Articles

Found 25 Documents
Search

DISIGN SPWM MULTILEVEL INVERTER SINGLE PHASE15 LEVEL Effendi, Effendi; Sara, Ira Devi; Lubis, Rakhmad Syafutra
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v12i2.3966

Abstract

Abstract ? Fifteen level single phase multilevel inverter is constructed using power circuit consist of 7 MOSFETs as switch, 7 indevendent DC sources, 7 diodes, and a H-Bridge. Trigering technic using sinusoidal pulse width modulation (SPWM) with 14 carrier wave, which pure sinusoidal wave as reference, SPWM circuit is disained using Op-Amp as comparator and some logic gates such as AND, OR and NOT gate in order to triggering S1, S2, S3, S4, S5, S6 and S7. By modificated carrier wave from triangular into DC source wave, this MLI produces THD output wave equal to 5.5019684%, while using methodes Phase Disposition PWM (PD PWM), Phase Shift PWM (PS PWM), and Carrier Overlapping PWM (CO PWM) produces THD more than proposed method, this system simulated using PSIM program. Keywords: Multilevel Inverter, SPWM, THD, PSIM
Perancangan Alat Pencatat Data Kurva Karakteristik Arus dan Tegangan (I-V) Modul Surya Cholis, Cholis; Sara, Ira Devi; Away, Yuwaldi
CIRCUIT: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menampilkan kurva karakteristik I-V diperlukan sebuah peralatan dalam menelusuri keluaran sebuah modul surya yang disebut IV Tracer. IV Tracer bekerja berdasarkan nilai tegangan kerja yang divariasikan terhadap sebuah modul surya mulai dari titik nol sampai nilai tegangan rangkaian terbuka (open circuit). Berdasarkan hasil percobaan menggunakan rangkaian snubber dengan nilai kapasitor 47 uF, tahanan 5 Ω dan dioda FR207 memperlihatkan bentuk kurva arus dan tegangan yang sesuai datasheet dengan selisih rata-rata sebesar 8,89 % berdasarkan parameter nilai modul surya yang diuji. Data yang diperoleh merupakan nilai variasi tegangan saat switching MOSFET IRF540 selama 1600 milisekon dengan mengumpulkan sebanyak 52 titik pengujian. IV tracer yang dirancang memiliki batasan sebesar 200 mA - 8V berdasarkan pengaturan yang dilakukan pada layar TFT 1,8”. Kata kunci:
PERHITUNGAN KORONA, AUDIBLE NOISE DAN RADIO INTERFERENCE AKIBAT CUACA BURUK PADA SALURAN TRANSMISI 275 KV MEDAN-BANDA ACEH Andri, Andri; Lubis, Rakhmad Syafutra; Sara, Ira Devi
Jurnal Karya Ilmiah Teknik Elektro Vol 2, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat proses transmisi energi listrik berlangsung maka akan terjadi losses atau rugi-rugi daya sehingga mengalami drop tegangan. Penggunaan saluran transmisi tegangan ekstra tinggi (SUTET) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Namun hal tersebut mengakibatkan timbulnya peristiwa korona. Korona dapat menimbulkan rugi-rugi korona serta gangguan terhadap lingkungan sekitar seperti timbulnya audible noise (suara bising) serta radio interference (interferensi gelombang radio). Untuk itu dalam perencanaan pembangunan jaringan SUTET diperlukan analisa tingkat rugi-rugi korona, audible noise dan radio interference yang akan terjadi pada saat level tegangan dinaikkan dari 150 kV menjadi 275 kV. Besar rugi-rugi korona saat cuaca baik terbesar terjadi pada saluran Nagan Raya-Sigli sebesar 29,8669 kW sedangkan yang terkecil terjadi pada saluran Lhokseumawe-Arun sebesar 3,004 kW. Untuk besar rugi-rugi korona saat cuaca buruk terbesar terjadi pada saluran Nagan Raya-Sigli sebesar 82,9637 kW sedangkan yang terkecil terjadi pada saluran Lhokseumawe-Arun sebesar 8,3443 kW. Besar audible noise yang dihasilkan 45,35 dB dimana termasuk dalam skala tingkat rendah menurut Kriteria Perry. Sedangkan radio interference yang dihasilkan 52,77 dB, namun hasil tersebut hanya berpengaruh pada gelombang AM.
