Articles

Found 15 Documents
Search

PENYUSUNAN ASESMEN METAKOGNISI CALON GURU KIMIA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Zuhaida, Anggun; Haryani, Sri; Susilaningsih, Endang
Jurnal Pendidikan Sains | Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS
Publisher : Jurnal Pendidikan Sains | Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang memiliki beberapa komponen diantaranya adalah tujuan, materi, media, metode dan evaluasi. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap sistem pembelajaran tersebut adalah guru. Kompetensi profesional seorang calon guru agar dapat menguasai konsep pembelajaran secara luas dan mendalam dapat dikembangkan dengan mengetahui kemampuanmetakognisi dari seorang calon guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu asesmen metakognisi bagi para mahasiswa calon guru kimia melalui pembelajaran berbasis masalah. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 31 mahasiswa sebuah PTN di Semarang menggunakan rancangan onegroup pretest-posttest design. Asesmen yang dikembangkan disusun berdasarkan indikator metakognisi meliputi asesmen tes essay, asesmen kinerja, asesmen sikap dan asesmen diri. Hasil penelitian pada tes uraian menunjukkan adanya kenaikan kemampuan metakognisi secara umum dengan pengujian N-gainsebesar 0.5 (kategori sedang), hasil observasi kinerja pada saat praktikum dan observasi sikap dalam diskusi dan presentasi menunjukkan penilaian yang positif dengan level ―baik dan sangat baik‖, sedangkan hasil angket penilaian diri menunjukkan hasil yang meningkat dengan N-gain sebesar 0.45 (kategori sedang). Secara keseluruhan melalui suatu pembelajaran berbasis masalah, mahasiswa calon guru kimia mengalami kenaikan keterampilan metakognisi yaitu pada keterampilan ―evaluasi‖. Kata kunci: Asesmen, Metakognisi, Pembelajaran Berbasis Masalah  
Program Pembelajaran IPA Berbasis Masalah untuk Menumbuhkan Metakognisi Siswa MTS di Salatiga Zuhaida, Anggun
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.326 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v2i2.30

Abstract

Perkembangan bahan kajian tentang IPA yang pesat menuntut para pendidik agar mampu merancang dan melaksanakan pendidikan yang lebih terarah pada pengusaan konsep IPA. Perkembangan IPA tidak hanya ditunjukkan oleh kumpulan fakta, melainkan timbul akibat adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah. IPA tidak hanya sekedar  pengetahuan, melainkan melibatkan operasi mental, keterampilan dan strategi dalam menemukan konsep IPA itu sendiri. Program pembelajaran IPA berbasis masalah untuk menumbuhkan metakognisi merupakan pelaksanaan perangkat pembelajaran, khususnya silabus, RPP, lembar kerja, media, dan asesmen. Model pembelajaran yang dipakai dalam penelitian ini adalah model problem based learning (PBL). Inovasi model pembelajaran merujuk pada penggunaan model PBL dalam pelaksanaan pembelajaran yang digunakan untuk mengetahui pencapaian metakognisi. Secara umum, penelitian ini dilakukan dengan prosedur penelitian Research & Development. Penelitian dilakukan pada MTs di Kota Salatiga dengan subjek penelitian  siswa kelas VIII dengan cara pengambilan sampling yaitu purposive sampling. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk meninjau karakteristik Program Pembelajaran IPA berbasis masalah, serta menganalisis tingkat pencapaian kemampuan metakognisi. Indikator-indikator metakognisi yang digunakan adalah mengacu pada tipe-tipe Metakognisi Schraw dan Dennison (1994:472-474). Hasil pencapaian keterampilan metakognisi pada aspek tes essay menunjukkan hasil yang positif, aspek kinerja menunjukkan indikator yang dominan adalah planning, sedangkan dari hasil angket menunjukkan dominasi indikator evaluasi.
PENERAPAN CHEMISTRY WEB DENGAN PENDEKATANCONTEXTUAL TEACHING AND LEARNINGMATERI LAJU REAKSI Zuhaida, Anggun; Prasetyo, Eko Budi; Saptorini, Saptorini
Chemistry in Education Vol 1 No 1 (2012): Terbit Bulan April 2012
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran kimia di SMA cenderung masih bersifat teoritik yangmenyebabkan siswa jarang memanfaatkan fasilitas internet gratis (wifi) yangtersedia di sekolah, oleh sebab itu diperlukan pendekatan serta mediapembelajaran yang menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh penggunaan media chemistry web dengan pendekatancontextual teaching and learning (CTL) terhadap hasil belajar materi pokok lajureaksi. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPA di SMAN 3Semarang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster randomsampling dan terpilih kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen yang mendapatperlakuan dengan menggunakan media chemistry web dengan pendekatan CTL,dan kelas XI IPA 6 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional danmedia powerpoint. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes,observasi dan angket. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dankoefisien determinasi dan diperoleh rb 0,65 dengan besarnya kontribusi 42,11%.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media chemistry webdengan pendekatan CTL berpengaruh terhadap hasil belajar materi pokok lajureaksi siswa kelas XI IPA SMAN 3 Semarang dengan kontribusi 42,11%.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS WEB PADA PRAKTIKUM KIMIA Zuhaida, Anggun
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.752 KB)

