian, (3) Kegrafikan, (4) Daya tarik, (5) Kemudahan digunakan, (6) Keterbacaan, dan (7) Keefektifan. Instrumen yang digunakan ada dua macam, yaitu kuesioner dan tes hasil belajar. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang variable (1)-(3) bagi para reviewer; dan data tentang variable (4)-(6) begi para calon guru. Tes hasil belajar digunakan untuk mengumpulkan data tengtang variable (7) bagi para calon guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi kelayakan isi, penyajian, dan kegrafikan, bahan ajar tergolong baik. Dari segi daya tarik, kemudahan digunakan,dan keterbacaan, bahan ajar tergolong cukup. Dari segi keefektifan, dengan skor minimum 0 dan maksimum 100, skor rata-rata calon guru dalam prates adalah 56,2 dengan standar deviasi 6,5. Dengan Uji-t (taraf signifikasi 0,05) telah teruji bahwa skor rata-rata pascates lebih tinggi secara signifikasi dibandingkan dengan skor rata-rata prates. Penelitian menyimpulkan bahwa bahan ajar yang berorientasi pada resource based learnig dapat meningkatkan kompetensi guru (calon Guru) fisika SMA di bidang ? Penguasaan bidang kajian akademis?.
PENGARUH PENGGUNAAN PENILAIAN BERDASARKAN FORTOPOLIO TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA Astra, I Made
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.586 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.436

Abstract

Dengan diterapkannya di semua tingkat sekolah sekarang yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan, maka guru diharapkan bisa menerapkan kurikulum tersebut dengan baik. Demikian pula dalam hal penilaian guru dituntut mencari sistem penilaian yang tepat, supaya tidak merugikan semua siswa. Salah satu sistem penilaian yang perlu dicoba adalah penilaian berdasarkan fortopolio, yaitu penilaian yang menilai semua hasil kerja siswa. Atas dasar itu telah diteliti pengaruh penggunaan penilaian berdasarkan fortopolio terhadap hasil belajar fisika siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA YP UNJ terhadap siswa kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Dari hasil penelitian diperoleh hasil yaitu ada peningkatan prestasi belajar fisika siswa dengan menggunakan penilaian berdasarkan fortopolio. Untuk itu para guru di sekolah bisa menggunakan cara penilaian tersebut terhadap anak didiknya.
PENGARUH PENGORGANISASIAN MATERI FISIKA MENGGUNAKAN ANALISIS INTRUKSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Astra, I Made; Alrasi, Asep Saefuloh
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010
Publisher : Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.576 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v14i1.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengorganisasian materi Fisika menggunakan analisis intruksional terhadap hasil belajar  Fisika siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen, yaitu suatu metode penelitian untuk melihat suatu hasil, dalam hal ini hasil belajar Fisika. Berdasarkan analisis dan perhitungan yang dilakukan terhadap data yang diperoleh dari penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa peng-organisasian materi menggunakan analisis instruksional yang diterapkan di kelas eksperimen berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan hasil uji hipotesis  dimana H0 ditolak, sedangkan H1 diterima untuk hasil belajar siswa. Dengan diterimanya H1, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan pengorganisasian materi menggunakan analisis intruksional lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa dengan pengorganisasian materi menggunakan silabus.Sehubungan dengan itu, maka pengorganisasian materi mengguna-kan analisis intruksional dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Karena dengan materi yang terorganisir dengan baik dan sistematis dapat memudahkan siswa memahami materi dan memotivasi siswa untuk terus belajar, sehingga akhirnya tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa Melalui Model Guided Discovery Learning Kelas XI MIPA pada Materi Suhu dan Kalor Astra, I Made; Wahidah, Rifa Syarifatul
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 3 No 2 (2017): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 3 Nomor 2, De
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.22 KB) | DOI: 10.21009/1.03209