APLIKASI SISTEM TENAGA SURYA SEBAGAI SUMBER TENAGA LISTRIK POMPA AIR Iqtimal, Zian; Sara, Ira Devi; Syahrizal, Syahrizal
Jurnal Karya Ilmiah Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Air merupakan kebutuhan pokok setiap manusia,  baik untuk minum, memasak, mandi dan lain-lain. Maka setiap kehidupan tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan  air. Umumnya masyarakat masih mengandalkan pompa air listrik yang disuplai  dari listrik PLN. Kondisi listrik PLN tidak memungkinkan menyuplai energi listrik setiap waktu ke pompa air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan suatu alternatif dengan memanfaatkan energi surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan suatu sistem tenaga surya sebagai sumber energi listrik untuk pompa air. Rancangan sistem tenaga surya ini menggunakan panel surya ST.50-PG, baterai GS Astra 5Ah dan pompa air DC YRK-BP2512 12Volt. Perancangan dimulai dari mencari data radiasi matahari setempat selama satu tahun sehingga dapat ditentukan jumlah panel surya yang diperlukan serta kapasitas peralatan lainnya. Listrik yang dihasilkan disimpan ke dalam baterai dan dapat langsung digunakan untuk sumber listrik pompa air 60W yang bekerja selama 32 menit untuk mengisi tandon air sebesar 1.750 liter sesuai kebutuhan rata-rata perhari dalam satu rumah hunian.
SISTEM DETEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) Rizki, Rika Sri; Sara, Ira Devi; Gapy, Mansur
Jurnal Karya Ilmiah Teknik Elektro Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak? Seperti kita etahui kebakaran merupakan hal yang sangat merugikan, khususnya bagi manusia. Begitu banyak penyebab dan dampak yang diakibatkan oleh kebakaran yang terjadi, mulai dari kehilangan harta bahkan nyawa. Selama ini, ketika terjadi kebakaran pada sebuah gedung biasanya unit pemadam kebakaran akan dihubungi. Namun sering pemadam tersebut sampai dilokasi ketika kebakaran semakin besar. Beberapa faktor memang menjadi kendala pemadam seperti jarak tempuh yang jauh ke lokasi.maka dari itu, diperlukan suatu sistem yang dapat meminimalisir kebakaran agar tidak semakin meluas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu prototipe sistem deteksi bahaya kebakaran pada gedung. Sistem ini dibangun dengan menggunakan PLC sebagai pengendali pada sistem tersebut. Sistem ini terdiri dari sensor asap, alarm, motor pompa, dan sprinkler. Sensor tersebut akan mendeteksi asap dengan jarak deteksi yaitu 1-2 meter per menit. Selanjutnya pompa akan menyala dan sprinkler akan otomatis menyiram ruangan yang terdeteksi asap. Penyiraman akan terus dilakukan sampai sensor tidak mendeteksi asap pada ruangan tersebut. Pada saat asap telah hilang, pompa akan berhenti bekerja secara otomatis dengan pengaturan timer pada PLC yaitu 15 detik. Setelah 15 detik asap tidak lagi terdeteksi, sehingga pompa dan sprinkler akan berhenti bekerja. Penelitian ini menghasilkan sebuah prototipe yang digunakan sebagai pendeteksi kebakaran pada gedung serta otomatisasi alarm dan sprinkler yang akan meminimalisir kebakaran. Kata Kunci? PLC, Sensor Asap, Alarm, Motor Pompa, Sprinkler
PENGUKURAN DAN PEMANTAUAN PERFORMANSI MODUL SURYA Mirrahman, Hudal; Sara, Ira Devi; Gapy, Mansur
Jurnal Karya Ilmiah Teknik Elektro Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik yang dihasilkan oleh modul selalu berubah-ubah setiap saat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana modul surya dipasang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem pemantauan kinerja modul surya pada suatu kondisi lingkungan yang nyata setiap waktu. Parameter yang dipantau adalah arus dan tegangan keluaran modul surya, intensitas cahaya matahari dan suhu. Untuk mengukur parameter tersebut, sistem pengukuran dan pemantauan ini dilengkapi dengan sensor tegangan, sensor