Abstract

Proses pembelajaran kimia di SMA/MA masih cenderung bersifat konvensional artinya pembelajarannya masih bersifat teoritik dan belum mengembangkan kemampuan siswa secara maksimal. Pembelajaran praktikum dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk menguji dan mengaplikasikan teori dengan menggunakan fasilitas laboratorium maupun di luar laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan CTL berbasis web terhadap hasil belajar materi pokok laju reaksi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di MAN 2 Kudus. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan dengan menggunakan pendekatan CTL berbasis webdan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional dengan media powerpoint. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dan koefisien determinasi dan diperoleh rb 0,65 dengan besarnya kontribusi 42,11%. Simpulannya adalah penggunaan pendekatan CTL berbasis web berpengaruh terhadap hasil belajar materi pokok laju reaksi siswa kelas XI IPA MAN 2 Kudus dengan kontribusi 42,11%. The learning process chemistry in SMA/MA still tends to be a conventional means are still teoritik out the lesson and had yet to develop the ability of students to the maximum. Practical learning can provide an opportunity to students to test and apply the theory by using the facilities of the laboratory and outside the laboratory. This research aims to know the influence of the use of web-based CTL approach towards learning outcomes subject matter the reaction rate. The population in this research is the grade XI IPA in MAN 2 Kudus. Sampling is done using cluster random sampling techniques, namely class XI IPA 4 as a class experiments who got the treatment by using web-based CTL approach and Class XI IPA 5 as a control class get conventional learning with media powerpoint. Method of data collection in this research is a method of documentation, tests, observation and question form. Test hypotheses using the coefficient of biserial correlation and coefficient of determination and acquired rb 0.65 with the amount of contributions 42,11%. The conclusion is the use of web-based CTL influential approach towards learning outcomes subject matter the rate of grade XI IPA MAN 2 Kudus with contributions 42,11%.
PROGRAM SCIENCES KIDS COMMUNITY BERBASIS GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Zuhaida, Anggun
JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS) Vol 6, No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.6.2.2018.13-20

