Articles

Found 4 Documents
Search

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA SMPN 3 INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Balqis, Putri; Ibrahim, Nasir Usman; Ibrahim, Sakdiah
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.344 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the teacher’s pedagogical competence in lesson planning, learning process, and in improving students’ motivation. To achieve these objectives, this study used descriptive qualitative approach. Data were collected through interview, observation, and documentation. The procedures of data analysis were data reduction data display and data verification. The subjects of this study were the principal, vice-principals and teachers. The results showed that: (1) the teachers’ pedagogical competence in lesson planning was done by preparing a lesson plan draft, but some teachers did not bring the lesson plan during the learning process so that the learning objectives were not maximally achieved; (2) the teachers’ pedagogical competence in the learning process was done by comprehending and solidifying the understanding on a number of learning materials contained in textbooks. Whereas in the learning process, there were for classroom management and undisciplined use of time: and (3) the teachers’ pedagogical competence in improving student motivation was done by providing opportunities for students to be actively involved in the use of information and coomunication technology facilities in the achievementof learning goals, communicating effectively with learners, and conducting reflectieve action to improve the quality of learning.Keywords: Pedagogical competence and learning motivationAbstrak: Peneli­tian ini bertujuan untuk kompetensi pedagogik guru dalam perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi pedagogik guru dalam perencanaan pembelajaran dilakukan dengan membuat draft RPP, namun sebagian guru tidak membawa RPP pada saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai secara maksimal; (2) Kompetensi pedagogik guru dalam proses pembelajaran dilakukan dengan mendalami dan memantapkan sejumlah materi pembelajaran sebagaimana terdapat dalam buku paket, adapun dalam proses pembelajaran terdapat pengelolaan kelas yang kurang baik dan pemanfaatan waktu yang kurang disiplin; dan (3) Kompetensi pedagogik guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dilakukan dengan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat aktif dalam menggunakan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi dalam pencapaian tujuan pembelajaran, berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, dan melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.Kata kunci : Kompetensi Pedagogik dan Motivasi Belajar.
MODEL BANGKITAN PERGERAKAN PEKERJA BERDASARKAN TINGKAT PENDAPATAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS KOTA BANDA ACEH) Balqis, Putri; Anggraini, Renni; Sugiarto, Sugiarto
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.236 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i2.10937

Abstract

In general, within a household, almost every day do several Activities or movements. Going to work is an activity that most frequently performed within households. The activity can support or meet the needs of the household life. In this study, worker trip generation is modeled based on the aggregation of household's income level. Firstly, household income is divided into two categories namely low income (≤ IDR 5 million) and high income (> IDR 5 million). This study aims to formulate the differences in utility faction, the trip probability, and factors that influencing work trip activities. The data were collected within four sub-districts located in Banda Aceh province such as Jaya Baru, Banda Raya, Lueng Bata and Kuta Raja. About 400 questionnaire survey is collected and used for this study. The binomial logit model is applied to model worker trip activities, and parameters estimation is determined using SPSS. The empirical result from the analysis shows us that for a model of worker trip generation by low income is obtained the utility difference value is 0,314, probability value 55% and 45% for trip < 4 and ≥ 4, respectively. The factors that are influence the model is the number of car ownership, family members, family members who have not attended school and destination location.Furthermore, the model of worker trip generation based for high-income household was obtained utility difference value is 0,867, a probability value is 67% and 33% for trip < 4 and ≥ 4, respectively. The factors that influenced the model are the number of motorcycle ownership, family members who attended school, family members who have not attended school, family members who work, the age of respondent, and activity duration.
OLAHAN KAIN PERCA UNTUK BUKET BUNGA KELULUSAN Balqis, Putri; Nisa, Hafifah Choirun; Kurniasih, Eka
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.541 KB)