suhu dan photoresistor. Sensor-sensor tersebut diatur oleh sebuah mikrokontroller yang dilengkapi dengan ethernet shield sebagai interface antara arduino dengan jaringan internet agar dapat mengirimkan data dan disimpan pada sebuah website sebagai data hasil pemantauan. Sistem pemantauan telah dapat bekerja sesuai dengan harapan yaitu semua sensor berfungsi dengan baik, dapat mendeteksi tegangan dan arus keluaran modul surya dengan tepat serta dapat mendeteksi intensitas radiasi matahari dan suhu dengan akurat setiap waktu dan data hasil pemantauannya di access melalui jaringan internet. Kata Kunci? Sistem pemantauan, modul Surya, Sensor Tegangan, , Sensor Suhu, photoresistor, Ethernet Shield, Arduino Uno
PROTOTIPE PENGUKURAN PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK PADA KAMAR KOS DALAM SATU HUNIAN BERBASIS ARDUINO UNO R3 DAN GSM SHIELD SIM900 Yulizar, Yulizar; Sara, Ira Devi; Syukri, Mahdi
Jurnal Karya Ilmiah Teknik Elektro Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini bertujuan untuk merancang dan menghasilkan sebuah prototipe sistem pengukuran pemakaian energi listrik pada setiap kamar dalam satu hunian menggunakan jaringan GSM. Rancangan Prototipe ini menggunakan sensor tegangan dan sensor arus ACS721, mikrokontroler ATmega 328P pada Arduino Uno R3 dan menggunakan GSM Shield SIM900 sebagai alat komunikasi antara pemilik hunian untuk mengetahui konsumsi energi listrik dan biaya pemakaian energinya yang ditampilkan langsung pada layar LCD sistem pengukuran. Nilai pengukuran seperti tegangan dan arus diperoleh dari sampel gelombang masukan sensor tegangan dan sensor arus. Keakuratan dari prototipe sistem pengukuran ini diperoleh dengan membandingkan hasil pengukurannya dengan alat ukur digital lainnya yang terpercaya dengan tingkat akurasi 2%. Hasil pengujian diperoleh perbedaan pengukuran tegangan sebesar 2.5% dan arus sebesar 1.0% dan 0.85% serta Cos Phinya sebesar 2.0% dan energi listik sebesar 3.9%. Dari hasil ini dapat disimpulkan, prototipe sistem pengukuran energi listrik ini terpercaya dapat mengukur energi listrik dengan tingkat akurasi yang tinggi.
PENGARUH SUHU DAN ANGIN TERHADAP ANDONGAN DAN KEKUATAN TARIK KONDUKTOR JENIS ACCC LISBON Ihsan, Muhammad; Sara, Ira Devi; Lubis, Rakhmad Syafutra
Jurnal Karya Ilmiah Teknik Elektro Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak? Konduktor ACCC (Alumunium Conductor Composite Core) Lisbon dapat menghantarkan arus maksimal teus-menerus sebesar 1218 ampere dan mampu bekerja dengan suhu maksimal 1750C. Permasalahan saluran transmisi adalah andongan dan kekuatan tarik. Besarnya tegangan tarik dan andongan akan mempengaruhi kapasitas hantaran arus. Konduktor ACCC Lisbon merupakan solusi yang tepat karena bersifat HTLS (High Tension Low Sagging) / mampu bekerja dengan tegangan tarik yang besar dan andongan yang rendah. Tegangan tarik dan andongan juga dipengaruhi faktor suhu dan angin. Pengaruh tersebut akan dihitung dengan metode catenary dan menggunakan software octave 4.2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terbesar andongan dan kekuatan tarik adalah akibat arus saluran. Setiap kenaikan arus sebesar 10 ampere maka andongan akan bertambah sebesar 0,0106 meter atau 0,135 % sedangkan kekuatan tarik berkurang sebesar 2,5446 kg atau 0,136 %. Setiap kenaikan suhu 1oC maka andongannya akan bertambah sebesar 0,0534 meter atau 0,7106 % dan kekuatan tarik akan berkurang sebesar 13,64 kg atau 0,69839 %. Setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 1 m/s maka andongan akan bertambah sebesar 0,0013 meter atau 0,0024 % sedangkan kekuatan tarik akan bertambah sebesar 0,0025 kg atau 0,000124 %. Kata Kunci? Andongan dan kekuatan tarik, ACCC Lisbon, Pengaruh arus saluran, suhu lingkungan dan angin, caternary, octave 4.2.0.