Abstract

Abstract This research aims to find out how much the effectiveness of using guided discovery learning model on temperature and heat material to improve students' science process skills. The research design used is Class Action Research which consists of three cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. The subject of this research is the students of class XI MIPA 2 SMA Labschool Jakarta who have a low level of science process skill. Aspects of science process skills studied are hypothetical skills, interpretation of data, and communicate the findings. This research the step of guided discovery learning is:  stimulus, problem statement, data collection, processing data, verifikation, generalisation. The instrument used is the KPS observation sheet and students’ worksheet. The indicator of this research is 70% of students can formulate a hypothesis, interpret the data and communicate data correctly. The results showed in the first cycle that students science process skills reach 17%, cycle II 61%, and in cycle III 81%. The average in third cycle is hypothetical skill 90.28 (very good category), data interpretation 91,67 (very good category), and communication skill 79 (good category). Based on the result of research, it can be concluded that there is an improvement of students' science process skill by using guided discovery learning model on temperature and heat material. Keywords: science process skill, guided discovery learning, action research classroom Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan keterampilan proses sains peserta didik setelah diterapkan model guided discovery learning pada materi suhu dan kalor. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 2 SMA Labschool Jakarta yang mempunyai tingkat keterampilan proses sains rendah sekali. Aspek keterampilan proses sains yang diteliti adalah keterampilan berhipotesis, interpretasi data, dan mengkomunikasikan hasil penemuan. Dalam penelitian ini langkah dari guided discovery learning yaitu: stimulus, problem statement, data collection, data processing, verifikasi, dan generalisasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi KPS dan Lembar Kerja Peserta Didik. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah apabila 70% Peserta didik dapat merumuskan hipotesis, interpretasi data dan mengkomunikasikan data dengan benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I keterampilan proses sains siswa mencapai 17%, siklus II 61%, dan pada siklus III 81%. Rata-rata nilai LKS pada siklus tiga adalah: keterampilan hipotesis 90,28 (kategori sangat baik), interpretasi data 91,67 (kategori sangat baik), dan keterampilan komunikasi 79 (kategori baik). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan proses sains peserta didik setelah diterapkan model guided discovery learning pada materi suhu dan kalor. Kata-kata Kunci: keterampilan proses sains, guided discovery learning, penelitian tindakan kelas
Development of Student Worksheet by using Discovery Learning Approach for Senior High School Student Astra, I Made; Nasbey, Hadi; Muharramah, Nur Devia
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v2i1.1749

Abstract

Abstract The aim of this research is to create student worksheet for physics learning  by using discovery learning approach as a learning material referring to curriculum 2013. The method used in this research is research and development. This research consists of five steps: 1) needs analysis, 2) product development, 3) Validation by expert, 4) field test in small scale, and 5) field test in large scale. The average score for student worksheet are 92% from concept expert, 79,56% from media expert, and 91,51% from physics teacher. After revised, the student worksheet was evaluated by a field test in a small and large scale. The average score from both scale are 70,66% and 75,08 respectively. It is conluded that student worksheet by using discovery learning approach can be used and distributed as a learning material in physics learning for senior high school student grade X Abstrak Penelitian pengembangan ini  bertujuan untuk menghasilkan produk berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pembelajaran fisika SMA dengan pendekatan Discovery Learning sebagai bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 pada Kompetensi Dasar praktikum kelas X semester genap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan ini terdiri dari lima tahap, yaitu: 1) analisis kebutuhan, 2) pengembangan produk, 3) validasi ahli, 4) uji coba lapangan skala kecil, dan 5) uji coba lapangan skala besar. LKS fisika dengan pendekatan Discovery Learning telah melalui tahap uji validasi dengan presentase pencapaian sebesar 92%, menurut ahli materi, 79,56% menurut validasi ahli media, dan 91,51 % menurut guru fisika SMA. Setelah di revisi, LKS di uji cobakan skala kecil kepada 5 siswa menunjukan persentase capaian  sebesar  70,66%  dan  uji  lapangan  menunjukan persentase capaian  sebesar 75,08%. Dari penelitian ini,  dapat disimpulkan bahwa  LKS  dengan pendekatan Discovery Learning  yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan dan disebarluaskan sebagai bahan ajar fisika kelas X semester genap How to Cite:  Astra, I. M., Nasbey, H., Muharramah, N. D., (2015). Development of Student Worksheet by Using Discovery Learning Approach for Senior High School Student. TARBIYA: Journal Of Education In Muslim Society, 2(1), 91-96. doi:10.15408/tjems.v2i1.1749. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v2i1.1749
Integrated Lecture Tools to Improve Student Competencies to Develop Physical Learning Media Design Astra, I Made; Fitri, Upik Rahma
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 3 No 1 (2017): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 3 Nomor 1, Ju
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.67 KB) | DOI: 10.21009/1.03111