Abstract

Kelulusan merupakan momen suka cita bagi mahasiswa yang telah berjuang keras dalam proses studinya. Upacara kelulusan identik dengan foto bersama, melempar toga, dan tidak lupa pula kelurga dan teman yang hadir di hari kelulusan membawa sebuah hadiah. Hadiah kelulusan yang sedang tren di  kalangan kaum muda sekarang salah satunya buket bunga. Buket bunga dapat dirangkai dari bunga asli atau bunga buatan (imitasion). Harganya yang murah serta tahan lama menyebabkan masyarakat lebih memilih bunga buatan untuk diberikan kepada wisudawan. Bunga buatan dapat dibuat dari sisa bahan yang tidak terpakai lagi seperti kain perca. Kain perca merupakan limbah padat dari industri konveksi. Limbah padat apabila tidak dikelola dengan baik akan berdampak buruk bagi lingkungan. Tahapan produksi buket dimulai dengan survei pasar, studi kelayakan hingga proses produksi. Pada proses produksi pola kelopak bunga dibentuk dengan koin 500 lalu dibakar pinggiran kainnya keliling merata. Sebanyak 31 kelopak bunga dirangkai hingga membentuk sekuntum bunga mawar. Bunga mawar yang telah cukup disusun di dalam sebuah kotak untuk buket bunga kotak (box bouquet) atau ditambahkan tangkai serta daun dan dirangkai menjadi buket bunga tangan (hand bouquet). Untuk sekali produksi dibutuhkan 1 kg kain perca dan penjualan kain perca mencapai titik impas ketika sudah mencapai 20 kali produksi. Kata kunci : Buket Bunga, Kain Perca, Kelulusan, Limbah Padat, Titik Impas
PELAKSANAAN PENGAARAN REMEDIAL OLEH GURU BIDANG STUDI PADA SMA NEGERI KOTA BANDA ACEH Balqis, Putri; Abd., Dahliana; Husen, M.
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remedial teaching is an activity carried out to improve learning activities that are less than optimal. Effective remedial teaching will help overcome student learning difficulties. The purpose of this study was to find out how the implementation of remedial teaching carried out by school subject teachers in overcoming student learning difficulties. The research method used is descriptive qualitative approach. The object of this study is the Implementation of Remedial Teaching by Teachers in the Field of Study at Banda Aceh City State High Schools, namely at SMA Negeri 03, SMA Negeri 07 and SMA Negeri 13. The subjects of this study were subject matter teachers, BK teachers, homeroom teachers and vice-principals in the curriculum section. . Data collection uses interview and documentation techniques. Data processing and analysis techniques are carried out by means of quantitative descriptive analysis. The results of the study show that: (1) the step in implementing the diagnosis of learning difficulties by the field of study teacher has not only used the case identification step, determined alternative choices of action, carried out remedial and evaluation activities. There is no step in looking for the causative factors and BK services provided. The teacher claims that he does not have the correct guidelines for the diagnosis of learning difficulties. (2) Remedial teaching steps taken by teachers in the field of study have not been able to help students in dealing with learning difficulties, can only change student grades, but cannot find the cause of student learning difficulties. (3) The cooperation carried out in the implementation of remedial teaching has not been well established, the teacher of the field of study only works alone, but if the students' problems are psychological, then the BK teacher will overcome them.Keywords: Implementation of Remedial Teaching, Subject Teacher.Abstrak: Pengajaran remedial merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang optimal. Pengajaran remedial yang efektif akan membantu mengatasi kesulitan belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengajaran remedial yang dilaksanakan oleh guru bidang studi disekolah dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini adalah Pelaksanaan Pengajaran Remedial Oleh Guru Bidang Studi Pada SMA Negeri Kota Banda Aceh yaitu pada SMA Negeri 03, SMA Negeri 07 dan SMA Negeri 13. Subjek penelitian ini adalah guru bidang studi, guru BK, wali kelas dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara analisis deskriptif kalitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) langkah pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar yang dilakukan oleh guru bidang studi belum hanya menggunakan langkah identifikasi kasus, menentukan alternatif pilihan tindakan, melaksanakan kegiatan remedial dan evaluasi. Tidak ada langkah mencari faktor penyebab dan layanan BK yang diberikan.  Guru mengaku tidak memiliki pedoman prosedur diagnosis kesulitan belajar yang benar. (2) Langkah pengajaran remedial yang ditempuh oleh guru bidang studi belum dapat membantu siswa dalam menghadapi kesulitan belajar, hanya dapat mengubah nilai siswa, namun tidak dapat menemukan penyebab kesulitan belajar siswa. (3) Kerja sama yang dilakukan dalam pelaksanaan pengajaran remedial belum terjalin dengan baik, guru bidang studi hanya bekerja sendiri namun jika permasalahan siswa berkaitan dengan psikologis barulah guru BK yang mengatasinya. Kata Kunci: Pelaksanaan Pengajaran Remedial, Guru Bidang Studi.