SIMULASI RELAI ARUS LEBIH STANDAR INVERS DENGAN BEBAN RESISTIF Mashuri, Fariz; Syukriyadin, Syukriyadin; Sara, Ira Devi
Jurnal Karya Ilmiah Teknik Elektro Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu gangguan kelistrikan yang sering terjadi pada sistem tenaga listrik adalah gangguan arus lebih (overcurrent). Sebagai respon terhadap gangguan arus lebih maka diperlukan perangkat proteksi yang mampu mengatasi gangguan arus lebih tersebut. Salah satu perangkat proteksi yang menangani gangguan arus lebih adalah relai arus lebih (overcurrent relay). Dalam penelitian ini dilakukan simulasi relai arus lebih dengan karakteristik standar invers yang sesuai dengan standar IEC 60255 terhadap gangguan arus lebih akibat penggunaan beban resistif. Simulasi pada penelitian ini menggunakan software Proteus 8.6 yang pada software tersebut terdapat komponen-komponen yang dapat menunjang dilakukannya simulasi seperti mikrokontroler Arduino, sensor arus, sakelar elektromagnetik, dan beban resistif.Pada simulasi dilakukan pengaturan arus sebesar 1 A dan time multiplier setting (TMS) 0.1 hingga 0.4. Ketika simulasi arus gangguan sebesar 2 A didapatkan waktu operasi relai sebesar 1010 ms pada pengaturan TMS 0.1 dan 4055 ms pada pengaturan TMS 0.4. Ketika simulasi arus gangguan sebesar 5 A didapatkan waktu operasi relai sebesar 431 ms pada pengaturan TMS 0.1 dan 1753 ms pada pengaturan TMS 0.4. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa relai arus lebih yang disimulasikan berkerja sesuai dengan karakteristik standar invers standar IEC 60255. Kata Kunci: Relai arus lebih, ACS 712, Proteus 8.6, Arduino, arus lebih, IEC 60255, sakelar elektromagnetik.
DESAIN PROTOTYPE SEL SURYA TERKONSENTRASI MENGGUNAKAN LENSA FRESNEL Anhar, Aulia Syahbanna; Sara, Ira Devi; Siregar, Ramdhan Halid
Jurnal Karya Ilmiah Teknik Elektro Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak? Matahari merupakan sumber energi terbarukan yang memeiliki potensi yang sangat besar sebagai pengganti energi fosil yang selama ini terus berkurang. Letak geografis indonesia yang dilalui garis khatulisiwa menyebabkan indonesia memiliki sumber energi yang berlimpah, serta memiliki kondisi cuaca cerah pertahun dan lama penyinaran yang tinggi, sehingga mampu dijadikan sebagai energi alternatif pembangkit. Untuk itu dilakukan pengembangan dalam meningkatkan efisiensi energi terbarukan salah satunya adalah sel surya dengan menggunakan lensa fresnel sebagai konsentrasi energi cahaya matahari untuk meningkatkan daya keluaran sel surya. Lensa fresnel diletakan diatas sel surya pada rasio jarak fokus 0,6f (20.4cm) sejajar sumbu utama dari lensa, sehingga bias cahaya yang dihasilkan oleh lensa akan tepat jatuh ke bagian sel surya. Radiasi cahaya dapat ditingkatkan mengguanakan lensa fresnel hingga 2,17 dioptri dari cahaya sebelumnya dengan menggunakan lensa akan mempengaruhi besarnya daya keluaran dari sel surya, sehingga daya keluaran setelah menggunakan lensa sebesar 0,5776 mW dengan tegangan 0,76 V dan arus 0,76 mA. Perbandingan luas sel surya dengan luas lensa fresnel 1:8,48 dan peningkatan daya keluaran sebesar 69,82%.Kata Kunci?Efesiensi Energi, Lensa Fresnel, KonsentrasiEnergi, Sel Surya, Peningkatan Daya.