Abstract

Abstract Have been developed a lecture tool for Physics Learning Media Development course. Development applies the ASSURE model, with activities: analysis stages, formulating objectives, selecting media, selecting course materials, developing lecturing tools, implementations to collect student responses, and evaluations. The tools consist of syllabus, hand out, Student Activity Sheet, and Student Performance Appraisal Sheet. This research product has been tested on Physics Education Student of FMIPA UNJ. Student's response to lectures was collected using a fourteen-item questionnaire. The average score given by the students to the lecture is 72.03 good category. Student Performance Making Learning Media Design using this research product average 77,95 good category. Based on the student's response and the student's performance score in making the design of physics learning media, it can be concluded that the integrated lecture tools developed are worthy to be used as teaching materials for the Context Based Learning Media Learning course. Keywords: Lecture tools, Media design, Media development. Abstrak Telah dikembangkan perangkat perkuliahan untuk mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran  Fisika. Pengembangan menerapkan penelitian pengembangan yang mengacu pada model ASSURE, dengan tahapan analisis kebutuhan, merumuskan tujuan, memilih media, memilih materi perkuliahan, menyusun perangkat perkuliahan, implementasi untuk mengumpulkan respon mahasiswa, dan evaluasi. Perangkat perkuliahan yang dikembangkan terdiri dari silabus, hand out, Lembar Kegiatan Mahasiswa, dan Lembar Penilaian Kinerja Mahasiswa. Produk penelitian ini sudah diujicobakan terhadap mahasiswa Pendidikan Fisika FMIPA UNJ. Respon mahasiswa terhadap perangkat perkuliahan dijaring menggunakan angket yang terdiri dari empat belas butir. Rerata skor yang diberikan mahasiswa terhadap perangkat perkuliahan adalah 72,03 kategori baik. Kinerja mahasiswa Membuat Desain Media Pembelajaran  menggunakan produk penelitian ini  rerata 77,95 kategori baik. Berdasarkan respon mahasiswa dan nilai kinerja mahasiswa dalam membuat desain media pembelajaran fisika, dapat disimpulkan bahwa perangkat perkuliahan terintegrasi yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Konteks. Kata kunci: Perangkat perkuliahan, Desain media, Pengembangan media.
Development of Learning Video using Guided Inquiry Methods on Circular Motion Subject to Improve Student Learning Outcomes Astra, I Made; Raihanati, Raihanati; Hafizah, Syarifah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i1.7688

Abstract

AbstractThis study aims to develop a learning video on circular motion subject as a physics learning media for high school students. The developed video is prepared based on the guided inquiry learning stage and completed with the Student Worksheet. This research used Research and Development (R&D) method, with ADDIE model. The developed video has been through feasibility test with the achievement percentage of 91.8% from material expert, 96.8% from media expert, and 85.9% from learning expert with excellent interpretation. The product trial results show the percentage of achievement of 81.7% from educator and 89.4% from learner. There is an increase of result was 54.4 to 79.8 with a normalized gain test of 0.56 Based on the result of feasibility test and experiment, it can be concluded that instructional video using guided inquiry method in circular motion subject is worth to be used as physics learning media in senior high school and improved students’ learning outcomes in medium category.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran pada materi gerak melingkar sebagai media pembelajaran fisika untuk siswa SMA. Video yang dikembangkan disusun berdasarkan tahapan pembelajaran inkuiri terbimbing dan dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D), model ADDIE. Video yang dikembangkan telah melalui tahap uji kelayakan dengan persentase pencapaian 91.8% menurut ahli materi, 96.8% menurut ahli media, dan 85.9% menurut ahli pembelajaran dengan interpretasi sangat baik. Hasil uji coba produk menunjukkan persentase pencapaian 81.7% menurut pendidik dan 89.4% menurut peserta didik. Melalui uji coba kepada peserta didik, didapatkan kenaikan dari hasil pretest sebesar 54.4 menjadi 79.8 saat postest. Berdasarkan hasil uji kelayakan dan uji coba dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran menggunakan metode inkuiri terbimbing pada materi gerak melingkar hasil pengembangan telah layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika SMA.