Abstract

The Science Kids Community program is implemented using Group Investigation (GI) model which is part of cooperative learning. This study aims to explain the implementation of the Science Kids Community program based on GI and also to determine the results of improving problem-solving skills in students. This research is focused on the implementation of science learning in Madrasah Ibtidaiyah (MI) students. The method used in this research is descriptive with qualitative approach. Instruments in this study, using questionnaire, problem solving test, and interview. Subjects in this study were the students of 5th class MI NU Miftahul Ulum 2 Kudus. The implementation of the Science Kids Community program with the GI model provides wider opportunities and authority for students to jointly solve problems of science learning. The results of problem solving skills, focused on 2 groups of students, namely students with high motivation category (category A) and students with moderate motivation category (category B). Obtained results, in Category A students: the maximum at the stage identify the problem, define the purpose, and execute the strategy. While the category B students, the new maximum at the stage of implementing the strategy. This can make the input for teachers, to more often implement group-based learning model / community to be able to improve students problem solving skills
DESKRIPSI SAINTIFIK PENGARUH TANAH PADA PERTUMBUHAN TANAMAN: Studi Terhadap QS. Al A’raf Ayat 58 Zuhaida, Anggun
THABIEA : JOURNAL OF NATURAL SCIENCE TEACHING Vol 1, No 2 (2018): THABIEA : JOURNAL OF NATURAL SCIENCE TEACHING
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thabiea.v1i2.4055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan maksud dari QS. Al A’raf ayat 58 dimana terdapat isyarat ilmiah yang menarik untuk dikaji. Allah telah menciptakan tumbuhan yang mana dapat tumbuh dari tanah yang baik. Isyarat Ilmiah yang disebutkan masih bersifat global sehingga perlu kajian yang lebih spesifik untuk mengetahui secara detail makna dari ayat tersebut. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pustaka yakni mengumpulkan  data atau bahan dari berbagai sumber ilmu yang diperlukan dalam menyelesaikan artikel ini. Hasil kajian menunjukan bahwa dalam QS. Al A’raf ayat 58 tentang tanah yang baik adalah tanah yang subur. Tanaman dapat tumbuh yang salah satu syaratnya yaitu adanya tanah atau media tanam. Media yang baik (subur) akan membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Kandungan mineral yang cukup dalam tanah merupakan pengaruh utama terhadap tanaman untuk tumbuh. Tanah yang subur dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti  mineral, kadar pH, kelembapan, lapisan humus dan kadar biota. Tanaman akan tumbuh subur pada tanah yang baik sehingga tanah yang subur tentu menjadi ladang rezeki bagi manusia. Deskripsi saintifik pada Al-Qur’an akan memberikan pengetahuan dari dua sisi ilmu yang berbeda (sains dan agama). Karena pada dasarnya ilmu yang ada di dalam Al-Qur’an sudah tidak diragukan lagi. Dengan begitu, manusia diwajibkan untuk menjaga kelestarian atau kesuburan tanah sebagai wujud syukur dan iman kepada Allah Swt atas apa yang telah karuniakan kepada manusia.
DESAIN MADRASAH SAINS INTEGRATIF: INTEGRASI SAINS DAN AGAMA DALAM PERANGKAT DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Hasanah, Nur; Zuhaida, Anggun
EDUKASIA Vol 13, No 1 (2018): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v13i1.3517

Abstract

Science and religion are a unity. The difference between the two lies only in the way of view. Knowledge comes from the One God. All kinds of approaches to reality are ultimately capable of being integrated and integrated with the contemplation of the concept of God's oneness. Scientific activity is closely related to the implementation of education. The implementation of education is always based on curriculum development. The existence of curriculum development is based on the emergence of future challenges and competencies. This research aims to describe the design of integrative science and religion in the device and the implementation of learning. The research method used is descriptive qualitative, sample in this research is teacher at MTsN Kota Salatiga. The integration of science and religion is seen only in the implementation of learning, where teachers have introduced the relationship of science and religion through connecting with the verses of the Qur'an. The integration that has been implemented in the madrasah is already on the operational level.AbstrakSains dan agama merupakan satu kesatuan. Perbedaan keduanya hanya terletak pada cara pandang semata. Pengetahuan bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa. Semua jenis pendekatan terhadap realitas pada akhirnya mampu disatupadukan dan diintegrasikan dengan melakukan perenungan tentang konsep keesaan Tuhan. Aktifitas saintifik erat hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan selalu didasarkan adanya pengembangan kurikulum. Adanya pengembangan kurikulum didasarkan pada munculnya tantangan dan kompetensi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan desain madrasah sains integratif dalam perangkat dan pelaksanaan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sampel dalam penelitian ini adalah guru di MTsN Kota Salatiga. Integrasi sains dan agama terlihat hanya pada pelaksanaan pembelajaran, di mana guru sudah mengenalkan hubungan sains dan agama melalui menghubungkan dengan ayat-ayat al-Qur’an. Integrasi yang telah diterapkan di madrasah sudah pada tatataran operasional.Kata Kunci: Integrasi, Sains, Agama, Pembelajaran
Kelainan Genetik Klasik: Tinjauan Penciptaan Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an Tjahjani, Nur Patria; Zuhaida, Anggun
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.887 KB) | DOI: 10.18326/mdr.v5i2.222-250

Abstract

Allah telah menciptakan manusia dari tanah dan keturunannya diciptakan dari sel sperma dan ovum, untuk membentuk zigot, embrio dan kemudian menjadi janin dan akhirnya akan lahir manusia yang akan menjadi khalifah baru di bumi. Dalam penciptaannya, manusia akan menjadi manusia sempurna atau tidak sempurna dan itu menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah. Penyakit genetik atau kelainan genetik adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kelainan dari satu atau lebih gen yang menyebabkan kondisi fenotipe klinis. Hal ini dapat terjadi karena peristiwa nondisjunction, yaitu proses di mana sel telur dan sperma mereplikasi diri dan membagi. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan genetik pada manusia yang dilihat dalam tinjauan penciptaan manusia dalam perspektif al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode non interaktif. Kelainan genetik yang terjadi membutuhkan serangkaian pemeriksaan dan sitogenetik molekul yang lengkap. Meskipun masalah genetik dan fisik bagi orang-orang dengan kelainan kromosom tidak dapat diatasi, pendidikan dan perawatan yang tepat setelah berkomunikasi dengan seorang konselor genetik akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Allah has created man from the land and his descendants were created from the sperm cell and ovum, to form a zygote, embryo and then into a fetus and eventually be born human beings who will be the new caliph in the earth. In its creation, it would be a perfect or imperfect human being and it became the signs of Allah’s power. Genetic disease or genetic disorder is a condition caused by abnormalities of one or more genes that cause a clinical phenotype condition. The causes of genetic diseases are due to abnormalities of chromosome number. This can occur due to nondisjunction, which is a process in which egg and sperm self-replicate and divide. This study is focused to detect genetic abnormalities in humans is seen in the review of the creation of man in the perspective of the al-Qur’an. This research is a qualitative descriptive approach using non-interactive methods. Genetic disorder requires a series of checks and molecular cytogenetic complete. Although genetic and physical problems for people with chromosomal abnormalities can not be overcome, education and proper care after communicating with a genetic counselor will improve the quality of their lives. Kata kunci: kelainan genetik, penciptaan manusia, al-Qur’an
PENGEMBANGAN ASESMEN METAKOGNISI CALON GURU IPA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Zuhaida, Anggun
Jurnal Penelitian Vol 12 No 2: Nopember 2015
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v12i2.650

Abstract

This research aims to develop a metacognition assessment for students of IPA teacher candidates through problem-based learning. Subjects tested in this study were 30 students in the Department Tadris IPA IAIN Salatiga using one group pretest-posttest design. Assessment isdeveloped based on metacognition indicators including an essay test assessment, performance assessment, assessment of attitudes and self assessment. The result of essay test indicates an increase in the ability of metacognition in general by the N-gain of 0.5 (medium category) where as performances and attitudes assessment lie in the good and excellent categories, while the self-assessment shows improvement results with N-gain of 0:45 (medium category). Overall, problem-based learning enhances the skills of metacognition that is "evaluation" on students of IPA teacher candidates.
Penyusunan Instrumen Analisis Pedagogical Content Knowledge Guru IPA Madrasah Tsanawiyah Terintegrasi Konten Islami Zuhaida, Anggun
Edukasia Islamika Volume 3, Number 2 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v3i2.1690

Abstract

Instrumen yang dinyatakan dapat digunakan harus dianalisis terlebih dahulu. Karakteristik yang penting ketika melakukan analisis instrumen ialah mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Pedagogical Content Knowledge (PCK) merupakan suatu konstruksi akademik yang menggambarkan suatu ide yang dapat membangkitkan minat untuk mempelajari sesuatu. Tujuan dari penelitian ini ialah melakukan penyusunan instrumen analisis PCK bagi guru IPA madrasah tsanawiyah yang terintegrasi konten Islami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menjelaskan prosedur dalam penyusunan instrumen yang terdiri dari penyusunan indikator PCK dan angket, validitas, reliabilitas, serta usabilitas dan meaningfulness dari instrumen yang telah disusun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tersusunnya instrumen analisis PCK didasarkan pada tiga indikator, yaitu: knowledge of learners, knowledge of planning and designing, dan knowledge of classroom instruction. Selain itu, didapatkan validitas dari instrumen yang dilakukan oleh ahli dan menunjukkan hasil yang positif dengan adanya revisi kecil dan reliabilitas instrumen angket dengan koefisien alfa menunjukkan hasil reliabel, sedangkan uji usabilitas dan kebermaknaan instrumen analisis PCK terintegrasi konten Islami memperoleh penilaian baik pada level sangat positif.